NovelToon NovelToon
Kupinjam Waktu Untuk Membalasmu

Kupinjam Waktu Untuk Membalasmu

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Berondong / Ketos / Reinkarnasi / Obsesi / Pembaca Pikiran / Tamat
Popularitas:458
Nilai: 5
Nama Author: Ranu Kallanie Jingga

Seorang wanita yang dikhianati dan dihancurkan hidupnya kembali ke masa kuliah 6 tahun lalu. Berbekal ingatan masa depan, ia bertransformasi dari si "Memey" yang naif menjadi Odelyn yang predator, demi menghancurkan pria yang pernah menghamilinya dan meninggalkannya begitu saja. Memiliki misi Glow Up dan pola hidup sehat secara ekstrem buat balas dendam. Tapi dia malah terjebak di tengah konflik keluarga konglomerat yang misterius.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ranu Kallanie Jingga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cahaya di Tengah Penantian

Enam bulan berlalu dengan tenang. Apartemen mewah Odelyn kini telah berubah fungsi menjadi tempat yang penuh dengan perlengkapan bayi. Tidak ada lagi komputer dengan layar penuh grafik saham yang menyala di malam hari; yang ada hanyalah lampu redup dan musik klasik untuk menenangkan janin.

​Momen yang ditunggu akhirnya tiba.

Di sebuah rumah sakit eksklusif, dengan Gavin yang setia menggenggam tangannya sambil membisikkan doa, Odelyn berjuang melewati persalinan yang emosional.

​Suara tangis bayi yang kencang memecah keheningan ruang persalinan. Tangisan itu seolah menghapus semua memori gelap masa lalu, dari pengkhianatan di kampus hingga pelarian berdarah di London.

​"Dia laki-laki, Lyn... dia sehat," bisik Gavin dengan air mata yang mengalir deras, mencium kening Odelyn yang penuh keringat.

Beberapa hari setelah persalinan, kamar perawatan Odelyn dipenuhi oleh bunga-bunga terindah. Kedua orang tua mereka kini sudah berubah menjadi kakek dan nenek yang sangat protektif, sibuk menggendong cucu mereka bergantian.

​Namun, suasana menjadi sedikit hening ketika pintu kamar terbuka. Hediva berdiri di sana, mengenakan setelan jas abu-abu yang elegan. Ia datang langsung dari London, membawa aura bangsawan Eropa yang selalu melekat padanya.

​Gavin berdiri dan menyambutnya dengan pelukan pria yang penuh rasa hormat. Tidak ada lagi kecemburuan, yang ada hanyalah rasa terima kasih yang mendalam.

​Hediva mendekati ranjang Odelyn, menatap bayi mungil yang sedang terlelap di dekapan ibunya. Ia tersenyum sangat tulus, senyum yang menunjukkan bahwa ia sudah benar-benar merelakan cintanya demi kebahagiaan Odelyn.

​"Dia terlihat seperti petarung," ucap Hediva pelan.

Ia mengeluarkan sebuah kalung emas putih dengan liontin kecil berbentuk bintang yang di tengahnya terukir sebuah nama.

​"Saya punya satu permintaan, Odelyn... Gavin," lanjut Hediva. "Bolehkan saya memberikan dia nama tengah?"

​Odelyn menatap Gavin, dan Gavin mengangguk tanpa ragu.

"Tentu, Hediva. Tanpa kamu, bayi ini mungkin nggak akan pernah ada."

​Hediva mengusap dahi bayi itu dengan ujung jarinya.

"Arsa. Panggil dia Arsa. Karena kehadirannya membawa kegembiraan bagi semua orang yang hampir kehilangan harapan."

​Odelyn membisikkan nama itu di telinga bayinya. "Arsa... Arsa Vandermere."

...

Satu bulan kemudian, pernikahan megah yang dijanjikan akhirnya terlaksana.

Bukan di gereja atau hotel biasa, melainkan di sebuah taman gantung yang menghadap ke arah laut, melambangkan bahwa cinta mereka telah naik ke level yang jauh lebih tinggi dari sekadar urusan duniawi.

​Odelyn berjalan di altar dengan gaun pengantin putih yang luar biasa cantik, menggendong Arsa yang tertidur lelap di dadanya.

