Perasaan Kaylee Lumiere didasari oleh kasih sayang yang begitu besar sehingga ia rela menomorduakan kebahagiaannya sendiri.
Ia lebih memilih mendengarkan cerita cinta Atlas Theodore dengan wanita lain daripada mengambil risiko menyatakan cinta dan kehilangan kehadiran Atlas selamanya. Baginya, "memiliki Atlas sebagai sahabat" jauh lebih baik daripada "kehilangan Atlas karena cinta yang ditolak."
Kaylee Sudah ahli Menekan rasa cemburu, sesak napas, dan teriakan di dalam hati yang ingin mengatakan, "Seharusnya aku yang ada di posisi itu."
Kaylee merasa seperti berdiri di balik kaca bening. Ia bisa melihat Atlas dengan sangat jelas, menyentuhnya, dan mengetahui setiap rahasia terkecilnya, namun ada penghalang tak kasat mata yang mencegahnya untuk melangkah lebih jauh. Ia adalah orang paling dekat, sekaligus orang paling jauh dari hati Atlas.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburunya Mommy Niel
Setelah badai gairah yang meluap di antara mereka mereda, keheningan yang nyaman menyelimuti kamar itu. Namun, jemari Kaylee yang tadinya membelai lembut punggung Atlas terhenti. Di bawah cahaya lampu tidur yang temaram, ia melihat guratan-guratan luka yang tidak seharusnya ada di sana.
Kaylee menarik napas gemetar, air matanya jatuh mengenai kulit dada Atlas. Ia bangkit sedikit, membiarkan selimut menutupi tubuhnya sendiri namun melarang Atlas memakai kembali pakaiannya.
"At... luka-luka ini," isak Kaylee sambil mengusap satu garis panjang yang tampak seperti bekas goresan tajam. "Apa di sana kamu juga harus bertarung secara fisik?"
Atlas menghela napas panjang, ia menarik tangan Kaylee dan mencium jemarinya. "Tidak, Ay. Aku memang menghabiskan banyak waktu untuk berolahraga dan bekerja agar pikiranku tidak gila karena merindukanmu. Tapi luka-luka ini..." Atlas terdiam sejenak, menatap langit-langit. "Ini kudapatkan dari kegilaan Bianca."
"Maksud kamu?" tanya Kaylee dengan suara parau.
"Dia wanita yang sakit, Kay. Jika dia sedang merasa senang atau sangat terobsesi, aku akan mendapatkan luka. Dia akan memelukku dengan sangat erat, bersandiwara di depan ayahnya, dan... tiba-tiba dia akan menyayatku dengan kuku atau perhiasannya. Dia ingin meninggalkan tanda bahwa aku miliknya," jawab Atlas jujur, tanpa sadar bahwa kejujurannya itu sedang membakar hati Kaylee.
Wajah Kaylee seketika menekuk. Ia melepaskan tangan Atlas. Rasa iba yang tadi menyelimuti hatinya kini bercampur dengan api cemburu yang membara.
"Oh, jadi kalian sesering itu berpelukan sampai dia bisa meninggalkan luka sebanyak ini?" ucapnya ketus.
Atlas tersentak, ia baru menyadari perubahan nada suara istrinya. "Ay, bukan begitu maksudku. Aku tidak punya pilihan, kami harus terlihat seperti pasangan di depan publik."
"Lalu apa lagi?" Kaylee membuang muka, mode cemburu akutnya mulai bangkit. "Apa cuma pelukan? Tiga tahun, Atlas. Tiga tahun kalian tinggal satu atap, tidur di kamar yang sama..."
Atlas segera bangun dan merengkuh bahu Kaylee, namun Kaylee sedikit menepisnya. "Aku tidak pernah menyentuhnya, Ay. Ya, aku akui... demi sandiwara itu, kami sebatas berciuman. Maafkan aku, Ay. Tapi demi Tuhan, aku tidak pernah mendesah di atasnya. Hatiku mati rasa saat bibirnya menyentuhku," ucap Atlas dengan nada memohon.
Kaylee menatap Atlas dengan mata tajam yang berkaca-kaca. "Berciuman?! Dan kamu bilang sebatas? Bagaimana mungkin aku percaya, Atlas? Dia wanita yang sangat cantik, dia punya kekuasaan. Bagaimana mungkin dia tidak meminta haknya sebagai istri selama tiga tahun kalian menikah?"
Melihat Kaylee yang meledak-ledak karena cemburu, Atlas justru tidak bisa menahan senyum tipis di bibirnya. Ia melihat betapa besarnya cinta Kaylee yang tersembunyi di balik amarah itu.
"Kenapa kamu malah tersenyum?!" pekik Kaylee kesal.
"Aku tersenyum karena aku sangat merindukan wajah cemburumu ini," gumam Atlas sambil menarik paksa Kaylee ke dalam pelukannya, meski Kaylee sempat memberontak.
"Dengarkan aku, Mommy Niel. Bianca tidak pernah meminta hak itu karena dia memang tidak menginginkannya dariku. Dia punya dunianya sendiri yang tidak menyukai pria. Aku hanya tamengnya. Ciuman itu? Itu hanya teknis di depan kamera, Kay. Kosong, Hambar , dan Tak berasa."
Atlas menunduk, mensejajarkan wajahnya dengan Kaylee. "Hanya kamu yang bisa membuatku kehilangan kendali. Hanya kamu yang bisa membuatku mendesah menyerah. Apa tiga jam yang kita habiskan tadi belum cukup membuktikan kalau aku sangat lapar akan dirimu karena puasa selama tiga tahun?"
Kaylee terdiam, wajahnya memerah padam karena sindiran Atlas. Rasa cemburunya masih ada, namun pelukan hangat Atlas mulai meluluhkan pertahanannya.
🌷🌷🌷🌷
Happy Reading Dear 😍