NovelToon NovelToon
The Prince Arrogant

The Prince Arrogant

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Tamat
Popularitas:261k
Nilai: 5
Nama Author: RR Maesa

McLaren Valkiry, terlahir sempurna dengan ketampanan dan kekayaannya juga statusnya sebagai putra dari seorang bangsawan Inggris.

Prinsifnya yang tidak mempercayai pernikahan malah membuatnya terpaksa menikah dengan wanita yang tidak dikenalnya.

Maureen adalah seorang gadis cantik yang terpaksa menikah dengan McLaren karena kejadian yang tidak mengenakkan.

Bagaimana kisah selanjutnya apakah mereka bisa lari dari pernikahan? Atau malah jadi saling jatuh cinta?

Follow IG@rr_maesa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RR Maesa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH-26 Mengenal McLaren

Keesokan harinya, Maureen yang merasakan badannya kurang vit terbangun lebih dulu. Dia terkejut saat mendapati sebuah tangan yang memeluk perutnya, bahkan punggungnya menempel dengan sosok disampingnya. Jantungnya langsung berbedar kencang, meskipun mereka adalah suami istri, tapi posisi intim seperti ini bukanlah keinginan mereka. Maureen tidak tahu apakah Mac sengaja memeluknya atau tidak. Dia mencoba melepaskan tangannya Mac,tapi tangan itu malah memeluknya lebih erat. Bahkan seluruh tubuhnya berada dalam dekapan pria itu.

Maureen memegang tangan Mac dengan perlahan, mencoba mengangkatnya, supaya pelukannya terlepas. Tapi malah pria itu tiba-tiba bergerak.

Mac yang merasakan ada yang memegang tangannya membukakan matanya perlahan, dia terkejut saat mendapati wajahnya menempel di kepalanya Maureen. Apalagi saat memiliki tangannya yang lagi-lagi memeluk wanita itu. Cepat-cepat Mac melepaskan pelukannya dan menjauh dari Maureen.

“Apa yang kau lakukan?” bentaknya, dengan wajah merah, serba salah, dia yang memeluk tapi dia yang marah-marah.

“Seharusnya aku yang bertanya apa yang kau lakukan?” tanya Maureen dengan kesal, pria itu malah marah-marah padanya.

“Aku sudah menyuruhmu pindah ke kekamar yang lain, kenapa kau masih saja tidur dikamarku? Aku tidak mau memelukmu terus,” keluh Mac sambil bangun dari tidurnya.

“Kenapa harus pindah kamar, kau kan suamiku, kau memelukku juga tidak apa-apa,” ucap Maureen, padahal dalam hatinya dia sangat gugup saat Mac memeluknya.

Selalu kata-kata itu yang keluar dari mulut Maureen yang membuat Mac semakin sebal saja mendengarnya. Kenapa wanita itu salalu mengingatkannya kalau dia adalah suaminya? Membuat pagi harinya tidaa mood saja. Sangat membosankan, ternyata pindah ke Washington juga tidak berubah, masih harus mendengar kata-kata itu.

“Aku butuh pelayan, kepalaku masih pusing,” kata Maureen.

“Kau tekan bel yang ada di samping tempat tidur itu, nanti pelayan akan datang,” jawab Mac,

sambil turun  dari tempat tidurnya, pergi ke kamar mandi.

Maureen menekan tombol yang ada di dinding itu, sepertinya memang sengaja dipasang jika Mac butuh sesuatu. Tidak berapa lama pelayan datang ke kamar itu.

“Apakah sudah waktunya aku minum obat? Kepalaku terasa pusing,” kata Maureen.

“Baik Mrs, saya akan siapkan sarapannya, ditunggu sebentar,” kata pelayan itu.

Tidak berapa lama Mac muncul sudah rapih dengan stelan jasnya.

“Kau akan langsung bekerja?” tanya Maureen, menatap Mac yang sedang memakai sapatunya.

