NovelToon NovelToon
MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

MIDNIGHT DEAL: ANTARA HATI DAN KONSPIRASI

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Wanita perkasa / Crazy Rich/Konglomerat / Kehidupan di Kantor / Romansa / Rebirth For Love
Popularitas:698
Nilai: 5
Nama Author: nhatvyo24

Ryuga Soobin Dewangga adalah CEO dingin yang terjebak dalam trauma masa lalu dan konspirasi bisnis yang mengancam nyawanya. Hidupnya yang kaku berubah total saat ia bertemu Kiara Adiningrat, asisten pribadi tangguh yang lebih ahli memegang senjata dan memperbaiki jam antik dari pada menyeduh kopi.

​Di tengah ancaman pembunuhan dan pengkhianatan orang terdekat, keduanya terpaksa menjalin kesepakatan tengah malam yang berbahaya. Antara tuntutan profesional, hobi yang saling bersinggungan, dan ego yang setinggi langit, mereka harus menghadapi musuh yang mengintai di balik bayang-bayang.

​Mampukah cinta tumbuh di antara peluru dan rahasia, ataukah kesepakatan ini justru menjadi awal kehancuran mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nhatvyo24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: Jejak Karat di Jantung Kota

​Kabut subuh menyelimuti kawasan Kota Tua, memberikan kesan mistis pada bangunan peninggalan Belanda yang berdiri angkuh itu. Balai Kota tampak seperti raksasa tidur yang menyimpan rahasia kelam di puncaknya. Kiara berdiri di bawah bayang-bayang pilar besar, menatap ke atas ke arah menara jam yang menjulang tinggi.

​"Tingginya sekitar tiga puluh meter," bisik Kiara. Ia melepas sepatu hak tingginya, membuangnya ke semak-semak, dan kini berdiri bertelanjang kaki. Ia mengikatkan sisa kain Gaun Biru Safir-nya ke paha agar tidak tersangkut.

​"Kau benar-benar yakin bisa melakukan ini dengan luka di kakimu?" Ryuga berdiri di sampingnya, matanya menyapu setiap inci dinding batu yang kasar dan berlumut.

​"Percayalah pada saya, Pak Bos. Batu-batu tua ini jauh lebih ramah daripada lantai dansa di hotel tadi," sahut Kiara. Ia mulai meraba tonjolan batu pertama.

​Dengan kelincahan yang mengejutkan, Kiara mulai merayap naik. Hobi urban climbing yang sering ia lakukan saat remaja kini menjadi penyelamat nyawa. 

Jemarinya mencari celah di antara semen yang retak, sementara otot-otot punggungnya yang kuat tampak bergerak di balik gaun yang tipis.

​Ryuga menatap dari bawah dengan napas tertahan. Setiap kali Kiara sedikit tergelincir karena batu yang basah oleh embun, jantung Ryuga seolah berhenti berdetak.

​"Sedikit lagi, Kiara..." gumam Ryuga. Ia tidak diam saja; sambil memantau Kiara, tangannya memegang belati taktis, matanya waspada terhadap patroli penjaga yang mungkin lewat.

​Di ketinggian lima belas meter, Kiara berhenti sejenak pada sebuah balkon kecil yang buntu. Nafasnya tersengal, dan perban di kakinya mulai merembeskan darah lagi. Ia menatap ke bawah, melihat Ryuga yang tampak kecil di bawah sana. Ryuga memberikan isyarat dengan senter kecilnya sebuah dukungan bisu yang memberikan Kiara kekuatan tambahan.

​✨✨✨

​Sementara itu, di dalam van, Dino sedang bertarung dalam sunyi. Keringat dingin bercucuran di dahinya.

​"Waduh, ini bukan lagi serangan hacker biasa! Ini serangan brutal!" seru Dino pelan ke radio. "Ryuga! Ada seseorang yang mencoba mengambil alih kendali lift gedung dari jarak jauh. Mereka tidak lewat dinding seperti Kiara, mereka lewat pintu belakang digital!"

​Dino jemarinya menari di atas keyboard. "Aku akan mengunci sistem liftnya, tapi aku butuh waktu. Ryuga, jaga-jaga di pintu darurat! Sepertinya Hendra punya orang dalam yang lebih pintar dariku!"

​Tiba-tiba, layar monitor Dino menampilkan sebuah siluet orang yang sedang bergerak di dalam gedung lewat sensor panas. "Sial! Dia sudah di dalam! Dia menuju menara jam lewat tangga internal!"

