NovelToon NovelToon
The Last Lotus

The Last Lotus

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Contest / Tamat
Popularitas:35.6k
Nilai: 5
Nama Author: sri devi

Demi rasa cinta yang besar, seorang perempuan menyembunyikan kebenaran. Baginya kebenaran tidak ada gunanya tanpa kepercayaan.

Rasa cinta yang memudar seiring dengan kepercayaannya kepada perempuan itu, ia berusaha mencari kebenaran untuk ibundanya, tetapi ia justru terjebak dalam cinta yang lain.

Sedangkan dia memegang kunci kebenaran yang di sembunyikan perempuan tersebut, dan juga kepercayaan yang di berikan tapi ia juga terjebak dalam cinta yang salah.

Akankah mereka berhasil mencari kebenaran?
Apakah perempuan itu mendapat kepercayaan?
Apakah dia dapat terbebas dari cinta yang salah?

Penasaran? langsung baca yuk

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sri devi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nyonya Arsa

Bibi Ami, Bas dan Reyna tersenyum bahagia menyaksikan Jira berdiri dengan gaun putih yang memperlihatkan bahunya. Di belakang mereka para asisten rumah tangga yang turut menghadiri pernikahan mewah Jira dan Arsa, ikut terkagum-kagum. Siapa yang tak terpesona melihat Jira dan Arsa yang menjelma bak putri dan pangeran dari negeri dongeng. 

"Ah, semoga mereka bisa segera punya anak, biar Mbak Jira bisa bahagia!" Inah berdoa yang diamini semua orang. 

"Aku ke sana dulu!" Bi Ami bergegas mendekati mempelai yang sedang berfoto karena mengkhawatirkan Crystal yang menurutnya terlalu lama berdiri.  

"Mbak Jira, Mbak Crystal saya bawa dulu ya?" Bi Ami meminta izin pada Jira yang mengangguk. Diliriknya Crystal yang mencoba tersenyum walau kakinya mulai terasa lemas. Bi Ami segera memapah Crystal dan membawanya menjauh untuk duduk menikmati pesta. 

"Mbak, mau makan yang mana?" tanya Bi Ami karena dia melihat Crystal belum makan. 

"Aku cuma mau lihat kakak. Jangan ganggu pandanganku," kata Crystal sambil tersenyum. Dia ikut bahagia menyaksikan pernikahan Jira walau merasa aneh karena sedikit tak rela melihat Arsa menjadi kakak iparnya. 

Bi Ami tertawa lalu meninggalkan Crystal sendirian untuk menyiapkan keperluan Jira. Bas dan Reyna hampir mendekati Crystal saat Jira memanggilnya. 

"Sedih?" suara berat seorang pria membuat Crystal menoleh dan mengernyit karena tak mengenali sosok yang sedang tersenyum di sampingnya. 

"Kamu pasti nggak ingat. Om Mandala, teman dekat keluarga Arsa."

Mandala menarik kursi lalu duduk di sebelah Crystal yang hanya diam karena tak tahu harus bagaimana menanggapi orang yang tak dia kenal. 

"Apa kamu merasa iri?"

"Iri?" Crystal semakin heran apalagi saat Mandala tertawa. 

"Maaf, aku lupa kamu nggak mengingat apa pun tapi aku penasaran apa hatimu ikut berubah?"

Melihat wajah bingung Crystal, Mandala semakin semangat meneruskan kalimat fitnahnya. "Kakakmu mendapatkan segalanya tapi apa yang kamu dapatkan? Lucu bukan, dia mendapat keberuntungan dari kecelakaan kalian."

Crystal terkejut, selama ini tak pernah ada orang yang menyudutkan Jira. Mereka semua memuja Jira dan selalu menekankan pada Crystal bahwa wanita itu menyayanginya.

Tak ingin mendengar ocehan tak masuk akal, Crystal segera berdiri tapi dia tak kuat menahan kakinya hingga terduduk lagi. Mandala tertawa kecil lalu hampir bicara ketika Bas dan Reyna tergesa membantu Crystal menjauh. 

