NovelToon NovelToon
Ditakdirkan Menjadi Ratu Vampir

Ditakdirkan Menjadi Ratu Vampir

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampir / Manusia Serigala / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

“Aku telah melihat masa depan kalian,” lanjutnya. “Dari abu pengorbanannya, jiwanya tidak hancur. Jiwa sang Ratu terlepas dari pusaran kehancuran dan ditakdirkan untuk terlahir kembali.”

“Sebagai apa?” suara Ragnar nyaris hanya bisikan.

“Sebagai manusia.”

“Manusia?” Ragnar tertawa pendek, pahit. “Makhluk fana, rapuh, dengan umur sekejap mata?”

“Justru karena itu,” jawab Holly. “Ia akan hidup jauh dari dunia kita, tanpa ingatan tentang perang, mahkota, atau pengorbanannya. Namun takdir tidak sepenuhnya kejam, bukan? Setidaknya dia terlahir kembali kali ini hanya untukmu.”

999 tahun pencarian....

“Akhirnya, aku menemukanmu, Ivory! Aku telah menepati janjiku untuk tidak melupakanmu dan datang menjemputmu.”

PLAK!

“Anda sudah keterlaluan! Dasar Bos Gila!” Kata Ivory penuh amarah.

Akankah takdir kali ini akan mempersatukan Ragnar dan Ivory kembali? Ataukah takdir sebelumnya akan terulang kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21. Merasa Tertipu

Di dalam mobil yang tengah melaju menuju Mansion milik Ragnar. Tiba-tiba saja Ivory mendekat, ragu-ragu tapi tetap mantap. Tangannya menempel di bahu Ragnar yang pakaiannya terdapat darah, seakan ia ikut merasakan panas yang masih tersisa dari lukanya.

“Seharusnya… sudah mulai sembuh sekarang. Apakah dia berniat ingin mengobatinya dengan cara manusia,” batin Ragnar, menatap Ivory yang tampak ragu untuk membuka luka yang tertutup kain pakaiannya yang terkoyak. “Sepertinya dia tidak percaya bahwa aku memang Raja Vampir.”

Ivory ikut menatap mata Ragnar yang masih menatapnya dalam diam. Matanya merah tapi lembut, campuran antara ketakutan dan kepercayaan yang baru lahir. “Aku tidak akan pergi,” katanya pelan. “Jika kau terluka demi melindungiku… aku akan tetap di sini. Aku akan membantu mengobatimu.”

Dorian menunduk menahan senyumnya, menyadari bahwa meski skenarionya gagal, tujuan akhirnya untuk mendekatkan Rajanya dan reinkarnasi sang ratu tampaknya berhasil. Kepercayaan dan ikatan baru telah terbentuk, bahkan melalui kekacauan dan darah.

Sampai tiba-tiba Dorian menyadari sesuatu.“Eeeh, tunggu? Apa yang baru dia katakan? Membantu mengobati lukanya? Bukankah kemampuan penyembuhan diri Yang Mulia lebih tinggi dari vampire manapun? Bahkan mungkin saat ini lukanya sudah sembuh tak berbekas lagi.”

Ragnar sepertinya sudah mulai gila dengan perhatian kecil yang Ivory berikan padanya. Padahal jelas lukanya sudah hampir sepenuhnya sembuh, tapi ia malah sedikit tersenyum lalu meringis seolah kesakitan. “Ughh… rasanya sakit sekali, Ratuku!”

Ivory hanya mengangguk, menekan tangan di sisi tubuh Ragnar yang terluka, bertekad ia akan menemani dan membantu mengobatinya. Bukan karena rencana atau skenario, tapi karena hutang nyawa dan kepercayaan yang baru terjalin. “Tahan sebentar ‘yah!”

“Gawat, sepertinya Yang Mulia sedang membuat lubang untuk mengubur dirinya sendiri. Seharusnya dia jujur dengan kemampuan penyembuhannya, bukannya malah membohonginya seperti ini.” ujar Dorian yang hanya bisa mengatakannya di dalam hati.

...****************...

Hujan turun deras saat Ivory mulai memasuki Mansion mewah kediaman Ragnar. Ia menatap kagum semua interior Mansion itu yang seperti berlapis emas murni. Namun rasa kagumnya berubah menjadi perasaan bingung melihat Ragnar yang tengah berjalan di depannya dengan langkah tenang.

Terlalu tenang untuk orang yang sedang terluka parah, pikir Ivory. “Bukankah orang yang sedang terluka parah seharusnya pincang, atau setidaknya meringis kesakitan setiap kali bergerak? Tapi kenapa dia malah terlihat seperti orang yang tidak terluka sama sekali?”

