Sebuah tragedi membuat sang CEO kehilangan ingatannya sehingga dia harus kehilangan cintanya yang diambil rekan bisnisnya dari Amerika.
Kembalinya ingatan sang CEO membuatnya ingin merebut kembali sang pujaan hati yang sudah berbadan dua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan siang bersama
Puput menyandarkan kepala di jok mobil dan melihat luar jendela,banyak sekali yang bermain dipikirannya.
"Ahhhhh...kenapa nama David membuat hidupku gila,kisah percintaan dengan David Reno yang tak tau akhirnya, sekarang muncul David bryan yang membuatku tertekan,apakah ada David yang lain lagi???"
batin Puput dengan air mata yang meleleh di pipi.
"Apa yang kamu pikirkan sehingga kamu menangis,"tanya David dan menghentikan mobilnya di tepi jalan,kelihatannya dia agak kepo kenapa aku menangis.
Puput meliriknya dan berkata"David".
David pun yang tidak mengerti hanya mengerutkan alisnya tanpa berani bertanya lagi.
"David??ada apa denganku," gumamnya lirih tapi masih bisa didengar oleh Puput.
Mobil sudah memasuki parkiran kantor, Puput langsung membuka pintu mobil dan pergi meninggalkan David tanpa berkata apa apa.
"Eh,stupid meneger,beraninya kau meninggalkanku," teriaknya keras dari dalam mobil.
Puput terus berjalan tanpa melihatnya, masa bodoh! ya kata-kata itu yang ada dalam otak Puput saat ini. Masa bodoh dengan David, masa bodoh dengan teriakannya, yang jelas Puput sudah pasrah akan segala konsekuensinya.
Kini tibalah dia di ruangannya, Puput langsung duduk dan mulai mengerjakan pekerjaaannya sambil sesekali melihat alat penunjuk waktu yang ada di pegelangan tangannya.
"Satu jam lagi sudah jam makan siang,"
gumam Puput.
Dan puput pun segera menyelesaikan pekerjaannya.
David yang sudah di ruangannya pun cengar cengir sendiri, adegan saat mencium puput selalu berputar di kepalanya membuat jiwanya meronta tak menentu.
I think i love you, ya mungkin itulah yang terjadi pada David, seperti kata chris jatuh cinta pada pandangan pertama.
Sejam duduk dengan cengar cengir sendiri tanpa sadar kalau 2 mata trus mengawasinya.
"Apa yang terjadi dengannya,apa dia sudah........"
Chris pun tidak dapat melanjutkan kata katanya.
"Hei Boz,kenapa cengar cengir sendiri," tanya Chris yang membuyarkan lamunan David.
Merasa kaget, dia melempar pulpen yang di pegangnya ke Chris.
"Aaawww..." pekik Chris yang kesakitan karena lemparan David pas sasaran.
"Hahahaha....mangkanya jangan mengagetkan orang yang lagi melamun," kata David dengan tawa yang renyah.
Chris hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan boz nya ini, selama bekerja bersama belum pernah David Bryan seperti ini.
"Pesona wanita Indonesia ini sungguh luar biasa, membuat seorang big boz gila di buatnya," batin Chris.
Chris duduk dan memberikan laporannya, menghadap David yang duduk di sofa.
"Besok kita harus ke pulau Bali pak untuk mengawasi pembangunan hotel disana, mungkin butuh waktu 2 hari," lapor Chris.
"Ok, kamu atur cuti untuk si meneger itu," ujar David yang sontak membuat Chris bingung.
"Kenapa mengajak Meneger? Bukannya semua proyek kita langsung yang akan mengawasinya?"
tanya Chris.
"Dia sekarang merangkap menjadi asisten pribadi yang menangani urusan pribadiku jadi aku harus membawanya, kamu dan Raka asisten di kantor sedangkan dia asisten pribadi diluar kantor." Jelasnya dengan senyuman yang licik.