"Mbak, nggak apa-apa?" tanya Bas panik. 

"Itu ... itu ...  orang gila," jawab Crystal ketakutan. 

**

Arsa memandangi Jira yang sedang membersihkan sisa make up di wajah. Gaun cantiknya sudah terlepas, berganti dengan baju tidur yang menggoda Arsa. Perlahan Arsa mendekat lalu memijat pelan bahu Jira. 

"Capek?" tanya Arsa sambil menatap Jira melalui cermin. 

"Hm." Jira menjawab singkat. Dia bukan lelah tapi gelisah karena mendapat laporan tentang Mandala yang mendekati Crystal. Walau sudah meminta Reyna dan Bi Ami menemani Crystal selama di kamar hotel ini, Jira tetap tak tenang. 

"Ada yang mengganjal hatimu, Ji?" tanya Arsa curiga. Jira otomatis menggeleng, dia tak mungkin membiarkan Arsa membaca kegelisahan di malam pertama mereka resmi sebagai suami istri. Tapi Arsa telanjur melihatnya dan tertular rasa cemas yang mencuatkan kecurigaan. 

Mengapa Jira gelisah menjadi istrinya?

"Yakin? Ada yang mau kamu ceritakan, mungkin?" tanya Arsa berusaha mengorek. 

"Nggak ada, Sa. Cuma capek aja," jawab Jira sambil melempar kapas ke tong sampah lalu beranjak berdiri tapi Arsa menahan bahunya. 

"Ini malam pertama kita, Sayang, masa mau langsung tidur." Arsa mengerling penuh arti. Pijatannya merambat turun ke dada Jira yang hilang konsentrasi. Jira sedang tidak mood tapi menolak Arsa di malam pernikahan jelas tidak sopan meskipun mereka sudah sering melakukannya. 

"Mulai malam ini kamu resmi jadi Mrs. Arsa Pramadin, istriku, milikku jadi ..." Arsa merunduk, berbisik di telinga Jira. "Aku mau kamu jalankan kewajiban pertama kamu sebagai istri," kata Arsa. 

Jira tertawa lalu tiba-tiba berdiri dan mendorong Arsa ke ranjang. "Oke, Mr. Arsa Pramadin, what should I do?" 

Arsa tertawa lalu meletakkan tangannya di balik kepala sebagai bantal. Dengan dagunya dia menunjuk ke bawah, memerintah Jira dengan satu kalimat. "Mulai dari sana, darling."

Dan meski masih banyak hal yang membebaninya, Jira menuruti permintaan Arsa. Diberikannya pria itu kenikmatan yang justru membuat candu. Arsa semakin gila dan menagih keprofesionalan Jira lainnya untuk membuatnya mengerang penuh kepuasan. 

"Ji, ah ... kamu ... mulai hari ini kamu milik aku sepenuhnya!" desis Arsa penuh kemenangan saat melihat Jira tergolek tak berdaya memejamkan mata. 

**

Crystal gelisah, ucapan Mandala mempengaruhi pikirannya. Segala mimpi buruk yang sempat hilang, kini datang lagi. Mulanya Crystal hanya bergerak di tempat tidur tapi secara mengejutkan dia menjerit histeris, membangunkan Bi Ami dan Reyna. 

"Kak! Tolong! Kak!"

"Mbak! Mbak!" Bi Ami mengguncang tubuh Crystal sementara Reyna ikut panik seraya menggigit bibirnya. 

"Mbak Crystal!" Bi Ami memperkeras suaranya hingga Crystal terbangun dengan napas terengah. 

"Mbak, kenapa?" Bi Ami tampak panik memeriksa dahi Crystal yang berkeringat. 

"Takut! Kakak!" Crystal meracau sembari melompat dari tempat tidur. 

"Mbak, tenang!" Bi Ami menahan Crystal lalu memeluknya. 

"Mbak, ada apa?" tanya Reyna gelisah. Disambarnya obat penenang untuk diberikan pada Crystal karena tak mungkin mereka menganggu Jira. 

