NovelToon NovelToon
ASI Anak SMA

ASI Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan rahasia / Bad Boy / Perjodohan / Keluarga / Dijodohkan Orang Tua / Romansa
Popularitas:22.5k
Nilai: 5
Nama Author: Malamfeaver

___

"Vanya Gabriella" memiliki kelainan saat menginjak usia 18 tahun,dimana dia sudah mengeluarkan as* padahal dia tidak hamil.
dan disekolah barunya dia bertemu dengan ketua OSIS, "Aiden Raditya", dan mereka adalah jodoh.

"lo ngelawan sama gua? "
bentak Aiden marah

"nggak kak...maaf"
jawab vanya sambil menunduk ketakutan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Malamfeaver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab. 1 hari pertama

​Jakarta pagi ini terasa lebih terik dari biasanya, seolah matahari sedang ikut terburu-buru seperti Vanya Gabriella. Di depan gerbang megah SMA Internasional Garuda Bangsa, sebuah mobil mewah Mercedes-Benz keluaran terbaru berhenti dengan perlahan, menarik perhatian beberapa pasang mata siswa yang baru tiba.

​"Hati-hati, Sayang! Jangan lari-lari nanti jatuh!" teriak Olivia Sari, sang Ibu, dari balik jendela mobil yang terbuka setengah.

Di sampingnya, Airlangga Saputra, sang Ayah yang sedang fokus pada tablet kerjanya, hanya melambaikan tangan singkat tanpa mengalihkan pandangan.

​Keluarga pengusaha sukses ini memang sangat memanjakan Vanya. Sebagai anak tunggal, ia tumbuh menjadi sosok yang manja, namun memiliki sisi berani dan cenderung meledak-ledak jika kemauannya tidak terpenuhi.

​"Iya, Mam! Vanya telat banget nih!" seru Vanya sambil menyampirkan tas branded edisi terbatas di bahunya. Gadis dengan tinggi badan 165 cm itu segera berlari kencang melewati koridor sekolah yang sudah mulai sepi karena bel masuk hampir berbunyi.

​Namun, ada satu beban besar yang membuat langkah Vanya terasa tidak nyaman pagi ini. Sejak terbangun tadi subuh, bagian dadanya terasa sangat sesak dan berdenyut kencang.

Vanya mengidap kondisi medis yang sangat langka di usianya yang baru menginjak 18 tahun tubuhnya secara alami memproduksi cairan as* berlebih meskipun ia sama sekali belum pernah h4mil. Hal ini sering kali membuatnya berada dalam situasi yang sangat memalukan.

​Sial, rasanya dingin... kayaknya merembes lagi di seragam, batin Vanya panik saat merasakan sensasi lembap yang mulai meluas di balik kain seragam putihnya yang bersih.

​Karena terlalu fokus menunduk dan berusaha menutupi noda yang mulai membayang di kain seragamnya, Vanya tidak memperhatikan persimpangan koridor menuju area aula utama.

Ia terus berlari tanpa menyadari ada seseorang yang sedang berjalan dari arah berlawanan.

​BRAK!

​"Akhhhhh...! Sakitttt!" teriak Vanya manja. Tubuh mungilnya terpental ke belakang dan ia jatuh terduduk di atas lantai marmer yang dingin.

Suaranya yang melengking terdengar sangat manja, mencerminkan sosoknya yang tidak pernah merasakan kesulitan fisik sedikit pun.

​Vanya mendongak, wajah cantiknya yang putih bersih kini memerah karena rasa malu dan kesal yang bercampur menjadi satu.

Di depannya, berdiri seorang cowok dengan postur tegap setinggi 180 cm. Cowok itu mengenakan almamater Ketua OSIS dengan sangat rapi tanpa cela sedikit pun.

​Wajahnya luar biasa tampan dengan garis rahang yang tegas, namun tatapan matanya sedingin es di kutub utara.

Dialah Aiden Raditya, penguasa sekolah yang terkenal karena sifatnya yang sangat disiplin, dingin, dan memiliki aura yang sangat mengintimidasi siapa pun yang berpapasan dengannya.

