NovelToon NovelToon
Ambang Batas

Ambang Batas

Status: tamat
Genre:Saudara palsu / Cintapertama / CEO / Tamat
Popularitas:753.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Moena Elsa

Siang itu Berlian berniat pulang kerja lebih awal, dengan tujuan untuk memberi kejutan pada sang suami. Hari ini adalah anniversary pernikahan mereka yang ke tujuh.
Tapi kenyataan kadang tak sesuai ekspektasi. Niat awal ingin memberi surprise, malah dirinya sendiri yang terkejut.
Berlian mendapati sang suami asyik berbagi peluh dengan adik di ranjang miliknya.
Kedua kakinya tak mampu lagi menopang badan, hatinya luruh lantak melihat kenyataan di depan mata.
"Sayang, ini tak seperti yang kamu lihat," alibi laki-laki yang menjadi suami Berlian.

Akankah Berlian tegar menghadapi atau malah hancur meratapi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semua Kisah (2)

"Nak, maafkan orang tua ini. Beri kesempatan aku menebus semua kesalahan di masa lalu," ucap tulus tuan Wiranata.

Berlian diam, belum menanggapi.

"Uncle menjauh dari keluarga besar, sampai perusahaan menjadi besar begini. Toh itu tak bisa membeli bahagia yang hakiki. Rasa bersalah terus mengiringi," kata Dom bijak, menengahi keduanya.

"Kalau bisa memilih dan menolak garis kehidupan yang ditakdirkan. Semua orang pasti ingin hidup bahagia tanpa problem. Dunia tenang dan damai," imbuh Dominic.

Berlian masih diam.

"Teruslah berjalan untuk masa depan, masa lalu adalah bagian cerita hidup kita. Tidak harus dilupakan, dan tidak harus dikenang juga," ujar Dom.

"Uncle berusaha memperbaiki semua. Berilah kesempatan pada pak tua ini," ucapan Dom yang awalnya serius berakhir dengan tatapan tajam didapat dari tuan Wiranata.

"Tumben hari ini, omongan ku bijak banget," Dominic terkekeh.

"Gimana honey ku sayang?" Dominic merengkuh pundak Berlian.

Berlian kaget, sedetik kemudian menghela nafas panjang. Cerita hidupnya memang rumit, tapi bukan berarti tak bisa memaafkan.

Tuan Wiranata menatap Berlian dengan penuh harap. Nampak guratan kesedihan di sana.

"Hhhmmm, tak seharusnya anda meminta maaf pada saya tuan. Karena ini adalah jalan kehidupan yang musti kita jalani. Seperti kata tuan Dominic tadi," lega rasa hati Berlian.

"Apa itu artinya kamu bisa menerima pak tua ini nak?" Berlian mengangguk pasti.

"Hhmmm oke, aku adalah saksi. Dua insan yang terpisah mulai bersatu kembali dalam sebuah keluarga," kata Dom, ikut merasakan kebahagiaan itu.

Ketiganya tersenyum bahagia.

Dominic reflek memeluk wanita yang berbesar hati menerima pahit nya masa lalu itu.

"Eits...," tuan Wiranata berdiri dan melerai pelukan Dom.

"Halalkan dulu," seru tuan Wiranata.

"Nak, makasih," tuan Wiranata ganti memeluk Berlian.

Dominic tak rela, "Uncle, cukup!" seru Dominic, menyisakan Berlian yang tertawa melihat tingkah keduanya.

"Nak, kapan pindah ke sini? Rumah ini sepi,". Kata tuan Wiranata.

"Sapa suruh buat mansion segedhe gaban," ulas Dominic.

"Kalau mansion pasti besar, beda sama gubuk," balas tuan Wiranata.

"Nak, Minggu depan siapkan dirimu. Ayah akan mengadakan penyambutan kedatanganmu," bilang tuan Wiranata.

Sebutan ayah yang dikatakan tuan Wiranata terasa adem di dada. Berlian teringat sosok tuan Adrian yang selama ini dianggap sebagai ayah nya.

"Apa harus seperti itu tuan?" tanya Berlian.

"Panggil ayah, atau apapun yang penting kamu nyaman," pinta tuan Wiranata.

"A...ayah," panggil Berlian.

"Nah, begitu lebih baik," ungkap tuan Wiranata.

"Dom, bantu uncle untuk acara Minggu depan," bilang tuan Wiranata.

"Ayah, aku belum siap. Biar saja seperti ini dulu," tukas Berlian menolak.

Status menjadi putri dari seorang pengusaha terkenal saja membuatnya kaget. Berlian belum sesiap itu dikenalkan ke publik.

"Uncle, pelan-pelan aja. Tak harus dipaksakan," saran Dom.

"Hhhmmm baiklah, ayah ngikut kalian aja," sahut tuan Wiranata.

"Uncle, ada lagi yang ingin ku bahas," seru Dom.

"Ketiga orang itu? Terserah kau saja Dom," ulas tuan Wiranata.

"Penjara terlalu enak buat mereka," kata Dominic.

