NovelToon NovelToon
Obsesi Gala Pada Gadis Misterius

Obsesi Gala Pada Gadis Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Enemy to Lovers / Idola sekolah
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: kikyoooo

Di sekolah, Kella hanyalah gadis yatim piatu yang miskin, pendiam, dan jadi sasaran bullying, Gala si mirid baru yang angkuh juga ikut membulinya. Kella tidak pernah melawan, meski Gala menghinanya setiap hari.

Namun, dunia Gala berputar balik saat ia tak sengaja datang ke sebuah Maid Cafe. Di sana, tidak ada Kella yang suram. Yang ada hanyalah seorang pelayan cantik dengan kostum seksi yang menggoda iman.

Kella melakukan ini demi bertahan hidup. Kini, rahasia besarnya ada ditangan Gala, cowo yang wajahnya sangat mirip dengan mendiang kekasihnya.

Akankah Gala menghancurkan reputasi Kella, atau justru terjebak obsesi untuk memilikinya sendirian?

#areakhususdewasa ⚠️



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 (Part 2)

Pukul 10.15 WIB – Jam Istirahat

Reno mencoba mendekati Gala, mungkin untuk meminta maaf atau sekadar memastikan posisinya masih aman. "Gal, ntar sore main biliar lagi nggak?"

Gala tidak menoleh. Ia sedang sibuk mengetik sesuatu di laptopnya. "Gue sibuk. Ada urusan keluarga."

"Oh... oke. Kalau gitu, gue bareng Sarah aja deh," jawab Reno kikuk.

Saat Reno dan Sarah keluar kelas, Gala segera menutup laptopnya dan berdiri. Ia berjalan menuju meja Kella.

"Ikut gue ke kantin. Sekarang," perintah Gala dengan nada bossy yang biasa.

Kella berdiri patuh. Mereka berjalan menyusuri koridor. Kella bisa merasakan kehadiran pria berpakaian hitam tadi yang mengikuti mereka dari jarak jauh.

"Gala, dia masih ada di belakang," bisik Kella saat mereka sedang mengantre makanan.

"Gue tahu," sahut Gala. Tiba-tiba, Gala merangkul bahu Kella dengan sangat protektif, menariknya mendekat. "Akting, Kella. Kita harus bikin dia mikir kalau lo itu cuma 'mainan' gue yang nggak penting, bukan sekutu."

Gala kemudian sengaja bersuara agak keras agar terdengar oleh orang-orang di sekitar. "Woy, asisten! Beliin gue nasi goreng dua porsi. Satu buat gue, satu buat lo kalau lo nggak bikin gue marah hari ini."

Beberapa siswa menoleh dan tertawa. "Ciee, Gala lagi baik nih!"

Gala membisikkan sesuatu di telinga Kella yang membuat bulu kuduknya berdiri. "Di kantin ada pintu samping menuju parkiran guru. Pas gue pura-pura marah nanti, lo lari ke sana. Ada mobil sepupu gue yang udah nunggu. Dia bakal bawa lo pulang dengan aman. Gue bakal narik perhatian mata-mata itu."

"Tapi kamu gimana?"

"Dia nggak bakal berani nyentuh gue. Gue anak majikannya," Gala menyeringai.

Satu menit kemudian, rencana itu dimulai. Gala tiba-tiba membanting botol minumannya ke lantai.

"LAMA BANGET SIH! LO MAU GUE MATI KELAPARAN?!" teriak Gala, wajahnya berubah merah seolah benar-benar marah.

Kella pura-pura ketakutan, ia menjatuhkan nampannya dan berlari ke arah pintu samping kantin.

Pria berpakaian hitam itu ragu sejenak, ia ingin mengejar Kella, namun Gala segera menghalangi jalannya dengan berpura-pura menabraknya.

"Eh, sori Mas! Lo siapa ya? Kok gue baru liat di sini?" tanya Gala dengan nada menantang, menghalangi pandangan pria itu ke arah pintu samping.

Kella berhasil keluar dan masuk ke dalam sebuah mobil sedan perak yang sudah menunggu di parkiran guru. Pengemudinya adalah seorang pria muda yang mirip dengan Gala—mungkin sepupunya yang diceritakan tadi. Mobil itu segera melaju keluar dari area sekolah.