Begitu sampai di aula utama, Ivory tak menunggu lama untuk memastikan kecurigaannya. “Duduk,” perintahnya tegas.

Ragnar langsung merasakan aura kemarahan yang dipancarkan Ivory, ia lantas menoleh mencoba menjelaskan. “Ratu, aku sebenarnya—”

“DUDUK,” ulangnya lebih keras.

Dengan ekspresi antara patuh dan takut, Ragnar duduk di sofa beludru hitam. Ivory maju, bersiap menghadapi pemandangan luka mengerikan yang membuatnya makin merasa bersalah… itu yang ia pikirkan selama perjalanan tadi.

Sampai dugaannya beberapa saat lalu terbukti. Ia melihatnya dengan jelas. Tak ada darah segar. Tak ada luka robek. Tak ada tusukan. Bahkan bekas luka pun nyaris tidak ada ditubuh Ragnar.

Ivory berkedip.

Sekali.

Dua kali, bahkan sampai mengucek kedua tangannya cukup keras untuk memastikan penglihatannya tidak bermasalah. Ia lantas mendekat. Menatap lebih dekat. Bahkan mencolek lengan Ragnar… tetap saja tak ada luka sedikitpun di sana. Ivory lantas mendengus kesal, tatapannya berubah tajam ketika pandangan mereka bertemu.

Ragnar menatapnya balik. “A-apa ada masalah?”

Detik itu juga, kesunyian aula pecah.

“DASAR BOS GILA, SIALAN?! Beraninya kau menipuku, Hah?” teriak Ivory.

Ragnar refleks menegakkan badan. “A-aku tidak bermaksud….”

Ivory spontan berdiri, berkacak pinggang. “KAU BILANG KAU TERLUKA PARAH! KAU BILANG HAMPIR MATI! KAU BILANG KALAU KAU KESAKITAN. KAU—”

Ia menunjuk dadanya sendiri dengan dramatis. “AKU SUDAH MERASA BERSALAH SEUMUR HIDUPKU! TAPI KAU….”

Ivory bahkan sampai tak sanggup menyelesaikan ucapannya, karena kemarahannya yang sudah memuncak. Rasanya sudah di ubun-ubun dan harus diluapkan saat itu juga. Namun, Ia masih berusaha menahan diri agar tidak menjadi pembunuh menggantikan kaum werewolf dan penyihir yang gagal melakukannya saat di restaurant.

Di pojok ruangan, terlihat Dorian yang memilih diam tanpa berniat membantu Rajanya. Sebab dia merasa, jika ikut campur maka dirinya yang akan menjadi sasaran empuk kemarahan dari reinkarnasi ratunya. Biar saja Rajanya menuai sendiri apa yang dia tanam sebelumnya.

“Maaf, Yang Mulia! Lebih baik saya cari aman dulu,” gumamnya.

Ragnar menghela napas pelan. “Aku memang terluka. Tapi kami, bangsa vampir—”

“JANGAN JELASKAN!” potong Ivory bertambah kesal. “AKU TIDAK MAU MENDENGARKAN PENJELASAN APAPUN DARIMU!”

Dalam luapan emosi, tanpa berpikir panjang…

SPLASH!

Seluruh isi air yang terdapat di vas bunga yang tergelatak di atas meja, kini sudah membasahi seluruh wajah Ragnar. Air itu menetes perlahan dari bahunya, membasahi pakaian hitam elegannya. Ruangan hening. Sangat hening.

Ragnar menunduk menatap dadanya sendiri. Lalu menatap Ivory tak percaya. “…Kau baru saja menyiramku?”

Ivory terdiam menahan kemarahan… lalu wajahnya memerah hebat. “MENURUTMU?” bentaknya. “Anggap saja itu hukuman karena menipuku secara emosional!”

Ia mundur selangkah, lalu dua. “Aku mengira harus tetap tinggal untuk mengobati lukamu! Aku mengira telah berhutang nyawa kepadamu! Karena luka ini—” ia menunjuk dada pria itu yang bahkan terlihat makin sehat, “—aku mulai menerimamu!”

Ragnar mengamati dirinya sendiri sebentar. “Benarkah?” katanya senang. “Aku merasa… sangat senang karena kau sudah mulai menerimaku.”

Ivory menjerit frustrasi. “APAKAH KAU SANGAT SENANG TELAH MENIPUKU SEPERTI INI, HAH?”