“Iya,” jawab Mac pendek.

“Seharusnya kalau istri sakit itu  suami mendampingi istrinya, bukan malah ditinggal,” protes Maureen.

Mac selesai memakai sepatunya lalu berdiri menatap Maureen.

“Tidak perlu sok manja-manja, disini banyak pelayan yang akan mengurusmu,” kata Mac.

“Setidaknya kan kalau ada suami disampingku itu akan lebaih baik,’ ucap Maureen.

“lebih baik dari mananya, yang ada kita bertengkar terus,” kata Mac.

“Ya bisa kan tidak bertengkar?” tanya Maureen.

“Sudahlah jangan membuatku kesal, ada apa-apa kau bisa bicara dengan Mr.Turner,” jawab Mac, diapun beejalan menuju pintu.

“Kenapa kau bicara dengan Dokter itu halus? Tidak bisakan kau juga bicara seperti itu padaku?” tanya Maureen.

Mac menghentikan langkahnya.

“Jangan nanya-nanya soal Sharon, itu bukan urusanmu!” kata Mac.

“Tentu saja urusanku,” kata Maureen.

Mac yang akan keluar kamar jadi membalikkan badannya dan menatap Maureen.

“Apa maksudmu dengan urusanmu? Kau tidak mengenal dia,” kata Mac dengan ketus.

“Aku hanya heran saja kenapa kau bisa bicara lembut pada Dokter itu, sedangkan pada istrimu sendiri kau selalu ketus,” ucap Maureen.

“Kau ingin diperlakukan seperti dia? Tentu saja tidak bisa, kau bukan siapa-siapaku,” kata Mac.

“Aku istrimu,” ucap Maureen dengan kesal.

“Ya aku tahu, tapi kau tidak berarti apa-apa bagiku,” kata Mac, membuat Maureen merasa sakit hati, pria itu begitu berterus terang mengatakannya tidak memikirkan perasaannya.

“Jadi Dokter itu berarti bagimu? Kalau memang seperti itu kenapa kau tidak menikah dengannya? Kau pura-pura tidak menginginkan pernikahan padahal kau punya pacar, sungguh aneh,” gerutu Maureen.

“Berhenti membicarakan Sharon, aku tidak suka,” kata Mac, diapun kembali membalikkan badannya menuju pintu kamarnya.

“Kau pulang jam berapa?” tanya Mauren.

Mac tidak menjawab, dia keluar dari kamar itu dan menutup pintunya. Maureen hanya menghela nafas saja. Upayanya mempertahankan rumah tangganya benar-benar butuh perjuangan dan tidak akan terwujud dengan mudah jika keduanta tidak satu tujuan.

Mac berada dikantornya dengan banyak berkas menumpuk di meja kerjanya. Tapi fikirannya masih memikrikan Sharon, dia masih tidak menyangka kalau dia bertemu lagi dengan Sharon.

Dia ingin bicara dengannya, ingin tahu bagaimana kabarnya, apakah dia sudah mempunyai anak dari pernikahannya? Begitu banyak yang dia ingin tanyakan, karena dia sudah terbiasa bercerita berkeluh kasah dengan Sharon bertahun-tahun, yang akhirnya mereka putus kontak setelah perdebatan ditaman itu.

Terdengar handphone-nya berbunyi, dilihatnya ada nama Antonio disana.

“Ada apa?” tanya Mac.

“Kau masih di Lodon?” tanya Antonio.

“Tidak, aku sudah di Washington, ada apa?” tanya Mac.

“Nanti malam kita kumpul sama teman-teman ya, Paul berulang tahun di club,” jawab Antonio.

“Jam berapa? Aku banyak pekerjaan,” kata Mac.

“Jam 8 malam,” jawab Antonio.

“Hemm baiklah, nanti dari kantor aku kesana,” ucap Mac.

“Oke,” kata Antonio, setelah itu telponpun ditutup.