Gavin menunggu di ujung altar dengan mata yang berkaca-kaca.

​Di depan semua saksi—termasuk Hediva yang berdiri sebagai saksi pria dan kedua orang tua yang kini sudah saling berangkulan—mereka mengucapkan janji suci.

​"Dulu gue adalah orang paling brengsek yang pernah nyakitin lo," ucap Gavin saat memasangkan cincin.

"Tapi mulai hari ini, dan sampai napas terakhir gue, gue bakal jadi laki-laki yang bikin lo dan Arsa nggak akan pernah ngerasain sedih lagi."

​Odelyn tersenyum, kali ini senyumnya benar-benar sampai ke matanya. "Dan gue bukan lagi wanita yang haus dendam. Gue adalah wanita yang belajar kalau kekuatan terbesar bukan soal menghancurkan, tapi soal membangun kembali apa yang sudah hancur."

..

Mereka bertiga yang berdiri di balkon rumah mereka, menatap matahari terbenam. Gavin merangkul pinggang Odelyn, sementara Arsa kecil tertawa dalam gendongan Gavin.

​Dendam itu telah mati. Digantikan oleh kehidupan baru yang bernama Arsa.

​Di kejauhan, Hediva yang sedang menuju bandara, melihat ke arah langit Singapura dari jendela mobilnya. Ia mengambil ponselnya dan mengetik sebuah pesan terakhir untuk Odelyn.

​Hediva: "Tugas saya selesai, Ratu. Jaga Arsa baik-baik. Kalau dia sudah besar, kirim dia ke London. Saya akan mengajarinya cara memerintah dunia tanpa harus melukai hati wanita."

​Odelyn membaca pesan itu sambil tersenyum, lalu menyandarkan kepalanya di bahu Gavin.

Inilah kehidupan kedua yang sesungguhnya.

Bukan kehidupan penuh strategi bisnis, tapi kehidupan penuh cinta yang tulus.

Lima bulan setelah pernikahan megah itu, kehidupan Gavin dan Odelyn terlihat sempurna.

Arsa tumbuh menjadi bayi yang tampan, dan G-Corp kembali berjaya. Namun, di tengah kesibukan mengurus proyek properti baru di pinggiran kota, Gavin tanpa sengaja bertemu dengan sosok yang hampir ia lupakan.

​Di sebuah kafe kecil tempat Gavin berteduh dari hujan, ia melihat seorang wanita duduk sendirian sambil terisak.

​"Nike?" Gavin mengernyit.

​Wanita itu menoleh. Wajahnya masih secantik saat SMA, tapi kini terlihat kuyu dan penuh kesedihan. Nike—cinta monyet Gavin yang dulu ia kejar mati-matian sebelum ia bertemu Odelyn.

​"Gavin?" Nike langsung berdiri dan tanpa aba-aba memeluk Gavin sambil menangis kencang.

"Gavin... aku nggak tahu harus ke mana lagi. Pacarku ninggalin aku, dia bawa lari semua uangku, dan sekarang keluargaku ngusir aku..."

​Gavin yang dasarnya punya hero complex (jiwa ingin menolong) merasa iba. Ia lupa bahwa Odelyn sedang menunggunya di rumah untuk merayakan 5-month anniversary pernikahan mereka.

Nike adalah tipe wanita yang berbeda total dari Odelyn. Jika Odelyn adalah wanita yang kuat dan mandiri, Nike adalah "gadis dalam bahaya" yang terus memuji Gavin.

​"Cuma kamu yang dari dulu tulus sama aku, Vin. Aku nyesel dulu nggak milih kamu," bisik Nike saat mereka makan malam di sebuah restoran terpencil—bukan atas ajakan Gavin, tapi atas "permintaan terakhir" Nike yang katanya ingin bunuh diri.

​Nike sangat lihai. Dia tidak langsung mengajak Gavin berselingkuh, tapi dia "menjual kesedihan".

Dia menelepon Gavin tengah malam hanya untuk menangis, mengirimkan foto-foto memar (yang entah benar atau tidak) di lengannya, dan meminta Gavin menemaninya karena dia "takut sendirian".

​Pelan tapi pasti, perhatian Gavin terbagi.

