NovelToon NovelToon
Cinta Masa Kecil

Cinta Masa Kecil

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Duda
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: RJ Moms

“Pokoknya kakak harus nikah sama aku. Jangan sama yang lain.” “Iya, iya. Bawel banget jadi anak. Lagian masih sd udah ngerti nikah nikahan dari mana sih? Nonton tuh Doraemon, jangan nonton sinetron.” “Janji dulu,” Ayunda mengulurkan jari kelingking. “Janji.” Ikrar mereka saat masih kecil, menjadi pegangan untuk ayunda sampai dia remaja. Hanya saja, saat ayunda remaja, Zayan sudah bukan lagi anak kecil seperti dulu. Perjalanan hidupnya mengantarkan Zayan pada banyak kisah. Akankah kisah tentang janji pernikahan itu masih dipegang oleh Zayan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RJ Moms, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CMK#27

“Padahal kemarin bisa pulang pergi mas yang anter. Kenapa sih harus pindah ke asrama?”

“Ngeluh aja.”

“Sepi banget rumah ini nantinya.”

“Makanya nikah, punya anak. Aku juga pengen punya ponakan.”

Elang duduk di samping Ayunda yang sedang merapikan pakaian nya ke dalam koper.

“Happy banget aku mau kuliah. Kemarin temen nya baik-baik banget.”

“Syukurlah kalau gitu. Tapi kenapa tiba-tiba pindah jurusan? Katanya mau ambil pertanian, kenapa malah pindah ke ekonomi bisnis?”

“Biar praktek nya bisa kantor mas atau di kantor kak Alex. Gak mau jauh-jauh.”

“Gitu doang?”

“Nggak juga sih.”

“Ya udahlah yang penting kamu kuliah, mau ambil jurusan apapun itu asal kamu nyaman, mas dukung.”

Ayunda berhenti merapikan pakaiannya. Dia menatap lekat pada Elang.

“Kenapa?” Tanya elang gagap karena merasa curiga pada Ayunda.

“Makasih ya mas, mas udah baik banget sama aku.” Ayunda menyandarkan kepalanya pada bahu Elang.

“Pokoknya, kalau ada apa-apa di sana, atau butuh bantuan, atau apapun itu kamu harus segera telpon mas.”

Ayunda mengangguk.

Elang mengantar ayunda menuju asrama kampus. Awalnya ayunda ingin kos di sekitar kampus tapi orang tuanya melarang, mereka takut ayunda terbawa pergaulan bebas.

Asrama kampus memang diperuntukkan untuk mahasiswa yang berasal dari luar kota. Mereka juga bayar, tapi tidak semahal kos di luaran sana. Ada satpam yang berjaga, ada ketua asramanya juga di setiap lantai.

Kamar ketua asrama ada di depan tangga. Mereka bertugas mengawasi siapa-siapa saja yang masuk.

Tamu pria boleh masuk jika itu masih sodara, itupun dibatas waktu dan jika ada keperluan mendesak saja.

Tok tok tok

Pintu kamar terbuka.

“Hai, Ayunda ya? Ayo masuk, masuk.”

Salah satu teman satu kamar ayunda menyambut dengan ramah.

“Ini kamarnya?” Tanya Elang. Dia ragu dengan kondisi kamar yang kecil bisa membuat ayunda nyaman.

“Satu kamar berapa orang? Toiletnya di dalam apa di luar? Ada kulkas gak? Ini ventilasinya bagus nggak?”

Ayunda menutup mulut elang dengan susah payah karena di begitu tinggi.

“Hehehe, maaf ya. Kakak aku ini bawelnya emang kayak emak-emak.”

“Nama kamu siapa?” Tanya Elang pada teman kamar Ayunda yang tadi menyambut di pintu.

“Mela, Kak. Aku ambil jurusan akuntansi.”

“Kamu?”

“Aku Sri, ambil jurusan guru olah raga.”

“Berarti kalian bertiga di sini?”

“Iya, Kak. Satu kamar di huni oleh tiga orang.”

“Oke deh. Dek, mau rapihin barang? Mas bantuin.”

Ayunda mengangguk.

Sri dan Mela pun menawarkan bantuan. Dengan demikian pekerjaan merapikan barang Ayunda menjadi lebih cepat.

“Kak Alex gak jadi ke sini? Katanya mau nyusul.”

“Masih kerja mungkin.”

“Yun, kamu punya dua kakak ya? Asik banget jadi kamu. Punya dua kakak laki-laki, mana ganteng pula.”

“No! Ayunda hanya punya satu kakak, saya. Only one.”

Ayunda menatap heran dan juga gemas pada mas nya yang satu ini.

“Hehehe. Cuma dia doang. Kalau kak Alex yang aku sebutkan tadi, temen nya dia. Tapi aku juga deket.”

