NovelToon NovelToon
CINTA BEDA KASTA

CINTA BEDA KASTA

Status: tamat
Genre:Tamat / Nikahmuda / CEO / Hamil di luar nikah / Ibu Pengganti
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Five Vee

Andrea Cecilia, gadis yatim piatu berusia 22 tahun, baru saja lulus pendidikan Diploma Tiga, jurusan Tata Boga. Ia ikut dengan sang bibi bekerja di rumah keluarga Dinata, sembari menunggu panggilan kerja dari sebuah hotel ternama di ibukota.

Andrea yang memiliki kemampuan memasak, di minta menjadi perawat untuk anak perempuan nyonya Dinata yang mengalami depresi setelah di lecehkan, dan kini dalam keadaan hamil besar.

Sang nona yang selama ia jaga, hanya diam, tiba-tiba meminta Andrea menjadi Ibu pengganti untuk bayi yang akan ia lahirkan. Bahkan, di akhir hayatnya, wanita itu meminta Andrea menikah dengan sang kakak, agar bayinya memiliki orang tua lengkap.

Bagaimana kah perjalanan hidup Andrea setelah kepergian sang nona untuk selamanya?
.
.
.
Hay Teman Redears.. ketemu lagi dengan aku si Authir a.k.a Author Amatir 😁

Mohon dukungannya, ya.. jangan lupa, Like, komen, Vote dan Gift.
.
Semoga cerita ini berkenan.
.
Ingat, tidak ada hikmah yang bisa di ambil dari cerita ini, karena novel ini hanya HALU SEMATA.
.
Terima Gaji ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Five Vee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Dia Bukan Pengasuh Audrey.

Arthur sedang sibuk berkutat dengan pekerjaannya. Selain mengurus bisnis perhotelan yang di tinggalkan oleh sang papa, pria itu juga mengambil pekerjaan membuat desain bangunan.

Sebenarnya Arthur hanya ingin mengurus hotel saja. Karena sudah tersebar di beberapa pulau. Namun, ia sering di minta bantuan oleh teman sejawatnya, yang tak mampu mengerjakan pekerjaan sendiri.

Seperti halnya Celine. Wanita itu mendapat proyek membuat villa mewah, namun karena keterbatasan kemampuan yang ia miliki, maka wanita itu meminta bantuan kepada Arthur.

Memang bahasanya meminta bantuan, tetapi sudah pasti setelah pekerjaan selesai, Arthur mendapatkan imbalan dari hasil coretan tangannya.

Interkom di atas meja berdering. Pria itu pun menekan tombol menjawab.

“Ya?”

“Pak, ada Bu Celine ingin bertemu.” Ucap Dona dari seberang panggilan.

Arthur menghela nafas pelan. Jika sebelumnya, ia bersemangat bertemu wanita itu, tetapi sekarang justru sebaliknya. Pria itu tak tau kenapa. Apa mungkin karena Andrea? Ia sendiri tak mengerti.

“Biarkan dia masuk.”

Tak berselang lama, pintu pun terbuka dari luar. Dona mempersilahkan Celine masuk. Dan seperti biasa, pintu ruangan itu tak ia tutup rapat.

Dona mengingat pesan nyonya Dinata. Jika Celine datang berkunjung, jangan biarkan mereka berdua di dalam ruangan itu.

Karena tidak mungkin ia ikut di dalam, maka sekretaris itu tak pernah menutup pintu ruangan Arthur, ketika ada Celine di dalamnya.

“Arth.”

Wanita satu anak itu begitu saja menarik kursi di seberang meja Arthur, kemudian menghempaskan bokongnya disana.

“Ada apa, Cel?” Tanya Arthur dengan kedua alis terangkat. Pria itu menghentikan sejenak kegiatannya.

“Arth. Pengasuh keponakanmu itu sudah keterlaluan.” Adu wanita itu.

Dahi Arthur berkerut sempurna. Ia tau siapa yang dimaksud oleh sahabatnya itu. Siapa lagi jika bukan, Andrea.

“Pengasuh?”

“Ya, gadis tidak sopan itu.”