"Siapa?" sela Berlian.

"Mantan keluarga mu," beritahu Dominic.

"Mantan keluarga? Apa yang kamu maksud Adrian cs?" tanya Berlian.

"Tentu saja. Siapa lagi?" tanggap Dom.

Berlian menautkan alis.

"Apalagi yang mereka lakukan?" tanya serius Berlian.

"Bukannya ada yang minta uang sama kamu?" Dom balik bertanya.

Berlian teringat kejadian di resto.

"Ajak aku menemui mereka," pinta Berlian.

Dom lumayan kaget dengan reaksi Berlian.

"Urusan ku sama mereka harus tuntas," tekad Berlian.

Banyak kesulitan yang dihadapi Berlian selama hidup bersama mereka.

.

'Kenapa nasibnya selalu lebih baik dariku. Mas Arya berhasil ku rebut. Tapi tuan Dom mendekati. Dan sekarang, dia adalah anak kandung pengusaha kaya dan kekayaannya bahkan tak jauh beda dengan keluarga Alexander. Sial... Sial...," Intan berharap semua cerita papa nya barusan tak ada yang benar.

"Aaaahhhhhhhh....," Intan berteriak meluapkan rasa kecewa.

"Intan, diam lah! Kita harus segera pergi. Bahaya jika Dominic Alexander bertindak," seru tuan Adrian.

Tuan Adrian berusaha kuat melepas ikatan.

"Pah, aku tak mau miskin lagi," sela nyonya Adrian.

"Buruan! Aku tak mau dihabisi Dom," kata tuan Adrian.

"Pah, kita minta tolong Berlian saja," usul nyonya Adrian.

"Kita cukup akting sedikit, dia pasti luluh. Aku tahu betul siapa Berlian," lanjut nyonya Berlian.

"Caranya? Ponsel aja kita tak punya," sela Intan ketus. Cemburu dengan nasib baik Berlian.

"Intan, kamu harus bisa mengambil hati kakak mu," suruh tuan Adrian.

"Kakak?" Intan semakin sewot.

"Kita harus bisa meyakinkannya," lanjut tuan Adrian.

"Lagian Pah, kita ini sudah repot menampung dia sedari kecil. Harus ada balas budi, iya nggak sih?" sahut nyonya Adrian.

"Betul tuh kata mama. Hubungan imbal balik, jangan mau enaknya doang. Numpang," imbuh Intan.

Tuan Adrian berhasil melepaskan ikatan. Pergelangan tangan terluka karena bekas tali yang mengikat.

"Pah, bantuin," kata nyonya Adrian.

"Aku juga pah," Intan ikutan.

Tak berselang lama, ketiganya mengendap keluar kamar.

"Kebetulan nggak terkunci. Anak buah Dominic teledor banget," kata tuan Adrian berbisik. Takut terdengar oleh para pengawal.

"Ayo pah, sebelah sana. Pintunya terbuka," bilang Intan.

"Hhhmmm," ketiganya melangkah ke sana.

Prok.... Prok ...

Terdengar suara tepuk tangan di belakang ketiga nya.

"Wah... Wah ... Mau kemana nih? Tak sabar banget tuk ditangkap," Dominic duduk tenang, senyum sinis menghiasi.

Ketiga orang itu spontan membalikkan badan.

'Kapan dia datang? Barusan nggak ada orang,' batin tuan Adrian.

"Kita mau ke toilet tuan Dom," tuan Adrian beralasan.

"Nggak melarikan diri kan?" sindir Dom.

"Enggak tuan. Mana berani kita melakukan nya," tuan Adrian tersenyum kaku. Sementara nyonya Adrian dan Intan menatap tajam ke arah tuan Adrian yang bicara ngasal.

"Honey, kemarilah! Apa kamu nggak kangen sama mereka?" seru Dom.

Terdengar langkah heel menapak lantai mendekat.

"Haiii semua," sapa Berlian, dan langsung duduk di samping Dominic.

Intan spontan mendekat.

"Kak Berlian, apa kabar?" Intan hendak memeluk Berlian.

"Eits tunggu dulu," tahan Berlian membuat Intan mengurungkan niat.

Nyonya Adrian Kusuma mendekat.

"Berlian, anakku. Bagaimana pun kami ini orang tua kamu. Yang mengasuh, memberi makan dan juga memberi mu tempat berteduh," jelas nyonya Adrian.

Berlian tertawa sarkas.

"Oh ya?" tanya Berlian mempertegas.

"Tempat berteduh? Kasih aku makan? Mengasuhku?" mata Berlian memicing.

"Kak, sudah lah. Maaf kan kami, nggak usah dipersulit lagi," kata Intan.

"Dipersulit yang bagaimana maksud kamu?" tatapan tajam didapati Intan.

"Bukan kah kita sudah meminta maaf, kenapa musti diperpanjang lagi," balas Intan. Tak terlihat rona penyesalan di wajah ketiga nya.

"Oh ya Nak, tolong bantu kami. Ini saat nya kamu peduli pada keluarga kamu ini," tuan Adrian menambahi.

