NovelToon NovelToon
Ditakdirkan Menjadi Ratu Vampir

Ditakdirkan Menjadi Ratu Vampir

Status: tamat
Genre:Vampir / Manusia Serigala / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Sihir / Tamat
Popularitas:15.8k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

“Aku telah melihat masa depan kalian,” lanjutnya. “Dari abu pengorbanannya, jiwanya tidak hancur. Jiwa sang Ratu terlepas dari pusaran kehancuran dan ditakdirkan untuk terlahir kembali.”

“Sebagai apa?” suara Ragnar nyaris hanya bisikan.

“Sebagai manusia.”

“Manusia?” Ragnar tertawa pendek, pahit. “Makhluk fana, rapuh, dengan umur sekejap mata?”

“Justru karena itu,” jawab Holly. “Ia akan hidup jauh dari dunia kita, tanpa ingatan tentang perang, mahkota, atau pengorbanannya. Namun takdir tidak sepenuhnya kejam, bukan? Setidaknya dia terlahir kembali kali ini hanya untukmu.”

999 tahun pencarian....

“Akhirnya, aku menemukanmu, Ivory! Aku telah menepati janjiku untuk tidak melupakanmu dan datang menjemputmu.”

PLAK!

“Anda sudah keterlaluan! Dasar Bos Gila!” Kata Ivory penuh amarah.

Akankah takdir kali ini akan mempersatukan Ragnar dan Ivory kembali? Ataukah takdir sebelumnya akan terulang kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21. Merasa Tertipu

Di dalam mobil yang tengah melaju menuju Mansion milik Ragnar. Tiba-tiba saja Ivory mendekat, ragu-ragu tapi tetap mantap. Tangannya menempel di bahu Ragnar yang pakaiannya terdapat darah, seakan ia ikut merasakan panas yang masih tersisa dari lukanya.

“Seharusnya… sudah mulai sembuh sekarang. Apakah dia berniat ingin mengobatinya dengan cara manusia,” batin Ragnar, menatap Ivory yang tampak ragu untuk membuka luka yang tertutup kain pakaiannya yang terkoyak. “Sepertinya dia tidak percaya bahwa aku memang Raja Vampir.”

Ivory ikut menatap mata Ragnar yang masih menatapnya dalam diam. Matanya merah tapi lembut, campuran antara ketakutan dan kepercayaan yang baru lahir. “Aku tidak akan pergi,” katanya pelan. “Jika kau terluka demi melindungiku… aku akan tetap di sini. Aku akan membantu mengobatimu.”

Dorian menunduk menahan senyumnya, menyadari bahwa meski skenarionya gagal, tujuan akhirnya untuk mendekatkan Rajanya dan reinkarnasi sang ratu tampaknya berhasil. Kepercayaan dan ikatan baru telah terbentuk, bahkan melalui kekacauan dan darah.

Sampai tiba-tiba Dorian menyadari sesuatu.“Eeeh, tunggu? Apa yang baru dia katakan? Membantu mengobati lukanya? Bukankah kemampuan penyembuhan diri Yang Mulia lebih tinggi dari vampire manapun? Bahkan mungkin saat ini lukanya sudah sembuh tak berbekas lagi.”

Ragnar sepertinya sudah mulai gila dengan perhatian kecil yang Ivory berikan padanya. Padahal jelas lukanya sudah hampir sepenuhnya sembuh, tapi ia malah sedikit tersenyum lalu meringis seolah kesakitan. “Ughh… rasanya sakit sekali, Ratuku!”

Ivory hanya mengangguk, menekan tangan di sisi tubuh Ragnar yang terluka, bertekad ia akan menemani dan membantu mengobatinya. Bukan karena rencana atau skenario, tapi karena hutang nyawa dan kepercayaan yang baru terjalin. “Tahan sebentar ‘yah!”

“Gawat, sepertinya Yang Mulia sedang membuat lubang untuk mengubur dirinya sendiri. Seharusnya dia jujur dengan kemampuan penyembuhannya, bukannya malah membohonginya seperti ini.” ujar Dorian yang hanya bisa mengatakannya di dalam hati.

...****************...

Hujan turun deras saat Ivory mulai memasuki Mansion mewah kediaman Ragnar. Ia menatap kagum semua interior Mansion itu yang seperti berlapis emas murni. Namun rasa kagumnya berubah menjadi perasaan bingung melihat Ragnar yang tengah berjalan di depannya dengan langkah tenang.

