Kara seorang artis cantik yang mengalami kecelakaan dan masuk ke dalam novel kebencian memerankan seorang wanita bernama Aleca seorang istri yang di nikahi suaminya karena sebuah dendam.
Dengan jiwa tangguh dan pengalaman hidupnya sebagai pabrik figur, dia mengubah takdir istri yang teraniaya itu dengan kekuatan baru.
Matanya yang dulu bercahaya kini membara, Dan suaranya yang dulu lembut kini tegas. Dia siap melawan suaminya yang menindasnya, dan mengambil kembali kendali kehidupan yang layak untuk sang istri yang lemah.
"Aku sudah siap bermain!” katanya dengan senyum dingin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hampir Saja Ketahuan
Aleca memasang wajah cemberut sambil terus melipat kedua tangannya di bawah dada sementara Luiz tengah fokus menyetir.Luiz diam-diam tersenyum tipis setelah melirik Aleca yang ada di samping nya yang hanya diam sambil membuang wajahnya ke arah jendela.
“Jangan bilang kamu masih marah, karena saya mengganggu acara makan es krim mu dengan Mario?”
Nihil tak ada jawaban dari bibir ALeca, tapi Luiz hanya memanggutkan kepala setelah sambil memikirkan sesuatu.“Kalau kamu mau makan es krim, maka saya bisa beli kan pabrik es krim nya juga biar kamu memakan es krim bisa sepuasnya"
Aleca mendengus dan mengomel.“Apa kau pikir aku marah karena tidak jadi makan es krim itu!?”
“Yah memang nya apa lagi kalau bukan itu?"Jawab Luiz santai, sambil fokus menyetir.
“Aku marah seperti ini karena kamu Luiz! kamu datang tiba-tiba menarik aku serta membuat keributan di sana. kamu pikir saja kita menjadi pusat perhatian, sebagian dari mereka ada yang merekam untuk mengabadikan suatu moment. Terus kalau tiba-tiba vidio itu viral maka reputasi aku sebagai Ar__”Aleca tak dapat melanjutkan kalimatnya tadi sehingga Luiz merasa curiga.
“Ar..? Ar apa?"Tanya Luiz yang semakin ingin tau.
Aleca merasa gugup, jantung nya berdebar kencang.'Mati aku kalau saja aku keceplosan menyebut kan diri sebagai artis'
Aleca menutupi mulutnya dengan cepat, matanya berkeliaran kesana-kemari mencari alasan yang bisa membuat Luiz tidak curiga. Tangannya mulai mengerutkan ujung roknya karena rasa cemas yang melanda.
Luiz terus menuntut pertanyaan.“Ar apa sih!?
"Ar... Arsitek!" pungkas Aleca dengan tergesa-gesa, lalu mencoba menenangkan napasnya. "Reputasi aku sebagai arsitek muda yang baru saja mulai dikenal akan rusak jika video itu tersebar!"
Luiz mengerutkan dahi, tampaknya masih merasa ada yang tidak beres.“Arsitek..? bukannya kamu itu seorang desainer?"
"Aduh!" Aleca menghela napas panjang sambil menepuk dahinya perlahan, merasa dirinya semakin terjebak. "Ya iya kan desainer juga bisa jadi arsitek dong! aku sedang belajar dan mengembangkan diri jadi arsitek desainer, jadi bisa bilang dua-duanya saja kan?" ujarnya dengan senyum paksa.
Luiz hanya mengangguk paksa, tapi dia belum mempercayai Aleca sepenuhnya.“Menurut kamu saya ini bodoh, saya jelas bisa membedakan arsitek dan Desainer itu berbeda..."
“Ah sudah cukup! jika kamu terus bertanya aku akan turun secara paksa dari mobil mu ini!"Ancam ALeca.
Luiz tak lagi bicara setelah ALeca mengancamnya turun dari mobilnya. jelas saja Luiz tak mau itu terjadi,sebab dia kenal sifat ALeca akhir-akhir ini bagaimana.
Pada akhirnya Luiz terus mengendarai mobilnya melewati jalanan yang juga ramai di kendarai kendaraan lain.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seorang pria yang berpenampilan seperti seorang wanita memperhatikan vidio sedang viral tadi pagi sekitar pukul 11 siang. Vidio tersebut ia dapatkan dari salah satu akun di media sosial dengan caption wanita cantik di rebut dua pria tampan.Pria yang melihat vidio itu menutup mulut nya tak percaya kemudian ia memanggil temannya.pria itu adalah Gilang, seorang pria yang sempat menawarkan ALeca untuk menjadi bintang.
“Hey Riko, kemari lah cepat..”
