NovelToon NovelToon
Kuberi Cinta Kau Balas Dusta

Kuberi Cinta Kau Balas Dusta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Penyesalan Suami / Pelakor jahat
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: tyas Ayu

" Billy " teriak Zea .

Billy tersentak mendengar teriakan Zea . Gadis yang berada di pelukan Billy tersenyum licik. Sudah lama dia bersabar dan menunggu saat ini tiba .

" Aku tidak menyangka kamu melakukan hal sehina ini " ucap Zea lalu pergi meninggalkan Billy .

Dukung othor ya . dukungan kalian penyemangat ku . love banyak dari kedua anak othor .❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Botol dan tempat sampah

Zea mengendarai taksi untuk pulang ke rumahnya . Billy menuruti permintaan Zea .

" Kita bertemu di rumah " ucap Billy.

Ada bau parfum milik wanita lain di mobil Billy . Membuat Zea mual berlama-lama di mobil Billy .

Sesampainya di rumah . Billy menunggu Zea di teras rumah mereka. Zea lalu masuk ke dalam rumah tanpa peduli ada Billy di sana .

" Sayang bisa kita bicara sebentar " ucap Billy .

" Apa kamu berselingkuh mau meminta ijin ku terlebih dahulu ?" tanya Zea .

" Tidak Zea , aku minta maaf . Aku khilaf Sayang . Aku terbujuk rayuan wanita itu " ucap Billy .

" Terbujuk hingga kamu tidak pulang semalaman Billy . Apa itu yang di namakan khilaf ?" tanya Zea menatap dalam nata Billy .

Mata yang dulu selalu memandang Zea dengan penuh cinta . Rasanya cinta itu sudah tidak ada padanya lagi .

Billy tidak bisa berkata lagi . Semalam memang dia pergi dari rumah . Namun tidak tidur di tempat Sarah .

" Kenapa ? Aku memang belum bisa memberimu keturunan Billy . Tapi apakah begini cara mu ? Ceraikan aku Billy . Jika kamu sudah tidak menginginkan ku . Jangan mendua cinta . Aku tidak pernah memaafkannya " ucap Zea .

" Kamu ini baru pulang kerja sudah memarahi suami mu . Seharusnya kamu itu menyeduhkan minuman untuk suami mu " ucapan Ibu Billy tiba-tiba dari dalam dapur .

Billy tersentak dengan kedatangan ibunya yang tiba-tiba . Zea sudah biasa melihat ibunya yang tiba-tiba berada di rumahnya .

Zea kali ini tidak peduli lagi dengan perkataan ibu mertuanya . Zea lebih memilih untuk ke kamar .

Billy membiarkan saja Zea untuk ke kamarnya . Billy tudak ingin jika Ibunya mendengar pertengkaran mereka .

" Ibu , kapan Ibu datang ?"tanya Billy menghampiri Ibunya .

" Lihat istrimu . Dia pulang kerja mengomeli mu seperri itu . Sekarang malah pergi ke kamar . Tidak menghampiri Ibu . Dasar wanita tidak punya sopan santun " ucap Ibu Billy .

" Zea lelah bu . Biarkan dia istirahat dulu " ucap Billy .

" Kamu itu selalu saja membela istri mu itu . Besok kita pergi ke dokter kandungan . Apa ada masalah pada istri mu . Ibu ingin segera mendapat cucu . Siapa tahu istri mu itu mandul . Jika kita tidak memeriksakannya ke dokter . Kamu bisa menikah lagi atau bercerai dengannya . Ibu tidak mau memiliki mantu yang mandul " ucap Ibu Billy berbicara panjang lebar .

Zea yang baru saja akan turun untuk menyapa ibu mertuanya . Zea urungkan setelah mendengar ucapan ibu mertuanya . Air mata Zea luruh begitu saja . Sedari dulu Ibu mertua Zea tidak pernah menyukai Zea .

Dulu mungkin Zea akan cuek . Tapi Tapi suami yang Zea cintai ikut melukainya . Seorang yang Zea jadikan bahu untuk bersandar . Seseorang yang Zea gunakan untuk mengadu . Namun sekarang Billy sudah bukan Billy yang dulu .

Zea kali ini bangun lebih pagi . Zea memilih untuk joging di taman dekat rumahnya . Zea ingin melepaskan beban yang dia rasakan .

Tapi Zea lebih dulu menyiapkan sarapan untuk mertuanya . Zea tidak ingin lagi mendengar sindiran pedas dari ibu mertuanya .

Zea duduk sebentar dengan sebuah botol minuman . Pandangan Zea menerawang jauh . Apa yang harus Zea lakukan . Rasanya Zea sudah tidak tahu arah jalan untuk pulang .

Zea menggenggam erat botol itu hingga tak beraturan .

" Aku tidak akan menangis lagi " ucap Zea menguatkan dirinya sendiri .

