NovelToon NovelToon
Ratu Racun Dari Dimensi Lain

Ratu Racun Dari Dimensi Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam pengganti / Reinkarnasi / Ruang Ajaib
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Mo Yuyan, 16 tahun—putri angkat Ketua Sekte Abadi, yang dikenal sebagai gadis lembut, patuh, dan selalu menunduk.

Namun, semuanya berubah malam itu ...

Malam ketika dia dituduh mencuri pusaka sekte, dikhianati oleh orang-orang yang dia anggap keluarga … lalu dibuang ke dalam Jurang Pemakan Jiwa untuk mati!

Akan tetapi, Takdir membuatnya kembali!

Bukan sebagai Mo Yuyan yang dulu, melainkan sebagai Mo Yuyan yang baru.

Dimana sosok jiwa asing dari masa ribuan tahun ke depan mengambil alih raganya. Sosok yang dingin, angkuh, cerdas, dan terlalu tenang untuk seorang gadis yang baru menginjak dewasa.

Jiwa itu tersenyum dan mulai menghitung semuanya.

Sekte Abadi bahkan tidak menyadarinya, jika mereka ...

Baru saja membangkitkan seorang 'Ratu Racun' berjiwa psikopat dari masa depan.

"HUTANG INI AKAN AKU TAGIH SEMUANYA! KALIAN SEMUA AKAN MUSNAH!"

"ARRRGHHHH!!!!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 20: Menaklukan Hydra!

***

Kabut di dunia kecil 'Neraka Jahanam' terlihat semakin menebal, ketika Mo Yuyan dan rombongannya berjalan masuk semakin dalam.

Udara di sekitarnya terasa semakin berat, membuat paru-paru semakin sesak karena aroma racun yang pekat.

Namun bagi Mo Yuyan, suasana seperti itu malah terasa lebih nyaman dan familiar ... seperti berada di dalam laboratorium modern miliknya di kehidupan lalu.

Dia berjalan paling depan dengan langkah ringan, seolah-olah kabut racun itu hanyalah hembusan angin biasa.

Dibelakangnya ada Li Shen, yang terus menggenggam gagang pedangnya dengan tatapan waspada.

"Kenapa suasananya terasa semakin ... mencekam?" gumam Li Shen.

"Hahahahaha! Karena suasananya memang mencekam, Bocah!" sahut Li Shen sambil tertawa.

"Hmmp! Tidak perlu mengatakannya sambil tertawa gitu juga dong! Macam meledek saja kau!" protes Li Shen sambil mendengus kesal.

Mo Yuyan tiba-tiba menghentikan langkahnya dengan mendadak, otomatis mereka pun mengikutinya berhenti.

"Ada apa?" tanya Duan Xue.

"Ada sesuatu ..." jawab Mo Yuyan dengan nada misterius.

"Ya, Tuhan ... ada apa lagi sekarang?" rintih Li Shen dengan gaya dramatis.

Mo Yuyan mengangkat tangannya sambil bergumam.

"Mereka datang ..."

"SSSSHHHHH ...!"

Dari balik kabut tebal, puluhan suara medesis terdengar bersamaan, layaknya sebuah paduan suara yang datang untuk menjemput kematian.

Li Shen langsung terpaku ditempatnya.

"I-ini ... tidak mungkin ...!"

Kabut tebal itu terbelah sempurna ...

BLASSS!

Dan muncullah makhluk Beast pertama, yang membuat mata Li Shen terbeliak lebar.

Seekor laba-laba raksasa berwajah kodok dengan delapan mata merah yang menyala, dengan tubuh dipenuhi cairan racun warna hijau.

Namun dia bukan satu-satunya makhluk Beast yang ada di sana ... ada pula kadal bertanduk dengan wajah monyet yang memiliki tiga ekor runcing seperti ujung tombak, seekor burung hitam tanpa bulu berwajah bebek dengan paruh panjang yang meneteskan racun ungu, dan beberapa ekor ular besar berwajah buaya yang memiliki sayap tipis seperti kelelawar.

Li Shen langsung menelan salivanya dengan gugup.

Gluk!

"Kenapa bentuk mereka harus ... seaneh itu?" gumam Li Shen.

