mencintai mungkin bukanlah sesuatu yang salah....
Tapi....mencintai milik orang lain, apakah itu juga bukan sesuatu yang salah ?!
Xyraisin Collin,
entah dari mana nama itu di peroleh seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dan akhirnya di nikahi oleh seorang laki laki yang di kemudian hari membawanya keluar dari panti itu.
Namun kehidupan rumah tangga bahagia yang ia impikan nyatanya tak pernah ia dapatkan karena keluarga sang suami yang sama sekali tidak pernah mau menerimanya.
Apalagi ia yang tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang memasuki usia dua tahun.
Bryan Nikolas Yu,
seorang pria dingin yang tak lagi mau mengenal cinta.
Namun...
tiba tiba ia merasa tertarik dan jatuh hati pada sosok pelayannya yang bertugas merawat sang nenek.
tapi sayang....cintanya jatuh pada orang yang salah,
ia mencintai istri orang.
mampukan Bryan mewujudkan keinginannya memiliki seorang Xyraisin Colins yang notabene adalah istri orang.
CINTA TERLARANG
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 34 menghampiri
Pagi di rumah keluarga Yari,
Kesibukan di rumah belakang nampak sudah terlihat nyata.
Orang orang yang di sewa bu Santy demi kelancaran acaranya esok hari sudah nampak berdatangan semua dan memulai tugas mereka masing masing.
" Yari....
Yari...." panggil bu Santy kepada sang putra semata wayang sambil menaiki anak tangga. Ini masih pagi..
Pukul tujuh...
" cari siapa bu ?! " tanya Mirna pelayan di rumahnya.
" kamu panggil Yari Mirna....
Ada Tesa anaknya pak lurah datang kemari " jawab bu Santy dengan wajah cerah.
Tesa adalah putri bungsu lurah di desa ini, sudah sejak lama ia memimpikan Yari akan berkenalan dengan gadis itu.
" lho...bukannya mas Yari sudah berangkat sejak pagi tadi sama mbak Xyra bu ?! " jawab Mirna.
Mata bu Santy seketika melotot dan wajahnya berubah pias.
" apa ?! Berangkat ?! "
" iya bu..."
" kok Yari nggak izin sama saya ?! Dan apa tadi kamu bilang ?!
Ngajak Xyra ?! Maksudmu Yari mengantar Xyra pergi bekerja begitu ?! "
" bukan bu...
tadi mas Yari berpesan kalau ibu nyari mbak Xyra bilang di ajak sama mas Yari ke showroom... " Tesa menjelaskan,
tanpa ia tahu jika penjelasannya sukses membuat sang majikan di buat panas dingin karena marah.
Bu Santy meremas kuat pakaiannya,
Giginya bergemerutuk menahan marah
Mendengar Xyra di ajak ke showroom oleh Yari, ia tak terima.
Darahnya terasa mendidih dan naik ke ubun ubun.
" awas kamu....
perempuan sialan tidak tahu diri...kamu pikir kamu siapa ?!
Setelah datang dan masuk ke rumah ini tanpa membawa apa apa...
Sekarang kamu mau seenaknya saja menikmati apa yang sudah aku perjuangkan selama ini untuk anakku...
tidak akan aku biarkan...." rutuk bu Santy dengan wajah merah padam sambil kemudian ia berlalu dari tempat itu meninggalkan Marni yang menatapnya sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
" kasihan mbak Xyra...apa apa selalu saja salah di mata bu Santy,
Mana mas Yari tidak pernah bisa membelanya lagi....
Semoga ada seseorang yang akan datang dan membawa mbak Xyra pergi dari sini.
Biar mereka sadar...
mbak Xyra juga manusia " omel Marni pelan.
" heh...ada apa ?! ngomel apa kamu ?! " seseorang menepuk pundak Marni dan sukses membuatnya kaget.
" eh...buk Surti...ngagetin aja, kirain siapa..." rutuk Marni.
" ada apa ?! Kenapa kamu kayak ngomel sendiri gitu ?! " tanya Surti salah satu orang sewaan bu Santy demi kelancaran acaranya.
" nggak ada...." jawab Mirna menghindar kemudian berlalu meninggalkan bu Surti yang melongo melihatnya.
🍀
Pukul sembilan pagi, mobil Yari baru nampak memasuki area pelataran showroomnya.
Ia memang sengaja mengajak Xyra berangkat pagi pagi agar sang istri tidak bertemu dengan sang ibu atau sang istri tidak usah mengerjakan pekerjaan rumah.
Yari mengaja Xyra berputar putar lebih dulu sebelum mencari sarapan dan setelah itu baru mengajaknya ke Showroom.
Yari menggenggam jemari Xyra dan segera mengajaknya masuk ke dalam showroom.
" pagi pak Yari..." sapa para karyawan Yari begitu melihat kedatangan sang bos.
Mata mereka seketika menelisik wanita cantik dengan penampilan bersahaja namun terlihat cantik dan elegan di sisinya.
" pagi....perkenalkan, dia istriku....Xyra " jawab Yari menjawab sapaan semua karyawannya sembari memperkenalkan sang istri.
