putri duyung yang memiliki kekuatan ajaib tanpa senjaga menyelamatkan seorang gengster yang terluka di dasar lautan.
jatuh cinta pada pandangan pertama,,dan dengan tekad juga kerinduan pada ibunya di dunia manusia.
dia membahayakan dirinya sendiri,hingga suatu hari gangster itu mengecewakan nya.
lalu bagaimana dengan kisah selanjutkan,,saksikan kelanjutannya,,yuk mampir ke cerita ku ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EMiliya PUtry S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
daxton yang shock
Kembali lagi di kediaman Rania,dan disana terlihat suasana nya semakin mencekam.
Dan sedangkan Max yang memiliki insting tajam,menarik istrinya kedalam pelukannya,dia melesat mundur dan menatap Daxton yang sudah masuk kedalam halaman kediaman Rosewood.
" hahhahahaa...ayara karna kamu sudah berani menolak ku,jangan salahkan aku jika aku berbuat kejam hari ini !! kalian cepat bunuh semua orang yang ada di sini !! " perintah Daxton.
para pengawal nya yang mendengar perintah tuan mereka,tanpa basa-basi lagi mereka menerjang para pengawal Rania.
begitu juga dengan Liam dan Anto,mereka tidak tinggal diam,saat melihat kediaman majikan mereka di serang.
buggggg !!! buggggg !!!
aaahhhhhhkkkkkkkkkkkkk...
dorrrr.....dorrrrr.... dorrrrrrrrrrrrrrrrr
Suasana di kediaman Rosewood terlihat kacau,para pengawal Daxton sesekali mengunakan senjata api membunuh pengawal Rania.
" lihat lah Ayara,kamu yang membuat mereka seperti itu,,coba lihat disana mereka terluka karna ke egoisanmu " ucap Daxton yang terus berjalan mendekati max dan Ayara.
" Daxton biadapppp .. !! aku tidak menyangka kamu bisa melakukan hal sekejam ini !! " marah Rania, tangannya mengepal,,saat dia ingin nenyerang Daxton,max menghentikan nya.
" sayang,,jangan takut aku akan membunuh nya !! dan kamu jangan melakukan hal yang bisa membahayakan anak kita,,apa kamu mengerti?? " ucap Max dengan lembut,dia mengelus rambut Istrinya dan setelah itu mengelus perut wanita yang terlihat menggangguk itu..
duarrrrrrrrrrrrrr
seperti disambar petir,saat mendengar dan melihat dengan mata kepala nya sendiri, Daxton menggeleng dengan wajah membeku,dia menatap nanar kearah perut Rania.
" tidakkk...tidak mungkin,,ini tidak mungkin,,,kamu...pria sialan,, beraninya kamu menghamili kekasihku,,aku akan membunuhmu!! " teriak Daxton yang terlihat murka,dan tanpa memperdulikan apapun lagi,dia dengan brutal menyerang Max.
tentu saja Max tidak akan tinggal diam,dia mengambil pistol nya yang dia sembunyikan di belakang punggung nya.
bugggggggggg !!!!
Bogeman pertama, Daxton berhasil memukul wajah tampan max,dia begitu bersemangat ingin membunuh pria yang sudah menghamili kekasihnya itu.
buggggg !! bugggg !!!
dorrrrr....... dorrrrrrrrrrrrrrrrr
Max memukulnya dan menembak kearah Daxton,tapi pemuda itu menghindari tembakan nya dengan meleset cepat.
" sialan kenapa dia terlihat menakutkan,siapa dia sebenarnya" gumam Daxton,dia merasa takut jika tembakan Max mengenai tubuhnya, apalagi dia baru merasakan aura membunuh yang begitu kental dari pemuda itu.
bugggggg !!! bugggggg !!!!
dorrrr.... aahhhhhkkkkkkkkkkkkk
Rania hanya duduk di kursi yang baru saja di bawakan oleh pembantu nya,dia mengangkat kakinya dan menatap pertarungan yang sengit antara Daxton dan Max.
" bi ambilkan cemilan ku,,dan juga aku ingin jus mangga " perintah nya, mendengar itu, pembantu nya menelan ludah,dia menatap kekacauan yang ada didepannya dengan ketakutan.
" ba..ik...nona " jawabnya dengan suara bergetar,dalam fikirannya bagaimana bisa dengan keadaan seperti ini, majikannya masih memikirkan makanan dan minuman dingin ?,sungguh dia tidak tau harus berkata apa lagi.
bugggggg !!!! bugggggg !!!!
dorrrrrrr.......dorrrrrrrrrrr....
