" kakak ipar, kamu baik baik saja?"
" menurut mu apa aku masih bisa baik-baik saja setelah melihat suami ku tidur dengan wanita lain?"
~~~~~
" jika kakak berselingkuh kenapa kakak ipar juga tidak melakukan hal yang sama biar adil?"
" apa kamu mau menjadi selingkuhan ku?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 27
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh akhirnya mereka tiba di tempat tujuan. Mobil mereka di parkirkan di tempat yang sudah di siapkan. Setelah itu mereka segera bersiap untuk menaiki gunung.
Bukan hanya mereka saja yang ada di gunung itu. Tapi masih banyak orang lainya yang juga memiliki tujuan yang sama.
" ayo foto dulu" ajak kashi menyiapkan kamera ponselnya untuk mengambil foto.
" lebay banget Lo dikit dikit foto" ujar jiro yang memang selalu jadi lawan untuk kashi.
" sorry yee! Gw nggak ngajak Lo" ujar kashi tidak mau kalah.
Jiro mencebik bibir meledek ucapan kashi. Kashi mengajak hito dan yang lainya kecuali jiro untuk mengambil foto.
" ni, fotoin kita" ujar kashi memberikan ponselnya jiro.
Namun jiro menolaknya " idih enak aja nyuruh nyuruh" ujar jiro tidak mau mengambil foto mereka.
" dek boleh minta tolong?" tanya hito pada bocil yang kebetulan lewat di sana.
" boleh kak, ada apa?" tanya bocil tersebut.
" tolong ambilkan foto kita, boleh?" tanya hito.
" boleh kak" jawab bocil tersebut lalu mengambil ponsel milik hito untuk di gunakan.
Hito dan yang lain langsung bersiap untuk pengambilan foto. Jiro juga ikut berfoto dia berdiri di samping istrinya.
" terimakasih dek" ujar hito " ini buat kamu" ujarnya lagi memberikan uang pada bocil tersebut.
Bocil tersebut menolaknya namun hito memaksanya untuk mengambil uang tersebut. Setelah itu mereka pun melanjutkan perjalanan nya.
Mereka mulai merasa lelah setelah berjalan selama 1 jam. Terutama yang cewek, apa lagi Haruka yang memang tidak pernah naik gunung.
" capek banget gila! Istirahat dulu lah" ujar kashi.
" iyaa, kita istirahat aja dulu di sini" ujar Naoki setuju.
Mereka pun memutuskan untuk beristirahat. Naoki duduk di samping Haruka. Dia mengambil botol minum yang sudah di siapkan dari rumah lalu membuka nya dan memberikan nya pada Haruka.
" thank" ujar Haruka mengambil minuman tersebut dan meminum nya. setelah di rasa cukup lalu dia mengembalikan nya pada Naoki. Naoki menerimanya dan ikut meminum air tersebut.
" hmm! kalian ada nonton Drakor wonderful world nggak? " tanya jiro tiba tiba.
" kenapa memang nya?" tanya kashi penasaran.
" itu loh, Drakor tentang perselingkuhan orang terdekat atau ipar" ujarnya menjelaskan.
" setahu gw Drakor itu menceritakan tentang balas dendam dan misteri" ujar Naoki yang paham apa maksud jiro. dia pasti sedang menyindir dirinya.
" maklum ki, dia nggak tahu genre" ujar kashi.
" gw tahu ya! Tapi drama itu juga menceritakan tentang perselingkuhan dan berkhianatan" jelas jiro.
Haruka memilih diam, meskipun dia merasa tersindir tapi dia mencoba berfikir positif bahwa jiro bukan menyindir nya.
" Lo kek cewek ya, hobi banget ngurusin hal kek gitu" ujar Naoki.
" nah benar banget ki. Sepemikiran kita" ujar kashi yang setuju dengan ucapan Naoki.
" ini di gunung, kita kesini untuk refreshing bukan untuk ngebahas Drama" ujar Alexa.
" mau lanjut sekarang?" tanya hito.
" sebentar lagi lah" ujar kashi.
Mereka pun beristirahat selama beberapa menit. Setelah di rasa cukup akhirnya mereka melanjutkan perjalanan nya. Mereka sudah melewati pos 2.
disini Haruka yang paling tersiksa karena dia belum terbiasa. Kakinya terasa sangat sakit apa lagi bagus paha dan lutut. Rasanya dia ingin kembali dan memilih rebahan saja di rumah.
