Karena suatu kesalah pahaman Rangga sangat membenci Rastiaj, yang dulunya sangat ia sayang entah sebagai adik atau lebih dari sekedar adik, sampai menyiksanya hingga memasukkannya kedalam penjara
Hingga suatu malam karena di jebak oleh seseorang terjadilah cinta satu malam yang mana Rastia Melahirkan seorang putra di penjara.
Rangga menyangka kalau Rastialah yang menyebabkan tunangannya kecelakaan hingga koma bertahun-tahun.
ikuti kisahnya jangan lupa di vote ya 🤝🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom IRSA83, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB.13.Untuk yang ke dua kalinya
" Rangga membuka pintu kamar dan perlahan berjalan mendekat kearah Tia, tatapannya tajam penuh amarah, membuat Tia ke takutan, Tia mundur setiap langka Rangga mendekat ke arahnya, sampai terjatuh di atas kursi.
"Apa sebenarnya yang Bapak inginkan, kenapa Bapak menyuruh saya menunggu di sini, kalau ada yang ingin di katakan, katakan secepatnya saya masih banyak kerjaan.
" Rastiah, Anak dari Pak Anggara, bekas Narapidana dan seorang pembunuh, sekarang ingin menambah dosa menjadi seorang pelacur demi mendapatkan uang. Hebat sekali, bukannya bertobat dan mendoakan kesembuhan Ayahmu malah masuk club dengan alasan kerja jadi Waiters padahal mau mencari mangsa laki-laki berduit karena tidak punya uang,,, Hebat sekali sambil bertepuk tangan Rangga Terus menghina Tia.
Rastiah memejamkan matanya, sambil menangis, ia sudah terbiasa mendengar hinaan Rangga tapi kali ini begitu menyakitkan saat dia mengatakan sebagai pelacur, Tia lalu berdiri menampar Rangga, Rangga tidak sempat menghindar, membuat Rangga semakin marah.
Perempuan pelacur, ia memegang kedua tangan Rastiah menghinanya, dan menarik ke tempat tidur, ia lalu melemparkan Tia.
Suatu saat kamu akan menyesali semua yang telah kamu perbuat dan pada saat itu aku tidak akan memaafkan mu. Kamu selalu menuduhkan tanpa mau mendengar penjelasan ku karena kamu telah terhasut ole orang-orang yang tak berguna dan kamu itu melebihi bintang tidak punya hati.
"Diam kamu, Rangga naik ke tempat tidur dan memegang tangan Tia diatas kepalanya, dan mencium bibir Tia, Tia mencoba berontak tapi kalah tenaga, Rangga merobek pakaian Tia, "" Ia menyadari sesuatu saat. Merasakan bibir Tia, '' Tidak mungkin dia, tapi rasanya sama pada waktu itu"
Lepaskan aku Rangga aku mohon, Tia terus menangis memohon tapi percuma karena Rangga sudah di kuasai amarah dan nafsu, dan untuk yang ke dua kalinya hal yang sama dalam hidupnya kembali di ulangi oleh Rangga, Ia menggempur Tia sampai puas,,, Tenang saja aku akan membayar mu juga, jadi kamu harus bisa puaskan aku. Tia hanya bisa pasrah menangisi Takdirnya.😭
Tapi Rangga menyadari sesuatu, kalau ternyata ini bukan yang pertama untuk dia,ternyata kamu betul-betul bukan perempuan suci, selama ini aku salah, ia kecewa ternyata Tia tidak perawan lagi,..ya jelaslah kamu pernah bobol gawangnya dulu 😄✌️
Karena kecapean melayani nafsu Rangga, akhirnya Tia tertidur dengan lelap, sementara Rangga masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, mengguyur tubuhnya dengan air, sambil berpikir ia sebenarnya menyesal memperlakukan Tia seperti itu tapi egonya yang tinggi tidak berani mengakuinya. Tanpa ia sadari sebenarnya dia mencintai Tia tapi karena di butakan oleh kebencian akibat hasutan dari Regina dulu.
