NovelToon NovelToon
Jodoh Shakira, Pernikahan Ke Dua

Jodoh Shakira, Pernikahan Ke Dua

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Ditinggalkan oleh suami di hari pertama pernikahan bukanlah keinginan Shakira Aisha. Sejak Fauzi sang suami tahu masalalunya, pria itu pergi entah ke mana.

Karena cinta yang Shakira Aisha miliki dan ingin mempertahankan rumahtangganya, dia mencari Fauzi ke suatu kota atas petunjuk yang ia dapatkan.

Kepindahannya ke suatu tempat justru malah mempertemukannya lagi dengan pria masa lalu, pria yang sudah menorehkan luka dan menghancurkan segala mimpinya diusia muda.

"Kita bertemu kembali? tak akan kubiarkan kamu pergi lagi."

"Sial, apa yang ingin kamu lakukan?"

"Menghamilimu!" Mario menyeringai penuh kelicikan.

"Aku sudah menikah!"

Deg.

Siapakah pria yang akan Shakira Aisha pilih? laki-laki masa depannya yang sudah menikahinya ataukah pria masalalunya?

Mampukah Mario meluluhkan Aisha-nya? Wanita yang telah ia permainan sedemikian rupa. Dan akankah Fauzi mempertahankan istrinya disaat ada laki-laki lain terang-terangan mengajaknya bersaing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27 - Tentang Shakira

Di rumah Shakira.

"Apa gak sebaiknya di periksa ke dokter saja? Gue takut tubuh Lo lama sembuhnya. Wajah babak belur, tubuh merah di gigit, ini mah jatuhnya benar-benar pelecehan terhadap istri sendri." Melihat keadaannya Shakira, Raka meringis sakit, tubuh wanita itu benar-benar banyak lukanya bahkan pipi sebelah kiri merah bercap lima jari.

"Gak perlu Mas, sering menggunakan salep juga bisa sembuh, aku tidak mau merepotkan banyak orang." Shakira menunduk memainkan jemari tangannya. Bayangan tadi benar-benar membuatnya takut dan merasakan sakit luar dalam.

"Kamu ngeyel sha, aku akan hubungi dokter terdekat supaya datang kesini." Mario mendengus kesal, dia meraih ponselnya lalu menghubungi dokter di daerah sana.

"Mar jangan!" cegah Shakira.

Keduanya diperhatikan oleh Raka. Dari tadi Mario begitu manis dan perhatian sama Shakira, mengobati setiap luka di wajah, tangan Shakira penuh perasaan. Bahkan Raka juga melihat mata Mario berkaca-kaca, ada emosi dalam dirinya yang tidak bisa di ungkapkan. Dan sorot mata Mario meyakinkan Raka bahwa teman kecilnya itu menyukai Shakira.

"Udah nurut aja," kata Raka mengkhawatirkan keadaan Shakira juga.

*******

Tidak bisa di bantah, Shakira pun di periksa secara keseluruhan oleh dokter wanita setempat.

"Seperti yang kalian duga, Shakira mendapatkan kekerasan seksual. Luka-luka di tubuhnya menjadi saksi perbuatan bejat dia, jika mau dijadikan bukti bisa sekarang saja melakukan visum." tutur dokter perempuan menjelaskan secara detail yang dia tahu.

Mendengar hal itu, Raka dan Mario mengepalkan tangannya.

"Baik dok, saya akan membawa Shakira melakukan visum di rumah sakit terdekat," kata Mario yakin. Jaga-jaga untuk kedepannya, jika Fauzi kembali berbuat tak baik bukti itu bisa dijadikan bukti ke pengadilan, baik pengadilan agama maupun pengadilan hukum.

"Tolong dijaga ya adiknya, jangan dibiarkan sendiri, harus diperhatikan kondisinya saat ini. Biasanya, orang yang mengalami kekerasan bisa mengalami rasa takut serta trauma, saya harap adik kalian tidak merasakan hal itu. Saya juga akan menuliskan resep obat untuk lukanya."

Kemudian dokter itu menuliskan resep obat di sebuah kertas, memberikannya pada Mario.

"Makasih dok, kalau gitu mari saya antar pulang. Saya akan mengikuti kendaraan dokter dari belakang." Dengan sopan, Mario mempersilahkan Dokter perempuan yang sudah tak lagi muda itu ke luar rumah.

Dia melirik Raka, "gue titip Shakira, gue mau beli obat dulu mumpung masih buka." katanya seraya melihat jam di tangannya, baru jam 9, mungkin apotik masih buka karena dia melihat toko obat tidak jauh dari sana buka 24 jam.

"Iya, gue jaga dia sepenuh hati, gue masih tunggu penjelasan elo soal Shakira."

Mario mengangguk, lalu keluar dari rumah itu. Tak berselang lama bunda Nurul datang tergesa mengkhawatirkan keadaan Shakira.

"Assalamualaikum. Raka, bagaimana keadaan Shakira?" dia mendapatkan kabar dari Raka soal Shakira, walaupun baru bertemu perasaannya mengkhawatirkan Shakira.

"Waalaikumsalam, Alhamdulillah lebih baik, Bunda. Bisa langsung masuk aja, Shakira ada di kamarnya, saya mau ke luar sebentar." Dengan ramah Raka mempersilahkan masuk, sementara bunda Nurul mengangguk masuk ingin melihat keadaannya Shakira.

Lalu Raka, dia ingin mencari Fauzi dan memukulnya. Dari tadi ia tahan untuk tidak marah-marah, menahan agar tidak di ketahui Shakira, nyatanya hatinya tidak seluas itu.