Crystal yang ketakutan menolak minum obat, gelas yang disodorkan malah dihempas hingga terlempar. Reyna yang panik segera menelpon Bas untuk meminta bantuan menenangkan Crystal yang kumat histeris. Bi Ami kalang kabut berusaha memeluk Crystal sambil merayunya. 

"Mbak, tenang, cerita ada apa?" tanya Bi Ami cemas. 

"Kakak! Kakak!" Crystal masih panik hingga Bas datang dan secara tiba-tiba menyuntikkan obat bius. "Maaf, Mbak," kata Bas dengan rasa bersalah karena membuat Crystal tak sadarkan diri. 

"Aku panggil dokter," kata Reyna dengan suara bergetar. 

 

**

Arsa memandangi wajah Jira yang masih lelap. Secuil rasa bersalah menghinggapi dirinya kala teringat niat sesungguhnya menikahi Jira. Mengingat ketulusan Jira semalam, Arsa sempat bimbang. Mungkinkah Jira punya pikiran jahat? Tapi lagi-lagi fakta tentang gelang Jira menggoyahkan hatinya. 

"Kenapa, Sa?" tanya Jira lirih saat dia terbangun. Arsa tersentak kaget lalu menutupinya dengan tersenyum dan mengecup kening Jira. "Nggak ada apa-apa, cuma senang aja ngeliatin muka kamu." 

Lagi-lagi Jira terbuai, senyumnya mengembang lalu dia berusaha untuk duduk tapi Arsa menahannya. "Nggak usah bangun, tidur aja lagi. Sini aku peluk." 

Jira yang masih mengantuk tak membantah, kembali tidur dengan bahagia, meninggalkan Arsa yang perlahan keluar kamar. Mata Arsa menyipit kala melihat Bas dan Reyna berjalan cepat di lorong, lalu langkah mereka terhenti saat Bi Ami memanggil dari pintu kamar Crystal. 

"Mbak Reyna, tolong saya dulu!"

Reyna dan Bas mendekat begitu pun Arsa. "Kenapa, Bi?" tanya Arsa heran dan lebih heran saat mendengar jeritan Crystal. Tanpa menunggu jawaban, Arsa mendorong pintu untuk masuk ke dalam. Matanya memelotot melihat Crystal menjerit memanggil Jira sambil menutup telinga. 

"Crys! Crystal tenang!" Arsa segera memeluk Crystal untuk menenangkannya. 

"Kak Jira! Kakak!" Crystal masih menjerit. 

"Crystal, ini aku, Kak Arsa! Kamu kenapa?" tanya Arsa bingung sembari berusaha mengangkat wajah Crystal. 

"Kak Jira! Kakak! Kakak!"

"Crystal, Kak Jira masih istirahat, nanti ke sini. Plis, tenang, Crys!" Arsa kembali memeluk lalu menepuk pelan punggung Crystal. 

Bas, Reyna dan Bi Ami terpana karena perlahan Crystal terdiam. Tangisannya berubah menjadi isak kecil dan dengan sabar Arsa mengelus rambutnya.

"Crys, kenapa?" tanya Arsa lembut tapi Crystal enggan menjawab, dicengkramnya kaos Arsa tanpa bicara dan selama hampir lima menit Arsa membiarkannya. Ketika kesadarannya kembali, Crystal segera melepaskan diri lalu meringkuk di tempat tidur membelakangi Arsa. 

Arsa menatap punggung Crystal dengan iba lalu melangkah ke luar setelah memberi isyarat Bi Ami untuk mengikutinya. Dengan ringan Bi Ami menceritakan kondisi Crystal yang sering bermimpi buruk pasca kecelakaan. 

Bayangan jeritan Crystal membekas di benak Arsa, dengan langkah pelan dia kembali ke kamar. Jira yang masih bergelung dengan selimut menatap Arsa dengan heran. "Dari mana?" tanyanya.

Arsa mendekat lalu duduk di tepi ranjang. "Tadinya mau beli sesuatu tapi aku dengar asisten kamu dan Bi Ami panik."

