NovelToon NovelToon
The Antagonist'S Muse

The Antagonist'S Muse

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / CEO / Sistem
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: lailararista

Vallerie tidak pernah menyangka bahwa menutup mata setelah membaca bab terakhir sebuah novel akan membawanya terbangun di tubuh seorang figuran dengan nama yang sama. Namun, ia tidak punya waktu untuk bingung. Sebilah belati tak kasat mata kini tergantung di atas kepala sahabatnya, sang Antagonis, yang ditakdirkan mati mengenaskan di tangan Protagonis Pria demi membalas dendam kekasihnya

Demi mengubah naskah kematian tersebut, Vallerie harus memainkan peran yang berbahaya. Di mata dunia, ia adalah kaki tangan yang setia, ikut tertawa saat sang antagonis merencanakan kejahatan, dan terlihat sama busuknya. Namun, di balik bayang-bayang, Vallerie-lah yang diam-diam memotong tali jebakan, dan memastikan rencana jahat sahabatnya selalu gagal .

Berada di antara pedang Protagonis Pria dan obsesi gelap sahabatnya sendiri, satu-satunya teman bicara Vallerie hanyalah sebuah Sistem super cerewet dan berisik di dalam kepalanya. Terkadang Vallerie merasa kesal, tapi hanya dia yang bisa membantu V

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lailararista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu target

"Aku takut sekali tidak bisa menahan diri nanti, kamu tau sendiri, dari kecil aku selalu menempel padanya."ucap Eleanor sambil mengemudikan mobil sport nya.

Vallerie yang duduk dikursi penumpang disebelahnya, melirik Eleanor sekilas. Hari ini Eleanor sengaja menjemput Vallerie untuk kerumah Dominic. Para orang tua mereka mengadakan reunian, saat waktu senggang begini, mereka memang sering berkumpul. Melepas lelah setelah bekerja.

"Kamu harus bisa, kalau dia mengajakmu bicara jawab seadanya. Tapi jangan mulai duluan."peringat Vallerie yang diangguki Eleanor.

"Tapi, Val? Kamu tidak apa-apa bertemu mama mu? Takutnya nanti kamu merasa canggung. Atau kamu tidak usah kesana saja, biar nanti aku bilang ke Tante Devina kalau kamu ada urusan mendadak."ucap Eleanor, seakan mengerti kalau Vallerie selalu tidak nyaman bertemu ibunya.

Vallerie menggeleng sambil menatap Eleanor tersenyum. Dia harus mengawasi Eleanor, mana mungkin dia tidak ikut ke jamuan makan malam para sahabat orang tuanya.

"Aku tidak apa-apa."balas Vallerie seadanya.

Eleanor yang mendengar itu mengangguk. "Yasudah."ucapnya.

Terjadi keheningan beberapa saat sebelum Eleanor kembali bersuara. "Aku dengar, kakak Dominic sudah kembali dari Amerika kemaren, apa mungkin Tante Devina ingin memperkenalkan anaknya itu ya, karena kan dia sudah pergi dari kecil, tidak pernah pulang."

Mendengar ucapan Eleanor, Vallerie menerawang memikirkan cerita asli dari novelnya. Hampir lupa, kalau Dominic memiliki kakak yang dirawat kakek neneknya di luar negeri. Dia memang tidak pernah pulang, bahkan Vallerie dan Eleanor tidak pernah melihatnya.

"Kenapa dia mau pulang? Bukannya dia betah diluar negeri?"Eleanor menaikkan bahunya pertanda tidak tahu.

"Tante Devina tidak bisa bolak-balik keluar negeri lagi, mungkin lelah, aku dengar dari mamaku, Tante Devina pura-pura jatuh sakit karena merindukan anaknya itu. Anaknya pasrah dan pulang kemaren."Vallerie hanya mengangguk mendengar penjelasan Eleanor.

[Ding! Tuan putri? Apa kamu tidak penasaran dengan kakak Dominic? Mana tau kamu bisa keluar dari ke jombloan mu]

Vallerie diam, menatap lurus ke dalam. Ingin sekali menghajar sistem kalau wujudnya ada. Datang tiba-tiba membuat terkejut saja.

"Dia umur berapa? Apa sudah menikah?"tiba-tiba Vallerie merasa penasaran. Entah kenapa, Vallerie sendiri tidak tahu.