*********

Keluarga Bunda Nurul sangat baik, mereka memberikan kenyamanan buat Shakira tanpa menghakiminya.

Setelah meluapkan segala emosinya, Shakira sedikit lebih lega walaupun keadaannya sekarang seperti mayat hidup. Pandangan kosong, wajah pucat, tidak ada gairah hidup selepas perbuatan Fauzi. Uang dari pria itu juga masih berserakan di atas ranjang belum ia bereskan, rasanya tak Sudi memegang uang itu.

"Nak." Tangan halus Bunda Nurul menggenggam tangannya, memberikan kekuatan dan keyakinan bahwa semuanya akan baik-baik saja.

"Kamu tidak apa-apa? Kalau mau cerita sama bunda boleh saja, atau kamu mau makan malam dulu?" Bunda Nurul melihat piring makanan masih utuh, ia yakin Shakira belum makan.

Mata sendu Shakira menoleh ke samping, menatap sendu mata Bunda Nurul.

"Apa salah saya?" lirihnya pelan.

"Saya tidak tahu masalah kamu apa, atau mau berbagi cerita sama saya boleh aja. Saya disini mendengarkan, siapa tahu hati kamu lebih plong setelah membagi sedikit beban hidupmu. Kalau ada hal yang bisa saya bantu akan dibantu semampu saya."

Ada sedikit keraguan dalam hati Shakira, ingin berbagi namun juga takut.

"Bicaralah, Nak. Kamu berhak mengeluarkan suara mengenai apa yang kamu rasa, jangan takut, saya janji tidak akan menghakimi ataupun bilang sama siapapun," kata Bunda Nurul menatap lembut wanita yang ada di hadapannya masih menggenggam tangan kanan Shakira.

"Apa salah jika saya ingin memiliki pasangan hidup yang bisa membimbing saya kejalan yang lebih baik lagi?" setelah banyak pertimbangan ia pun memutuskan untuk membagi sedikit kisahnya berharap mendapatkan sedikit jalan agar bisa kembali semangat untuk menjalani hidup.

"Tidak ada yang salah dengan hal itu karena setiap wanita pasti membutuhkan calon imam terbaik yang mampu membimbingnya dan bisa menerimanya dengan segala kekurangannya."

"Masalahnya saya pernah berbuat dosa, bahkan saya juga tidak tahu kedua orangtua saya siapa, Bunda," lirih Shakira menunduk sedih tersenyum lirih membayangkan siapa dirinya.

Bunda Nurul terhenyak, ia melepaskan genggamannya namun masih tetap berada disana untuk lebih lanjut mengetahui siapa Shakira.

"Saya tumbuh besar di lingkungan kurang baik, pernah terjerumus dalam kubangan penuh noda." Shakira menjeda ucapannya, tertunduk lagi mengingat kilas balik masa lalunya. Pernah terusir dari rumahnya, luntang lantung di jalanan, hingga ia terpaksa mencari pekerjaan.

"Saya bekerja di rumah bordil sebagai penjaga bar," lirihnya sendu dan tetes air mata itu menetes kembali.

Bunda Nurul tertegun, cukup tahu kehidupan di rumah bordil seperti apa tapi ia tetap diam mendengarkan. "Lanjutkan, Nak!"

"Namun pertemuanku dengan Mas Fauzi di depan mesjid yang dimana saat itu dia sedang membagikan makanan ke orang-orang tak mampu, menyadarkan saya satu hal, bahwa hidup tidak akan selamanya begini dan tidak akan pernah abadi. Hingga terbesit di hati saya untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi. Dia yang dulu mengajari anak kecil membuat hati saya tersentuh sampai perlahan menarik saya untuk belajar padanya."

"Dia begitu baik, sabar membimbingku, dia juga mencoba meyakinkan agar bisa membuka hatiku kembali, dan kebersamaan kita membuat saya jatuh cinta dan ingin menjadi bagian dalam hidupnya. Setelah hampir dua tahun lamanya kita dekat usaha dia meluluhkan hati saya, dia meminta saya menjadi istrinya. Saya teramat bahagia dan kita pun merencanakan pernikahan ini meskipun ada tentangan dari ibunya."

.....

"Tepat empat hari yang lalu saya dan mas Fauzi menikah, akan tetapi masalah datang tepat di malam harinya. Ibu mertua saya mengetahui pekerjaan saya dimasa lalu dan hal itu memicu pertengkaran antara saya dan Mas Fauzi. Dia kecewa karena merasa dibohongi dan dia tidak terima masa lalu saya. Malam itu juga dia meninggalkan saya."

1
Feni Puji Pajarwati
KLO bisa mah Fauzi tinggalin aja..
Eneng Elsy
mamam tuh gadis lugu pdhl suhu ya fauzi...
pst s luna buat byk cara spy ga dceraikan sm fauzi...
Eneng Elsy
mamam tuh jalang sejati fauzi.
pasti sluna drama mnt dnikahin.
baguslah syakira bs lepas dr cowok gaa tegas ky s fauzi.
Liswati Angelina
yah cocoklah si Luna sama fauzi.... bakal jadi bapak tuh si fauzi...... 🤣🤣🤣🤭🤭🤭
Eneng Elsy
eh bp sm anak sm borok nya..
jgn2 s bp manggil warga buat gerebek anak sendiri biar d nikahin fauzi.
Liswati Angelina
nah kan kene jebakan Bebek kan!!!!!
Cimit: ulahnya sih.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!