Hana, seorang anak yang tertukar pada saat dilahirkan, akhirnya bisa kembali kepada keluarganya. Namun, ia tak pernah menyangka, perasaan bahagia, kehidupan manis dengan orang tua, semuanya hanya harapan palsu semata. Ia diambil hanya untuk reputasi orang tua. Diabaikan, ditindas, bahkan mati pun tidak dipedulikan.
Jiwanya tidak menerima kematian, ia menoreh takdir pada langit, meminjam jiwa yang kuat.
Jiwa seorang Ratu hebat dari kerajaan Amerta, terpanggil untuk membalaskan dendam Hana. Jiwa leluhur yang terusik oleh derita sang penerus. Pewaris kehormatan dari kerajaan agung Amerta.
Nasib semua orang pun berubah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aisy hilyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2
Di pusat kota selatan Eldoria, dua keluarga besar tengah melangsungkan pertunangan anak-anak mereka dengan pesta yang megah dan meriah. Seorang gadis mengenakan gaun putih dengan taburan mutiara di seluruh bagiannya. Bahkan, ia mengenakan mahkota yang dipenuhi oleh mutiara laut selatan yang terkenal indah dengan harganya yang fantastis.
Dekorasi pesta yang megah dan berkelas. Selain dua keluarga besar itu, para tamu sebagian besar adalah kolega bisnis dari keduanya. Di ruangan yang lain, pemuda tampan nan gagah, dambaan setiap gadis di kota selatan, tengah bersiap-siap bersama keluarganya.
"Apakah kau gugup?" tanya seorang laki-laki paruh baya sembari membenarkan jas yang dikenakan anaknya.
"Ah, ini momen yang sangat sakral tentu saja aku gugup sekali, Ayah," jawab Evan yang tak lain adalah tunangan dari Hana.
"Apa kau masih teringat pada Hana? Sudah dua Minggu dilakukan pencarian, tapi tak ada hasil. Terima saja Shopia sebagai istrimu meski dia hanya anak angkat dari keluarga Haysa. Tidak masalah, bukan?" ujar Nyonya Falcon yang lebih menyukai Shopia dari pada Hana.
Evan tersenyum, dan mengangguk kecil.
Tentu saja karena yang aku cintai adalah Shopia, bukan si gadis desa yang kampungan itu. Tak sudi rasanya aku menikah dengan orang kasar seperti itu. Lebih baik Shopia yang meskipun anak angkat, tapi telah dididik sejak kecil.
Evan bergumam di dalam hati, berharap pertunangannya akan berjalan dengan lancar tanpa hambatan.
"Apakah perlu dibatalkan saja? Aku merasa ini tidak pantas karena mengingat jasad Hana belum ditemukan," ucap Tuan Falcon sangat tiba-tiba.
Evan dan ibunya menoleh dengan wajah tak sedap dipandang. Mata mereka melotot, membuat Tuan Falcon mengernyit.
"Tidak bisa!" jawab keduanya serentak.
"Kau ingin mempermalukan nama besar kita? Jika kita membatalkan pertunangan ini seluruh kota Eldoria akan menertawakan kita. Pesta ini sudah direncanakan sejak sebulan yang lalu, tiba-tiba Hana menghilang begitu saja. Kita tidak tahu apa yang dipikirkan gadis desa itu!" ucap Nyonya Falcon dengan tegas.
"Aku hanya merasa kepergian Hana yang tiba-tiba terlalu janggal," gumamnya diakhiri helaan napas yang berat.
Evan dan ibunya saling menatap satu sama lain, mereka khawatir laki-laki paruh baya itu akan membatalkan pertunangan dengan tiba-tiba.
"Buang jauh-jauh pikiranmu itu! Hari ini Evan harus bertunangan dengan Shopia!" ancam sang istri yang membuatnya tak dapat membantah lagi.
