Mengisahkan seorang Perwira Angkatan Darat bernama Lucas Abner yang sangat mencintai pekerjaannya. Pengabdiannya sebagai seorang tentara tidak bisa di ragukan. Dia bisa berada di korps pasukan khusus karena kelincahannya. Jatuh cinta kepada seorang perempuan yang dia temui dirumah sakit waktu menjengguk sahabatnya. Apakah Lucas bisa memikat hati perempuan itu ???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cobaan Menjelang Pernikahan
"Sayang aku orangnya cemburuan. Ingat kamu itu milik aku." Joy langsung mencium kekasihnya.
"Iya. I love you."
"I love you too."
Joy sudah berada di lobi rumah sakit, dan dia bertemu dengan dokter Beca calon tante iparnya sedang berbicara dengan Dokter Sherly direktur rumah sakit ini. Joy memberi salam dan menunduk kepada kedua dokter senior itu.
"Katanya dokter Joy calon istri keponakan kamu??"
"Tahu dari mana dokter??"
"Ya banyak orang di rumah sakit ini bercerita. Saya suka sama kinerjanya. Dia berkembang bagus sekali. Kehadiran dia bersama dokter Stev membawa angin segar bagi perkembangan rumah sakit ini."
"Iya saya suka dengan kerja kedua dokter Junior ini. Terlepas dari Joy calon anak mantuku."
Jam istirahat siang, kira - kira pukul dua belas siang. Lucas sudah datang ke rumah sakit. Biasanya dia akan jemput kekasihnya sore nanti jam pulang kerja.
"Kok sudah jemput?? mau p bertugas kah?"
"Iya, aku mau betugas ke Aceh. Mungkin seminggu paling lama."
"Oke. Ingat jangan luka ya sayang. Harus sehat. Dan jaga diri baik - baik. Ingat kita mau menikah."
"Iya sayang."
Joy sudah meneteskan air matanya. Lucas langsung memeluknya. Bersamaan dengan itu dia melihat Hans yang baru selesai mengadakan pertemuan dengan direktur rumah sakit guna kerja sama dengan rumah sakit tempat Hanna bekerja urusan kesehatan. Rumah sakit ini akan menjadi tempat dimana semua karyawannya akan berobat.
Hans melihat kemesraan Joy dan Lucas kembali hatinya merasa tidak senang. Sebenarnya waktu pertemuan pertama Hans dengan Joy, dia sudah mulai jatuh hati. Namun dia sadar bahwa Joy adalah pacar saudara sepupunya Dokter Liam. Seiring waktu Hans tahu bahwa Liam akan di jodohkan dengan gadis korea. Dan dia mendapat terus mencari keberadaan Joy, namun malam itu dia baru bertemu dengannya lagi. Ternyata dia sudah mempunyai kekasih. Bahkan mau menikah. Sampai sekarang dia pasti tidak tahu kabar Liam mantan pacarnya.
Lucas menyerahkan kunci mobil kepada Joy, Ia sudah menservis mobil kekasihnya. Sebelum Joy menyetir sendiri.
"Sayang ingat, selama aku berdinas tidak minum minuman beralkohol sendiri apalagi dengan laki - laki. Tidak boleh keluar sendiri jika ada undangan. Ajak Bella temani."
"Iya sayang." Kembali Lucas memeluk Joy dan menyium keningnya.
"I love you."
"Love you more."
Lukas sudah dijemput oleh Daniel. Dan dia melihat Hans sedang menyaksikan kemesraan komandan dengan kekasihnya.
"Kamu ngak lihat, ada Hans yang melihat ke arah kalian."
"Hans pengusaha pemilik club itu."
"Ya, sepertinya dia ada hati dengan Joy deh."
"Aku menyesal menghabiskan uangku di clubnya dulu." Daniel tertawa.
Joy sudah kembali ke ruangan, dia tidak jadi makan siang di kantin, karena kekasihnya tadi sudah membeli makan siang favoritenya. Dalam perjalanan Joy bertemu dengan Hans. Sepertinya Hans sengaja mau berjumpa dengannya.
"Hai Joy."
"Hans, disini?? Siapa yang sakit???"
Hans menceritakan maksudnya ke rumah sakit ini. Dan Hans mengundang Joy jika ada waktu untuk makan malam bersama.
"Kapan??"
"Besok bagaimana??"
"Kalau besok aku selesai dinas jam empat. Boleh."
"Aku jemput??"
"Ngak usah, nanti aku kesana aja. Kasih tahu tempatnya." Joy sebenarnya menyetujui undangan dari Hans karena dia mau tahu keberadaan Liam selama empat tahun ini. Joy penasaran saja.