Daxton merasa kelelahan,dia menatap Max yang sedang tersenyum menyeringai,dan dengan langkah lebar Max menarik rambut Daxton lalu membenturk4n nya ke lantai.
duggggggggggg
aaaahhhhhhkkkkkkkkkkkkkk
Kepala Daxton berkunang-kunang,dia menggeleng dan berusaha agar sakit kepala nya hilang,dan dia merasakan kepalanya basah, tangannya yang menyentuh kepalanya tiba-tiba melihat dar4h di tangan nya,tapi tiba-tiba saja Max menendang nya hingga membuat nya terhempas beberapa meter.
brukkkkkkkkkkkkkkkkk
uhukkkkkk.....uhukkkkkkk....
Daxton terbatuk-batuk hebat,dia mengeluarkan dar4h segar dari dalam mulutnya,matanya menatap nanar dan penuh ketidak percayaan,disana wanita yang sedang di perjuangkan malah duduk dengan santainya.
dan wanita itu justru menatapnya tanpa perasaan, Daxton sekarang mengerti ternyata Ayara nya sudah tidak mencintai nya lagi.
" bagaimana? apa kamu sudah mengerti sekarang ? lihatlah wanita yang sedang duduk di sana,dia adalah istri yang sudah aku nikahi,dan sekarang dia sudah mengandung anakku ! " ucapan Max membuat Daxton tersenyum miris.
dia mendongak dan melihat pistol Max yang mengarah padanya,melihat itu Daxton terkekeh kecil.
" meski kamu mengatakan nya berulang kali aku tidak akan pernah mempercayai nya !! kamu berbohong !! tidak mungkin kalian sudah menikah!! " Daxton masih tetap menyangkal dengan kenyataan ini.
max yang ingin berbicara lagi, tiba-tiba mendengar suara teriakan,semua orang yang mendengar suara teriakan itu sontak mengentikan pertarungan.
" tunggu !! hentikan !!! " tiba-tiba saja Joko datang dari dalam kediaman,dia keluar dengan membawa sesuatu ditangan nya, langkahnya lebar dan begitu percaya diri.
" semuanya bubar !!dan kamu jika kamu sudah melihat buku nikah nona Rania dengan tuan max,apa kamu masih bisa menyangkal kenyataan ini??? " dengan penuh percaya diri, Joko membuka buku nikah dan memperlihatkan foto max dan juga Rania pada Daxton .
melihat itu Daxton tertawa miris,air matanya mengalir deras,dia memukul tanah dengan perasaan hancur, mungkinkah Ayara benar-benar tidak ingin memaafkan nya ??, mungkinkah Ayara benar-benar sudah tidak mencintai nya ??.
memikirkan itu,nafas Daxton tersengal-sengal,karna merasa shock saat mengetahui semuanya,dia jatuh pingsan, Raka yang melihat keadaan tuannya dari jauh berlari kencang dengan perasaan panik.
" cepat bawa tuan kerumah sakit !! " teriak Raka,para pengawal Daxton berlari mendekatinya,mereka pun membawa nya kerumah sakit dan meninggalkan kediaman Rosewood.
suasana disana dalam sekejap begitu canggung, Liam merasa marah setengah mati,jika dia terbatuk-batuk mungkin bukan air yang keluar melainkan darah.
dia merasa Joko sangat bodoh,idiot dan sangat menyebalkan, sedangkan Joko yang melihat pertarungan sudah selesai,dia menghembuskan nafasnya dan geleng-geleng kepala melihat halaman kediaman nonanya yang sudah berantakan.
" Liam cepat panggil pengawal kemari,kita harus membersihkan halaman ini,jika nona merasa tidak nyaman anak-anak nya juga pasti akan merasa gelisah dan terus menendang ibunya dari dalam,," perintahnya pada Liam,setelah mengatakan itu dia memperbaiki bunga dan tanaman yang lain.
Rania? dia menatap Joko dengan tatapan datar,sungguh dimana pun Joko berada ,dia selalu membuat suasana menjadi kacau.
" jokoooooooooooooooo" teriak Rania dengan keras, Max,Anto,dan Liam menutup telinga mereka disaat mendengar suara teriakan Rania.
mendengar nona nya berteriak, Joko tersenyum mengangguk dan menatap nona nya dengan mata berbinar-binar dan setelah itu.
" iyaaa nonaaaaaaaaaaaa" balasnya dengan berteriak lagi, karna merasa geram max.
bugggggggggg !!!!
brukkkkkkkkkkkkkkkkk
Max memukul tengkuk Joko, sehingga membuat Joko tidak sadarkan diri.
" bawa dia kedalam !! pastikan dia menerima hukuman nya setelah dia sadar!! " perintah Max,dan dia berjalan mendekati Rania,tanpa melihat kebelakang dia memasuki kediaman dengan membawa istrinya.
dan dengan susah payah, mereka ramai-ramai mengangkat tubuh Joko yang lumayan besar,Liam hanya melirik Joko yang ternyata mengorok dengan nafas tersengal-sengal.