Mami mami,dimana papi?
mami mami, bawa kami kepada papi..
..
..
Melelahkan menjadi orangtua tunggal.
apalagi harus mengasuh dan merawat dua anak kembar.
mereka sudah tumbuh besar,aku harus siapkan banyak jawaban untuk mereka.
mereka selalu bertanya dimana papi? siapa papi? dan kenapa papi pergi?
sungguh aku bingung,mau jawab apa..
..
..
aku terkejut saat aku mendengar,anak anakku berdoa dan meminta agar papinya kembali kerumah hidup bersama sama dengan bahagia..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Anggie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MAD - CLYDK S2
Darren memberi kabar kepada Jane dan Alberto jika Ethan sedang sakit. Alberto dan Jane datang ke rumah sakit untuk melihat keadaan Ethan.
♡♡♡♡
RUMAH SAKIT
~VIP 5~
Jane: Kalian sungguh akan menikah?? Wah..... Aku senang Et, kau akhirnya tidak sendiri lagi. Selamat Stecy, semoga bahagia selalu.
Stecy: terimaksih Jane. Selamat juga atas bersatunya kalian, aku terharu melihat kalian di atas altar.
Ethan: berbahagialah Jane, senang akhirnya kalian bisa bersama. 15 tahun bukan waktu yang singkat untuk seorang wanita menanti pria nya.
Stecy: 15 tahun?? (Manatap Ethan)
Ethan: iya, 15 tahun. Mereka sudah berpisah 7 tahun pada awlanya, lalu bertemu dan terpisah lagi selama 8 tahun, saat kecelakaan di Amerika.
Stecy: (mendekati Jane dan memegang tangan Jane) maaf Jane, aku tidak tahu jika kau semenderita itu demi menunggu Alberto. Maaf karena sebelumnya membuatmu tidak nyaman.
Jane: tidak masalah Stecy. Aku senang kau jujur. Aku tau, pesona suamiku memang wow! Jangan kan kamu yang merawatnya, kemana pun kami pergi aku selalu melihat penggoda,(tersenyum)
Stecy: hahaha(tertawa) kau harus lindungi suamimu agar tidak diculik Jane.
Jane: ya tentu. Kau juga jaga Ethan ya. Dia punya banyak penggemar wanita. Hanya saja Ethan tidak pernah memilih wanitanya.
Stecy: Aku beruntung sekali. Aku langsung mendapatkan perhatiannya saat pandangan pertama.(tersenyum)
♡♡♡♡
Alberto menemui Darren dan Karren di ruang belajar seperti biasanya.
Karren: hai papi (tersenyum)
Darren: hai pi
Alberto: hai, anak anak papi yang tampan dan cantik(duduk di sofa)
Karren: pi, bulan depan saat kami ke korea papi dan mami ikut kan?
Alberto: tentu saja, kita sudah buat kesepakatan bukan? Memangnya ada apa? Kalian tidak ingin papi dan mami ikut?
Karren: tidak, bukn itu. Kami akan senang jika papi dan mami ikut. Kita bisa jalan jalan bersama di sana bukan?
Alberto: tentu saja kita akan pergi jalan jalan disana. Papi akan buat kalian selaly tersenyum bahagia(terseyum lembut)ah.. iya, papi hampir lupa. Darren??
Darren: ya pi? (Sibuk dengan komputer)
Alberto: jangan lukai hati wanita anakku. Jika kau tidak mencintainya, jangan membuatnya menangis. Oke?? Sapalah penggemarmu baik baik, jangan berlari seperti tadi.
Darren: hmm.. ok (tetep fokus pada komputer)
Karren: papi istirahat saja, kami masih ada beberapa tugas, akan tidur setelah selesaikan tugas.
Alberto:(tersenyum) malam sayang(memeluk dan mencium karren kilas)
Karren: malam papi.
Alberto: jangan terlalu memaksa diri, jika lelah pergi tidur. Besok bisa dilanjutkan (menepuk bahu Darren)
Darren: ok pi, selamat malam..
Alberto pergi dari ruang belajar. Alberto kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Sementara Darren dan Karren masih sibuk dengan tugas mereka.
Darren: sial! Gara gara wanita wanita tadi aku jadi harus bekerja keras kerjakan ini sekarang.(dalam hati)
Karren: ada apa pangeran? Kau terlihat marah?