Eleanor melirik Vallerie sekilas, sebuah senyum tipis terbit dibibirnya.

"Setauku belum menikah, kalau umur aku tidak tau. Sepertinya lebih tua dari kita. Kenapa? kamu ingin mencoba mendekatinya?"tanya Eleanor sambil menaiki turunkan alisnya menggoda Vallerie.

Vallerie memalingkan wajahnya menatap keluar jendela. "Tidak, aku hanya penasaran."

"Kalau benar pun tidak masalah, kamu sudah lama jomblo."

[Tuan putri, di dunia nyata atau di dunia novel tenyata, kamu sama saja. Sama-sama jomblo akut]

Mendengar itu Vallerie menghela nafas panjang, memilih mengabaikan ucapan sistem cerewet itu

Tidak lama setelah itu, mobil sport Eleanor melambat saat memasuki gerbang besi tinggi menuju mansion keluarga Dominic. Halaman luas dengan taman tertata rapi itu sudah dipenuhi beberapa mobil mewah milik para sahabat orang tua mereka.

"Sepertinya semua orang sudah datang," Eleanor mematikan mesin, lalu menarik napas panjang untuk menenangkan diri sebelum keluar mobil.

Vallerie hanya mengangguk, berusaha mengabaikan ocehan sistem di kepalanya yang terus-menerus memberikan komentar tidak penting. Saat mereka melangkah masuk ke dalam rumah, aroma masakan lezat dan suara tawa akrab langsung menyambut. Di ruang makan besar, tampak Devina, ibu Dominic sedang bercengkrama dengan orang tua Vallerie dan Eleanor.

"Ah, ini dia bidadari-bidadari kita sudah sampai!" seru Devina riang. Ia segera menghampiri dan memeluk mereka bergantian.

Mereka berdua mengalami tangan tetua disana. Saat Vallerie menyalami ibunya sendiri, suasana sempat mendingin sesaat. Ada kecanggungan yang menggantung, namun Vallerie hanya tersenyum tipis dan bersikap sesopan mungkin. Ia tidak ingin merusak suasana reuni ini hanya karena ego pribadinya.

"Oh iya, Tante perkenalkan dengan putra sulung Tante yang baru pulang," Devina menarik lengan Vallerie dan Eleanor menuju ruang tengah.

Seorang pria sedang berdiri membelakangi mereka, menatap ke arah taman melalui jendela besar. Postur tubuhnya tegap dan bahunya lebar, memberikan kesan wibawa yang kuat.

"Victor, sayang, kemari sebentar," panggil Devina.

Pria itu berbalik. Sepasang mata tajam berwarna gelap itu langsung tertuju pada mereka. Vallerie menatap pria itu dengan tatapan datar. Sedangkan Eleanor hanya diam, menatap sebentar lalu beralih menatap Vallerie yang seperti tidak peduli.

"Ini Victor, kakaknya Dominic. Dan Victor, ini Eleanor dan Vallerie, sahabat adikmu," ucap Devina memperkenalkan.

Victor melangkah mendekat.

"Victor," ucapnya pendek dengan suara bariton yang berat. Ia mengulurkan tangan secara formal.

Vallerie menyambut uluran tangan itu dengan sopan saat tangannya berada di hadapan Vallerie.

"Vallerie," jawabnya singkat, memberikan senyum tipis yang biasa ia berikan pada orang baru.

Setelah itu Victor beralih menyalami tangan Eleanor sekilas, namun matanya masih fokus menatap Vallerie dengan tatapan yang sulit di artikan.

Vallerie yang menyadari itu mengangkat sebelah alisnya.

"Senang bertemu dengan kalian berdua," lanjut Victor,.

"Wah, Kak Victor ganteng banget ya, Val? Mirip Dominic tapi versi lebih matang," bisik Eleanor di telinga Vallerie, namun Vallerie hanya membalasnya dengan anggukan kecil tanpa minat.

"Kita juga senang bisa bertemu kakak, iya kan Val?"jawab Eleanor dengan tersenyum kecil. Eleanor menatap Vallerie seperti menggoda wanita itu.

Vallerie berdecak pelan lalu mengangguk pasrah.

1
Raine
kan sistem bisa dengar kata hati tanpa harus mengeluarkan suara
Raine
hmm sepertinya aleta si drama quenn,
Alissia
/Smile//Smile/
Fahreziy
nexk
Fahreziy
👣👣👣👣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!