Terlalu tenang untuk orang yang sedang terluka parah, pikir Ivory. “Bukankah orang yang sedang terluka parah seharusnya pincang, atau setidaknya meringis kesakitan setiap kali bergerak? Tapi kenapa dia malah terlihat seperti orang yang tidak terluka sama sekali?”

Begitu sampai di aula utama, Ivory tak menunggu lama untuk memastikan kecurigaannya. “Duduk,” perintahnya tegas.

Ragnar langsung merasakan aura kemarahan yang dipancarkan Ivory, ia lantas menoleh mencoba menjelaskan. “Ratu, aku sebenarnya—”

“DUDUK,” ulangnya lebih keras.

Dengan ekspresi antara patuh dan takut, Ragnar duduk di sofa beludru hitam. Ivory maju, bersiap menghadapi pemandangan luka mengerikan yang membuatnya makin merasa bersalah… itu yang ia pikirkan selama perjalanan tadi.

Sampai dugaannya beberapa saat lalu terbukti. Ia melihatnya dengan jelas. Tak ada darah segar. Tak ada luka robek. Tak ada tusukan. Bahkan bekas luka pun nyaris tidak ada ditubuh Ragnar.

Ivory berkedip.

Sekali.

Dua kali, bahkan sampai mengucek kedua tangannya cukup keras untuk memastikan penglihatannya tidak bermasalah. Ia lantas mendekat. Menatap lebih dekat. Bahkan mencolek lengan Ragnar… tetap saja tak ada luka sedikitpun di sana. Ivory lantas mendengus kesal, tatapannya berubah tajam ketika pandangan mereka bertemu.

Ragnar menatapnya balik. “A-apa ada masalah?”

Detik itu juga, kesunyian aula pecah.

“DASAR BOS GILA, SIALAN?! Beraninya kau menipuku, Hah?” teriak Ivory.

Ragnar refleks menegakkan badan. “A-aku tidak bermaksud….”

Ivory spontan berdiri, berkacak pinggang. “KAU BILANG KAU TERLUKA PARAH! KAU BILANG HAMPIR MATI! KAU BILANG KALAU KAU KESAKITAN. KAU—”

Ia menunjuk dadanya sendiri dengan dramatis. “AKU SUDAH MERASA BERSALAH SEUMUR HIDUPKU! TAPI KAU….”

Ivory bahkan sampai tak sanggup menyelesaikan ucapannya, karena kemarahannya yang sudah memuncak. Rasanya sudah di ubun-ubun dan harus diluapkan saat itu juga. Namun, Ia masih berusaha menahan diri agar tidak menjadi pembunuh menggantikan kaum werewolf dan penyihir yang gagal melakukannya saat di restaurant.

Di pojok ruangan, terlihat Dorian yang memilih diam tanpa berniat membantu Rajanya. Sebab dia merasa, jika ikut campur maka dirinya yang akan menjadi sasaran empuk kemarahan dari reinkarnasi ratunya. Biar saja Rajanya menuai sendiri apa yang dia tanam sebelumnya.

“Maaf, Yang Mulia! Lebih baik saya cari aman dulu,” gumamnya.

Ragnar menghela napas pelan. “Aku memang terluka. Tapi kami, bangsa vampir—”

“JANGAN JELASKAN!” potong Ivory bertambah kesal. “AKU TIDAK MAU MENDENGARKAN PENJELASAN APAPUN DARIMU!”

Dalam luapan emosi, tanpa berpikir panjang…

SPLASH!

Seluruh isi air yang terdapat di vas bunga yang tergelatak di atas meja, kini sudah membasahi seluruh wajah Ragnar. Air itu menetes perlahan dari bahunya, membasahi pakaian hitam elegannya. Ruangan hening. Sangat hening.

Ragnar menunduk menatap dadanya sendiri. Lalu menatap Ivory tak percaya. “…Kau baru saja menyiramku?”

Ivory terdiam menahan kemarahan… lalu wajahnya memerah hebat. “MENURUTMU?” bentaknya. “Anggap saja itu hukuman karena menipuku secara emosional!”

Ia mundur selangkah, lalu dua. “Aku mengira harus tetap tinggal untuk mengobati lukamu! Aku mengira telah berhutang nyawa kepadamu! Karena luka ini—” ia menunjuk dada pria itu yang bahkan terlihat makin sehat, “—aku mulai menerimamu!”

Ragnar mengamati dirinya sendiri sebentar. “Benarkah?” katanya senang. “Aku merasa… sangat senang karena kau sudah mulai menerimaku.”

Ivory menjerit frustrasi. “APAKAH KAU SANGAT SENANG TELAH MENIPUKU SEPERTI INI, HAH?”