“Cel— entah kenapa Arthur merasa tidak suka, saat Celine menyebut Andrea pengasuh, dan sekarang menyebut gadis itu tidak sopan.

“Apa maksudmu, Cel? Dimana kamu bertemu dengan Rea?”

“Kemarin di pusat perbelanjaan. Dia benar-benar tidak sopan. Gadis itu bahkan mengaku membelikan barang-barang pribadimu.”

Ibu satu anak itu mendengus kesal. Ia menyandarkan punggung pada sandaran kursi, kemudian melipat kedua tangan di depan dada.

“Memang aku yang menyuruhnya.”

‘Tunggu, jadi dia berkata jujur jika disana ada Celine? Aku kira kamu berbohong, Rea.’

Arthur menarik satu sudut bibirnya.

“Apa? Yang benar saja, Arth? Kamu meminta pengasuh keponakan mu membeli barang-barang pribadimu?” Celine menatap Arthur tak percaya.

“Cel, dia bukan pengasuh Audrey.”

“Lalu? Bukannya kamu sendiri yang menyebutnya begitu?”

“Dia— Jika tidak ingat dengan janjinya kepada Andrea yang meminta merahasiakan hubungan mereka, ingin sekali Arthur mengatakan, jika gadis itu calon istrinya.

“Sudahlah, Cel. Apa masalahnya? Andrea sudah seperti keluarga bagi kami. Mama tidak pernah menganggapnya sebagai pengasuh.”

“Itu mama mu, atau jangan-jangan dirimu, Arth? Apa kamu mulai suka dengan gadis itu?”

“Entahlah, tetapi tidak ada salahnya, ‘kan? Aku single, begitu pula dengan Rea.”

Deg..

Celine tersentak. Ia menatap Arthur tak percaya. Ada rasa tidak rela, jika Arthur menyukai wanita lain.

‘Tidak, Arthur pasti hanya ingin memanasi ku saja.’

🍃🍃🍃

Saat jam pulang kerja tiba, karena merasa tidak enak hati, Andrea akhirnya memenuhi permintaan Chef Vin yang mengajaknya minum kopi di kafe depan Dinata Hotel.

Namun gadis itu tak datang sendiri, ia sengaja mengajak Sandra ikut dengannya. Bukan apa-apa, mendengar cerita Sandra tentang Chef Danu, membuat Andrea membatasi dirinya dengan Chef Vin. Ia tidak mau membuat masalah. Gadis itu ingin bekerja dengan tenang, tanpa ada masalah dengan siapa pun.

“Maaf terlambat, Chef.” Ucap Andrea saat tiba di meja yang telah di tempati Chef Vin.

Pria tampan berusia tiga puluh lima tahun itu mengerenyitkan alisnya, saat mendapati Andrea datang bersama Sandra.

“Tidak apa-apa kan, Chef. Saya ajak Sandra? Kebetulan dia juga sudah selesai bekerja.” Jelas Andrea saat melihat keterkejutan mantan dosennya itu.

Chef Vin tersenyum kaku. Ingin rasanya mengatakan jika ia keberatan. Namun tak mungkin mengusir Sandra begitu saja.

“Tidak apa-apa. Silahkan duduk.”

Andrea dan Sandra duduk bersebelahan. Chef Vin kemudian memanggil pramusaji untuk memesan sesuatu.

“Saya pesan es kopi, mbak. Kamu pesan apa, San?”

“Samakan saja, mbak.”

Setelah pramusaji itu pergi, belum ada yang memulai pembicaraan. Rencana Chef Vin melakukan pendekatan dengan Andrea, gagal sudah. Niat hati ingin mengobrol berdua, gadis itu justru mengajak temannya.

“Apa kamu sudah minta ijin majikan mu pulang terlambat?” Tanya Chef Vin ke arah Andrea.

Gadis itu tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya. Ia tidak mungkin meminta ijin pada Arthur dan mengatakan sedang minum kopi bersama pria lain, ‘kan? Yang ada pria itu akan mengamuk. Mengingat, Pernikahan mereka tinggal dua pekan lagi. Meski tanpa cinta, tetapi kedua belah pihak telah setuju untuk menikah.