Ia mulai sering pulang terlambat, berbohong soal rapat, dan ponselnya kini dipasangi password baru—sesuatu yang belum pernah ia lakukan sejak mereka menikah.Odelyn bukan wanita bodoh. Ia menyadari perubahan suaminya.

Gavin mulai sering melamun, jarang bermain dengan Arsa, dan bau parfum di kemeja Gavin bukan aroma yang biasa ia gunakan.

​Suatu malam, jam dua pagi, Gavin baru pulang dengan alasan "menemani investor dari luar negeri". Odelyn sedang duduk di sofa ruang tamu yang gelap, hanya ditemani cahaya dari tabletnya.

​"Investor mana yang butuh ditemani sampai jam dua pagi, Gavin?" tanya Odelyn dingin.

​Gavin tersentak, ia terlihat gugup. "Ah... itu, orang dari Jepang. Mereka suka nightlife, Lyn. Kamu tahu kan bisnis harus fleksibel."

​Odelyn hanya menatap Gavin tajam. Ia tidak mendebat.

Begitu Gavin masuk ke kamar mandi, Odelyn membuka sistem The Hidden Monitor yang sebenarnya tidak pernah ia matikan sepenuhnya. Ia melacak GPS mobil Gavin.

​Hasilnya: Mobil Gavin tidak pernah ke klub malam. Mobil itu parkir selama empat jam di sebuah apartemen murah di kawasan Geylang.Keesokan harinya, Odelyn tidak melabrak Gavin. Dia bukan tipe wanita yang akan jambak-jambakan di depan umum. Dia menggendong Arsa, mencium bayinya, lalu memanggil asisten kepercayaannya.

​"Cari tahu siapa penghuni apartemen unit 12-B di Geylang. Saya mau data lengkapnya dalam satu jam," perintah Odelyn.

​Saat data itu datang, mata Odelyn berkilat. "Nike. Cinta SMA-nya?" Odelyn tertawa sinis, sebuah tawa yang mengandung ancaman.

"Dia pikir dia bisa mengalahkan saya dengan air mata murahannya?"

​Odelyn kemudian melihat di jadwal Gavin bahwa hari ini Gavin izin "sakit" dari kantor.

Padahal, Odelyn tahu Gavin sedang menuju ke apartemen Nike membawa beberapa kantong belanjaan makanan mewah.Gavin sedang berada di dalam apartemen Nike, menyuapi Nike yang pura-pura lemas.

​"Vin, kamu baik banget. Odelyn pasti beruntung punya kamu... tapi apa dia bisa ngerti sisi lembut kamu kayak gini?" puji Nike sambil memegang tangan Gavin.

​Tepat saat itu, bel apartemen berbunyi. Gavin kaget. Nike merasa cemas.

​Gavin membuka pintu, dan jantungnya serasa copot. Odelyn berdiri di sana, mengenakan setelan jas hitam yang sangat powerful, menggendong Arsa di lengan kirinya, sementara tangan kanannya memegang amplop cokelat.

​"Lyn... kok kamu di sini?" Gavin gagap.

​Odelyn masuk tanpa permisi, menatap Nike yang sedang duduk di sofa.

Odelyn melemparkan amplop cokelat itu ke meja. Isinya adalah foto-foto Nike yang sedang tertawa lebar bersama seorang pria di sebuah kelab malam hanya dua jam sebelum dia menelepon Gavin untuk menangis. Juga data bahwa Nike sebenarnya adalah seorang penipu yang memang mengincar pria beristri untuk diperas.

​"Gavin," suara Odelyn sangat tenang, tapi sangat mengerikan. "Lo bisa pilih. Lo pulang sekarang, kita mandikan Arsa bareng-bareng, dan lo lupakan wanita sampah ini. Atau lo tetap di sini, dan besok pagi surat cerai serta hak asuh penuh Arsa sudah ada di meja lo. Gue nggak punya waktu buat drama kelas teri kayak gini."

​Gavin melihat ke arah Nike yang kini wajahnya pucat pasi karena kedoknya terbongkar, lalu melihat ke arah Arsa yang menatapnya dengan mata polos, dan terakhir ke arah Odelyn yang menatapnya dengan kekecewaan mendalam.

1
Anonymous
Keren banyak banget plot twisnya😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!