Sekarang Joy sedang merayu dokter Bella sahabatnya agar bisa menemani dia besok makan malam dengan Hans.
"Kamu ngak takut mas tentaramu marah! Ngapain sih mau ketemu dia."
"Please Bell, ada yang mau bicarakan dengan dia."
"Kamu tahukan Hans dan Liam saudara sepupu."
"Iya aku tahu. Aku mau tanya dia tentang keberadaan Liam."
"Ngapain?? Kamu sudah mau menikah Joy. Sadar!!"
"Karena aku mau menikah, makanya aku harus selesaikan semua masa laluku."
Dan rayuan Joy berhasil. Besok rencana makan malam bersama Hans akan terjadi. Pukul tujuh malam, direstoran mewah.
Pagi - pagi Joy sudah dirumah sakit. Hari ini ada dua operasi dari pagi. Mungkin kelarnya siang atau sore. Joy sudah menghitung waktu semuanya, sehingga pukul tujuh dia biasa memenuhi undangan Hans. Selesai operasi pertama dia menerima telepon dari Lucas calon suaminya.
"Lagi ngapain sayang??"
"Lagi merindukan mu."
"Gombal."
"Serius sayang. Kamu ngak rindu aku??"
"Sangat rindu sayang."
Lucas menceritakan apa yang dia kerjakan waktu tiba. Terus bagaimana kondisi kampung- kampung yang terkena banjir, sangat parah dibandingkan dengan yang mereka alami dulu. Terus ada misi yang mau dilakukan. Joy sudah tahu jika bilang kata misi, pasti yang berhubungan dengan memberantas para perusak negara. Untuk keamanan negara.
"Sayang, ingat jangan lupa berdoa. Jaga diri baik - baik."
Pukul tujuh malam, direstoran termahal, Joy di temani dokter Bella sahabatnya tiba di restoran yang sudah dikirim alamatnya oleh Hans. Sudah ada Hans disana.
Joy tidak tahu, bahwa jam tujuh malam, Lucas menghubungi Stev. Karena waktu Lucas mengecek keberadaan Joy lewat GPS yang sengaja dia pasang dihandponenya, keberadaan Joy tidak berada dirumah sakit. Melainkan disebuah restoran mewah bergaya barat. Informasi dari Stev mengatakan Joy keluar dengan Bella kekasihnya.
Hanna langsung memperkenalkan dokter Bella begitu sebaliknya. Makan malam ini tidak hanya Hans sendiri namun ada asisten Hans, Hendrik juga ikut makan malam bersama. Dari pembahasan ringan sampai berat mereka cerita. Termasuk kerja sama perusahaannya Hans dan rumah sakit tempat mereka bekerja. Pukul delapan selesai makan malamnya. Dari pembicaraan saat itu juga Joy tahu, bahwa Liam meninggalkannya karena dijodohkan dengan anak direktur rumah sakit di Korea tempat Joy, Stev dan Liam sekolah spesialis.
Dalam perjalanan pulang Joy mendapat telepon dari mertuanya. Meminta dia kerumah. Joy setelah menurunkan sahabatnya Bella di gedung apartemen tempat mereka tinggal, langsung menuju rumah mertua. Ternyata dirumah mama ada banyak sekali buah - buahan. Dalam perjalanan menuju rumah mertua, Joy sudah mendapat informasi, bahwa Lucas tahu dia dan Bella makan malam bersama. Informasi dari Stev.
Joy mencoba menghubungi Lucas kekasihnya namun handphonenya tidak aktif lagi.
Sampai dirumah mertuanya Joy masih melanjutkan kegiatannya bersama orangtua dan opa serta oma Lucas, mereka nonton film bersama.
Sudah beberapa hari ini Joy menginap di rumah Lucas. Dia berangkat kerja pagi - pagi dari sana. Joy tahu, bahwa sebelum dia menjalankan misi, pasti Lucas sudah meminta mamanya merayu aku tinggal di rumahnya. Joy tidak menolak, karena dia tahu ada kesalahan yang dia buat. Dia juga senang disana karena dia bisa membantu mertua mengurus pernikahan mereka bersama dokter Beca, begitu pula pulang kerja Joy akan langsung pulang. Sudah hampir tiga hari dia tidak mendapat kabar dari Lucas.
Karena hari ini ada tiga kali Joy melakukan tindakan operasi. Pukul sembilan malam, Joy sudah menyerah, dia sudah tidur. Dia tidak tahu, bahwa kekasihnya sudah tiba jam tujuh malam. Masuk rumah pertama kali yang di tanya adalah Joy kekasihnya, tentu saja di protes oleh mamanya. Lucas langsung mencium mamanya. Papanya hanya tertawa.
