Oskar Biru Arkais sorang pemuda yang berusaha mencari arti cinta Sejati,
Dan Si Mahira Elona Luis si Gadis Tomboy yang Tak Pernah Percaya akan Adanya cinta Sejati
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
"barangkali yang ingin kutanya bukan tentang memiliki,melainkan tentang kemungkinan,apakah namamu boleh kusematkan,diantara do'a dan harap yang tak pernah kupaksa"
DI KORIDOR SEKOLAH
Sinar matahari pagi baru saja mulai menyinari koridor sekolah yang masih sepi. Beberapa siswa sudah mulai berdatangan untuk mengikuti pelajaran pagi, termasuk seorang gadis baru dengan rambut hitam panjang yang tertata rapi, mengenakan seragam sekolah yang masih terlihat baru.
Zayla Morems – itulah namanya, siswa pindahan dari sekolah swasta ternama di kota lain – sedang melihat peta sekolah yang terpampang di dinding koridor dengan wajah yang penuh rasa penasaran. Dia baru saja pindah ke Jakarta bersama keluarganya dan belum terlalu mengenal lingkungan sekolah yang baru ini.
“Maaf, bolehkah saya bertanya?” ujarnya dengan suara lembut kepada seorang siswa yang lewat, namun orang itu hanya mengangguk cepat dan terus berjalan tanpa memberikan jawaban. Zayla hanya bisa menghela napas dengan sedikit kecewa dan kembali fokus pada peta sekolah di depannya.
“Saya rasa Anda sedang mencari ruang guru kepala sekolah ?”
Suara suara pria yang tenang datang dari belakangnya membuat Zayla terkejut. Dia berbalik dan menemukan seorang pemuda tampan dengan rambut hitam rapi, mengenakan seragam sekolah dengan dasi yang terikat rapi – jelas terlihat bahwa dia adalah salah satu pengurus sekolah.
“O-oh, ya betul sekali,” jawab Zayla dengan sedikit gemetar karena terkejut, namun segera menenangkan diri. “Aku baru saja pindah dan harus melapor diri ke Ibu Rita terlebih dahulu.”
Pemuda tersebut tersenyum dengan ramah dan mengangkat tangannya untuk menunjuk arah yang benar. “Ruang kepala sekolah berada di ujung koridor itu, kebetulan saya ingin kesana,mau sekalian.
Zayla langsung merasa hati nya berdebar kencang. Dia mengangguk dengan senyum yang sedikit malu. “Tentu saja tidak masalah. Terima kasih banyak ??.
“Saya Oskar Sabiru, bisa dipanggil Biru saja,” ujarnya
“Zayla Morems,” jawabnya dengan suara yang lembut namun jelas. “Saya baru saja pindah dari Bandung. Semoga bisa berteman dengan banyak orang di sini.”
Biru hanya mengangguk dan mulai mengajaknya berjalan menuju arah ruang BK. Selama perjalanan, mereka berbicara tentang banyak hal – mulai dari alasan Zayla pindah sekolah, hingga kegiatan yang ada di sekolah baru ini. Zayla merasa sangat nyaman berbicara dengan Biru, yang ternyata adalah ketua OSIS sekolah ini.
Ruang Kepala Sekolah
Setelah sampai di depan ruang kepala sekolah, Biru mengetuk pintu dengan lembut sebelum membukanya dan mengajak Zayla masuk. Ibu Rita yang sedang duduk di mejanya langsung berdiri dengan senyum hangat.
“Biru.” ujar Ibu Rita dengan ramah. “Dan kamu adalah siswa baru saya sudah dengar kabarnya ? Zayla Morems kan?”
Zayla mengangguk dengan sopan dan memberikan berkas dokumen yang dibutuhkan. “Ya, Bu. Ini semua berkas yang diperlukan untuk pendaftaran ulang saya di sini.”
Setelah beberapa saat melengkapi administrasi, Ibu Rita memberikan surat pengantar untuk Zayla agar bisa ditempatkan di kelas XI IPS 2 – tepatnya kelas yang sama dengan Elona . Biru menawarkan untuk mengantar Zayla ke kelasnya, dan Zayla dengan senang hati menerimanya.
Selama berjalan menuju kelas, Zayla tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya pada Biru yang tidak hanya tampan, tetapi juga sangat baik hati dan ramah. Dia melihat bagaimana siswa lain menyapa Biru dengan hormat, dan bagaimana Biru selalu memberikan senyum dan sapaan yang ramah pada setiap orang yang menyapa dia.
“Kamu akan merasa nyaman di kelas ini . ujar Biru saat mereka sampai di depan pintu kelas XI IPS 2
Zayla mengangguk dengan rasa syukur yang mendalam. “Terima kasih banyak atas segala bantuanya Biru. Aku benar-benar sangat berterima kasih padamu.”
Biru hanya mengangguk sebelum kembali ke ruang OSIS. Zayla berdiri di depan pintu kelas dengan hati yang masih berdebar kencang. Dia tahu bahwa sejak pertemuan pertama ini, dia sudah menaruh hati pada sosok ketua OSIS yang baik hati dan tampan itu.
DI KELAS XI IPS 2
Ketika Zayla masuk ke dalam kelas, semua mata langsung tertuju padanya. Ketua kelas yang sedang duduk di dekat pintu segera berdiri dengan senyum ramah dan mendekat.
“Halo! Kamu pasti adalah siswa baru ya?” ujar Rekai dengan suara ceria. “Saya Dimas, bisa duduk di sini aja kalau kamu mau.”
Zayla mengangguk dengan senyum dan segera duduk di tempat yang ditunjuk oleh Dimas. Selama pelajaran pertama, dia merasa sangat senang karena teman-teman sekelasnya sangat ramah dan siap membantunya mengenal lingkungan sekolah baru. Namun, pikirannya sering terganggu dengan pemikiran tentang Biru yang sudah mulai memenuhi hati dan pikirannya.
Di tengah pelajaran, pintu kelas terbuka dan Biru masuk dengan membawa beberapa berkas dokumen. Dia memberikan senyum pada seluruh siswa sebelum memberikan berkas tersebut kepada guru kelas. Saat dia akan keluar, matanya secara tidak sengaja bertemu dengan Elona yang sedang melihatnya dengan. Biru memberikan senyum singkat sebelum keluar dari kelas.
Setelah pelajaran selesai, Dimas mendekat dengan ekspresi yang penuh rasa ingin tahu. “Kamu kenal dengan kak Biru ya?” tanya dia dengan suara rendah.
Zayla hanya bisa mengangguk dengan sedikit malu. “Kita bertemu di koridor tadi pagi. Dia yang mengantar ku ke ruang BK dan ke kelas ini.”
Dimas hanya tersenyum dengan pemahaman. Dia melihat bagaimana ekspresi wajah Zayla berubah setiap kali membicarakan Biru, dan dia tahu bahwa seorang gadis lain telah jatuh cinta pada sosok ketua OSIS yang populer itu. Namun, dia juga tahu bahwa hati Biru sudah ada yang menempatinya –
sudah menjadi rahasia umum antaraa hubungan ketua Osis dan Ketua Pramuka
"aiihhh kasihan sekali wanita yang ada didepannya ini,bahkan ia sudah kalah sebelum berperang"ujar Dimas dalam hati