"Seorang bos bisa berbuat apa saja seenak hatinya bahkan seseorang pun bisa jadi bonekanya," batin Chris yang berlalu meninggalkan ruangan David.
Dalam ruangannya Puput membereskan berkas berkas, dia bersiap untuk makan siang.
"Sudah waktunya makan siang, apa si boz Amerika jadi mengajakku makan siang?" batinya lalu duduk kembali.
"Aku beli makanan saja dan makan siang di ruangannya," Puput langsung menuju kafe dekat kantor untuk membeli makanan.
Tok..tok..tok..
"Masuk," sautan terdengar dari dalam.
"Pak,saya bawakan makan siang untuk bapak, mari kita makan siang bersama." Puput langsung masuk dan duduk di sofa.
Tersungging senyuman indah di bibir David.
"Wanita ini sangat menggemaskan," batinnya lalu berjalan menghampiri managernya itu.
"Makanan apa ini," tanyanya dengan mengerutkan alis karena tidak tau makanan apa itu.
"Ini tempe pak, makanan khas Indonesia
ini ayam, sambel dan sedikit sayuran mentah." Jelasnya sambil membuka makanan.
Sebenarnya dia ingin membuat bule ini sakit perut dengan mengerjainya makan sambal.
"Apa ini pedas?" tanya David.
"Iya pak memang sedikit pedas, apa makanan kesukaan bapak? maaf saya tidak tau." Dia pura pura memelas untuk menarik simpatinya.
"Aku lebih suka makanan western, mungkin perlu adaptasi dengan makanan Indonesia,
bisa kah kamu menyuapiku?" pintanya dengan senyum licik.
"Iya pak saya akan menyuapi bapak," senyuman licik pun terukir di bibir Puput. Mereka berdua sama-sama tersenyum licik.
Aku mengambil sedikit nasi, ayam dan sambal yang banyak biar David bule ini kepedesan.
"Rasakan kamu." Puput hore-hore dalam hati.
Hap,David menerima suapan pertamanya,
seketika wajahnya sangat merah, dia sangat kepedasan,
"Gimana pak,enak?" tanya Puput pura pura.
"Ahhhh..pedas sekali," katanya kepedasan dengan wajah yang sudah memerah.
"Minum dulu pak," tangan Puput memberikan minuman kepada pak David.
"Makanan apa ini," teriaknya dengan muka seperti sambal.
"Ini Ayam geprek pak,maaf kalau bapak tidak suka,saya bisa membuangnya." Dengan wajah sendu,melas,merasa bersalah semua aku pasang untuk menarik simpati David padahal dalam hatiku melonjak kegirangan karena bisa mengerjai David.
David yang tidak curiga merasa tidak enak pada Puput, ,dia mencoba menghabiskan makanannya,dan kini sekarang perutnya sangat kenyang,bukan kenyang makanan namun kenyang air.
"Syukurin! Rasain!. "
sorak Puput dalam hati.
"Pak,saya ijin dulu,masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan."
kata Puput dengan membungkukan diri hendak keluar.
"Nanti langsung pulang kerumahku,mulai hari ini pekerjaan barumu di mulai," perintah David.
"Baik pak,"jawabnya singkat lalu keluar dari ruangan CEO.
Dalam ruangannya David tersiksa sekali pasalnya dia menderita sakit perut karena makanan yang tadi Puput bawa.
David 2 meminta Chris untuk membelikannya obat sakit perut dan anti nyeri.
"Sudah tahu tidak bisa makan spicy masih nekat," gumam Chris kesal dengan David.
"Sudahlah jangan banyak bicara,handle semua ini dulu,aku istirahat sebentar." David Bryan menuju ruang istirahat di dalam ruangannya yang sebelumnya milik David Reno.
Power of love sungguh luar biasa,seseorang bisa melakukan apapun walaupun akhirnya akan menyiksa dirinya sendiri.