...

Pukul 16.00 WIB – Tempat Persembunyian

Mobil itu membawa Kella ke sebuah apartemen kelas menengah di pinggiran kota, bukan ke rumahya. Di sana, Gala sudah menunggu. Ternyata dia punya cara sendiri untuk menghilang dengan cepat dari sekolah.

"Itu adalah anak buah kepercayaan Ayah gue, namanya Hendra," ujar Gala sambil menyodorkan segelas air putih pada Kella. "Dia spesialis 'pembersih'. Kalau dia mulai mengawasi lo, artinya Ayah gue curiga ada kebocoran informasi dari pihak luar."

"Apa dia tahu soal dokumen itu?"

"Belum. Dia cuma tahu kalau ada dua orang penyusup di panti semalam. Dia lagi nyari siapa temen gue waktu itu. Beruntung semalam gelap dan kita pakai masker."

Gala berjalan ke arah jendela, melihat ke bawah. "Kella, pesta itu tinggal tiga hari lagi. Gue nggak bisa jemput lo atau bareng lo di sekolah selama itu. Kita harus pura-pura musuhan total. Kalau bisa, gue bakal nge-bully lo lebih parah dari biasanya besok."

Kella mengangguk paham. "Lakukan saja. Aku bisa menahannya."

Gala berbalik, menatap Kella dengan pandangan yang sulit dibaca. Ada rasa bersalah yang tersembunyi di balik matanya yang tajam. "Gue nggak pernah pengen jadi kayak gini, Kella. Gue benci harus nyakitin lo terus buat ngelindungi kita."

Kella mendekat, ia memberanikan diri menyentuh punggung tangan Gala. "Ini bukan salahmu, Gala. Ini salah sistem yang dibuat ayahmu. Kita hanya sedang mencoba meruntuhkannya."

Gala menatap tangan Kella yang menyentuhnya. Ia tidak menarik tangannya. Untuk sejenak, di apartemen yang sunyi itu, mereka bukan lagi perundung dan asisten. Mereka hanya dua remaja yang memikul beban dunia di pundak mereka.

"Besok..." bisik Gala. "Besok Sarah bakal dapet tugas dari gue buat ngerjain lo. Dia bakal bawa lo ke gudang kimia. Jangan lawan dia. Gue bakal ada di sana, tersembunyi, buat mastiin dia nggak bener-bener nyakitin lo dengan bahan berbahaya."

"Kenapa harus lewat Sarah?"

"Karena mata-mata itu harus liat kalau lo itu cuma korban dari drama remaja sekolah, bukan seseorang yang gue hargai. Kalau dia liat Sarah nyiksa lo dan gue cuma nonton sambil ketawa, dia bakal lapor ke Ayah kalau lo itu 'nggak relevan' untuk diselidiki."

Kella menarik napas panjang. Strategi Gala sangat rapi, namun sangat menyiksa mental.

Malam Harinya

Kella kembali ke rumahnya dengan selamat berkat bantuan sepupu Gala. Ia duduk di lantai, melihat seragam sekolahnya yang sudah dicuci bersih. Besok, seragam itu mungkin akan kotor lagi. Mungkin oleh air, mungkin oleh tepung, atau mungkin oleh sesuatu yang lebih buruk dari Sarah.

Namun, di dalam laci mejanya, kunci loker nomor 07 dan foto Gabriel tetap tersimpan rapi.

"Tiga hari lagi, Biel," bisik Kella. "Tiga hari lagi, aku akan masuk ke rumah itu dan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikmu."

Ponsel Kella bergetar. Sebuah pesan dari nomor tak dikenal (Gala).

'Besok jam 10. Gudang Kimia. Pakai kaos dalam yang tebal, Sarah mungkin bakal pakai air dingin.'

Kella mematikan ponselnya. Ia bersiap untuk babak baru perundungan yang lebih ekstrem, demi sebuah penyusupan yang akan menentukan hidup dan matinya di hari pesta nanti.

...

1
𝐈𝐬𝐭𝐲
menarik...
𝐈𝐬𝐭𝐲
hadir thor semoga ceritanya gak putus di tengah jalan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!