"Karena tempat ini adalah novel fiksi fantasy buatan Author! Jadi wajar saja kalau sedikit ... aneh!" sahut Nenek Du sambil mengetukkan tongkatnya ke atas tanah.

Duan Xue menyeringai lebar.

"Aku suka tempat seperti ini! Penuh dengan Beast aneka macam bentuk! Siapa tahu ada yang berjodoh dengan kita, Hahahahaha!" ujar Duan Xue bersemangat.

Tanpa aba-aba, Laba-laba raksasa itu melompat ke arah depan.

Swooosh!

Li Shen langsung menarik pedangnya keluar.

Sriiing!

"Aku akan mengatasi makhluk jelek ini!" teriak Li Shen sambil menerjang maju dengan ganas.

Dia memasukkan energi spiritual ke dalam pedangnya, sehingga membuat pedang itu berkilat indah.

Clang! ... Clang! ... Clang!

Tidak lama kemudian,~

SLASH!

Kaki laba-laba itu terpotong sempurna, namun bukannya mati, dari lukanya malah menyemburkan racun yang seperti memiliki nyawa sendiri.

BRUSH!

Li Shen langsung melompat mundur, guna menghindari cairan racun yang sedang melompat-lompat liar di atas tanah itu.

"Si-al! Racunnya hidup!"

Saat Li Shen sedang berjuang menghindari cairan racun yang 'genit', Duan Xue sudah mulai bergerak ke arah kadal bertanduk dengan wajah monyet itu.

BLAM!

Tinju Iblis Duan Xue menghantam tepat di kepala kadal itu dengan kencang, sehingga membuat kepala kadal yang menyerupai monyet itu langsung meledak.

BLAR!

"Hahahahahaha! Lemah sekali makhluk Beast jelek itu! Sekali hantam, langsung meledak! Hahahahaha!" seru Duan Xue sambil tertawa sombong.

Namun, tanpa Duan Xue sadari, burung hitam berwajah bebek itu langsung ingin menyambar Duan Xue dari arah atas.

Mo Yuyan langsung mengangkat tangannya, dia tidak akan membiarkan orang-orangnya terluka begitu saja.

WUSSSH!

Kabut racun langsung berkumpul ditelapak tangannya.

Kemudian~

BLAAR!

Dia melepaskan gelombang racun tersebut, membuat burung tersebut langsung jatuh ke atas tanah.

BRUGH!

Mo Yuyan menoleh ke arah Duan Xue dengan tatapan sinis.

"Lain kali jangan lengah!"

"Terima kasih, Yang Mulia Ratu ..." ujar Duan Xue yang merasa malu karena kelengahannya.

"Hm,"

Li Shen menatap Mo Yuyan penuh kekaguman, saat dia sudah selesai menghabisi lawannya.

"Hebat! Kakak bisa mengendalikan racun udara sekarang!" seru Li Shen sambil mengelap pedang kesayangannya yang penuh cairan si laba-laba.

"Ya, tempat ini membuat racun di dalam tubuhku menjadi sangat aktif ..." sahut Mo Yuyan dengan wajah datar.

Saat mereka selesai berbincang, tiba-tiba~

SHSHSHSHS!

Puluhan ular bersayap keluar dari dalam kabut tebal.

"AAAAAA!!!! ... BANYAK SEKALI!!!" teriak Li Shen, histeris.

"Hahahahahahaha! Bagus! Ini baru latihan yang sempurna!" ujar Duan Xue sambil tertawa.

Dia langsung melompat tinggi, sambil mengeluarkan tekhnik beladiri taekwondo, yang diajarkan oleh Mo Yuyan.

Ini adalah saatnya dia pamer, kan? hehe.

"HIAAAAAT!"

Bugh! ... Dugh! ... Blaar!

Tinju dan tendangan yang diajarkan Mo Yuyan, akhirnya bisa dia pergunakan dengan sempurna sekarang, membuat tubuh ular-ular terbang itu hancur satu demi satu.

Semakin seru mereka bertarung, semakin banyak pula hewan-hewan Beast dengan bentuk aneh, yang muncul dari dalam kabut.

Ada kalajengking sebesar kerbau, Serigala dengan taring racun, dan ular berkepala tiga yang ganas.