Hati Berlian merasa miris.

'Ini kah orang yang mengaku keluarga nya? Keluarga yang mendekat saat butuh,'

Dominic mengelus pundak Berlian menguatkan.

"Asal kalian tahu, rumah yang kalian tinggali atas nama mama Indah Wijaya. Kalian yang bilang merawat ku, toh nyatanya kalian biarkan aku mengais rejeki sendiri. Makan minum yang kalian berikan sudah aku ganti sebagai babu gratisan. Balas budi apalagi? Bukankah sudah kubayar lunas?" tegas Berlian.

"Dan sekarang! Dengan tak tahu malu nya kalian anggap aku sebagai keluarga. Semut aja ketawa terbahak melihat ini," Berlian meluapkan emosi.

.

.

Kepoin part selanjutnya guysss

1
Mamah Dini11
masih aja mau menggacau udh jelas laki nya gk mau masih saja di akalin dasar si kinara cewe sinting , dn si arya oon emang anak buah dominic diam aja gitu , enggaklah kmu itu arya kinara dlm pantowan anak buah dom , emang setelah jebak dom kmu bebas gitu kinara ,tentu tdk doong enak saja .
Mamah Dini11
selamat ya ber jaga baik2 kandungan nya kmu menanti nya lama loh ,nurut apa kata suami semoga lancar lahiran nya , udh gk sabar nunggu si kembar💪💪💪
Mamah Dini11
semoga benar2 hamil kmu berli
Mamah Dini11
bau2 nya berlian ngidam deh , semoga saja benar jadi sebutan mandul nya tdk benar, dan kapan sih berlian di umumin anak tuan wira nya kok lama ,pasti tuan alex malu nanti kalau tau berli anak sahabatny
Mamah Dini11
iya setuju kak kita berdoa bareng2 🤭🤭
Mamah Dini11
menantu vs mertua ini barang langka harus di abadikan😄😄😄
Mamah Dini11
moga lancar acaranya dom ,
Mamah Dini11
untung berlian datang walaupun tetep itu melakukan kesalahan tpi mau gimana lgi daripada si ular kinara ,rasain tuh kinara kmu yg menjebaknya gigit jari
Mamah Dini11
ah gfk seru thor kalau dominic melakuan itu dgn si ular kirana , beneran kan kehawtiran berlian , dn tuan wira gk akan merestui berli sm si dom kalau si dom anu2 sm si ular itu, walaupun di jebak tetep aja si om salah
Mamah Dini11
aduhhh moga aja dominic dn asisten brian bisa mengatasinya. knu kurang hati2 dom kan tau si kinara ada di sana main minum aja kmu ,ayo beri pelajaran tuh si ulet bulu kinara pengacau dasar
Mamah Dini11
gk punya harga diri banget si kinara mengemis cinta walau di tolak dasar muka tembok
Mamah Dini11
mending nikahkan saja tuan wira putrimu segera pasti dominic gk akan nolak biar berli ada yg jaga
Mamah Dini11
mulutmu kayaknya mau di sumpal tuh dari tong sampah, apa gitu artis terkenal lulusan LN gk punya etika si kinara ini , kalau udh tau kebenaran nya berlian anak siapa pasti dia malu
Mamah Dini11
kmu juga harus hati2 berli mulai sekarang , jgn jln sendirian takutnya kluarga santoso mencari jln lain
Mamah Dini11
dikira ada tanyangan di layar lebar , melihatkan kelakuan jelek nya si kinara eeeeehhhh tau nya cuman sambutan sedikit dari dominic
Mamah Dini11
bikin acara sendiri ni tuan domonic gimana dgn acara kluarga nya , biarkan aja dehhh ,moga aja seuai harapan dominic , semoga lancar acaramu tuan tak terganggu dgn kluargamu , nanti juga kalau ibumu tau berlian anak siapa sebenarnya pasti ibu dom malu sendiri , di tunggu hari iti thor
Mamah Dini11
hidup berlian ribet juga ya , semoga stelah terbongkar smuanya masalalumu ber hidupmu ada kedamaian betubah segalanya , dan terima lamaran dominic berlian tunggu apalagi moga aja ortu dom merestui setelah tau kmu anak tuan wiranata ,kmu berhak bahagia ber ,dan tinggalkan penderitaanmu,, kluaga adrian yg slalu ganggu kmu , biar dia jadi urusan domonic
Mamah Dini11
msh abu2 cerita tuan wiranata ,apakah ayah kandung berlian , tpii kalau iya kenapa gk lgsung ngasih tau berlian dn kenapa mama nya berlian malah pergi mwningalkan nya , ada apa sih sbnarnya , kayak bertele2 gitu gk jelas
Mamah Dini11
itu karmamu intan bilang jijik ke ortumu kmu juga sm mnjijikan nya. dasar kluarga sinting smua ,slamat menikmati dlm ruangan yg pengap ,bkn nya intropeksi diri malah makin menjadi ,
Mamah Dini11
moga saja iya ,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!