​"Woy! Mata lo ditaruh di mana, sih?! Jalan tuh lihat-lihat dong!" bentak Vanya barbar, ia lupa sepenuhnya bahwa ia adalah siswi baru yang seharusnya bersikap sopan pada kakak kelasnya.

​Aiden menyipitkan mata. Urat di lehernya tampak menonjol, sebuah tanda yang jelas bahwa ia sedang menahan amarah karena diteriaki oleh seorang siswi di tengah koridor.

"Lo... berani ngelawan gue?" tanya Aiden dengan suara rendah yang berat, sanggup membuat nyali siapa pun menciut seketika.

​Vanya yang tadinya meledak-ledak, seketika bungkam saat menyadari siapa sosok yang baru saja ia tabrak. Ia mendadak teringat percakapan ayahnya semalam, bahwa keluarga Andi Mahesa dan Bella Amelia orang tua Aiden adalah rekan bisnis terkuat sekaligus paling berpengaruh bagi perusahaan keluarganya.

Vanya pun langsung menundukkan kepalanya dalam-dalam, mencoba menyembunyikan wajahnya yang pucat.

​"N-nggak, Kak... maaf. Vanya beneran nggak sengaja," cicitnya dengan suara bergetar ketakutan.

​Aiden awalnya berniat memberikan hukuman disiplin yang keras, namun fokusnya mendadak teralihkan. Pandangannya tidak sengaja tertuju pada noda basah yang cukup lebar di area seragam putih Vanya. Noda itu terlihat jelas karena kain seragam yang terkena cairan menjadi sedikit membayang.

​Aroma ini... kenapa sangat manis batin Aiden. Penciumannya yang sangat tajam menangkap aroma alami yang sangat segar dan menenangkan dari tubuh Vanya.

Selama ini, Aiden sering kali merasa kelelahan dan sulit fokus karena kondisi kesehatannya yang sering menurun, namun aroma dari tubuh gadis ini seolah memberikan dorongan energi yang instan bagi sistem tubuhnya.

​Tanpa sepatah kata pun penjelasan, Aiden mencengkeram lengan Vanya dengan cukup kuat.

​"Ikut gue sekarang."

​"A-apa? Mau ke mana, Kak?! Lepasin, sakit!"

​Aiden sama sekali tidak menjawab rengekan Vanya.

Dengan langkah lebar, ia menyeret Vanya masuk ke dalam area toilet pria yang paling dekat dari lokasi tersebut.

Suasana di sana sangat sepi karena seluruh siswa sudah masuk ke dalam kelas masing-masing. Di depan cermin besar, Aiden langsung melepas hoodie hitam besar miliknya dan melemparkannya tepat ke arah wajah Vanya.

​"Pakai itu. Seragam lo kotor dan merusak pemandangan," perintah Aiden dengan nada dingin, mencoba menyembunyikan rasa penasaran yang luar biasa akan aroma tubuh Vanya yang masih membekas di indra penciumannya.

​Vanya hanya bisa berdiri mematung sambil memegangi hoodie yang terasa hangat itu. Belum sempat ia melayangkan protes atau bertanya lebih lanjut, Aiden sudah berbalik dan keluar dari toilet tanpa menoleh sedikit pun.

​Vanya dengan terburu-buru memakai hoodie yang sangat kebesaran di tubuhnya itu. Wangi parfum Aiden yang maskulin dan woodsy kini bercampur dengan aroma manis dari tubuhnya sendiri, menciptakan kombinasi wangi yang anehnya terasa sangat nyaman.

​Dengan jantung yang masih berdebar kencang, Vanya berlari menuju kelas barunya untuk memperkenalkan diri.

Ia sama sekali tidak menyadari bahwa mulai hari ini, ia telah masuk ke dalam radar pencarian Aiden Raditya, dan hidupnya yang manja tidak akan pernah sama lagi.

1
Enz99
menarik
cepat wushh
Suka nih yang genre begini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!