Pertarungan menjadi semakin kacau dan brutal, sampai Nenek Du pun ikut turun tangan.

BLAR!

BLAM!

SLASH!

Napas Li Shen sudah terengah, sementara Mo Yuyan terlihat biasa saja.

"Jumlah mereka terlalu banyak, Kak!"

"Bagus kalau begitu ..." sahut Mo Yuyan sambil tersenyum.

Tangannya tidak pernah berhenti untuk menghajar lawan, namun tetap berdiri 'cantik' ditempatnya.

BLAAR!

Li Shen membeliakkan matanya dengan sempurna, saat mendengar jawaban Mo Yuyan.

"Kenapa bisa 'bagus'?"

Mata Mo Yuyan mengawasi para Beast yang mendekat, sambil berbincang dengan Li Shen.

"Tentu saja bagus! Semakin aku menyerap racun-racun ini, maka aku akan semakin kuat!" sahut Mo Yuyan

Dia langsung mengangkat kedua tangannya, membuat kabut racun yang ada di seluruh area itu berputar hebat.

Wusssh!

Energi Yin dari seluruh kabut beracun itu langsung terserap masuk ke dalam tubuhnya, membuat dantian langkanya berputar dengan sangat cepat.

Whurrl! ... Whurrl! ... Whurrl!

Nenek Du memperhatikan semua itu dengan tatapan mata yang sangat tajam.

Karena itu adalah tekhnik kuno pengumpul Yin beracun yang ada di dalam gulungan langka dalam Dimensi Seribu Racun, dan gadis itu sudah menguasainya dengan baik.

"Gadis ini benar-benar bakat langka yang terlahir setiap ratusan tahun sekali di wilayah bumi ... Monster!" gumam Nenek Du dengan penuh kekaguman.

Sementara itu, Duan Xue masih terus bertarung dengan seekor Kalajengking raksasa.

Dia langsung menghantamkan tinjunya ke arah Kalajengking tersebut.

BLAAM!

"Sorry, Bro! Kita baru hanya pemanasan di sini ... belum benar-benar bertarung!" teriak Duan Xue ke arah Kalajengking yang sudah setengah sekarat itu.

Namun, saat mereka berpikir hampir mengalahkan semua Beast yang ada di sana, tiba-tiba~

Gruduk! ... Gruduk!

DUUUM!

Semua makhluk Beast yang tersisa mundur dari arena pertempuran secara mendadak, membuat Duan Xue dan Li Shen melongo ditempat.

Kabut terbelah di kejauhan, membuat Mo Yuyan menyipitkan matanya saat melihat fenomena itu.

"Akhirnya dia muncul juga ..." ujar Mo Yuyan.

"Apa yang muncul, Kak?" tanya Li Shen.

"Kamu akan tahu sebentar lagi ..."

Sesuatu yang besar terlihat muncul perlahan dari dalam kabut.

Kepala pertama, adalah kepala seekor ular raksasa dengan mata berwarna hijau gelap.

Kepala kedua muncul, lalu kepala ketiga, kemudian keempat, dan berakhir di kepala kelima yang muncul dari dalam kabut.

Tubuh Li Shen langsung membeku melihatnya.

"Ini ... tidak mungkin ..."

Nenek Du menatap lurus dengan wajah serius.

" ... HYDRA ..."

Makhluk tersebut menjulang tinggi bagaikan sebuah gunung.

Tubuhnya penuh dengan sisik berwarna hijau gelap, mengeluarkan uap racun yang kuat saat bergesekan dengan tanah.

Setiap hembusan napasnya menciptakan badai kabut beracun.

"Ha-ha-ha ... Jadi, ini dia penjaga dunia kecil ini?" ujar Duan Xue sambil tertawa gugup.

Hydra itu membuka kelima mulutnya secara bersamaan, dan~

SSSHHHH ...!

Gelombang racun langsung menyapu tanah disekitar mereka.

Mo Yuyan berdiri di depannya tanpa gentar sedikitpun, tatapan matanya tajam, dan wajahnya sedatar aspal di zaman modern.

Hydra itu menatap Mo Yuyan dengan tatapan lapar, dan kelima matanya menyala terang.

Tidak lama kemudian, sebuah suara terdengar di dalam benak mereka masing-masing.