Tanpa menunggu balasan atau alasan yang ingin Ragnar katakan. Ivory langsung berbalik dan berjalan cepat ke pintu. Sebelum keluar, ia berhenti sejenak, menoleh tajam. “Lain kali kalau kau mau jadi pahlawan yang terluka, PASTIKAN lukamu bertahan lebih lama!”

BRAK!

Pintu Mansion tertutup keras.

Di aula yang kembali sunyi, Ragnar berdiri perlahan, air itu masih menetes dari pakaiannya. Ia menghela napas… lalu untuk pertama kalinya dalam ratusan tahun….

Ragnar kembali tersenyum lebar.

“…bukankah dia sangat menggemaskan?” gumamnya.

“Anda baru saja membuatnya marah dan merusak kesan baik yang di dapat dengan susah payah. Dan anda malah berpikir itu menggemaskan?” celetuk Dorian yang seketika mendapatkan tatapan tajam dari Rajanya.

“Benarkah aku telah merusak skenarionya?” Ragnar bertanya memastikan.

“Benar, Yang mulia! Mungkin setelah ini, reinkarnasi ratu akan semakin menjaga jarak dengan anda,” ujarnya membenarkan.

“Astaga, sial sekali! Seharusnya aku lebih menahan diri tadi.” Ragnar hanya bisa merutuki kebodohannya sendiri. “Dorian, bagaimana kalau kita mengulang scenario ini lagi?”

“Tidak bisa, Yang mulia! Skenario ini tidak bisa kita gunakan lagi. Namun kita masih memiliki banyak scenario lain yang bisa digunakan ke depannya.”

Bersambung ….

1
Fahmi Ardiansyah
ya akhirnya udah tamat n mereka hidup satu keluarga n bahagia.
Fahmi Ardiansyah
aduuh semoga ren segera muncul setelah dengar elena ke sakitan n elena bisa terselamatkan.
Fahmi Ardiansyah
ooh jadi Seraphina yg bunuh istriya skrg udh terbongkar.tpi mungkin skrg Seraphina udah mempelajari.buku sihir itu.
Fahmi Ardiansyah
tu kan Ragnar di jebak.
Fahmi Ardiansyah
alhamdulilah akhirnya ivory mengingat semua.
Fahmi Ardiansyah
oooh begitu ceritanya mungkin salah satu org terdekat ren yg membunuh kekasihnya yg tersangka Ragnar hanya untuk merusak persahabatan antara ragnar n ren biar saling ren membenci Ragnar.
Fahmi Ardiansyah
ragnar gak mungkin mati cepat dia pasti sembuh
Hikmatun Naimah
sdh tamat y thor.. terimaksih untk cerita yg seru ini thor
Hikmatun Naimah
terimaksih untk kisah yg bahagia ini thor..
Desyi Alawiyah
Akhirnya semua berakhir bahagia... Meskipun Elena masih bingung memilih antara Denzel atau Ren.. Tapi, intinya mereka baik-baik saja..

Dan Ragnar, kembali bersatu dengan ratunya, Ivory..

Serta, persahabatan Ren dan Ragnar kembali terjalin...

Ah, senangnya... Happy Ending...

Makasih yah Kak Author, semoga sehat selalu.. dan sukses.. 😁👋
Desyi Alawiyah
Jadi di masa lalu, Elena kekasihnya Ren yah? Ah aku terharu jadinya.. 🤭

Ragnar - Ivory & Ren - Elena 😚
Desyi Alawiyah
Dari awal juga aku udah curiga sama Seraphina.. Ternyata bener, Seraphina bener-benar licik.. 😩
Desyi Alawiyah
Kabar Elena gimana yah? 🤔🤔
Desyi Alawiyah
Jangan biarkan Ragnar meninggal dong kak Author, dia baru saja loh bertemu dengan reinkarnasi ratunya.. 😩
Sri Yatun
wah apa akhirnya ren dan danzel akan menjadi suami elena,akan membagi cinta segitiga,melepas danzel danzel akan hancur karena segelnya terkunci dengan elena melepas ren ren masalalu dan elena rengkarnasi istri nya,yg lebih Adil dan dalam sejarah penyihir dan kaum srigala mempunyai istri satu perempuan,apa bgtu
Hikmatun Naimah
kak lama banget ninggalin yg ini.. lg sibuk di sebelah kah..
Fahmi Ardiansyah
kisah kayvaro apa udah up ya thor
Fahmi Ardiansyah
Thor maf sy Bru bc LG Krn aku LG di rawat.
vania larasati
lanjut kak
Desyi Alawiyah
Iya Kak, selamat menunaikan ibadah puasa juga.. 🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!