NovelToon NovelToon
Ultimate Gacha Pengubah Takdir

Ultimate Gacha Pengubah Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Ruang Ajaib
Popularitas:17k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Ye Xuan, pria berusia 35 tahun yang terjebak dalam kehidupan monoton dan menyedihkan sebagai pekerja minimarket, tewas mengenaskan akibat tabrak lari di tengah malam yang sedang hujan lebat. Di detik-detik terakhir hidupnya yang dipenuhi penyesalan atas takdir yang selalu menginjak-injaknya, ia memohon sebuah kehidupan yang tenang.

Namun, kesadarannya justru ditarik ke dalam Ruang Gacha raksasa yang membekukan waktu, memberinya satu tiket emas sebagai kompensasi anomali takdir, lalu melemparnya kembali ke masa SMA.

Kini, dibekali warisan Tabib Dewa kuno dan sebuah sistem Gacha, pria paruh baya di dalam tubuh remaja ini harus merancang ulang jalan hidupnya, siap memotong siapa saja yang berani menghalangi tujuannya di dunia kultivasi modern wuxia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 Sebuah Teror dan Perburuan

Rumah Sakit Pusat Jinghai, pukul satu dini hari.

Di dalam kamar perawatan mewah berlapis dinding putih bersih, erangan tertahan terus terdengar dari atas ranjang. Zhao Wei berbaring dengan wajah sepucat kertas. Lengan kanannya dibalut perban tebal dan ditopang oleh alat penyangga, namun otot-otot di balik kulitnya masih terus berkedut menyakitkan. Dokter telah memberinya suntikan penenang dosis tinggi, tapi rasa sakit akibat saraf yang dikonsletkan oleh Pukulan Pemutus Meridian Ye Xuan terlalu ekstrem untuk diredam oleh obat kimia modern.

Lin Xia duduk di kursi empuk tepat di samping ranjang. Gadis itu sudah melepas jas seragamnya, menyisakan blus putih ketat yang membalut lekuk tubuh bahenolnya dengan sempurna. Dia mencondongkan tubuhnya ke depan sambil mengupas apel, sebuah posisi yang dengan sengaja mengekspos belahan dadanya yang menggoda tepat ke arah pandangan Zhao Wei.

Meski sedang menahan sakit, mata keranjang Zhao Wei sesekali masih melirik ke arah pemandangan sensual itu. Hal itu sedikit mengangkat egonya yang hancur seharian ini.

"Makanlah sedikit, Zhao Wei... aku sudah mengupasnya untukmu," ucap Lin Xia dengan nada suara mendesah pelan dan manja. Dia menyodorkan sepotong apel ke depan mulut pria itu.

"Singkirkan apel sialan itu!" umpat Zhao Wei kasar, menepis tangan Lin Xia dengan tangan kirinya.

Sepotong apel itu jatuh menggelinding ke lantai. Lin Xia terkesiap, wajah cantiknya sedikit memucat, tapi dia segera menunduk menyembunyikan rasa kesalnya. Dia harus bersabar. Pria ini adalah tiketnya menuju kehidupan mewah.

"Aku tidak butuh makanan," geram Zhao Wei dengan napas memburu. Matanya menatap tajam ke arah jam dinding. "Kenapa Kak Long belum juga menelepon? Seharusnya bajingan miskin itu sudah berada di ruang ICU dengan tulang hancur sekarang!"

Drrrtt... Drrrtt...

Ponsel berlapis emas di atas meja nakas tiba-tiba bergetar hebat.

Mata Zhao Wei langsung berbinar. Dia segera meraih ponsel itu dengan tangan kirinya dan mengangkat panggilan tersebut. Dia sudah tidak sabar mendengar suara Ye Xuan yang menangis memohon ampun, dan dia akan menyalakan pengeras suara agar Lin Xia bisa ikut mendengarkan betapa berkuasanya seorang Zhao Wei.

"Kak Long! Mana videonya?! Kau sudah mematahkan kaki anjing itu, kan?!" bentak Zhao Wei dengan penuh semangat.

Namun, bukan suara tawa kasar Kak Long yang terdengar dari seberang sana. Melainkan suara gemetar penuh teror dari salah satu preman bawahan yang menangis histeris.

"T-Tuan Muda Zhao... ini... ini Ah San! K-Kak Long... Kak Long sudah hancur, Tuan!" teriak suara di telepon itu dengan napas tersengal-sengal. Terdengar suara sirene ambulans meraung-raung dibelakangnya.

Kening Zhao Wei berkerut. "Hancur apa maksudmu, Bodoh?! Bicaralah yang jelas!"

"Iblis! Anak SMA itu bukan manusia, dia iblis! Tuan, kesembilan saudara kami tulangnya dipatahkan semua! Ada yang rahangnya lepas, ada yang rusuknya hancur! Dan Kak Long... ya Tuhan, Kak Long... Huhuhu...."

"Ada apa dengan Kak Long?!" raung Zhao Wei mulai kehilangan kesabaran, namun setitik rasa dingin perlahan merayap di tengkuknya.

"Kak Long berlutut di tanah dan terus mengiler! Dia tertawa-tawa sendiri sambil memakan pasir! Tuan Muda, Kak Long jadi gila! Kami tidak akan berani menyentuh anak itu lagi meski kau membayar kami sepuluh juta yuan! Jangan pernah hubungi kami lagi!"

Tut... Tut... Tut...

Sambungan telepon diputus secara sepihak.

Zhao Wei mematung. Ponsel mewahnya perlahan merosot dari genggaman tangannya.

Brak!

Ponsel itu jatuh ke lantai rumah sakit. Ruangan itu mendadak hening.