“Ada apa sih Gilang..!kamu ini membuang waktu ku saja.."Pria bernama Riko itu terus mengomel ketika ia mulai berdiri di sisi Gilang.“Kamu Duduk dulu dan lihat apa yang akan aku tunjukkan ini pada mu"
“Emangnya kamu mau nunjukin apa..?"
Gilang menunjukkan video di ponselnya pada Riko.“Lihat ini wanita cantik ini?"
“Terus ada apa dengan wanita cantik ini Gilang!?"
"ITU ALECA! Wanita yang akan aku jadikan bintang baru di perusahaan ini!" ujarnya dengan suara tinggi, membuat Riko langsung mendekatkan wajahnya ke layar ponsel.
Riko mengerutkan dahi, fokus memperhatikan wajah wanita di video yang sedang diperdebatkan oleh dua pria. Setelah beberapa saat, dia mengangguk perlahan.“Cantik juga sih, serta wajahnya terlihat mahal"
"Betul bukan?! Bukan cuma cantik, saat aku bertemu dia aku merasa kalau wanita itu punya aura yang kuat dan ekspresi wajah yang bagus Cocok sekali buat jadi model iklan produk mewah kita!" ucap Gilang dengan semangat yang tinggi, matanya tidak bisa lepas dari layar ponselnya.
Kemudian datang lah Meysa menghampiri keduanya dan merebut ponsel Gilang.“Oh jadi ini wanita yang akan menjadi saingan ku!"Cibir Meysa sambil terus memperhatikan vidio tersebut.Namun ekspresinya tiba-tiba berubah ketika melihat salah satu pria di sana yang ia sangat kenal.“Loh bukan kah dia Luiz anak Tante Shofia.."Bisik Meysa.
Gilang merebut ponsel nya kembali dari tangan Meysa yang tiba-tiba terdiam.“Tidak sopan!"kata Gilang.Meysa masih berdiri di tempatnya dengan wajah kebingungan, matanya masih terpaku pada layar ponsel yang sudah kembali di tangan Gilang. "Luiz benar-benar dia Luiz berati wanita itu tadi istri nya," ucapnya pelan, seperti sedang berbicara dengan dirinya sendiri.
Riko melihat ekspresi Meysa yang tidak biasa. "Kenapa kamu tahu pria itu, Meysa?" tanyanya dengan rasa penasaran.
Meysa hanya diam dan langsung berbalik pergi meninggalkan kedua nya.
...----------------...
Aleca menutup pintu mobil Luiz dengan kasar hingga terdengar benturan cukup keras.Dia melangkah cepat menuju apartemennya.
“Hey ALeca tunggu dulu!"Luiz mengejar Aleca yang mulai menjauhi nya.
Aleca menghentakkan kaki dan menoleh pada Luiz yang terus mengejarnya.“Ada apa lagi sih!"
“Saya harap kamu mulai mengemasi barang-barang mu dari apartemen itu, nanti malam saya akan jemput kamu lagi untuk kembali ke rumah"
“Balik ke rumah kamu lagi? ih tidak. aku tidak mau balik ke sana lagi!"
“Hey ayolah ALeca, jangan keras kepala seperti ini!"
“Aku tidak keras kepala Luiz, aku hanya tidak ingin saja kembali ke rumah itu apalagi harus berhadapan langsung dengan Sri pembantu menyebalkan kan itu serta mama kamu sih nenek sihir itu!"Celetuk ALeca.
“Apa! nenek sihir! jadi kamu ngatain mama nenek sihir!?"ucap Luiz tak percaya.
" kamu tahu kan sendiri bagaimana sikap mama kamu terhadapku sejak dulu! dia selalu melihatku dengan mata sinis, bilang aku hanya mau mengambil keuntungan dari kamu dan keluarga kamu. Dan Sri juga selalu menyebarkan omong kosong tentangku ke mana-mana!"
“Yah tetap saja kamu tidak boleh bicara seperti itu bagaimana pun dia tetap mertua kamu!"
“Hooh mertua jenis apa yang terus menyudutkan menantunya...”Cibir ALeca.
“Terus istri seperti apa yang berselingkuh dengan pria lain padahal seorang istri itu masih memiliki suami sah....”Cibir Luiz pula yang tak mau kalah omongan.
...----------------...
“Loh Meysa kamu kenapa ke sini!?"Tanya nyonya Shofia ketika melihat calon menantu idaman nya tiba-tiba datang ke rumah nya.
“Tante maaf yah jika aku menganggu waktu Tante siang-siang begini tapi ada hal yang ingin aku katakan pada Tante...
“Kamu ingin mengatakan apa Meysa..?"