Darren: aku benci wanita..(dingin)
Karren: hei, aku juga wanita. Kau membenciku??
Darren: (menatap Karren) kecuali kau dan mami.(tersenyum tampan)
Karren: aku msngayangimu pangeran(merangkul Darren)
Darren: (memegang erat tangan Karren) aku juga menyayangimu puan putri. Kau juga jangan sembarangan berkenalan dengan pria.
Karren: aku juga membenci pria, kecuali kau, papi, papa dan paman Alex. (Merebahkan kepalanya ke bahu Darren)
Darren:(mengusap lembut kepala Karren) jaga lah dirimu Kao. Tidak selamanya kita bersama bukan?
Karren: (mengeratkan rangkulan) kau jangan bilang begitu. Hany kau yang menjagaku sejak kecil. Aku tidak akan bisa perpisah darimu Dao. Aku tidak mau jauh darimu.
Darren: ya baik lah, sekarang lepaskan tangan mu. Ini sangat mengganggu.
Karren: (melepas rangkulan dan mencium kilas pipi Darren) i love you..
Darren: (tersenyum) i love you too..
Darren dan Karren cepat cepat selesaikan tugas mereka dan pergi ke kamar masing masing untuk tidur.
Karren: malam pangeran, mimpi indah..
Darren: malam tuan puti, mimpi indah..
Mereka masuk dalam kamar masing masing, dan pergi tidur.
☆Darren☆
Aku keluar dari kamar mandi dan akan ganti pakaian. Pintu kamarku diketuk perlahan, lalu terbuka. Karren masuk dan kdmbali memutup pintu. Aku cepat memakai seragamku. Karren berjalan perlahan ke arahku.
Karren: Dao (berbisik)
Aku manatapnya tanpa menjawab. Dia tiba tiba jinjit dan berbisik padaku. Mataku langsung melebar. Aku tersenyum tipis. Karren memukul bahuku.
Darren: hei, sakit!!
Karren: aku serius, jagan mengejekku! (Kesal)
Darren: kau mintalah pada mami.
Karren: aku malu, kau saja yang mintakan.
Darren: hei ****, kau malu kepada mami tapi tidak malu padaku?
Karren: kau kan saudaraku, apa salahnya aku berbagi denganmu.
Darren: mami kan mami kita. Tunggu aku bersiap aku akan panggilkan mami. Kau tunggu saja di kamarmu.
Karren:(tersenyum) yeeey.. terima kasih.
Karren pun keluar dari kamarku. Astaga saudaraku ini sungguh merepotkan. Aku selesai mengganti pakaianku, aku pergi ke luar dari kamarku menuju kamar mami dan papi. Aku ketuk pintu kamar mereka perlahan. Pintu terbuka, mami menatapku dan tersenyum
Jane: hallo tampan, selamat pagi..
Darren: pagi, mami datanglah ke kamar Karren dan bawakan...
Aku mendekat dan berbisik kepada mami, mami terkejut dan tertawa kecil.
Jane: baik, kau bersiap lah.. mami mengerti apa yang kau maksud(masuk ke kamar dan menutup pintu)
Aku berjalan ke ruang belajar dan memeriksa ulang tugas tugasku.
☆Karren☆
Aku merasa aneh semenjak bangun tidur. Aku berdiri dan melihat noda merah dinranjang. Aku kaget aku loncat dari ranjang. Aku menatap ke cermin baju tidurku bagian belakang juga ada noda merah.
Aku kekamar mandi dan keluar, aku pergi ke kamar mami, ingin mengetuk pintu tapu tidak jadi. Aku pergi ke kamar Darren. Aku perlahan mendekati. Aku berbisik padanya jika aku sedang datang bulan.
Dia tersenyum, apa dia sedang mengejekku? Aku kesal dan aku pukul kuat bahunya. Dia tidak tau jika aku panik. Ini adalah hal pertamama bagiku. Darren menyuruhku menunggu di kamar dan akan memanggil mami. Aku menurut, aku pergi keembali ke kamarku.
Aku berjalan mondar mandir dan sesskali ke kamar mandi. Aku menunggu mami. Pintu kamarku terbuka mami masuk dan membawa tas, memberikan kepadaku.