" capek?" tanya Naoki.
Haruka mengangguk " banget, kaki aku juga sakit " keluhnya.
Jangan salahkan dia yang mengeluh ya. dia juga tidak berniat naik gunung. kalo nggak di paksa oleh Naoki juga dia tidak mau ikut. Apa lagi kalo tahu sesusah ini naik gunung.
Naoki menghentikan Haruka, dia berjongkok di depan Haruka " naik" ujarnya menyuruh Haruka untuk naik ke atas punggungnya untuk di gendong.
" iih sosweet" ujar kashi merasa gemas dengan tindakan Naoki " aku juga mau di gendong" ujar nya pada hito.
" kamu mau juga?" tanya jiro pada istrinya.
" emang nya kamu kuat?" tanya alexa.
" kuatlah" ujar jiro sombong.
Akhirnya mereka mengendong pasangan masing masing. Naoki mengendong Haruka di punggung nya dan di depan nya terdapat tas ransel yang lumayan besar. Begitupun dengan yang lain.
Di belakang mereka ada 2 orang pria yang memakai masker dan juga topi lengkap dengan tongkat di tangan dan tas ransel besar di punggung pria satunya. Yang satu lagi tidak membawa barang apapun kecuali tongkat.
" tuan kita istirahat dulu lah, dari tadi nggak berhenti henti jalan nya" ujar pria yang membawa tas.
" diam lah, kalo tidak aku tak akan memberikan mu bonus" ancam pria satunya.
pria tersebut hanya bisa pasrah dan terus berjalan. Ini demi bonus dan juga pekerjaan nya. karena kalo tidak dia bukan hanya tidak mendapatkan bonus tapi juga bisa kehilangan pekerjaan nya.
" istirahat dulu lah" ujar jiro saat mereka tiba di pos 3.
Kali ini lebih melelahkan karena mereka membawa beban lebih banyak dari biasanya. Inilah resiko naik gunung sama wanita. Sebenarnya mereka juga bisa jalan sendiri, tapi yaa mereka sebagai laki laki merasa kasihan.
" masih lama nyampe nya?" tanya Haruka saat mereka sudah istirahat.
" lumayan" jawab naoki.
kedua pria tadi ikut beristirahat. Pria yang tidak membawa apapun duduk di dekat Haruka. Haruka tiba tiba mencium aroma yang tidak asing. Ini seperti aroma minyak wangi milik daiky.
Haruka menoleh pada pria tersebut, dia terkejut, sangat terkejut. meskipun pria di sampingnya ini menggunakan topi dan masker tapi Haruka masih mengenalinya.
Mulai dari aroma parfum hingga pakaian yang dipakai nya. Itu semua pakaian milik daiky.
" kenapa dia Disini? Apa ini kebetulan? Tapi masa kebetulan bisa sesama ini?" batin Haruka.
Haruka mengambil ponselnya lalu mengirimkan pesan ke nomor milik daiky. Karena sinyalnya jelek jadi pesan nya masuk cukup lambat.
ting
Ponsel daiky yang berada di sakunya berbunyi menandakan ada pesan masuk. haruka memerhatikan nya, dia tahu itu daiky.
" abaikan saja" bisik Naoki di telinga Haruka.
Yaa Naoki juga tahu itu adalah daiky. Bagaimana dia tidak tahu? Mereka kembaran, feeling mereka kuat. Naoki sudah sadar sedari tadi tapi dia mengabaikan nya.
" iyaa" jawab Haruka memilih untuk pura pura tidak tahu.
Setelah istirahat cukup lama mereka memilih untuk melanjutkan perjalanan nya. Kali ini tidak di gendong lagi karena mereka juga kasihan pada para pria.
daiky dan Hansen juga ikut berjalan. Mereka berjalan di jarak yang aman agar mereka tidak curiga jika mereka berdua mengikuti Naoki dan kawan kawan nya.
Perjalanan terasa begitu jauh dan melelahkan. Apa lagi sepanjang perjalanan adalah tanjakan semua. Tapi di balik rasa lelah itu mereka dapat menyaksikan pemandangan alam yang indah sepanjang perjalanan.