Tanpa menunggu balasan atau alasan yang ingin Ragnar katakan. Ivory langsung berbalik dan berjalan cepat ke pintu. Sebelum keluar, ia berhenti sejenak, menoleh tajam. “Lain kali kalau kau mau jadi pahlawan yang terluka, PASTIKAN lukamu bertahan lebih lama!”

BRAK!

Pintu Mansion tertutup keras.

Di aula yang kembali sunyi, Ragnar berdiri perlahan, air itu masih menetes dari pakaiannya. Ia menghela napas… lalu untuk pertama kalinya dalam ratusan tahun….

Ragnar kembali tersenyum lebar.

“…bukankah dia sangat menggemaskan?” gumamnya.

“Anda baru saja membuatnya marah dan merusak kesan baik yang di dapat dengan susah payah. Dan anda malah berpikir itu menggemaskan?” celetuk Dorian yang seketika mendapatkan tatapan tajam dari Rajanya.

“Benarkah aku telah merusak skenarionya?” Ragnar bertanya memastikan.

“Benar, Yang mulia! Mungkin setelah ini, reinkarnasi ratu akan semakin menjaga jarak dengan anda,” ujarnya membenarkan.

“Astaga, sial sekali! Seharusnya aku lebih menahan diri tadi.” Ragnar hanya bisa merutuki kebodohannya sendiri. “Dorian, bagaimana kalau kita mengulang scenario ini lagi?”

“Tidak bisa, Yang mulia! Skenario ini tidak bisa kita gunakan lagi. Namun kita masih memiliki banyak scenario lain yang bisa digunakan ke depannya.”

Bersambung ….

1
Cindy
lanjut kak
Desyi Alawiyah
Iya Kak, selamat menunaikan ibadah puasa juga.. 🙏🙏🙏
Desyi Alawiyah
Ayolah, kenapa kalian ngga berdamai aja sih... Kalian kan berselisih hanya karena salah paham... 🤨

Jangan sampe ada pertumpahan darah. Ya, meskipun kaum Vampir memang identik dengan hal itu... 😩
Desyi Alawiyah
Mirip. Tapi jiwa sang Ratu Vampir, Ivory Esmeralda, ada di dalam tubuh Ivory Asteria... ☺
Fahmi Ardiansyah
ivori keras kepala sok jual mahal entar klu udh kejadian baru nyesel n cari2 Ragnar.
Desyi Alawiyah
Kasihan lihat Ivory dan Elena.. Terutama Elena..

Tubuhnya masih belum menerima kekuatan sihirnya... Sehingga Denzel harus turun tangan untuk mengendalikan sihir hitam milik Elena...

Ivory yang sabar yah, aku yakin kakakmu akan baik-baik saja.. Benar kata Ragnar, sebaiknya kamu tinggal di Istana dulu.. Karena kaum Werewolf masih berkeliaran... 😩
Desyi Alawiyah
Nah, itu kata yang tepat... "Raja Vampir gila yang memaksa ingin menemukan reinkarnasi Ratu nya. " 🤣🙏
Desyi Alawiyah
Wah, ada lanjutan kisah Xavier Kak...
Desyi Alawiyah
Pada akhirnya, Ivory ngga bisa menghindar lagi... Dia memang udah ditakdirkan menjadi Ratu Vampir...

Dan sekarang, Ivory udah pulang ke rumahnya, ke Istana nya bersama Ragnar...

Kabar Elena gimana yah? Apa dia udah baik-baik saja?
Desyi Alawiyah
Karena memang itu rumahmu, Ivory.. Rumahmu dan Ragnar... Istana Agharon..
Sri Yatun
di mana KA kisah selanjutnya Kay dan yg lain ko g ada di novel toon
Fahmi Ardiansyah
akhirnya ivory ketemu juga Ama Ragnar.
Desyi Alawiyah
Masih kurang Kak, ayo update lagi..
Desyi Alawiyah
Aduh, ikut deg-degan deh aku... Semoga Dorian bisa membawa Ivory dengan selamat...

Karena kalo ngga, nyawa Dorian sendiri yang jadi taruhannya 🤣
Desyi Alawiyah
🤣🤣🤣 Nanti kalo Ragnar memarahimu, kamu salahin aja Denzel, Dorian.. 😋
Fahmi Ardiansyah
kak kelanjutannya kisah key n axlin mana kok gak di lanjutin LG.
Cindy
lanjutt kak
Cindy
lanjut kak
Fahmi Ardiansyah
iya pasti ivory akan terkejut klu tau Denzel ngasih ciuman buatan.
Desyi Alawiyah
Makasih kak udah update.. 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!