NovelToon NovelToon
Second Mate (Setelah Tujuh Tahun Berpisah)

Second Mate (Setelah Tujuh Tahun Berpisah)

Status: tamat
Genre:Tamat / Nikah Kontrak / Pernikahan Kilat / Cerai / Angst
Popularitas:458.4k
Nilai: 5
Nama Author: Isma Wati

Salsabillah Khairunnisa Kirani, 25 tahun. Terpaksa harus menikah dengan Adrian Mangku Kusumo, 25 tahun. Karena perjodohan orang tua mereka, padahal mereka sama-sama memiliki kekasih.

Sabillah tak tahu mengapa Adrian selalu menuduhnya menjadi penyebab kehancuran Ajeng, kekasih Adrian.

Hingga di tujuh bulan pernikahan mereka, Sabillah melihat Adrian bersama wanita yang tengah hamil tua, dan wanita itu, kekasih Adrian.

Apakah Adrian sudah mengkhianati pernikahan mereka? Meski mereka sepakat untuk berpisah setelah dua tahun pernikahan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isma Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Usaha Ajeng

"Arial, Om bawain mainan beko yang besar. Ada boneka juga buat kakak. Lucu deh," Adrian mengetuk lagi.

"Tidak ada orang dirumah, orangnya pergi." Sahut Eka lagi berteriak, membuat Adrian semakin terkekeh. Astaga, harinya akan semakin berwarna jika seperti ini.

Sabillah menghela nafas, padahal dia sudah memberi isyarat dengan menempelkan telunjuknya di bibir, tapi Eka tidak paham. Dia berdiri diambang pintu kamar memperhatikan Eka yang sudah mengunci pintu. Menghalau agar Arial tidak bersuara dan berlari ke pintu.

"Yakin nih kakak nggak mau boneka teddy bear yang lucu?" rayu Adrian lagi masih didepan pintu.

"Ish, sudah dibilangin tidak ada orangnya, budek ya?" Teriak Eka kesal. "Aku nggak suka boneka, buang saja," ucapnya sebagai penolakan. Tapi memang sebenarnya Eka tidak menyukai mainan yang banyak disukai anak perempuan itu.

"Yasudah, karena Om sudah kesiangan. Om tarok boneka sama mainan bekonya disini saja, ya. Om kerja dulu, Kakak dan Arial jangan nakal, oke. Kan Mama sendirian."

Apa-apaan sih Adrian ini? Kesal Sabillah mendengar ucapan tidak jelas Adrian.

Eka menempelkan telinganya di daun pintu, dia mendengar suara langkah kaki menjauh, tak lama terdengar suara mesin mobil dinyalakan. Meski masih kecil, tapi dia merasa lega jika orang yang dia rasa mengganggu ibunya telah pergi.

"Orang itu sudah pergi, Umak. Umak jangan takut lagi," ujarnya berjalan menuju kamar dimana Sabillah berada.

Sabillah merasa heran dengan anak berusia tujuh tahun itu, usianya masih terbilang masih sangat kecil, tapi jiwa melindunginya sudah terlihat.

"Terima kasih, Sayang. Kakak hebat sekali, tidak takut dengan orang asing itu."

"Opa 'kan tadi pesan, kalau Eka harus lindungi Umak dari orang jahat itu."

Sabillah mengusap rambut lebat anaknya, lalu mereka berkumpul di kamar, tanpa melihat apa yang Adrian tadi berikan, tapi Arial mengingatnya.

"Umak, bukannya tadi om itu bawain mainan buat Alial, Alial mau ambil." Turun dari tempat tidur.

"Tidak boleh, Adek. Itu orang jahat yang mau ambil Umak dari bapak. Kalau mau mainan, minta sama Umak, jangan dari orang itu."

Dimarahi kakaknya, Arial menangis. Dia berjalan kearah dimana Sabillah sedang berbaring sambil memberi Asi pada bayinya.

"Umak, mainan." Rengeknya mengusap air matanya.

"Kakak jangan garang-garang sama Adek," bicaranya lembut, "nanti kita beli yang baru, ya?"

"Mau yang dari om Adlian." Ikut naik dan berbaring di ranjang milik kakaknya. See, sekarang Sabillah serba salah. Heran juga kenapa Arial begitu mudah dekat dengan Adrian, membuat laki-laki itu jadi sering menemuinya.

Dengan statusnya seorang janda, Sabillah merasa risih dengan apa yang dilakukan Adrian. Tapi bagaimana cara menghentikanya.

* * *

"Arthur, kamu dimana?" Adrian menghubungi sang asisten sambil menyetir.

"Sudah dikantor, Tuan. Ada pak Jimmy juga."

"Suruh dia menunggu, lima menit lagi aku sampai."

"Baik Tuan."

"Aku ada tugas untuk mu."

Arthur menjauh dari Jimmy keluar ruangan, meski tak diminta atasanya itu. Yakin apa yang akan diperintahkan Adrian penting.

"Cari nomor ponsel, Sabillah. Dan cari orang untuk berjaga di rumah itu."

"Baik, Tuan." Setelahnya panggilan diputus secara sepihak oleh atasanya, padahal Arthur ingin memberi tahu perihal Ajeng.