"Hey, Manusia! Siapa yang telah membangunkanku dari tidur panjangku?" tanya suara itu dengan nada yang mendominasi.

Wajah Li Shen langsung pucat-pasi, saat mendengar suara dalam benaknya.

"K-Kak Yuyan ... D-dia bisa bicara!"

Mo Yuyan mengabaikan kata-kata Li Shen, lalu dia maju selangkah.

"Da-rahku yang membangunkanmu ..." jawab Mo Yuyan.

Hydra itu menurunkan kelima kepalanya, lalu mengendus perlahan ke arah Mo Yuyan.

"Aroma racunmu ... terasa sangat familiar ..."

"Aku adalah Ratu Racun ..." jawab Mo Yuyan sambil menyeringai tipis.

"Kakak Sepupumu itu benar-benar gila! Bisa-bisanya dia bercanda, saat suasana serius begini ..." bisik Duan Xue di telinga Li Shen.

Hydra itu merundukkan salah satu kepalanya ke depan Mo Yuyan.

"Aroma da-rah dan Aura yang familiar itulah, yang telah membangunkan tidur ribuan tahunku ..."

"Benar begitukah?" balas Mo Yuyan sambil memiringkan kepalanya.

"Um,"

Hydra tersebut mengamati Mo Yuyan dengan seksama, sampai akhirnya dia membuat sebuah keputusan.

"Sepertinya kamu adalah orang yang terpilih ... jarang ada gadis seusiamu, yang bisa mencapai tahap enam dengan selamat ..."

"Kalau aku orang yang terpilih, lalu kamu mau apa?" tanya Mo Yuyan.

"Aku ingin melakukan kontrak denganmu ..." ujar Hydra itu dengan nada lirih.

Semua orang terdiam saat mendengarnya, seolah-olah mereka sedang bermimpi, jika si sombong legendaris ini menawarkan kontrak dengan Mo Yuyan.

"Tunggu dulu! Hydra adalah makhluk Legendaris yang angkuh dan menolak melakukan kontrak dengan manusia, dan sekarang menawarkan kontrak dengan Ratuku?! Jangan bercanda!" seru Duan Xue dengan mata terbeliak lebar.

Nenek Du juga tampak terkejut dengan permintaan itu.

"Bahkan di dunia atas, Hydra menolak melakukan kontrak dengan manusia. Dewa pun menyerah dengan kesombongan Beast ini, dan sekarang dia meminta Mo Yuyan untuk melakukan kontrak dengannya?! Sungguh Ajaib!"

Mo Yuyan menatap Hydra dengan wajah polosnya.

"Kamu ingin menjadi Beast kontrakku?"

"Ya, jika kamu mampu menahan racunku ..." jawab Hydra.

Lima kepala Hydra membuka mulutnya, membuat sebuah bola racun besar yang sangat pekat.

"Yuyan, jangan! Racun Hydra dapat membunuh kultivator tingkat tinggi dalam sekejap! Jangan mau dipermainkan olehnya!" seru Nenek Du memperingatkan Mo Yuyan.

Namun Mo Yuyan mengacuhkan seruan itu, dia malah membuka kedua tangannya lebar-lebar.

"Aku terima tantanganmu! Datanglah!

"KAMU GILA, MO YUYAAAAN!" teriak Duan Xue.

Kelima kepala Hydra itu menyemburkan racunnya ke arah tubuh mungil Mo Yuyan.

WOOOSSSH!

Gelombang racun berwarna hijau gelap langsung menelan tubuh Mo Yuyan.

"Oh, tidak! TIDAAAAK! KAK YUYAAAN!" teriak Li Shen dengan wajah panik.

Kabut beracun itu menutup pandangan orang yang ada di sana.

Namun, ada suatu keanehan yang terjadi dari dalam kabut itu~

Sebuah energi besar tiba-tiba meledak dari dalam sana.

BOOOM!

Membuat kabut beracun itu berputar liar, kemudian terserap masuk ke dalam tubuh Mo Yuyan.

Dantian langkanya berputar seperti badai, membuat Hydra itu terdiam.

"Manusia yang ... menarik!"

Mo Yuyan membuka matanya, kini ring yang berputar pada bola matanya ada dua warna, yaitu warna hijau dan ungu terang.

