" Billy " teriak Zea .
Billy tersentak mendengar teriakan Zea . Gadis yang berada di pelukan Billy tersenyum licik. Sudah lama dia bersabar dan menunggu saat ini tiba .
" Aku tidak menyangka kamu melakukan hal sehina ini " ucap Zea lalu pergi meninggalkan Billy .
Dukung othor ya . dukungan kalian penyemangat ku . love banyak dari kedua anak othor .❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Botol dan tempat sampah
Zea mengendarai taksi untuk pulang ke rumahnya . Billy menuruti permintaan Zea .
" Kita bertemu di rumah " ucap Billy.
Ada bau parfum milik wanita lain di mobil Billy . Membuat Zea mual berlama-lama di mobil Billy .
Sesampainya di rumah . Billy menunggu Zea di teras rumah mereka. Zea lalu masuk ke dalam rumah tanpa peduli ada Billy di sana .
" Sayang bisa kita bicara sebentar " ucap Billy .
" Apa kamu berselingkuh mau meminta ijin ku terlebih dahulu ?" tanya Zea .
" Tidak Zea , aku minta maaf . Aku khilaf Sayang . Aku terbujuk rayuan wanita itu " ucap Billy .
" Terbujuk hingga kamu tidak pulang semalaman Billy . Apa itu yang di namakan khilaf ?" tanya Zea menatap dalam nata Billy .
Mata yang dulu selalu memandang Zea dengan penuh cinta . Rasanya cinta itu sudah tidak ada padanya lagi .
Billy tidak bisa berkata lagi . Semalam memang dia pergi dari rumah . Namun tidak tidur di tempat Sarah .
" Kenapa ? Aku memang belum bisa memberimu keturunan Billy . Tapi apakah begini cara mu ? Ceraikan aku Billy . Jika kamu sudah tidak menginginkan ku . Jangan mendua cinta . Aku tidak pernah memaafkannya " ucap Zea .
" Kamu ini baru pulang kerja sudah memarahi suami mu . Seharusnya kamu itu menyeduhkan minuman untuk suami mu " ucapan Ibu Billy tiba-tiba dari dalam dapur .
Billy tersentak dengan kedatangan ibunya yang tiba-tiba . Zea sudah biasa melihat ibunya yang tiba-tiba berada di rumahnya .
Zea kali ini tidak peduli lagi dengan perkataan ibu mertuanya . Zea lebih memilih untuk ke kamar .
Billy membiarkan saja Zea untuk ke kamarnya . Billy tudak ingin jika Ibunya mendengar pertengkaran mereka .
" Ibu , kapan Ibu datang ?"tanya Billy menghampiri Ibunya .
" Lihat istrimu . Dia pulang kerja mengomeli mu seperri itu . Sekarang malah pergi ke kamar . Tidak menghampiri Ibu . Dasar wanita tidak punya sopan santun " ucap Ibu Billy .
" Zea lelah bu . Biarkan dia istirahat dulu " ucap Billy .
" Kamu itu selalu saja membela istri mu itu . Besok kita pergi ke dokter kandungan . Apa ada masalah pada istri mu . Ibu ingin segera mendapat cucu . Siapa tahu istri mu itu mandul . Jika kita tidak memeriksakannya ke dokter . Kamu bisa menikah lagi atau bercerai dengannya . Ibu tidak mau memiliki mantu yang mandul " ucap Ibu Billy berbicara panjang lebar .
Zea yang baru saja akan turun untuk menyapa ibu mertuanya . Zea urungkan setelah mendengar ucapan ibu mertuanya . Air mata Zea luruh begitu saja . Sedari dulu Ibu mertua Zea tidak pernah menyukai Zea .
Dulu mungkin Zea akan cuek . Tapi Tapi suami yang Zea cintai ikut melukainya . Seorang yang Zea jadikan bahu untuk bersandar . Seseorang yang Zea gunakan untuk mengadu . Namun sekarang Billy sudah bukan Billy yang dulu .
Zea kali ini bangun lebih pagi . Zea memilih untuk joging di taman dekat rumahnya . Zea ingin melepaskan beban yang dia rasakan .
Tapi Zea lebih dulu menyiapkan sarapan untuk mertuanya . Zea tidak ingin lagi mendengar sindiran pedas dari ibu mertuanya .
Zea duduk sebentar dengan sebuah botol minuman . Pandangan Zea menerawang jauh . Apa yang harus Zea lakukan . Rasanya Zea sudah tidak tahu arah jalan untuk pulang .