​Kiara akhirnya berhasil mencapai jendela bundar besar di menara jam. Dengan satu hentakan kuat, ia mendorong jendela itu dan berguling masuk ke dalam ruang mesin jam yang penuh dengan roda gigi raksasa berwarna kehitaman karena karat.

​Namun, ia tidak sendirian.

​Di tengah ruangan, di bawah temaram lampu minyak, berdiri seorang pria muda dengan jas yang sangat rapi. Dia bukan Hendra, bukan juga pengawal kekar. Dia adalah Adrian, sepupu jauh Ryuga yang selama ini dikenal sebagai "anak baik" di keluarga Dewangga.

​"Luar biasa, Kiara. Memanjat gaun biru di tengah subuh... kau benar-benar asisten yang berdedikasi," ucap Adrian sambil memegang pistol berperedam suara.

​"Adrian?" Kiara terengah-engah, tangannya masih memegang jam saku S-1945. "Jadi, kaulah 'Orang Ketiga' itu? Orang dalam yang membocorkan posisi kami pada Hendra?"

​"Hendra hanya alat, Kiara. 

Dewangga butuh pemimpin yang tidak rusak oleh trauma masa lalu seperti Ryuga," Adrian tersenyum tipis. "Berikan jam itu padaku. Biarkan aku yang menghidupkan kembali jantung kota ini."

​🌸🌸🌸

​Di bawah, Ryuga yang mendengar percakapan itu lewat earpiece langsung berlari menuju tangga darurat dengan kemarahan yang meluap. "Kiara! Jangan berikan padanya! Aku sedang naik!"

​Di dalam menara, Kiara mencoba mengulur waktu. Ia melangkah mundur, mendekat ke arah roda gigi pusat yang raksasa. "Kau tidak tahu cara kerjanya, Adrian. Jam ini butuh sinkronisasi hati, bukan cuma sekadar memasukkan kunci."

​Tepat saat Adrian hendak menarik pelatuk, pintu menara hancur ditendang oleh Ryuga. Ryuga masuk dengan nafas memburu, jas hitamnya sudah dilempar entah ke mana, menyisakan kemeja putih yang basah oleh keringat.

​Ryuga tidak menatap pistol Adrian. Ia menatap Kiara. Di tengah denting jam yang mulai bergerak karena kehadiran kunci S-1945, mata mereka bertemu.

Sebuah janji tanpa kata terucap: Apapun yang terjadi, kita akan keluar dari sini bersama.

​"Letakkan senjatamu, Adrian," ucap Ryuga dingin. "Atau kau akan melihat bagaimana seorang Dewangga yang rusak menghancurkanmu."

Ruangan di puncak menara itu dipenuhi suara gemeretak logam tua yang mulai dipaksa bergerak. Adrian berdiri di antara dua roda gigi raksasa, pistolnya masih terarah lurus ke dada Ryuga. Cahaya bulan yang masuk lewat celah jendela bundar menyinari wajah Adrian, menampakkan ambisi yang selama ini ia sembunyikan di balik topeng kesetiaan keluarga.

​"Jangan melangkah lebih dekat, Kak Ryuga," ancam Adrian, suaranya bergetar antara ketakutan dan tekad. 

"Satu peluru, dan Dewangga tidak akan punya pewaris lagi. Aku akan menjadi pahlawan yang menyelamatkan aset perusahaan dari tangan CEO yang tidak stabil."

​Ryuga tidak berhenti. Setiap langkahnya terdengar mantap di atas lantai kayu yang berderit. "Kau menyebutku tidak stabil, tapi kau bekerja sama dengan Hendra, orang yang membunuh paman mu sendiri? Kau hanyalah pion, Adrian. Dan pion selalu dikorbankan di akhir permainan."

​Kiara tahu ia tidak punya banyak waktu. Mekanisme jam di belakangnya mulai mengeluarkan asap tipis akibat gesekan karat yang dipaksakan. Ia harus memasukkan jam saku S-1945 ke poros pusat sebelum sistem ini meledak.

​"Ryuga, tahan dia!" teriak Kiara.

​Adrian mengalihkan pandangannya ke arah Kiara sejenak kesalahan fatal. Ryuga menerjang dengan kecepatan yang tak terduga. Ia menangkap pergelangan tangan Adrian, memutar pistol itu ke arah langit-langit.

​DOR!

​Peluru menghantam lonceng besar di atas mereka, menciptakan dentang memekakkan telinga yang menggetarkan seluruh menara. Ryuga dan Adrian bergulat di lantai, bertarung dengan tinju dan kemarahan.