“Kamu tinggal bersama majikan, Rea? Kenapa tidak pernah bercerita padaku?” Sandra menyela. Meski mereka sudah mengenal selama hampir dua pekan, namun Andrea sama sekali belum pernah bercerita tentang kehidupan pribadinya.

“Kamu sih, tidak pernah bertanya.” Ucap Andrea terkekeh.

“Kenapa Chef Vin bisa tau?” Selidik Sandra ke arah atasan mereka.

“Andrea yang memberitahu.”

Pramusaji datang membawa pesanan. Membuat obrolan mereka terjeda.

“Jadi aku tidak di beritahu?”

“Bukan begitu, San. Aku memberitahu Chef karena aku tidak bisa di luar terlalu lama. Pulang kerja dari hotel, aku harus menggantikan suster menjaga nona kecil.”

“Benarkah? Apa bayi di foto profil kamu itu anak majikan mu?” Tanya Sandra penasaran.

Andrea pun menganggukkan kepalanya.

“Apa saya boleh tau siapa nama majikan kamu, Rea?” Tanya Chef Vin. Ia menjadi begitu penasaran dengan kehidupan mantan anak didiknya itu.

Gadis yatim piatu, yang penuh semangat.

Andrea seketika tersedak. Sandra pun dengan sigap mengusap punggung gadis itu.

“Maaf Chef. Itu, saya—

“Saya mengerti. Memang ada orang yang tidak ingin kehidupan di ketahui orang banyak.”

Andrea menggelengkan kepala.

“Bukan begitu, Chef. Hanya saja, saya yang tidak berani menceritakan tentang mereka. Saya takut nantinya, hanya karena saya yang tidak bisa menjaga lisan, ada omongan yang tidak enak tentang majikan saya di luar sana. Jaman sekarang kan begitu, setiap benda memiliki telinga. Kita bicara A, nanti menyebar jadi B, C, D hingga Z.”

Chef Vin dan Sandra menganggukkan kepalanya.

“Kamu benar, Rea. Kita hanya orang kecil. Sudah mendapat pekerjaan saja, syukur. Jangan lah mencari masalah dengan menceritakan tentang hal yang bukan hak kita.”

Mereka pun kembali mengobrol. Hingga tak terasa satu jam berlalu. Dan Andrea pamit pulang.

.

.

.

Bersambung.

“Hai Genks… aku boleh ngemis hadiah ga sih 😭😭 #canda Genks.. tapi kalau kalian ikhlas.. boleh lah… sekuntum mawar merah.. 🌹🌹 apalagi secangkir kopi.. ☕️☕️ akan aku terima dengan ikhlas juga..

“Terima Nasib.. eh.. Terimakasih ❤️

1
Anna Nurjati
lanjuttt... thor!
Denny Srivina Barus
Luar biasa
Rina Arie
bagus, thanks thor
Ervina T
Luar biasa
Alini Maudia
.
Nining Chili
Luar biasa
Nining Chili
Lumayan
Niechenie Cwekgemini Clalud'hti
uughhh top mommy mertua 👍👍
Niechenie Cwekgemini Clalud'hti
mantap lawan teroos pelakor
Meri Meri
Luar biasa
Ayachi
kok selalu bisa pas gitu yah, mama Daisy KLO grebekin org😭🤣
Ayachi
keren jga yah namanya thorr, jarang² loh🤣
Ayachi
sok²an ngambek lgi kmu turrr🤣
Ayachi
udah bener honeydew aja, ini malah melon😭 nona melon, vulgar bngett njirr😭🤣
Ayachi
sudut dapur?😭 Arthur arthurrr🤦
Ayachi
ini termasuk dosa kedua org tuakah? bukannya jelas Audrey korban pemerkosaan?
@arieyy
Dady,papi,papa,ayah🤣🤣🤣🦭
@arieyy
jenny ...coba bilang sama kaka author nya...daftar dulu 🤣🤣
andrana maula
Luar biasa
Ita Putri
Halah
tambah nemen Thomas sama jenny gendong" an
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!