“ Mrs.Margaret!” panggil Mac pada sekretarisnya.

“Ya Sir,” terdengar suara perempuan menyahut dan langsung muncul dipintu.

“Ingatkan aku jam 7, aku ada undangan ulangtahun  dari temanku pukul 8 di club tempat biasa aku kesana, aku langsung ke lokasi dari sini,” perintah Mac.

“Baik, Sir,” jawab Mrs.Margareta.

Setelah bicara dengan sekretarisnya, Mac kembali bekerja lebih cepat, biar nanti sore bisa selesai dan bisa datang ke ultahnya temannya itu.

Tidak terasa, jam sudah menunjukkan pukul 7, sekretarinya yang hari itu masih menunggu Mac bekerja mengingatkannya untuk pergi ke tempat ulangtahun temannya.

Macpun mengendarai mobilnya menuju tempat lokasi ulangtahunnya Paul. Hingar bingar music di club malam itu sangat memekakkan telinga bagi yang tidak terbiasa dengan kebisingan.

Teman-temanya Mac sudah banyak yang datang di area club itu, dengan suasana temaram dan lampu berkelap kelip, tampak penari- penari diatas pentas meramaikan suasana.

“Hai Mac, bukankah kau sedang di London?” seru Paul saat melihat temannya datang.

“Aku baru datang kemarin,” jawab Mac.

“Kalian sudah berkumpul?” sapa Mac pada teman-teman berkumpulnya yang ternyata sudah berkumul di satu set sofa yang panjang.

Mac melihat diantara teman-temanya itu mereka ditemani oleh wanita-wanita cantik. Tapi Mac bersikap biasa saja, dia sudah terbiasa melihat teman-temannya bersama wanita-wanita berganti ganti.

“Kau butuh teman?” tanya Antonio, sambil melirik wanita yang sedang bersamanya.

“Tidak,” jawab Mac.

“Kau selalu menolak,” keluh  Antonio.

“Tentu saja dia menolak, kerena biasanya dia selalu bersama Dokter itu,” kata Paul.

Mac hanya tersenyum kecil mendengar ucapan temannya. Merekapun mengobrol sambil becanda.

Maureen berjalan mondar mandir diruang tamu, matanya melirik jam di dinding, sekarang sudah pukul 10 suaminya belum pulang juga. Dia merasa gelisah. Baru juga sehari tiba di Washington, dia sudah ditinggal dirumah sendirian. Dia merasa kesepian dirumah sebesar ini.

Maureen sudah menelpon berkali-kali ke handphone-nya Mac tapi tidak diangkat juga, tentu saja deringnya tidak terdengar karena berisiknya music di club itu.

“Mr. Turner, biasanya Mr. McLaren pulang jam berapa?” tanya Maureen.

“Tidak tentu Mrs, kadang tidak pulang juga,” jawab Mr. Turner.

“Tidak pulang?” gumam Maureen. Dia jadi berfikir kalau Mac tidak pulang terus dia tidur dimana? Apakah Mac sebenarnya suka main perempuan?

“Kira-kira aku harus bertanya pada siapa, aku ingin bicara dengan suamiku,” kata Maureen.

“Tanya pada Mrs. Margareta saja,” kata Mr. Turner. Diapun mengambil handhone-nya dan memberikan nomor Mrs. Margareta.

Maureen menelpon sekretarisnya Mac itu.

Mrs. Margareta tampak bingung dengan nomor yang tidak dia kenal itu.

“Aku istrinya Mac,” ucap Maureen.

“Ya Mrs, ada yang bisa saya bantu?” tanya Mrs. Margareta yang sudah ada di rumahnya.

“Suamiku belum pulang, apakah dia masih bekerja dikantor?” tanya Maureen.

“Tidak Mrs. Mr. McLaren sedang ke ulang tahun temannya,” jawab Mrs.Magareta.

“Kira-kiria kapan pulangnya?” tanya Maureen.