​Kiara memanfaatkan momen itu. Ia memanjat kerangka besi jam raksasa. Luka di betisnya berdenyut hebat, dan Gaun Biru Safir-nya kini penuh dengan noda oli hitam. Dengan tangan gemetar, ia memasukkan jam saku S-1945 ke dalam lubang poros yang pas.

​"Ayo... berputar lah..." bisik Kiara.

​Di luar, Dino melihat melalui teropongnya bahwa lampu-lampu di puncak menara mulai berkedip merah.

​"Waduh! Voltase-nya naik drastis! Kalau Kiara berhasil menghubungkannya, seluruh sistem keamanan digital Hendra di kota ini akan lumpuh, tapi menara itu bisa terbakar!" Dino panik. Ia segera meretas trafo listrik di bawah jalan.

"Oke, Lulu... kalau kau bisa dengar aku lewat doa, semoga aku tidak meledakkan blok ini!"

​Dino memutus aliran listrik cadangan gedung, memaksa menara jam bekerja murni secara mekanik memberikan Kiara kontrol penuh tanpa gangguan dari sistem digital Adrian.

​Ryuga berhasil melumpuhkan Adrian dengan sebuah pukulan telak ke rahang, namun sebuah roda gigi kecil yang terlepas dari mesin jatuh tepat ke arahnya.

​"RYUGA!" Kiara melompat turun dari kerangka besi, mendorong Ryuga menjauh sebelum logam berat itu menghantamnya.

​Mereka terjatuh bersama di lantai yang berdebu. Ryuga segera membalikkan posisi, mendekap Kiara di bawah tubuhnya untuk melindunginya dari serpihan logam yang berjatuhan. Untuk beberapa detik, mereka hanya terengah-engah dalam pelukan erat, dikelilingi oleh suara jam menara yang kini berdetak dengan nada yang megah dan sinkron.

​Tik. Tok. Tik. Tok.

​Seluruh lampu di Kota Tua mendadak menyala terang, menandakan sistem S-1945 telah mengambil alih kendali kota dari tangan Konsorsium.

​"Kita berhasil," bisik Kiara di dada Ryuga.

​Ryuga melonggarkan pelukannya sedikit, menatap wajah Kiara yang coreng-moreng oleh oli dan debu, namun tampak begitu cantik di matanya. "Bukan kita, Kiara. Kau yang melakukannya. Kau benar-benar jantung dari operasi ini."

​Saat mereka mulai berdiri, Adrian yang sudah setengah sadar tertawa lirih dari sudut ruangan. "Kalian pikir ini selesai? Adrian hanya pembuka jalan. Lihat ke luar jendela..."

​Ryuga dan Kiara mendekat ke jendela besar. Di bawah sana, puluhan lampu biru dan merah polisi mengepung Balai Kota. Namun, di antara mobil polisi, berdiri sebuah limosin hitam yang sangat dikenal Ryuga.

​Seorang wanita turun dari limosin itu, mengenakan jas putih kedokteran yang sama dengan yang dipakai di klinik tadi.

​"Seline?" Kiara terkesiap.

​"Dia bukan sekadar mantan tunanganku, Kiara," ucap Ryuga dengan nada dingin yang baru. "Dia adalah pimpinan medis dari Konsorsium. Dan dia baru saja melaporkan kita atas tuduhan pencurian aset negara."

1
Inonk_ordinary
recomended untuk orh2 yg udah jenuh dg cerita yg ngambang. alur nya gak jelas dan yokoh yang itu2 aja
Inonk_ordinary
ya ampuuunnn bagus bangeettt,,pengambaran tokoh nya tu jelas bgt,,kaya ada didepan mata aku...wooooww daebaakkkk
nhatvyo24: terima kasih banyak ka ☺️ semoga suka ceritanya 🙏
total 1 replies
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
hemmm.. bilang aja kamu terpesona Ryu🤭 dan seiring waktu hubungan itu akn berkembang.. hadech mantan datang, hempaskan aj.
ini juga teman kocak si Dino gangguin aja, 🤣🤣
tp seru dan tegang.. penasaran kode apa itu ya?
🔵✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴅ'ғᵗⁱᵃʳᵃ🌹🎀👥
wah sejauh ini ceritanya menarik, penulisannya juga bagus jadi enak bacanya. lanjutlah ..
nhatvyo24: terima kasih ka 🙏
total 1 replies
Inonk_ordinary
okee,,sebelom baca aku follow yaaa
nhatvyo24: 😄🤭 terimakasih ka🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!