Sesuai yang dikatakannya tadi, Adrian sampai di kantornya dalam waktu lima menit. Di ruanganya sudah ada Jimmy yang menunggu.

"Sibuk banget sekarang perasaan, jam 9 baru sampai. Kenapa nggak sekalian makan siang aja." Sindir Jimmy melihat jam dipergelangan tanganya.

"Berisik."

"Hiii, atut." Goda Jimmy terkekeh, namun diabaikan oleh Adrian. Adrian memeriksa pekerjaanya yang harus ditandatangani yang sudah disiapkan Arthur diatas mejanya, lalu Adrian mencocokkan dengan email yang dikirim Arthur. Asistenya itu memberi tahu mana yang harus Adrian tanda tangani mana yang tidak.

Ya, bisa dibilang Arthur bisa diandalkan dalam segala hal, apalagi pekerjaan.

"Loh, kok yang itu nggak di acc sih, Adrian? Itu kan bonus yang harus gue keluarin buat anak buah gue." Jimmy mengintip ajuan dana miliknya.

"Itu terlalu kebesaran," sahut Adrian tanpa mengalihkan dari kertas-kertas didepanya. "Kita boleh memberikan bonus sebagai penyemangat mereka bekerja, tapi nominalnya harus diperhatikan. Bukan pelit, tapi demi kelangsungan perusahaan itu sendiri."

"Tapi kan gue udah ngejanjiin segitu, bisa di demo perusahaan gue tar. Site nggak dikerjain, mau?" Jimmy sedikit mengancam.

Tapi tak mempengaruhi keputusan Adrian sedikitpun. "Pilih mana? Bonus besar tapi cuma kerja beberapa bulan? Atau bonus kecil, tapi pekerjaan bisa panjang sampai bertahun-tahun?" Adrian hanya melirik Jimmy sekilas. Terlihat Jimmy pasrah atas jawaban dari Adrian.

Adrian sebenarnya tahu jika Jimmy sudah menyiapkan salinan dari pusat ke karyawan, dari sedikit bonus yang Adrian acc saja, Jimmy sudah memiliki untung dua persen, belum lagi yang akan Jimmy suntik-suntik dari masing-masing karyawan. Cuma Adrian diam saja, tak ingin membuat sahabatnya malu.

Ketukan pintu membuat Adrian menyuruhnya masuk, dia tahu itu pasti sang asisten. Arthur nampak jalan terburu-buru.

Arthur membisikkan sesuatu.

"Apa?" Adrian memekik syok. "Dibawa kerumah sakit mana dia?"

"Di dekat hotel tempat beliau menginap, Tuan."

"Urus dokumen yang sudah aku tanda tangani, Arthur. Aku kerumah sakit sekarang."

Setelah mengatakan itu, Adrian pergi dengan langkah panjang, tanpa mengatakan apapun pada Jimmy, membuat Jimmy terheran-heran.

"Ada apa sih?"

"Masalah pribadi," sahut Arthur yang sangat menjaga privasi bosnya. Membuat Jimmy semakin kesal pada asisten Adrian, karena Jimmy tahu, usul untuk tidak meng-acc dana bonus darinya, ada pengaruh dari laki-laki yahh sedang sibuk merapikan kertas laporan miliknya.

* * *

Hanya butuh waktu lima belas menit Adrian sampai dirumah sakit dimana Ajeng saat ini dirawat. Iya, Ajeng melakukan percobaan bunuh diri karena ingin mendapat perhatian dari Adrian, dan cara yang dilakukannya ini berhasil membuat Adrian menemuinya.

Adrian mendapati Alief duduk seorang diri di bangku tunggu depan ruangan mamanya.

"Alief," panggil Adrian.

"Papaaaa," yang mana suara bocah itu membuat wanita yang sedang bersama kedua anaknya menoleh ke sumber suara.

Sabillah menyipit, dia mengenali pemilik tubuh tegap itu.

1
Endah Lestary
Luar biasa
Khairul Azam
baru ingat aku, aku udah pernah baca novel ini, klo gak salah nanti arjun meninggal dan salbila kembali sama adrian
Jessica
Luar biasa
Maizaton Othman
pasion
Maizaton Othman
bed rest,thor
Maizaton Othman
by the way
Maizaton Othman
naluri
Maizaton Othman
bukan kah adiknya nama Azalea
Maizaton Othman
ada sedikit kelainan dlm novel ini,jalan cerita & karektor berbeza dari biasanya,saya suka
Maizaton Othman
dgn Adrian- typo
Mhyta
aku sih smga sm si reyhan jodohnya kembali
Mhyta
astaga lucunya🤣🤣
Mhyta
maaf br sempat koment.. izin mampir lg yah thor
Taty Hartaty
Lumayan
Taty Hartaty
Luar biasa
☕/arsenlemuel/argyatristan☕
gilak ini sih permintaan nya edo... jgn mau terima vania
☕/arsenlemuel/argyatristan☕
surprise yg mengharu biru
☕/arsenlemuel/argyatristan☕
kehilangan kan lo sabil
☕/arsenlemuel/argyatristan☕
reyhan laki2 yg bijak ternyata
☕/arsenlemuel/argyatristan☕
🤭🤭🤭kocak habes Adrian.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!