Zhao Wei menatap kosong ke arah langit-langit. Kak Long, preman paling ditakuti di Distrik Selatan yang membawa sepuluh orang bersenjatakan parang, dihabisi tanpa ampun oleh Ye Xuan? Dan pria berbadan besar itu kini menjadi idiot yang sedang memakan pasir?

Tiba-tiba, ingatan tentang tatapan mata Ye Xuan di kelas kembali terlintas di kepalanya. Tatapan sedingin es, tanpa emosi, layaknya seekor naga yang melihat semut. Ye Xuan hanya menggunakan dua jari untuk melumpuhkan lengannya, dan Zhao Wei mengira itu hanya kebetulan. Tapi sekarang... kebenarannya menghantam pikiran Zhao Wei seperti palu godam.

"Hahhhhh... haaahhhh..." Napas Zhao Wei menjadi sangat pendek dan panik. Seluruh tubuhnya mulai bergetar hebat, bukan lagi karena rasa sakit di lengannya, melainkan karena teror mutlak yang menembus hingga ke sumsum tulangnya.

"Zhao Wei? Ada apa? Apa kata mereka tentang Ye Xuan?" tanya Lin Xia dengan suara lembut, mencoba menyentuh lengan pria itu lagi.

"J-Jangan sentuh aku!" teriak Zhao Wei histeris, menarik tubuhnya hingga menempel ke sandaran ranjang. Matanya membelalak dipenuhi ketakutan. Jika Ye Xuan bisa menghancurkan preman sekelas Kak Long menjadi orang gila tanpa jejak, apa yang akan pemuda itu lakukan jika dia datang ke rumah sakit ini?

Zhao Wei baru menyadari, dia baru saja membangunkan monster yang sedang tertidur di dalam kelasnya.

Di saat yang sama, di kediaman rahasia Keluarga Ji.

Lilin-lilin merah di dalam ruangan itu bergoyang liar seiring dengan embusan angin malam yang masuk melalui jendela kayu yang terbuka.

Ji Wuyue berdiri di depan jendela. Gaun sutra merah darahnya berkibar, menonjolkan lekuk pinggang dan punggungnya yang sempurna. Sebatang rokok yang menyala dijepit di antara jari telunjuk dan jari tengahnya yang lentik. Asap putih mengepul pelan dari bibir merahnya, menutupi sebagian wajah cantiknya yang kini terlihat sangat kelam dan berbahaya.

Di belakangnya, seorang bawahan berseragam hitam berlutut dengan kepala tertunduk dalam-dalam, tidak berani bernapas terlalu keras.

"Kau bilang... kawah kecil?" suara mendayu Ji Wuyue memecah keheningan yang mencekam.

"B-Benar, Nona," jawab bawahan itu dengan suara gemetar. "Tim penyapu kami mendatangi lokasi hilangnya sinyal Kuang di pabrik tua Distrik Selatan. Kami menemukan jejak pertarungan. Lantai beton hancur, dan ada kawah bekas pendaratan berat milik Kuang. Tapi... hanya itu."

Ji Wuyue menghisap rokoknya perlahan. Matanya yang tajam menyipit.

"Tidak ada darah disana?"

"Tidak ada, Nona. Tidak ada darah, tidak ada potongan pakaian, dan mayat Kuang lenyap seolah menguap ke udara. Kamera pengawas di jalan raya dua kilometer dari sana juga dimatikan secara profesional. Target ini... dia menghapus jejaknya seperti hantu."

Trak.

Ji Wuyue mematahkan gagang rokoknya menjadi dua bagian dengan dua jarinya. Bara apinya jatuh ke lantai kayu.

"Hahaha..." Ji Wuyue tiba-tiba tertawa pelan. Tawanya terdengar merdu namun mengandung racun yang mematikan. "Menarik. Sangat menarik. Kuang adalah kultivator tingkat menengah. Fisiknya sekeras baja. Membunuhnya dalam waktu singkat tanpa meninggalkan setetes darah pun membutuhkan kekuatan master tingkat bumi atau teknik pemusnahan mayat tingkat tinggi."

1
Fei Si
next
Fei Si
good
moon light
ada haremnya gak?
Fei Si
Bro langsung paham apa yang harus di lakukan 😂
REY ASMODEUS
lanjut othor 10 bab🤭🤭🤭🤭
Who's? me?: kalo libur bisa kak, kalo lagi kerja gk bisa/Blush/
total 1 replies
variable of ancient
up. Thor plisss
Malingseng si Pecundang
i like this MC, sigma man
Malingseng si Pecundang
pick me bgtt sialan
Malingseng si Pecundang
jahat ternyata
Malingseng si Pecundang
cantik bgtt, pantes dibilang primadona
Malingseng si Pecundang
Kenapa judulnya ndak, Warisan Tabib Dewa? Kayak Penguasa Absolute itu jadi bagus
Who's? me?: fokusnya gak disitu kk
total 1 replies
sitanggang
sampah system👎👎
hahaahaha
Luar biasa
Gege
karya yang warbyasaah
Zahra: Betul sekali kak. Bunga meluncur/Moon//Moon//Moon/
total 1 replies
Gege
kereeen beuuud alur ceritanya lanjutkan Ling peng
Ironside (Hiatus)
🥶
Zahra: ✋🥶🤚 ......
total 1 replies
Sang_Imajinasi
semangat thor🙏
Ironside (Hiatus): /Scare/
total 7 replies
Naga Hitam
baguss
Zahra: Bungai meluncur untuk karya ini/Rose//Rose//Rose//Rose//Coffee/
total 1 replies
Katsumi
10 bab sehari🔥
Who's? me?: ini nyelesain 1 arc doang kak
total 4 replies
Naga Hitam
lanjutt
Who's? me?: kau juga kak, apa yang kau lakukan ini
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!