Haii.. ini novel pertamaku.. Ku harap kalian semua suka yaa dengan karyaku..
SEASON 1 & 2
Namaku Shahia Ghania Al-mahiyra.
suatu ketika saat aku memasuki kelas 2SMA,aku meminta orang tuaku untuk pindah sekolah ke pesantren..
Dipesantren inilah aku menemukan Takdir ku.. Ya.. Menemukan sosok lelaki yang mencintaiku dan aku cintai..
Dia adalah Muhammad Afnan Al-Fikri
Anak pertama dari pendiri Pondok Pesantren tempat ku menuntut ilmu sekarang ini..
mau tau kisah selanjutnya? yuk dibaca.. selamat membaca yaa.. semoga suka 😊
Monggo yang mau berteman..
@ekarahmasafitriii
DM yaa yang mau di follback.. 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ekaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep. 28
Tak terasa hari terus berganti, seluruh kelas 3Aliyah diharapkan untuk berkumpul semua kedalam aula..
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh" salam Abah
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh" jawab santri serempak
"Alhamdulillah pada pagi ini kita semua masih diberikan kesehatan untuk tetap menjalankan ibadah puasa Ramadhan.. Dan tinggal menghitung hari lagi kita akan libur idul fitri.. Sebelum liburan tiba, Abah ingin kalian selaku kelas 3Aliyah untuk mempersiapkan diri kalian dan menyiap kan materi kalian untuk Amaliyah Tadris.. Yaitu dimana nanti kalian akan dibagi kelompok dan dari masing2 kalian akan mengajar dibeda2 kelas dan beda2 mata pelajaran.. Ada 5 mata pelajaran yang harus kalian pilih.. yang pertama mata pelajaran Hadits, yang kedua akhlak, ketiga fiqih,keempat ilmu tafsir yang terakhir nahwu.. dari masing2 mata pelajaran kalian boleh mengambil materi dari berbagai kitab.. Amaliyah Tadris akan dilaksanakan selama sebulan.. Abah meminta kalian untuk membuat masing2 kelompok sebanyak 5 orang.. setelah itu kalian tentuin mata pelajaran apa yang kalian ambil.. ingat! tidak boleh sama.. kalau sudah, untuk santri putra serahkan ke Ilham Bahri dan untuk santri putri serahkan ke Shahia Ghania yaa.. Abah juga minta materi aslinya untuk dikumpulkan saat Amaliyah tadris sedang berlangsung.. Itu salah satu penentuan kalian lulus atau tidaknya dari pesantren ini.. Dan jangan lupa kitab Alfiyah Ibnu Maliknya juga harus disetor hafalannya.. Mungkin itu saja dari Abah.. para asatidz ada yang mau ditambahkan?" tanya Abah
Dan mereka menjawad tidak ada.. Maka dari itu Abah tutup pertemuan itu..
Didalam kelas..
"Hadduhh yacampun.. deg2 an anaaa kalau begini.. ngajar kitab ssshhhaaayy.. omeygat" kata Evi heboh
"Ente mau pelajaran apa vi? " tanya Ratna
"Ana yang gampang aja lahh fiqih bab thoharoh" kata Evi
"Ana ilmu tafsir aja lah" kata Muti
"Yaudah ana hadits" kata Ratna
"Ana akhlak" kata Nida
"Yaahh masa ana nahwu sii" kata Shahia sebal
"Hahahahah kesiaan deh shaa" ledek teman2nya
"Yaudah lahh gak papa" kata Shahia pasrah
"Hahahahayyyyy deeuuhh ana mah mendingan ilmu falaq dah dari pada nahwu.. puyeenng" kata Evi
"Yasudah selama liburan nanti kalian harus benar2 belajarnya.. katanya nanti kekompakan kita juga dinilai lohhh.. jadi bukan nilai individu aja" kata Nida
"Iya tuh bener" timpal Ratna dan Muti
Bel pulang telah berbunyi, seluruh santri balik ke kamar mereka masing2..
Dirumah Abah..
"Shaa Amaliyah tadris ngambil pelajaran apah?" tanya Abah
"Nahwu bah" jawab Shahia
"Wahhh keerreeenn" kata Gus Arkan
"Ana buntu otaknya gus kalau Nahwu.. heeeuuhh gak tau deh nanti gimana jadinya" kata Shahia pasrah
"Minta ajarin sama Afnan shaa.. Afnan pinter nahwunya" kata Abah
"Iya bah.. nanti ana minta bantuan sama mas Afnan" jawab Shahia
Sebenarnya juga ia gak yakin sama pilihannya itu.. Eits ralat bukan pilihan tapi memang gak ada pilihan lagi.. jadi terpaksa deh.. hehe 😄
Didalam kamar..
"Kenapa ini istri mas Afnan lesuh?" tanya Afnan
"Mas nanti ajarin Sha yaa.. mata pelajaran amaliyah tadris sha itu nahwu" kata Shahia
"Owhh nahwu.. iyaa nanti mas ajarin.. udah dong jangan sedih begitu.. justru ini kesempatan adek buat buktiin adek pinter adek bisa" kata gus Afnan
"Iyaa bisa yang adek sampein materinya.. nanti kalau tiba2 santri ada yang nanya gimana? otak adek buntu mas kalau nahwu" kata Shahia sedih
"Adek pasti bisa.. mas yakin.. selagi adek mau berusaha belajar pasti bisa" kata gus Afnan memberikan semangat kepada istrinya..