"Ma, jangan jual mahal sama papa, aku ini yang akan menemani kamu samapi kamu tua. Lucas akan sayang kepada istrinya nanti."
"Sayang, bisa ngak bagi kasih sayangnya dengan mama?" Lucas mencium mamanya kembali.
"Mama itu , orang yang mengajarkan Lucas tentang cinta. aku akan sayang mama. Joy pasti mengerti."
"I love you my son."
"Mama lebay."
"I love you papa." Mamanya Lucas langsung mencium suaminya. Papanya langsung mengendong mamanya.
"Ingat sudah tua ya. Jangan sampai umur adek ku sama seperti umur anakku." Mamanya langsung melempar sendalnya ke arah Lucas. Namun dengan cepat Lucas menangkap sendal itu.
Lucas sudah di kamarnya. Dia melihat kekasihnya sudah tertidur lelap. Dia menghampirinya dan memberi ciuman dikeningnya. Lucas sudah tahu waktu tiba di Jakarta dia melihat ada hampir seratus kali Joy menghubunginya. Dia tahu bahwa kekasihnya ada merasa bersalah, karena menerima undangan makan malam dan sengaja Lucas meminta mama dan papanya menahan Joy di rumahnya karena, Joy tahu bahwa Hans pasti akan bertamu ke apartemen Joy . Dan betul, Lucas mendapat informasi bahwa empat kali laki- laki bernama Hans mencari dokter Joy Debora, sebelum Lucas pulang kerumah.
Selesai membersihkan badannya, dia pun masuk dalam selimut yang sama dipeluk kelasihnya itu. Dan sampai pagi hari posisinya mereka tidur berpelukan. Joy lebih dahulu bangun, dia begitu kaget, ternyata bukan guling yang dia peluk melainkan kekasihnya Lucas yang hampir tiga hari tidak bisa berkomunikasi dengannya.Seperti biasa dia akan memeriksa seluruh tubuh kekasihnya. Tidak ada luka yang berarti semua yang di badannya adalah luka lama.
Kali ini, Joy yang melihat kekasihnya tidur. Begitu melihat ada pergerakan dari kekasihnya, dia langsung bersembunyi di kamar ganti yang sedikit tertutup. Lucas bangun mencari keberadaan Joy. Namun di lantai satu hanya ada orangtua dan antie juga opa dan omanya.
"Ses, kenapa kamu ijinkan Lucas tidur sekamar dengan calon istrinya."
"Papa, ini sudah jaman moderen. Lucas cucu papa bukan laki - laki nakal, dia menjaga Joy samapai waktunya. Ada alasan kenapa saya menahan Joy disini."
"Iya pap, papa tahu kan bekerjaan Lucas, dia banyak musuhnya. Joy perna di sandra oleh musuh Lucas. Makanya setiap dia berdinas, dia mau Joy harus disini bersama kami."
Lucas kembali ke kamarnya ketika dia tidak menjumpai Joy di dapur. Di kunci pintu kamarnya rapat - rapat. Instingnya, Joy masih sembunyi di kamarnya. Dan ruang ganti baju menjadi tempat yang Lucas curigai Joy kekasih hatinya berada. Dia sengaja berdiri didepan pintu, ujung kaki Joy sudah terlihat. Lucas sudah ngomel - ngomel karena tidak menemukan Joy. Sedangkan Joy sudah ketakutan. Tanpa basa basi. Lucas langsung mengendong Joy dan dibanting di atas tempat tidur.
"Kenapa sembunyi???"
"Pengen aja."
"Pengen menghindarkan, karena berbohong."
"Bisa jadi." Lucas langsung mencium bibir kekasihnya.
"Sekarang mau ngomong apa??"
"Maafkan aku sayang."
"Kamu tahu aku hampir celaka karena menahan emosi. Namun kembali aku sadar dan menyelesaikan tugas ku cepat. Karena aku mau pulang mau memberi hukuman buat gadis nakal ini." Joy langsung memeluk Lucas dan mencium- cium muka kekasihnya.
"Kita harus cepat menikah sayang. "
"Kan akhir bulan ini. Semua sudah siap sayang. Foto prewed kita di Paris sudah jadi sangat oke."
"Besok kita ada undangan nikah dinas. Sebentar jam makan siang kita ambil seragam kamu."
"Seragam ibu persit???"
"Iya sayangku." Karena pada saat nikah dinas, Joy harus menggunakan seragam itu.