Sekitar tiga puluh menit ia keluar dan menuju ke tempat tidur, melihat Tia yang tertidur tanpa sadar Rangga mencium kening Tia lalu minta maaf. Tiba-tiba Tia mengigau menyebut nama seseorang dan nama ayahnya dan anaknya Diego, Rangga kembali kecewa dia berpikir kalau Diego itu laki-laki yang di cintai oleh Tia.
Dia memegang kening Tia ternyata ia demam akibat ulahnya, ia mengambil air lalu mengompres dengan air hangat, kemudian menelpon Sion, ia memesan baju ganti untuk dirinya dan untuk Tia, sebenarnya Sion penasaran apa yang di lakukan bosnya itu terhadap Tia, tapi dia tidak berani bertanya, tugasnya hanya menjalankan semua perintah Bosnya.
Tidak lama Tia sadar, ia memegang kepalanya karena merasa nyeri, perlahan membuka matanya, melihat ke atas langit-langit kamar, Ia mulai sadar dan mengingat semua yang telah terjadi semalam bagaimana Rangga memperlakukan dirinya,Ia menangis jika mengingat semuanya, begitu banyak luka yang di torehkan oleh Rangga, luka yang semakin menganga Seperti telaga yang luas tanpa batas, Tak lama Rangga keluar dari ruang kamar ganti pakaian, karena tadi Sion sudah mengantar pakaian mereka berdua. Tia tertunduk menangis sambil menyebut kembali nama Diego dan Ayahnya.
"Katanya kalau pertama melakukan hubungan badan dengan perempuan, maka perempuan itu akan berdarah, tapi kamu tidak berarti bukan yang pertama kali melakukannya, apa laki-laki yang bernama Diego itu??,,Sambil memandang hina kepada Tia. Kamu berhenti bekerja di Tempat ini,, aku punya pekerjaan yang lebih mudah dan gajinya lebih besar dari ini, dan tidak beresiko, Aku Tau saat ini kamu butuh banyak uang untuk pengobatan Ayahmu, maka dari itu aku menawarkan kamu pekerjaan, kamu masih punya hati untuk mengeluarkan kamu dari tempat terkutuk ini. Tapi itu terserah kamu, mau atau tidak, tapi kalau kamu menolak resikonya adalah nyawa Ayahmu kamu tidak akan di terima bekerja di mana saja karena kamu itu bekas narapidana jadi pikirkan baik-baik tawaranku. Dan ini cek cukup untuk membayar beberapa bulan pengobatan Ayahmu, Terimakasih atas pelayananmu tadi malam aku sangat puas, sambil tertawa mengejek Tia, sementara Tia hanya diam ia malas berdebat dengan Rangga tenaganya masih lemah karena ulah Rangga tadi malam.
Rangga menyimpan cek itu di atas meja, kemudian berlalu dari hadapan Tia, tapi baru satu langkah Tia berdiri dan menghampirinya, berikan aku obat pil KB karena aku tidak Sudi mengandung anakmu, Rangga jadi emosi mendengar kata-kata Tia, Iya lalu mencekram dagu Tia," Aku tidak peduli kamu hamil atau tidak yang jelas tadi malam aku melakukannya tanpa pengaman, sambil tertawa puas. Dan satu lagi aku beri. Kamu waktu satu hari untuk mengiyakan tawaran pekerjaan yang aku tawarkan tadi jika tidak, kamu tau siapa Rangga kan??. Rangga berlalu keluar meninggalkan kamar dan menutup keras pintu kamar, sementara Tia hanya bisa terduduk sambil menangisi Nasibnya yang malang.
Sabar yang Neng Tia suatu saat kamu akan bahagia...Next Part selanjutnya.👌🥰
Jangan lupa tinggalkan jejak ya 🤝👍