NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Muda Lumpuh: Istriku Ternyata Dokter Bedah Jenius

Dinikahi Tuan Muda Lumpuh: Istriku Ternyata Dokter Bedah Jenius

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Kriminal dan Bidadari / Slice of Life / Pernikahan Kilat / CEO / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Kau pikir aku akan menyentuhmu? Aku lumpuh."

​Ucapan dingin Elzian Drystan di malam pertama mereka langsung dibalas senyum miring oleh istrinya.

​"Otot betis kencang, tidak ada atrofi, dan pupilmu melebar saat melihatku. Kau tidak lumpuh, Tuan. Kau hanya pembohong payah."

​Dalam detik itu, kedok Ziva Magdonia sebagai istri 'tumbal' runtuh. Dia adalah ahli bedah syaraf jenius yang mematikan. Rahasia Elzian terbongkar, dan kesepakatan pun dibuat: Elzian menghancurkan musuh yang mencoba membunuhnya, dan Ziva memastikan tidak ada racun medis yang bisa menyentuh suaminya.

​Namun, saat mantan kekasih Elzian datang menghina, Ziva tidak butuh bantuan.

​"Hidungmu miring dua mili, silikon dagumu kadaluarsa... mau kuperbaiki sekalian?"

​Bagi Ziva, membedah mental musuh jauh lebih mudah daripada membedah otak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Krisis Perusahaan

​​"Ini adalah bukti nyata kegagalan manajemen!"

​Suara Adrian, kakak tiri Elzian, menggema lantang dari layar televisi besar di dinding ruang kerja. Pria itu berdiri gagah di podium konferensi pers, dikerubungi ratusan mikrofon wartawan. Wajahnya dipasang sedemikian rupa agar terlihat prihatin, padahal matanya memancarkan kepuasan licik.

​"Drystan Group adalah perusahaan besar," lanjut Adrian berapi-api di layar. "Kita butuh pemimpin yang sigap. Pemimpin yang bisa turun langsung ke lapangan, bukan pemimpin yang... memiliki keterbatasan fisik dan hanya bisa memantau dari jauh."

​Di ruang kerjanya yang gelap, Elzian melempar gelas kopinya ke dinding tepat di samping televisi.

​PRANG!

​Cairan hitam dan pecahan kaca berhamburan mengotori wallpaper mahal.

​"Bajingan!" umpat Elzian. Napasnya memburu. Wajahnya kusut, matanya merah karena sudah dua puluh empat jam tidak tidur. Lingkaran hitam di bawah matanya terlihat jelas.

​Ponsel di meja kerjanya berdering lagi untuk yang ke-seratus kalinya.

​"Jawab, Raka!" bentak Elzian pada asistennya yang berdiri tegang di sudut ruangan.

​Raka mengangkat telepon, mendengarkan sebentar, lalu menutupnya dengan wajah pucat. "Pak, investor dari Singapura menarik dananya. Harga saham kita anjlok tiga puluh persen dalam satu jam terakhir. Mereka panik karena pidato Pak Adrian. Media menuduh pabrik kita menyimpan bahan kimia ilegal yang meledak karena kelalaian Bapak."

​"Kelalaian?!" Elzian tertawa kering, tawa yang terdengar putus asa. Dia mencengkeram pegangan kursi rodanya erat-erat. 

Kakinya yang sebenarnya tidak lumpuh terasa gatal ingin menendang sesuatu, tapi dia tidak bisa. Dia harus tetap duduk. 

Pintu ruangan bisa terbuka kapan saja, dan dia tidak boleh ketahuan bisa berjalan di tengah krisis ini. Musuh sedang mengintai di mana-mana.

​"Adrian sengaja memainkan isu 'pemimpin cacat' untuk menjatuhkan kredibilitasku," geram Elzian. Dia memijat pelipisnya yang berdenyut sakit. "Dia mau merebut posisi CEO saat RUPS besok."

​Pintu ruang kerja terbuka pelan.

​Elzian langsung menoleh dengan tatapan membunuh, siap memaki siapa pun yang berani mengganggunya. "Aku bilang jangan ganggu—"

​Kalimatnya terhenti. Itu Ziva.

​Ziva masuk membawa nampan berisi segelas air putih dan obat sakit kepala. Dia tidak memakai jas dokternya, hanya kaos rumahan yang santai. Wajahnya tenang, kontras dengan kekacauan di ruangan itu.

​"Keluar, Raka," perintah Ziva pelan.

​Raka menatap Elzian. Elzian mengangguk singkat. Raka pun keluar, menutup pintu rapat-rapat.

​Ziva meletakkan nampan di meja yang penuh tumpukan dokumen berantakan. Dia tidak bicara apa-apa, hanya berjalan memutari kursi roda Elzian dan berdiri di belakang suaminya.

​Tangan Ziva yang hangat dan terampil menyentuh bahu Elzian.

​"Jangan sentuh," tolak Elzian kasar. "Aku sedang tidak mood untuk drama rumah tangga."

​"Diam," balas Ziva tegas.

​Jari-jari Ziva mulai menekan titik-titik ketegangan di leher dan bahu Elzian. Pijatannya kuat, presisi, dan langsung mengenai sasaran. Sebagai dokter bedah, dia tahu persis letak otot trapezius yang kaku karena stres.