Xyra tersenyum tipis kepada karyawan sang suami,
Ia menahan rasa canggung yang tiba tiba menerpanya.
Selama dua tahun pernikahan mereka, ini adalah pertamakalinya ia di ajak ke showroom dan diperkenalkan sebagai istri oleh Yari.
Yari kemudian mengajak Xyra masuk ke dalam kantornya.
Meninggalkan para karyawannya yang menatap penuh kagum kepada sang istri.
Xyra memang sangat cantik, selain itu...penampilan dan pembawaannya yang nampak tenang membuatnya kian terlihat elegan.
Tak heran...
Jika ia mampu menarik rasa penasaran setiap orang atau laki laki yang melihatnya.
Khususnya untuk mereka yang pertama kali melihatnya.
" duduklah di sana sayang...." ucap Yari kepada Xyra sembari menunjuk sofa kosong yang ada di ruangan itu.
" mas...apa tidak apa apa mas membawaku ke mari ?!
Ehmmmm maksudku...di rumah sedang akan ada acara.
Tentu di rumah akan sibukkan ?!
Bagaimana jika ibu mencariku ?! "
" biarkan saja...ada banyak orang di rumah, lagi pula aku memang sengaja mengajakmu agar kamu tak usah ikut bekerja di rumah " jawab Yari
" tapi mas..."
" sudah sayang...duduk dan nikmati harimu menemani suamimu ini bekerja hemmm....?! " jawab Yari lagi.
Tak mau berdebat, Xyra pun menurut. Ia duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
Sementara Yari nampak mulai sibuk dengan pekerjaannya.
Xyra duduk sambil menatap sang suami yang nampak sibuk dan serius dengan kertas kertas kecil berisi tagihan dan juga bukti pembayaran.
Tak lupa Yari juga nampak sibuk dengan layar segi empat di hadapannya itu.
Xyra terus menatap kesibukan sang suami hingga tanpa sadar ia teringat sesuatu.
" hemm...ini... pakai ponselku...." ingatan Xyra melayang pada perlakuan Bryan padanya saat laki laki itu memaksanya untuk menemaninya bekerja saat itu.
Degh...
Jantung Xyra berdetak kencang saat ingatannya melayang pada hari itu.
Sama seperti saat ini ia menemani Yari, ia juga menemani Bryan bekerja seperti ini saat itu.
Tapi semua terasa begitu berbeda.
Saat itu Bryan juga nampak sangat sibuk, tapi laki laki itu seolah tak melupakan keberadaannya sedikitpun dengan berkali kali laki laki itu menoleh dan menatapnya hingga akhirnya ia meminjamkan ponselnya kepadanya.
Sementara saat ini....
Yari nampak sangat sibuk dengan pekerjaannya dan seolah lupa dengan keberadaannya di ruangan ini.
Tak sekalipun laki laki itu menoleh kepadanya.
Xyra menghela nafas, dengan cepat ia berusaha menyingkirkan pikiran itu.
Tok tok tok....pintu ruangan itu di ketuk dari luar sebelum akhirnya pintu itu terbuka.
" ada apa Lana ?! " tanya Yari sambil mengangkat kepalanya menatap ke arah pintu.
Begitupun dengan Xyra.
Kehadiran Lana di ambang pintu menarik perhatiannya.
" ada satu konsumen baru bos...tapi sepertinya ia ingin berkenalan dengan bos lebih dulu.
Katanya ia akan memilih mobil yang sesuai rekomendasi dari bos dan akan membayarnya secara tunai saat ini juga "
jawab laki laki yang di panggil Lana itu oleh Yari.
" ok...bawa dia masuk kemari, aku sendiri yang akan melayaninya.
Sepertinya dia ingin menjadi pelanggan VIP kita...." jawab Yari sambil bangkit dari duduknya dan mulai melangkah ke arah sofa.
" baik bos..." jawab Lana.
" apa aku harus pergi dulu ?! " tanya Xyra takut mengganggu
" tidak perlu, tapi kalau kau merasa tidak nyaman....
duduk saja di kursi mas sana " jawab Yari sambil menunjuk kursinya di sana,
dan Xyra pun menurut,
Xyra bangkit dan melangkah ke arah meja Yari dan kemudian duduk di kursi kerja Yari.
Tak lama pintu ruangan Yari kembali di ketuk dan kemudian terbuka.
" permisi bos...aku membawanya, silahkan tuan..." ucap Lana.
Tak lama ia masuk ke dalam ruangan dan seseorang mengikutinya di belakangnya.
Bersamaan dengan seseorang yang ikut masuk ke dalam ruangan itu mengikuti Lana...
Xyra yang saat ini juga melihat ke arah Lana sontak terkejut dan seketika tanpa sadar ia berdiri dari duduknya ketika ia melihat siapa orang yang datang bersama karyawan sang suami itu.
Seketika jantung Xyra terasa berdetak kencang dan seperti akan melompat keluar.
" bos...dia tuan Bryan...."
takdir menuntun Xyra bertemu Bryan melalui kerjasama bisnis komoditi hasil pertanian Xyra dengan perusahaan Bryan, PT. YU SNACK & FOOD
Semangat, Author, secangkir kopi halu untukmu ☕😘😍😘