Jane: bergantilah dan bersiaplah turun. Mami akan buatkan sesuatu yang hangat agar perutmu terasa nyaman.
Mami keluar dengan senyuman diwajahnya. Aku segera masuk ke kamar mandi dan bersiap untuk sekolah.
☆Janice☆
Aku mencari yang Karren perlukan. Aku memberikan bungkusan baru. Alberto melihatku dan bertanya.
Alberto: mau kau bawa ke mana itu?(melihat sesuatu di tangan Jane)
Jane: aku berikan pada Karren.
Alberto: gadisku? Sudah waktunya kah?
Jane: ya begitulah, tadi Darren datang memberitahu. Aku keluar dulu, kau bersiaplah dsn turun. Bawa dasimu turun, aku akan pasangkan dibawah.
Aku keluar dari kamr dan masuk ke kamar Karren, aku beri bungkusan ditanganku dan keluar. Aku akan buat sesuatu yang mengjangatkan perutnya. Pengalaman pertamanya mengalami masa bulanan.
Aku turun ke dapur dan bersiap. Aku membuat bubur untuk sarapan. Dan membuatkan minuman hangat untu Karren agar dia nyaman saat belajar dan beraktivitas.
Aku sudah siapakan semua di meja makan. Tinggal menunggu suami dan dua anakku turun. Aku selesai membersihkan dapur, berjalan ke arah meja makan, aku melihat Darren dan Karren duduk di meja makan. Aku meletakkan minuman yang aku buat spesial untuk karren di hadapannya.
Jane: minumlah ini sayang, agar perutmu terasa nyaman(lembut)
Karren: terimaksih mami.
Alberto turun, aku mengambil alih membawa tas kerja dan jasnya. Aku letakan di kursi kosong samping ku. Aku memasang dasi Alberto. Alberto menatapku dan menggodaku dengan matanya yang indah.
Aku marapikan kemejanya dan menepuk dua bahunya.
Jane: duduk lah dan makan.
Aku sibuk menyiapakan sarapan mereka. menuang bubur untuk Alberto dan anak anak dan untukku sendiri. Aku senang, karena sekarang kekuargaku sudah lengkap.
Ting Tong..
Ting Tong..
Bel rumah berbunyi, aku berdiri dan berjalan ke arah pintu utama. Aku membuka pintu dan melihat asisten Ethan.
"Pagi nyonya Edden"
Jane: hallo, pagi.. masuklah kami sedang sarapan.
" tidak nyonya, saya hanya ingin memberikan ini"
Memebertiku sebuah undangan.
Jane: ah baik lah, terimkasih.
Aku menerima undangan itu.
"Saya permisi nyonya"
Aku mslihat asisten Ethan pergi, aku masuk kedalam dan menutup pintu kembali. Aku melihat undangan itu. Membuka dan membaca. Wooow minggu ini Ethan dan Stecy akan menikah.
Aku kembali ke meja makan dan memberika undangan pada Alberto. Alberto tersenyum.
Alberto: akhirnya, menikah juga.
Karren: apa itu undangan dari papa?
Jane: iya, hari minggu nanti akan menikah.
Ayo ayo, kalian harus segera bergegas.
Alberto: kalian papa antar, paman Boby sedang ads urusan jadi pergi ke inggris.
Jane: ada masalah??
Alberto,: tidak, hanya saja papa membutuhkannya.
Jane: oh..
Albeto: ayo ayo kita berangkat.
Darren,Karren: bye mami..(melambai dan berjalan menuju pintu utama)
Alberto: sayang, aku pergi dulu.
Jane: ya pergila.
Aku membereskan mangkuk kotor. Tanganku ditarik, Alberto mencium bibirku lembut. Umh..aku melepaskan ciumannya.
Jane: hei tuan, tidak kah kau puas? Aku sudah melayanimu setiap malam dan pagi.
Alberto: bagaimana jika aku bolos? Aku ingin bersamamu hari ini.
Jane: ayolah, anak anak akan terlambat nanti.
Aku mendorong Alberto keluar rumah. Anak anak sudah naik ke dalam mobil, Alberto masuk dan menutup pintu mobil.
Darren, Karren: bye Mami(melambai)
Alberto: bye honey(mengedipkan satu mata)
Aku tersenyum dan melambai.