"Aku sudah menerima racunmu, dan sekarang giliranmu untuk menunaikan janjimu ..." ujar Mo Yuyan.

Mo Yuyan menggigit ujung jarinya, dan Hydra itu langsung menjilat da-rah Mo Yuyan.

Tanda kontrak yang berbentuk simbol racun kuno berputar di udara, diantara Mo Yuyan dan Hydra.

Kelima kepala itu menunduk hormat ke arah Mo Yuyan, sambil mengucapkan sebuah sumpah.

"Mulai hari ini ... Hydra adalah Beast kontrak Mo Yuyan. Dan Mo Yuyan adalah 'Tuan' Hydra."

Setelah ucapan itu selesai, simbol itu masuk ke dalam tubuh Mo Yuyan secepat kilat.

SLAB!

Dan~

BOOM!

Sebuah gelombang energi meledak, membuat tanah bergetar hebat dan kabut racun yang ada di sekitar sana terserap masuk kembali ke dalam tubuh Mo Yuyan dengan brutal.

Duan Xue menatap kejadian itu dengan mata melotot.

"Energi apa itu?!" seru Duan Xue dengan wajah terkejut.

"Tingkat kultivasinya ..." gumam Nenek Du pelan.

Energi Mo Yuyan di dalam tubuhnya terus melonjak naik.

Lapisan demi lapisan terbuka, sampai~

KRAK!

BLAM!

Lapisan tahap ketujuh [Kaisar Roh] awal ...

Kemudian~

BOOM!

Tingkat dua ...

Lalu~

BOOM!

Tingkat tiga ...

Terus naik, sampai berhenti di Tahap tujuh-tingkat lima.

BOOOM!

_

Kabut racun di seluruh dunia kecil itu bergetar hebat, membuat Mo Yuyan membuka matanya perlahan.

Li Shen terpaku melihatnya.

"K-Kak Yuyan ... Kamu langsung naik lima tingkat sekaligus!" ujar Li Shen dengan wajah syok.

Mo Yuyan terlihat sedkit kecewa, karena dia hanya sampai tingkat lima, tidak langsung sampai tingkat puncak.

"Harusnya bisa sampai tingkat sembilan ... namun batasnya sangat sulit untuk ditembus ..." gumam Mo Yuyan.

"Jika kalian bisa mendapatkan Beast kontrak yang hebat, maka kultivasi kalian juga akan menyesuaikan sampai tahap tertentu, agar bisa memaksimalkan kekuatan agar sebanding dengan Beast kontrak kalian itu," ujar Nenek Du menjelaskan.

"Haaah! Aku baru pertama kali menyaksikan sesuatu se-gila ini ..." ujar Duan Xue sambil menghela napas panjang.

Beast Hydra tiba-tiba menyusut, menjadi seekor ular kecil berkepala lima.

Dia langsung melilit indah di lengan Mo Yuyan.

"Nona ... Aku belum punya nama ..." ujar Hydra itu dengan suara manisnya di dalam benak Mo Yuyan.

Mo Yuyan tersenyum mendengarnya, kini dia mempunyai teman seperjuangan yang hebat disisinya.

"Baiklah, aku akan memberi kamu nama . Bagaimana jika nama kamu sekarang adalah 'Ryd', simpel dan mudah diucapkan ..." ujar Mo Yuyan.

"Aku suka! Terima kasih, Nona!" seru Ryd, senang.

"Mulai sekarang, kita akan menuliskan nama kita dalam sejarah bersama ... kamu setuju, Ryd?" tanya Mo Yuyan.

"Um, aku setuju Nona!"

Li Shen masih belum pulih dari rasa terkejutnya.

"Kita baru saja masuk untuk berlatih ..."

Duan Xue langsung tertawa brutal, saat mendengar gumaman Li Shen.

"Bhuahahahahaha!"

"Dan dia sudah menaklukan si Makhluk sombong-Hydra!"

Nenek Du menganggukkan kepalanya pelan.

"Sepertinya ... kisah 'Legenda' kita benar-benar baru saja dimulai ..."

Mo Yuyan menatap ke arah kabut racun yang menebal dikejauhan.