“Saya kurang tahu kalau itu,” jawab Mrs.Margareta.

“Ya baiklah, terimakasih,” jawab Maureen. Telponpun ditutup. Lalu Maureen menoleh pada Mr. Turner.

“Mac sedang ada undangan ulangtahun di club malam, biasanya dia pulang jam berapa?” tanya Maureen.

“Tidak tentu Mrs. Bisa dini hari bisa juga tidak pulang kalau sedang berkumpul dengan teman-temannya,” jawab Mr.Turner.

Mendengar jawaban Mr. Turner mebuat Maureen berfikir, kebiasan Mac itu sangat buruk. Apa yang dilakukannya Mac di club malam sampai larut dini hari atau bahkan tidak pulang? Hatinya semakin gelisah saja, dia membayangkan Mac memang terbiasa dengan pergaulan bebas, dan kebiasaannya itu terbawa sampai sekarang.

Membayangkan Mac bersama gadis-gadis di Club, membuat hati Maureen terasa terbakar, meskipun mereka belum menjadi suami istri seutuhnya, dia tidak mau suaminya memiliki kebiasaan buruk, kalau dulu masih sendiri jangan disamakan dengan sekarang yang sudah memiliki istri.

Maureen kembali menelpon sekretarisnya Mac menanyakan alamat club malam itu, dia akan menyusulnya dan membawa Mac pulang.

***************

1
Ivana Monica
sedih nih sampe skrg ga daa lanjutannya..
dr awal cerita dr ayah n mama max aku bc.. masa skrg ga da lg cerita nya..
Ivana Monica
sedih bnr ga da lanjutan lg
Ivana Monica
kyk nya ga bakal da lanjutan lg ya??? ceritanya jd lupa nih..
ʕ´•ᴥ•`ʔ
masih menunggu kelanjutan mac sama mauren, hampir satu tahun ni menunggu
UTIEE
🌹🌹🌹🌹🌹
ʕ´•ᴥ•`ʔ
sampai sekarang belum jg next 👉 udh menganti tahun bentar lagi juga mau ganti tahun lagi ni author di lanjut yukk tanggung udh setengah jalan gak pulang" dong 📄
ʕ´•ᴥ•`ʔ
lanjut yuk ini bukan lagi bulan tapi tahun sudah berganti tahun loh blm di lanjut ya 😄
Anisjuliana Zakaria
lanjutt thor sayanggg..ngakk rela mac and maureen Gantung teruss😭
Edy Pamuji
aku rindu Mac dan maureen
Nartyana Gunawan
kak kalo yang di lapak sebelah mistery merrid with rich man gimana kak..masih lanjut kan ??
bigstone: sekarang sudah tamat kok kak.silahkan dilanjutkan bacanya 🥰
aku udah baca sampe tamat.kalo sekarang aku nungguin suami ternyata milyarder karya kak RR Maesa di lapak yg sama dg Mystery married with rich man
total 1 replies
Jenk Retno Hany
lanjutannya mana ini
rossydah96
Lnjut thor nulisnya aku suka
Asrika Alexander
kapan up Thor uda lama ditungguin
jennifer
ini mau hiatus sampai brp lama ya thor?? atau udh gak dilanjut lg ya??
Sungai Panjang
thorrrrr.. lama bgt Ampe 5 bulan kita gak ketemu 🥺🥺🥺🥺🥺🥺


makasih ya karya nya... sehat2 disana...


aku padahal penggemar berat 😭bakalan kangen nih
Siti Harum Munthe
gak suka karakter ceweknya
Siti Harum Munthe
dasar suka tuh mauren. kan ada kamar lain. dasar pengen sekamar mac
nur imamah
kenapa harus dipaksa dijodohkan sih...
nia kurniawati
ditunggu up nya ya
<ᴍᴀʀɪᴀ ʜᴀ ɴᴀ>👑 Ha Na maria💣
bln ramadhan udah lama lewat tp kok blm up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!