Di dalam gedung, Shopia berdiri gugup di atas podium. Ditemani keluarga angkatnya yang terdiri dari ayah dan ibu, serta kedua kakak laki-laki yang memanjakannya.
"Bu, bagaimana jika nanti kak Hana tiba-tiba muncul? Aku akan sangat malu sekali," ucap Shopia berpura-pura.
Nyonya Haysa mengusap bahunya dengan lembut. Mereka sama sekali tidak merasa kehilangan Hana. Satu-satunya anak perempuan yang mereka akui adalah Shopia. Alasan mengapa Tuan Haysa membawa Hana dari desa hanyalah karena sebuah reputasi semata untuk menaikkan gengsi.
"Kau tenang saja, Shopia. Pertunangan ini adalah milikmu. Sekalipun dia datang, dia tidak akan bisa mengambilnya darimu. Salahkan saja dirinya yang tiba-tiba pergi tanpa pamit sampai harus merepotkan kepolisian kota," jawab Nyonya Haysa dengan entengnya.
"Iya benar, Shopia. Kau jangan mencemaskan apapun. Jika dia datang, Kakak yang akan menanganinya. Kau tenang saja," timpal Ethan, kakak tertua Hana.
Shopia tersenyum, menatap mereka dengan penuh kebahagiaan.
Jadi, bagaimana denganmu, Hana? Meskipun kau anak sah dari keluarga ini, tapi mereka lebih menyayangiku. Aku tidak bisa menolak semua ini. Salahkan dirimu yang tiba-tiba muncul dan ingin merebut Evan dariku.
Shopia bergumam di dalam hati, membayangkan Hana yang mati mengenaskan di tangan si penculik. Ia khawatir kemewahan yang selama ini dinikmatinya, akan hilang begitu saja.
"Terima kasih, Bu, Kak. Kalian selalu menyayangiku," katanya dengan sikapnya yang lembut dan penuh kepura-puraan.
Di sebuah sudut, dua pasang mata memperhatikan dari kejauhan. Mereka bersembunyi untuk mengawasi. Memeriksa kabar yang diterima.
"Yang Mulia, sepertinya kabar yang mengatakan bahwa ratu bereinkarnasi di keluarga ini hanyalah rumor semata. Keluarga ini hanya memiliki satu putri angkat, dan putri mereka yang tinggal di desa pun sudah tidak ada," ucap salah satunya setelah mengamati selama satu Minggu penuh.
Aku tidak akan menyerah untuk mencari keberadaanmu, Hana. Kau tiba-tiba menghilang dari istana, membuatku kebingungan. Kabar apapun tentangmu meskipun hanya sedikit kemungkinan akan aku kejar.
Ia berbalik dan pergi meninggalkan tempat pesta. Mobil mewahnya terparkir di samping gedung, dengan empat pengawal yang berjaga di sana. Dia putra mahkota dari keluarga Locke, Alaric yang terkenal misterius dan jarang menampakkan diri di hadapan publik.
Mobil mereka melesat cepat di jalanan hingga tak menyadari saat berpapasan dengan Hana yang dalam keadaan kacau berlumuran darah. Di jalan ia mendengar bahwa keluarganya tengah melangsungkan pesta pertunangan yang seharusnya menjadi miliknya.
"Aku datang untuk memberi kalian kejutan, bukan untuk mengacaukan pesta ini. Semoga kalian semua akan senang menerimanya," gumam Hana sembari berjalan menuju gedung milik keluarganya itu.
****
Pesta pertunangan sedang berlangsung, sepasang kekasih di atas podium sudah bersiap untuk bertukar cincin. Para tamu tak sabar menunggu, mereka ikut merasa gugup melihat keduanya.
Lalu, tiba-tiba pintu terbuka, sesosok bayangan yang muncul mencuri perhatian semua orang.
Argh!
"I-itu ...."
"Tidak mungkin!"
"Hantu!"
hai jalang gk tau diri lo