Matanya bersinar penuh ambisi.

"Semua ini baru permulaan dari kisahku dalam perjalanan ini ..."

Di dalam dunia kecil itu, akhirnya Sang 'Ratu Racun' mendapatkan Beast pertamanya.

"Aku harus mendapatkan paling tidak lima Beast kontrak yang kuat ... agar aku bisa menemukan keberadaan kedua orangtuaku dengan cepat!"

☣☣☣

Eh, ternyata sudah bab 20 saja nih ...😁.

Terima kasih atas semua dukungan para readers Noveltoon tersayang, yang selalu mendukung cerita-cerita aku 😘🙏🏻.

Semoga kalian selalu dalam lindungan Allah Subhannahuwata'ala, dan dilancarkan semua urusan dunianya.

Agar aku semangat menulisnya, tolong beri aku 'BINTANG' penilaian untuk novel ini ...🙏🏻.

Jangan lupa Like, Subscribe, komen, dan follow aku, ya ... Biar silahturahmi online kita tetap terjaga.

Aamiin Yaa Rabb ...

Send You All My Love Online, para Readers setiaku ...💖💖💖💖💖

*Tetap Semangat and ... Happy Reading!*

😘

1
Diah Susanti
lha emang iya dia udah mati, kan itu jiwa baru dari dunia lain
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😂😂😂😂😂
total 1 replies
Diah Susanti
baru kali ini, ada novel penjaga ruang dimensinya nenek nenek😄😄😄
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤭🤭🤭🤭🤭 ... Kalau sudah berusia ratusan tahun, bukankah namanya nenek ya Kak Diah? 😂😂😂. Terima kasih hadirnya Kak ... 🙏🏻😊🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Maria Lina
saya berharap double sih thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Mau bagaimana lagi, Ya Kak biar bisa dobel? Otaknya pas2an soalnya ...🤣🤣🤣🤣. Terima kasih Kak Maria atas dukungannya ...😊🙏🏻😘🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Ipeh tiga Putra
siapa dia thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hayooo tebak, Kak Ipeh ...😁😁😁. Siapa, ya? 🫢🫢🫢
total 1 replies
Murni Dewita
💪💪💪
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😁🙏🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Pastinya Kak Murni ...🙏🏻😊😘🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖
total 3 replies
MataPanda?_
ceritanya seru kak semangat trus 😀
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih apresiasi dan dukungannya, Kak Panda ... 😊🙏🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Murni Dewita
👣
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih dukungannya, Kak Murni ...🙏🏻😊🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
salah cari lawan boz
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Aku juga berpikiran begitu, Kak Dewi ...😂😂😂😂
total 1 replies
Dania
semangat tor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Kak Dania ...🙏🏻😊🤗🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖
total 1 replies
Juvita Lin
up yg bnyk kak..👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Maunya begitu, Kak Lin ... apa daya, otakku tak.mampu ...🤣🤣🤣.
total 1 replies
Andira Rahmawati
absen dulu yahhh
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Aduh, sampai absen dulu, Kak Dira ini ...🤭. Jadi malu aku ..😁. Terima kasih hadir dan dukungannya, Kak Dira ...🙏🏻🤗😘🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Enah Siti
hadir thor 😍😍😍💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🙏
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hallo Kak Siti ... Terima kasih hadirnya dan dukungannya ... 🤗🙏🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖💖
total 1 replies
Maria Lina
lgi ya thor plisss
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Ashiaaap Kak Maria ...🤗
total 1 replies
Maria Lina
ok siap thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Oke, Kak Maria ... Setiap hari update bab panjang untuk kak Maria, biar puas bacanya ...🙏🏻🤗😊💖💖💖💖
total 3 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Selamat datang Kak Dewi ... Terima kasih hadirnya. Semoga suka.dengan cerita barunya ... 🙏🏻😊🤗🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
yetiku86
semangat up kak Aurora 💪💪💪😊
yetiku86: kembali kasih Kak 😊🙏
total 2 replies
azka aldric Pratama
absen dl 🤭🤭
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hallo Kak Azka ... Simpan dulu ya Kak, biar banyak ...🤣. Terima kasih hadirnya, Kak ...🙏🏻🤗🫰🏻🫰🏻🫰🏻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!