​"Ototmu keras seperti batu," komentar Ziva datar sambil terus memijat. "Kalau kau terus-terusan tegang begini, pembuluh darahmu bisa pecah sebelum kau sempat membalas Adrian. Kau mau kakak tirimu itu tertawa di atas kuburanmu?"

​Elzian terdiam. Pijatan Ziva perlahan mengendurkan saraf-sarafnya yang menegang. Rasa nyaman mulai menjalar, sedikit meredakan sakit kepalanya. Dia menyandarkan kepalanya ke belakang, menumpukan beratnya pada perut Ziva yang berdiri di belakangnya.

​"Pabrik itu hancur, Ziva," bisik Elzian serak, matanya terpejam. Nadanya terdengar lelah, sangat lelah. Topeng CEO kejamnya runtuh di depan istrinya. 

"Tiga orang karyawan kritis. Reputasi perusahaan yang dibangun Kakek puluhan tahun hancur dalam semalam. Dan aku... aku cuma bisa duduk di kursi sialan ini."

​"Kau tidak salah," ucap Ziva lembut. Tangannya beralih memijat pelipis Elzian. "Panik tidak akan menyelesaikan masalah. Tarik napas."

​Elzian menurut. Dia menarik napas panjang. Aroma tubuh Ziva—campuran sabun bayi dan antiseptik—membuat pikirannya sedikit lebih jernih.

​"Adrian bilang ada bahan kimia ilegal," kata Elzian, membuka matanya lagi. Dia mengambil tablet yang menampilkan foto-foto puing pabrik dari lokasi kejadian yang dikirim tim lapangan. "Padahal aku sudah cek semua manifes gudang. Kita tidak pernah menyimpan bahan berbahaya di sektor C. Itu gudang vitamin."

​Ziva menghentikan pijatannya. Dia membungkuk, menatap layar tablet yang dipegang Elzian.

​"Coba perbesar fotonya," pinta Ziva tiba-tiba.

​"Buat apa? Isinya cuma puing gosong," Elzian bingung, tapi dia menuruti permintaan Ziva. Dia memperbesar foto yang diambil sesaat setelah ledakan pertama.

​Mata Ziva menyipit. Fokusnya terkunci pada gumpalan asap tebal yang membubung dari atap gudang yang runtuh.

​"Geser ke kiri. Foto yang ada apinya," perintah Ziva lagi, suaranya berubah serius. Mode dokternya aktif.

​Elzian menggeser layar. Foto itu menampilkan api yang masih berkobar.

​"Tunggu," Ziva menunjuk layar dengan telunjuknya. "Lihat warna asapnya."

​Elzian mengerutkan kening. "Hitam? Abu-abu?"

​"Bukan. Lihat di bagian pangkal api itu," Ziva menekan layar. "Ada semburat warna kuning pekat di antara asap hitam itu. Dan lihat apinya... warnanya putih menyilaukan di bagian inti."

​Ziva menegakkan tubuhnya. Wajahnya berubah drastis menjadi dingin dan tajam.

​"Elzian, gudang vitamin isinya bahan organik. Kalau terbakar, asapnya hitam atau abu-abu karena karbon," jelas Ziva cepat. "Tapi asap kuning dan api putih terang itu... itu ciri khas reaksi kimia spesifik."

​"Maksudmu?" jantung Elzian berdegup kencang.

​"Fosfor putih," desis Ziva. "Itu bahan kimia yang sangat mudah terbakar kalau kena udara, dan sulit dipadamkan air. Asapnya kuning beracun."

​Ziva menatap Elzian lekat-lekat.

​"Ini bukan kebakaran karena korsleting listrik atau kelalaian simpan obat. Seseorang sengaja menaruh fosfor di sana untuk memicu ledakan."

​Mata Elzian membelalak. Sabotase.

​"Itu reaksi kimia fosfor, Elzian," ulang Ziva yakin. "Kita punya bukti kalau ini disengaja."

1
Warni
🥰🤭🤭🤭🤭😂
Warni
Lebih galak Ziva.
Warni
😫
Warni
😂
Warni
🤭
Warni
Ngambek nanti si Suami klu tulisannya di ejek jelek.
Savana Liora: hahaha
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
kalau orang mengira Elzian lumpuh maka kakinya adalah istrinya sendiri. good job Ziva
Ma Em
Akhirnya Ziva bisa mengalahkan Elzian akibat egonya yg terlalu tinggi dan keras kepala orang lain tdk ada yg berani melawan Elzian tapi Ziva bisa mengalahkan nya hebat kamu Ziva .
Savana Liora: iya. mantap
total 1 replies
Warni
🥰
Warni
Mengamuk.🤣
Warni
😂
Warni
😁
Warni
😂
Warni
Jangan bilang Dokter Rayn di pindah tugaskan.🤭
Warni
😂🥰🥰🥰
Warni
🥰
Warni
🤣
Warni
Oh mampus.
Savana Liora: tau rasa dia
total 1 replies
Aanisa aliya
lanjutkan
Savana Liora: besok ya
total 1 replies
Warni
Ohhh,mantap pak.Suami siaga.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!