Aaron Bradley, seorang pekerja konstruksi di Kota New York, mendapati keluarganya tewas terbunuh saat ia kembali bekerja. Tidak hanya sampai di situ, ia juga tertangkap tangan sedang memegang sebuah pistol yang menjadi senjata pembunuhnya.
Ia harus membuktikan dirinya tidak bersalah dengan mencari pembunuh sebenarnya. Selain itu, dendam di hatinya yang begitu besar membawanya pada liku liku kejahatan di Kota New York. Kehidupannya yang bahagia berubah 180 derajat karena ia sudah kehilangan semuanya.
Apakah ia bisa menemukan pembunuh sebenarnya? Hanya waktu yang akan menjawabnya.
Kisah ini mengandung sedikit adegan kekerasan dan juga action.
Salam,
PimCherry
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PimCherry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AKU SANGAT MEMBENCINYA
David keluar dari ruangan Tuan Edward. Hatinya bukan lagi diliputi kekesalan, tapi juga amarah yang sudah sampai di ubun ubun. Bahkan, Regina yang ingin memanggilnya pun akhirnya mengurungkan niatnya karena melihat wajah David yang sangat tidak bersahabat.
David langsung masuk ke dalam ruangan Luis saat ia sampai di divisinya, tanpa menoleh ke arah rekan kerja yang lain ataupun Dean yang merupakan supervisornya.
Brakkkk!!!
David mendorong pintu ruangan Luis dengan kencang hingga terhentak ke dinding dan bagian kacanya pecah dan berhamburan ke lantai.
David langsung mendekati Luis, kemudian menarik dasi yang tersemat di leher laki laki itu. Akibat tarikan David, Luis merasa tercekik dan kesulitan bernafas.
Rekan rekan yang berada di luar ruangan langsung berhambur memperhatikan kejadian tersebut dari balik kaca. Dean yang melihatnya langsung menarik David agar melepaskan Luis.
"Dave, lepaskan!" teriak Dean sambil menarik tubuh David dengan lengannya.
Bughhh ....
David memutar tubuhnya dan langsung memukul wajah Dean, membuat pipi Dean memar dan sudut bibirnya berdarah.
"Anak kecil nggak usah ikut campur. Keluar!! Atau aku akan membuatmu babak belur juga," David yang sudah tak mampu berpikir jernih langsung kembali menghampiri Luis yang berdiri sedikit menjauh.
Bughhh .... bughhh ... bughhh ....
David kembali menghantamkan tinjunya ke arah wajah dan perut Luis, membuat Luis terjatuh ke lantai. David langsung memanfaatkan kesempatan untuk duduk di atas Luis dan kembali memberikan pukulan hingga Luis tidak sadarkan diri.
Para pegawai wanita yang melihat hal itu sempat berteriak melihat bagaimana David memukuli Luis, dan mereka semakin takut saat melihat Luis tidak sadarkan diri.
Apa Tuan Luis meninggal?
Pikiran mereka melayang dan berasumsi kemana mana. Para pegawai pria juga tak berani ikut campur. Melihat kekuatan David yang sepertinya sangat besar karena dipenuhi dengan amarah, mereka takut akan bernasib seperti Luis. Para pegawai dari divisi lain pun turut datang karena mendengar kehebohan dan juga gosip via telepon.
Lanjutkan Dave! Berkatmu, aku tidak perlu melumuri tanganku sendiri dengan darah orang yang tidak berguna.
* Flashback Off *
Aaron mendengar cerita Regina. Ia semakin bingung dengan semua kejadian yang menimpa MonPro.
"Setelah itu?" tanya Aaron.
"Tentu saja David diberhentikan dengan tidak hormat. Ia sudah membuat keributan dan juga melukai seseorang, apa kamu mengira ia akan bisa bekerja lagi di sini? Belum lagi gosip tentang manipulasi data keuangan yang dilakukannya setelah ia diberhentikan."
Kurasa kalian semua salah. David sama sekali tidak melakukan itu. Ia justru ingin membuktikan bahwa telah terjadi sesuatu di MonPro. Hanya saja ia salah jalan karena langsung menginginkan kenaikan jabatan.
*****
"Dia benar benar kembali?"
"Ya, bahkan ia menjadi tangan kanan Tuan Edward."
"Apa kamu sudah mengerjakan semua sesuai dengan perintahku?"
"Sudah, tenang saja. Kamu bisa mengandalkanku. Bukankah kamu memang mengirimku ke sana karena tahu bahwa aku pasti bisa melakukannya? Atau jangan jangan kamu meragukan kemampuanku?"
"Hei, jangan marah. Aku hanya bertanya. Aku sedang memikirkan langkah selanjutnya. Kita tidak bisa sembarangan menyingkirkan Aaron. Buktinya ia bisa dengan mudahnya kembali, padahal aku sudah mengirimkannya ke dalam penjara."
"Ya, sudah banyak uang yang kita keluarkan untuk menyuap para pekerja penjara juga tahanan di sana untuk menyingkirkan Aaron. Tapi yang hancur malah si bodoh David."
Kedua laki laki itu tertawa. Mereka menyesap kopi mereka di dalam sebuah cafe.
"Baiklah, kamu bisa kembali bekerja. Aku akan memikirkan cara yang bisa menyingkirkan mereka semua, termasuk si tua bangka Pierre Whitman."
"Tapi dia ...."
"STOP!!! Kamu tidak perlu ikut campur mengenai ini. Aku tahu apa yang harus kulakukan. Dia adalah bagianku. Semua yang telah ia lakukan hanya sebuah keterpaksaan, aku sangat membencinya, meskipun dia adalah .... "
Daddyku ....
*****