“Ganteng gak?” Tanya Mela antusias.

Ayunda mengangguk. “Ganteng.”

“Waaaah, nanti kenalin dong. Kayaknya seru ya kalau pacaran sama om-om.”

“Om?” Tanya Elang gak terima.

Ayunda menutup mulut Elang.

“Kalian itu mahasiswa, fokus aja belajar. Ngapain ngurusin cowok.”

“Biar jomblo kayak mas?” Ledek Ayunda.

“Oh, kakak jomblo?” Tanya Mela.

“Iya, tapi jangan punya niat buat deketin, gak minat.”

“Mas, ih.” Ayunda memukul lengan Elang.

“Maaf ya, mas ku ini trauma sama cewek soalnya sering diduakan.”

“Enak aja.”

Ayunda memukul paha Elang agar pria itu diam.

“Kalau sama aku dijamin gak akan kecewa, Kak. Aku setia.”

Ayunda tertawa. Dia merasa senang karena Mela nampaknya anak yang mudah bergaul.

“Ya udah, Mas pulang dulu.”

“Aku anterin.”

“Ikut boleh gak?” Tanya Mela.

“Istigfar Mel. Nyebut,” ujar Sri

Ayunda mengangguk.

Elang mengerlingkan mata. Dia tidak habis pikir dengan kelakuan teman baru adiknya itu.

Sesampai nya di bawah, rupanya Alexa sudah menunggu.

“Nah, itu teman kakak aku.”

Mata Mela membulat sempurna. Dia begitu terpesona pada sosok Alex.

“Dia ganteng banget sumpah. Coba lihat itu tangan nya, kekar banget. Mana tinggi. Ah, sempurna banget pokoknya.”

Mata Ayunda menatap Alex, sementara telinga nya mendengar ucapan pujian dari Mela. Bibir gadis mungil itu tersenyum. Dia juga tidak bisa memungkiri pesona Alex memang tidak terbantahkan.

“Kok baru datang?” Tanya Ayunda saat Alex menghampiri.

“Tadi ada kerjaan yang gak bisa ditinggal. Gimana? Asramanya bagus nggak?”

“Biasa aja tapi lumayan,” jawab Elang.

Alex menatap Ayunda meminta penegasan dari ucapan Elang.

“Bagus manurutku sih. Lengkap juga fasilitasnya. Cuma dapur nya aja kita barengan.”

“Boleh bawa alat masak sendiri kan? Yang listrik.”

“Bisa tapi bayar lagi katanya. Seratus ribu per bulan, per satu barang.”

“Bawa aja, nanti aku beliin.”

“Gak usah, Kak. Aku beli sendiri aja nanti.”

“Gue juga bisa beliin dia, gak usah repot,” timpal Elang.

Mela menyikut Ayunda, meminta agar dia dikenalkan pada Alex.

“Oh, iya. Kek, kenalin temen sekamar aku namanya Mela.”

“Oh.” Alex menjawab singkat sambil tersenyum sekilas.

Ayunda menoleh pada Mela sambil tersenyum hambar. Wajah gadis itu nampak sedih karena diabaikan oleh Alex.

“Maaf, dia memang begitu orang nya.”

Mela memanyunkan bibirnya.

“Ya udah, mas pulang ya. Kamu jaga diri baik-baik. Ingat langsung telpon kalau ada apa-apa.”

“Iya, Mas.”

“Mas pulang ya.” Elang merangkul tubuh Ayunda. Dia merasa berat meninggalkan Ayunda di asrama.

“Jangan lupa main kalau ada waktu,” ujar Ayunda dalam dekapan Elang.

“Pasti,” ucapnya singkat sambil mengelus kepala Ayunda.

“Ya udah, mas pulang.”

Ayunda mengangguk.

“Kami pergi ya.”

“Iya, Kak.”

Alex mengelus pundak Ayunda lembut. Kali ini dia bisa mengendalikan tubuhnya untuk tidak melakukan hal-hal di luar nalar.

“Yun, itu kak Alex emang begitu ya sikapnya? Cuek banget ih. Kalau Mas elang kan setidaknya mau ngomong, mau jabat tangan. Lah, ini?”

Ayunda tertawa mendengar ocehan teman barunya itu.

Jika di pikir, Alex memang begitu cuek pada Mela barusan. Dia bahkan menatap pun hanya sekilas.

Sementara sikap Alex padanya berbeda.

“Kenapa senyum-senyum? Ada yang lucu?” Tanya Mela melihat Ayunda tersenyum.

Gadis itu menggelengkan kepala. Dia merasa senang dan bangga, ternyata pria sedingin Alex bisa suka padanya.

1
Sit Tiii
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!