"Bye bye sayang.. hati hati"
Aku kembali masuk dan menutup pintu. Aku membersihkan meja makan dan dapur. Aku menjadi sibuk.
♡♡♡♡
SEKOLAH
Mobil Alberto berhenti di Lobby. Karren dan Darren turun dari mobil. Alberto menurunkan kaca mobil.
Alberto: kirim pesan pada papi jika kalian sudah pulang, Karren hati hati jangan sampai terluka.
Darren,Karren: ok
Alberto: papi pergi dulu(Alberto melambai dan menaikan kembali kaca mobil)
Alberto dan mobilnya pergi, Darren dan Karren berjalan bersama menuju kelas. Di tengah jalan Darren dan Karren berpisah.
Mereka berjalan ke kelas masing masing.
♡♡♡♡
NICE ENTERTAIMENT
~RUANG PRESDIR~
Lee datang menemui Alberto di ruangannya. Mereka berbincang di sofa.
..
..
..
Lee: jadi bagaimana menurut anda presdir?
Alberto: model ya? Aku harus tanyakan pada anak anakku dulu. Mereka mau atau tidak. Juga pada maminya. Aku tidak bisa putuskan sendiri.
Lee: tolong tanyakan segera presdir. Ini moment langka. Brand ternama kelas dunia ingin si kembar menjadi model mereka. Dan kerja sama dengan Nice Entertaiment.
Alberto: begini saja, nanti kita adakan rapat. Aku akan ajak istri dan anak anakku datang kekantor. Kau tanya sendiri saja.
Lee: terimakasaih presdir. Saya permisi.
(Berdiri dan pergi keluar ruangan)
Alberto mengambil ponsel di saku jas dan menghubungi Jane.
Alberto: Hallo..
Jane: sayang, ada apa??
Alberto: kau sedanga apa??
Jane: aku selesai menjemur baju. Sekarang sedang santai di kamar. Ada apa??
Alberto: datanglah ke Nice, ada hal penting yang ingin aku bahas denganmu.
Jane: baiklah, aku mandi dan akan segera kesana. (Memutus panggilan)
Alberto mengambil proposal di meja. Dan membacanya. Alberto membolak balik halama proposal.
Alberto: Anak anak mau tidak ya? Mereka biasa melakukan misi dengan sembunyi sembunyi. Sekarang harus tampil di depan kamera dengan tersenyum. Sudahlah! Biar mereka yang putuskan. Apapun keputusan mereka aku akan dukung.
Alberto berjalan menuju meja kerjanya. Meletakkan proposal di meja. Alberto kembali memeriksa beberapa Email.
♡♡♡♡
☆Janice☆
Aku datang ke Nice Entertaiment. Aku langsung menemu Alberto di ruangnnya. Di dalam ruangannya aku melihat Alberto sedang berbincang dengn seseorang lewat telepon. Tangan Alberto terlihat beberapa kali mengetik keyboard.
Aku mendekati Alberto dan mencium pipinya kilas. Aku tersenyum dan berbalik. Tanganku ditahan, dia memberiku sebuah proposal dan tersenyum padaku. Aku menerimanya. Aku berjalan ke sofa, aku letakkan tas dan mantel ku. Aku duduk dan bersandar. Perlahan lahan aku baca proposal itu.
Alberto selesai dengan pekerjaanya dan berjalan ke arahku. Alberto duduk di sampingku.
Jane: ini untuk anak anak?
Alberto: ya, ini hanya salah satu. Di meja Lee masih ada 4 proposal lagi.
Jane: apa? Masih ada lagi?
Alberto: iya ada proposal produk makanan, elektronik, asesories dan pariwisata.
Jane: kalu tanyakan langsung saja pada mereka. Aku tidak bisa melarang mereka jika mau dan tidak bisa memaksa mereka jika mereka menolak.
Alberto: maka dari itu aku akan bawa anak anak kesini. Jika menurutmu bagaimana??
Jane: aku setuju setuju saja, asal mereka tidak melalaikan sekolah. Dan mengatur waktu mereka.
Alberto : aku setuju denganmu sayang. Apa kita perlu mendaftar juga sebagai model iklan?
Jane: kau sudah terlalu tua sayang. Tidak akan ada produser yang melirikmu. Kecuali aku.