Zea lalu melempar botol yang sudah remuk itu ke tempat sampah yang lumayan jauh darinya . Berharap botol itu busa masuk dengan lemparan Zea .

Bugh

Zea menutup mulutnya . Botol yang Zea lempar mengenai orang yang sedang berlari .

Pria itu berhenti lalu membuka penutup kepalanya . Menatap sekeliling taman mencari siapa yang telah melemparnya . Pandangan pria itu tertuju pada Zea yang juga tengah berdiri dan menatapnya . Zea nyengir kuda dan membungkuk meminta maaf .

Pria itu berjalan mendekati Zea . Pria dengan perawakan tegap dan tegas . Rahang yang kuat dan tatapan yang tajam . Membuat Zea menciut .

" Apa kamu mencoba untuk meraya ku ? " tanya pria itu .

Zea mengerutkan keningnya .

" Aku sudah bersuami . Untuk apa aku menggoda mu " ucap Zea jujur .

" Dasar pembohong . Aku sudah terbiasa dengan trik murahan seperti ini " ucap Pria itu .

" Jangan terlalu besar kepala Tuan . Jangan samakan aku dengan wanita pemuja mu itu " Zea lalu pergi .

" Oh ya aku minta maaf . Aku tidak sengaja melempar botol itu . Aku ingin membuang botol itu ke tempat sampah . Mungkin botol itu mengira kamu tempatnya " ucap Zea yang sudah terlanjur kesal .

" Tampan sih tapi tidak punya etika " ucap Zea .

Pria itu memandang Zea dati jauh . Dia justru tersenyum tipis mendengar ucapan Zea .

" Ayo pulang . Aku sudah lelah berkeliling di sini . Masih banyak pekerjaan yang menungguku " ucap seorang pria yang tak lain sahabat dari pria itu .

Pria itu masih terbayang wajah cantik Zea . Dan juga ucapan Zea yang mengganggunya . Tidak ada wanita yang mengumpatnya . Kali ini seorang Arron Zalano merasakan umpatan dari seorang gadis .

" Sedari tadi kau terus tersenyum. Apa kau sudah mulai gila ?" tanya teman Arron .

" Apa kamu mau ku pecat ?" tanya Arron .

" Ck . Dasar pria kaku " cibir temannya .

Arron lalu pulang ke kediaman orang tuanya . Rumah yang sudah cukup lama dia tinggalkan . Arron memilih belajar dan berbisnis di luar negeri .

Tapi kali ini kedua orang tua Arron memintanya untuk pulang . Dengan alasan Jack sakit .

" Apa kau hanya akan pulang jika mendengar anjing kesayangan mu ini mati Arron ?" tanya Ibu Arron .

" Ibu jangan terlalu berlebihan " ucap Arron lalu memeluk ibunya .

Ibu Amora lalu membalas pelukan putranya . Putra yang sangat dia rindukan .

" Kenapa ibu selalu mengomel . Ibu bisa saja pergi menemui ku " ucap Arron .

" Untuk apa ibu menemui mu . Kau anakku . Ya kau yang seharusnya menemui ku . Aku sudah melahirkan mu dan merawat mu . Apa ini balasan mu ?" tanya Ibu Amora

" Apa ibu tidak memasak sesuatu untuk ku ?" tanya Arron mengalihkan pembicaraan.

" Apa kau tidak menanyakan kabar Ayah mu ?" tanya Ayah Abraham .

" Sudahlah yah , jangan mengikuti jejak ibu " ucap Arron lalu memeluk sang Ayah .

Ayah Abraham tertawa mendengar ucapan Arron . Arron sangat tidak suka mendapat omelan dari ibunya .

" Mari kita makan bersama . Ibu mu sudah menyiapkan makanan kesukaanmu " Ayah Abraham merangkul Arron yang lebih tinggi darinya .

Arron lalu mengikuti langkah kaki ayahnya .

" Selamat pagi semua " teriak seorang gadis dari atas tangga .

" Selamat pagi kakak " teriak Aruna Zalano , adik Arron .

" Sudah lepaskan pelukan mu . Aku mau makan " ucap Arron .

" Kakak tidak merindukkan ku ibu " adu Aruna .

" Cukup Aruna . Ayo segera duduk dan makan " ucap Ibu Amora yang sangat langka . Biasanya dia akan mengikuti drama dari putrinya . Arron tersenyum kecil .

1
Queenfans Angelfans
kіrᥲіᥒ ᥙძһ ᥣᥙ⍴ᥲ
Ma Em
Mungkin yg mau dikenalkan oleh Aruna sama Zea dan Kikan adalah Arron dan Gilang.
tyas Ayu: terima kasih kk . sudah membaca .. semoga terhibur .
total 1 replies
rara ayu
Luar biasa
kalea rizuky
Zea lemah jd males
tyas Ayu: baca selnjutnya ya kk . Zea tidak lemah ya . tapi Zea ingin membuka butik sendiri . terima kasih sudah mampir 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!