Hari terus berganti.. Hari ini adalah hari perpulangan santri untuk liburan Idul Fitri..
Shahia sibuk mengurusi perpulangan para santri putri.. begitupun dengan teman2nya yang membantu Shahia..
Sore hari tiba, seluruh santri sudah pulang ke kampung halamannya masing2.. Tinggal tersisa para pengurus dan ustadzah dan para ustadz di asrama putra..
"Shaa ente gak pulang? lebaran disini?" tanya Nida
"Kayanya iya lebaran disini.. mungkin kalau ana minta pulang mas Afnan pasti mau.. tapi ana gak mau ah.. ana mau disini aja fokus buat amaliyah tadris.. entar kalau pulang kerumah gak konsen.. yang ada males2an belajar" kata Shahia..
"Besok kami pulang sha.. minal aidin wal faidzin yaa sha kalau kita banyak salah" kata Muti
"Iya minal aidin juga yaa.. maaf kalau Shahia banyak salah" kata Shahia
Lalu mereka berpelukaaan.. hehe kaya teletubies aja 😅
"Nanti pas balik mau dibawain apa sha?" tanya Nida
"Ana mau dibawain oleh2 khas dari daerah kalian yaa.. hehe" kata Shahia
"Siiippp gampaaang" kata Ratna
"Evi nanti bawain gareng goreng aja yaa.. hahahaha" kata Evi
"Huhhh gak mau repot dia mah shaa.. jangan ngarep dari dia" ledek Muti
"Hahahaah iyalah.. Evii gitu.. gak mau ribet, soalnya hidupnya aja udah ribet" kata Evi
"Hahahaha emang ente mah rempong hidupnya.. " kata Nida
"Udah udah.. gak paapaa kalau kalian gak bawa apa2.. yang penting kalian sehat bisa kesini lagiii" kata Shahia
"Utuk utuk utuk.. cahia cahia kaulah pujaan hatiku.. syalala lala lala.. emang terbaek" kata Evi
"Ihh geli deh" ketus Ratna
Shahia hanya tertawa melihat tingkah teman2nya itu..
"Jaga mereka selalu ya Allah.. Aamiin" batin Shahia
Saat dirumah, Shahia melihat suaminya yang sedang memakai baju koko..
"Mau ke masjid sekarang mas?" tanya Shahia
"Iya dek.. nanti adek nyusul yaa kesana" kata gus Afnan
"Iyaaa mas.." kata Shahia
"Berarti mas gak buka puasa dirumah?" tanya Shahia
"Enggak dek, mau nemenin para ustadz buka puasa disana sekalian bersih2in masjid" jawab gus Afnan
"Hmmm maaas" panggil Shahia manja
"Apa cintaku" kata gus Afnan sambil mendekati Shahia
"Kita lebaran disini mas?" tanya Shahia
"Kalau adek mau kita lebaran dirumah abi juga gak papa.. nanti kita lebaran disana" kata gus Afnan
"Enggak mas, nanti disana sha gak fokus belajar untuk amaliyah tadris nya" kata Shahia
"Kan ada mas, nanti mas bantuin belajar" kata gus Afnan
"Bener mas?" tanya Shahia
"Iyalah sayang.. mau disini atau disana mas akan tetap bantuin adek belajar" kata gus Afnan
"Berarti kita jadi nih lebaran dirumah abi?" tanya Shahia
"Jadi sayaaang.. H-3 kita berangkat yaa" kata gus Afnan
"hooorrreeee asssiiiikkk" kata Shahia senang sambil berjingkat jingkatan..
"Makasih suamiku tercintaaaa" kata Shahia
Mmmuuuaaachhh
Tiba2 Shahia mencium pipi gus Afnan
"Dek, ya Allah lagi puasa sayang.. kalau mas nafsu gimana? bisa batal puasa mas.. nanggung maghrib tau" kata gus Afnan
"Heheheheh afwan.. lupaa.. maaf yaa cinta" kata Shahia manja
"Huhhh udah lah mas ke masjid dulu.. nanti disini malah batal puasa mas" kata gus Afnan meledek
"Mas aj yang gak kuat iman.. huhh paayyaaahh" kata Shahia sambil memberi tanda 👎 kepada gus Afnan
"Apa kamu bilang? mas apa? mas payah??" tanya gus Afnan mendekati Shahia hingga jarak antara mereka hanya beberapa cm saja..
"Mas buktiin nanti malam bahwa mas buka lelaki payah" bisik gus Afnan
"Ihhh udah sana pergi pergi" kata Shahia mendorong gus Afnan keluar kamar
"Cieee malu tuh cieee" ledek gus Afnan
"Bodo" kata Shahia
Bbrraaakkk
Shahia menutup pintu kamarnya dengan kasar..
"Hahahah ada ada aja dia itu" kata gus Afnan
"Ciihh orang gila" ketus gus Arkan yang ternyata melihat gus Afnan sedang tertawa gak jelas menurutnya..
Bersambung..
apa lagi ttg ziya .
duh .
ga bikin bosan