Alberto: ayolah, kita coba berpose panas untuk iklan dewasa(tersenyum tampan dengan pandangan menggoda)
Aku langsung terdiam. Aku memalingkan wajahku pura pura tak melihatnya. Dia msnjadi pria dewasa yang genit. Sungguh msmbuat aku malu. Wajahku langsung merah, rasanya seperti terbakar.
Jane: aku tidak mau. Kau saja sendiri yang menjadi model iklan dewasa.
Alberto menarik tanganku dan langsung mencium bibirku lembut. Jantungku berdetak kencang. Aku mencengkram kuat lengan Alberto. Aku merasakan nafas hangat Alberto yang menerpa wajahku. Aku menutup mataku dan menikmati ciuman kami. Bibir kami saling beradu.
Setelah puas, aku melepaskan ciumanku. Alberto tersenyum padaku. Aku melihat sudut bibirnya merah. Aku meraba wajah Alberto.
Alberto: aku mencintaimu sayang.
Jane: aku juga mencintaimu.
Alberto memelukku erat. Aku membenamkan wajahku di dadanya yang bidang. Alberto mengusap punggungku lembut.
Ponsel Alberto berdering. Alberto melepas pelukan
Alberto: sayang, kau tetap disini anak anak sudah pulang, aku akan jemput mereka.
Jane: hati hati.
Alberto mencium keningku kilas, dan langsung pergi.
♡♡♡♡
☆Alberto☆
Aku keluar dari mobil dan menutup pintu. Aku berjalan masuk ke dalam lobby. Aku merasakan kembali suasana 8 tahun silam, dimana saat itu Darren dan Karren masih TK. Sekarang mereka sudah tumbuh menjadi pria muda dan gadis cantik.
Aku perlahan melangkah mendekati bagian informasi.
" Hallo tuan, selamat datang di sekolah kami"
Alberto: hallo, boleh saya bertanya? Kelas X-1 dan X-2 sudah pulang? Anakku mengirimku pesan.
" 5 menit lagi tuan,silahkan menunggu di ruang tunggu"
Alberto: baik.
Aku meninggalkan bagian informasi. Dan berjalan ke kursi ruang tunggu. Seseorang menyapa.
" Hallo tuan Edden"
Aku memalingkan wajahku dan tersenyum.
Alberto: oh hallo tuan Joe. Apa kabar?
Kami saling berjabat tangan.
Joe: saya baik, anda bagaimana?
Alberto: baik, saya sangat baik.
Joe: anda ada kepentingan apa kemari? Mau mendaftar sekolah?
Alberto: tidak tidak, anak anakku sekolah disini. Aku sednag menjemput mereka.
Joe: benarkah? Siapa anak anak anda. Maaf tuan saya baru hari ini datang ke sini. Saya sudah lama memegang sekolah cabang.
Alberto: Darren dan Kareen Edden.
Joe: oh, astaga ternyata si kembar yang sedang naik daun di sekolah kami adlaah anak anak tuan Edden. Maaf mereka tidak menyebut nama keluarga. Jadinsaya tidak tahu.
Alberto: tidak apa apa tuan joe.
Darren,Karren: Daddy..(berjalan mendekat)
Aku melihat anak anakku mendekat ke arahku.
Alberto: itu mereka.
Joe: oh, hallo Darren, Karren(tersenyum)
Darren,Karren: Hello Mr. Joe(tersenyum)
Alberto: kalau begitu kami permisi pulang. Lain kali bertemu.
Joe: baik.tuan Edden( menunduk)
Aku dan si kembar bergegas pulang. Aku membawa mereka ke kantorku. Aku akan bsrdiakusi dengan mereka tengantang tawaran iklan.
♡♡♡♡
NICE ENTERTAIMENT
~RUANG RAPAT~
Alberto,Janice, Darren, Karren, Lee, dan Leo berkumpul membahas proposal. Lee menjelaskan detail isi kontrak kepada Darren dan Karren. Darren dan Karren menyetujuinya.
(Selamat Membaca😉)
novelnya bagus tapi yang kurang lagi2 susah benar buat pemeran utama wanita yang berjuang untuk dapat maaf dan kesempatan pada pemeran utama dalam pria
kebanyak novel pemeran utama pria dibuat kayak karakter bodoh ditolak dan disakiti tapi terus saja kejar pemwran utama wanita kayak tidak ada wanita lain saja