Seketika Jira duduk tegak, wajahnya berubah. "Crystal kambuh?" tebak Jira sembari beranjak bangun tapi Arsa menahannya. "Tadi udah aku tenangkan dan sekarang dia tidur."

Jira mengeryit tapi tetap beranjak."Crystal pasti nyariin aku!"

"Ji!" Arsa menarik tangan Jira hingga kembali terduduk. 

"Kenapa Crystal selalu manggil kamu?" 

Kali ini Jira mengerutkan dahi dengan bingung tapi tak sampai membuatnya lupa untuk segera menengok Crystal. Disambarnya pakaian dalam yang tercecer untuk segera dikenakan. 

"Ji, kenapa Crystal begitu? Kenapa dia terus manggilin kamu?" ulang Arsa. Jira menghentikan gerakannya yang baru mengancingkan bra. "Kenapa? Aku kakaknya, Sa! Apa nggak aneh kalau dia manggilin orang lain?" Jira balik bertanya hingga menyadarkan Arsa bahwa dia telah keliru mengorek informasi. Demi menghindari perdebatan, Arsa menarik pelan lengan Jira lalu merangkulnya. 

"Nggak usah ke sana, Crystal udah tenang. Istirahat aja."

"Tapi ...."

"Kamu percaya aku, kan?"

Jira termangu, dia tak percaya bila tidak melihat sendiri keadaan Crystal tapi Arsa menepuk lengannya dengan lembut. "Mrs. Arsa Pramadin, mulai sekarang percayakan dirimu ke aku. Jangan membebani dirimu sendirian. Ini gunanya pernikahan, kan? Kamu mesti nurut sama suami!" kata Arsa sambil mencubit pelan hidung Jira. 

Dan Jira tak lagi membantah, memilih percaya pada Arsa yang mengangkatnya ke kamar mandi.

1
sksksk
kece
??????@!2😍😄6h9
Nemu Lg karya yg the best
Ilfra Ilivasa
dari prolog udah bagus kak! mantap!
Ilfra Ilivasa
mantap kata-katanya! dan akan saya jawab, "ia tidak marah, melainkan sang awan lah yang menghilangkan bulan dan itu artinya bulan itu tidaklah marah. Dirinya hanya membutuhkan waktu untuk keluar dari awan itu"
Eva Sri Wahyuni
ini novel yang paling sad sih 😭
sksksk: sengaja buat yang sad" bund biar keluar air matanya 🤭
total 1 replies
sksksk
bagus banget
⚚𝓐𝔂𝓮͠𝓼𝓱𝓪͛👒
yaa aampuun thor berasa banget beban yg di tanggung jira semasa hidupnya
ga nyangka dia bakal pergi padahal yg berjuang sekuat tenaga adalah jira
kirain endingnga jira bakal bahagia padahal bahagianya hanya sementara
keren sih authornya memang ku akui ceritanya berat banget full masalah tapi itu yg jadi keseruan tersendiri gimana dia bisa menjalani semuanya dan bisa melindungi orang orang yg di sayangi
sksksk: makasi kakak sudah mampir
total 1 replies
Arasa Cimamahmuda
nyimak
nura julian
tulisan rapi 👍
sksksk: terimakasih 🥰
total 1 replies
Quora_youtixs🖋️
semangat terus sukses selalu buat karyamu 👍
Yeni Eka
Aku hadir nih thor kasih boom like
Nona Bucin 18294
💜💜💜
Nona Bucin 18294
like like like 💜
Nona Bucin 18294
Hai kak aku mampir,,,
circle
aku mampir Thor, 😘😘
Sweet chicie💞
wah aku up jejak sampai disini dlu ya kak,, nyicil baca ya ni bakal jadi pr,,, mangattt
Sweet chicie💞
rindu mampir kak, baru mulai baca udah tertarik kak, semangat ya berkarya terus,...
Sweet chicie💞
like
Sweet chicie💞
up
SoVay
hadiiiirrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!