Zea menggenggam erat botol itu hingga tak beraturan .
" Aku tidak akan menangis lagi " ucap Zea menguatkan dirinya sendiri .
Zea lalu melempar botol yang sudah remuk itu ke tempat sampah yang lumayan jauh darinya . Berharap botol itu busa masuk dengan lemparan Zea .
Bugh
Zea menutup mulutnya . Botol yang Zea lempar mengenai orang yang sedang berlari .
Pria itu berhenti lalu membuka penutup kepalanya . Menatap sekeliling taman mencari siapa yang telah melemparnya . Pandangan pria itu tertuju pada Zea yang juga tengah berdiri dan menatapnya . Zea nyengir kuda dan membungkuk meminta maaf .
Pria itu berjalan mendekati Zea . Pria dengan perawakan tegap dan tegas . Rahang yang kuat dan tatapan yang tajam . Membuat Zea menciut .
" Apa kamu mencoba untuk meraya ku ? " tanya pria itu .
Zea mengerutkan keningnya .
" Aku sudah bersuami . Untuk apa aku menggoda mu " ucap Zea jujur .
" Dasar pembohong . Aku sudah terbiasa dengan trik murahan seperti ini " ucap Pria itu .
" Jangan terlalu besar kepala Tuan . Jangan samakan aku dengan wanita pemuja mu itu " Zea lalu pergi .
" Oh ya aku minta maaf . Aku tidak sengaja melempar botol itu . Aku ingin membuang botol itu ke tempat sampah . Mungkin botol itu mengira kamu tempatnya " ucap Zea yang sudah terlanjur kesal .
" Tampan sih tapi tidak punya etika " ucap Zea .
Pria itu memandang Zea dati jauh . Dia justru tersenyum tipis mendengar ucapan Zea .
" Ayo pulang . Aku sudah lelah berkeliling di sini . Masih banyak pekerjaan yang menungguku " ucap seorang pria yang tak lain sahabat dari pria itu .
Pria itu masih terbayang wajah cantik Zea . Dan juga ucapan Zea yang mengganggunya . Tidak ada wanita yang mengumpatnya . Kali ini seorang Arron Zalano merasakan umpatan dari seorang gadis .
" Sedari tadi kau terus tersenyum. Apa kau sudah mulai gila ?" tanya teman Arron .
" Apa kamu mau ku pecat ?" tanya Arron .
" Ck . Dasar pria kaku " cibir temannya .
Arron lalu pulang ke kediaman orang tuanya . Rumah yang sudah cukup lama dia tinggalkan . Arron memilih belajar dan berbisnis di luar negeri .
Tapi kali ini kedua orang tua Arron memintanya untuk pulang . Dengan alasan Jack sakit .
" Apa kau hanya akan pulang jika mendengar anjing kesayangan mu ini mati Arron ?" tanya Ibu Arron .
" Ibu jangan terlalu berlebihan " ucap Arron lalu memeluk ibunya .
Ibu Amora lalu membalas pelukan putranya . Putra yang sangat dia rindukan .
" Kenapa ibu selalu mengomel . Ibu bisa saja pergi menemui ku " ucap Arron .
" Untuk apa ibu menemui mu . Kau anakku . Ya kau yang seharusnya menemui ku . Aku sudah melahirkan mu dan merawat mu . Apa ini balasan mu ?" tanya Ibu Amora
" Apa ibu tidak memasak sesuatu untuk ku ?" tanya Arron mengalihkan pembicaraan.
" Apa kau tidak menanyakan kabar Ayah mu ?" tanya Ayah Abraham .
" Sudahlah yah , jangan mengikuti jejak ibu " ucap Arron lalu memeluk sang Ayah .
Ayah Abraham tertawa mendengar ucapan Arron . Arron sangat tidak suka mendapat omelan dari ibunya .
" Mari kita makan bersama . Ibu mu sudah menyiapkan makanan kesukaanmu " Ayah Abraham merangkul Arron yang lebih tinggi darinya .
Arron lalu mengikuti langkah kaki ayahnya .
" Selamat pagi semua " teriak seorang gadis dari atas tangga .
" Selamat pagi kakak " teriak Aruna Zalano , adik Arron .
" Sudah lepaskan pelukan mu . Aku mau makan " ucap Arron .
" Kakak tidak merindukkan ku ibu " adu Aruna .
" Cukup Aruna . Ayo segera duduk dan makan " ucap Ibu Amora yang sangat langka . Biasanya dia akan mengikuti drama dari putrinya . Arron tersenyum kecil .