NovelToon NovelToon
Asisten Magang TUAN MESUM

Asisten Magang TUAN MESUM

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Transmigrasi / Balas Dendam
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Elprasco

Di pesta 1 tahun pernikahan, Reta tewas dalam kecelakaan mobil yang diatur suami dan sahabatnya sendiri.

Beruntung Tuhan memberi Reta kesempatan kedua.

Kali ini, dia berjanji akan merebut semua yang pernah menjadi miliknya.

Berencana menghubungi satu-satunya keluarga yang dipercaya, malah berakhir dalam kesalahpahaman.

"Kubeli tubuhmu seharga 3M." tegas Max menatap gadis bersetelan bikini di depannya,


Bisakah Reta membalas dendam sembari mengatur takdir yang membelenggu tubuh keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elprasco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah kamar

"Huft...akhirnya aku bisa bebas dari sana." sontak Ana menghela nafas lega,

Dia berbaring santai di atas ranjang kamar, menatap langit sembari menenangkan pikiran. Bibirnya tersenyum mengingat sikap seseorang yang berani membelanya,

Sekali lagi melihat sosok pria yang dulu selalu melindunginya.

Berkat bujukan Max, Ana dibiarkan turun dan beristirahat dengan alasan harus mengerjakan laporan magang.

Canda tawa yang terjadi di lantai atas masih terdengar. Ana perlahan memiringkan tubuh, berusaha menguping namun tanpa sadar dia terlelap.

4 jam kemudian,

CEKLEK!

Pintu kamar terbuka, menimbulkan suara yang membangunkan Ana.

Matanya menyipit, sadar jika tertidur tanpa mengunci kamar. Ana bangkit menemukan Max yang berjalan masuk dengan tubuh sempoyongan,

"Hh!"

Segera turun dari ranjang, menahan tubuh yang hendak terjatuh. "His, berapa gelas anggur yang Bapak minum?!"

Mengernyitkan hidung, tertusuk oleh bau alkohol yang begitu menyengat.

"Bapak salah masuk ke kamar saya. Ayo cepat, saya antar---"

"Tolong..." gumam Max, lengannya bergerak merangkul tubuh Ana.

"Ha? Tolong apaan?" seru Ana kebingungan,

Mendorong pelan tubuh Max agar bisa berdiri tegak. Mata mereka saling menatap, Ana melihat pipi Max mulai memerah.

"Ada yang menambahkan sesuatu ke dalam minumanku." ucapnya lirih,

Membuka cepat kancing kemeja yang terasa mencekik, jemari Max terus bergerak sampai memperlihatkan dada bidangnya.

"E-eh?! Jangan telanjang di sini!"

"His, aduh---berat amat!" sontak Ana tak kuasa menahan,

Segera beralih ke samping, membopong tubuh pria itu dan menjatuhkannya ke atas ranjang.

Ana berlari cepat ke depan pintu, menoleh keluar dan mencari namun tak menemukan siapapun.

Sedikit curiga, sebab mana mungkin pria yang tak mampu berjalan tegak bisa turun sendiri dari lantai atas.

DAP!

Dia menutup pintu tak ingin berpikir keras, lalu kembali memastikan kondisi seseorang.

Mendapati tubuh Max telah dipenuhi keringat, nafasnya terengah seperti habis lari maraton. Dia sibuk menggelengkan kepala, dengan tangan yang telah selesai membuka seluruh kancing baju.

"Aduh...sudah dibilang jangan telanjang di sini!" oceh Ana sigap menaikkan satu kaki ke atas ranjang,

Menundukkan tubuh, berusaha menahan tangan kekar yang sedang membuka sabuk celana.

"Henti--kan!" Ana menarik paksa namun tak berhasil,

"Hei, hei! Ceritakan, apa yang sebenarnya terjadi di atas?"

Telapak Ana berulang kali menepuk pipi, memancing kesadaran pria yang dalam pengaruh obat.

"Panas, rasanya panas sekali." Max merintih, menatap lekat wajah yang membangkitkan nafsunya.

"Kok kayak dejavu." batin Ana mulai waspada,

Kakinya mundur, memilih pergi tapi kalah cepat dengan tarikan Max yang meraih pergelangannya.

DUG!

Ana tersentak jatuh ke atas tubuh. Begitu dekat melihat butiran keringat yang terus menetes,

"Jangan pergi. Tolong aku..." pinta Max degan raut tak berdaya,

"Saya memang ingin menolong Bapak---tapi, lepaskan dulu!" jawab Ana berusaha membuka cengkraman,

Mengernyit kesulitan, tak sengaja mata itu melirik pada benjolan besar di balik celana.

"Hh?!" Ana terbelalak,

Seketika dia teringat kejadian di hotel, saat keperawanannya diambil oleh Max. Saat itu Max juga dipengaruhi obat yang membuatnya terangsang,

Namun sepertinya kali ini dosis yang diminum lebih kuat. Sebab tubuh Max dibuat tak berdaya,

"Lepaskan. Biar saya carikan dokter!" lugas Ana masih saja mencoba, membuka jari kekar yang membelenggu pergelangannya.

"Aku tidak butuh dokter. Kamu hanya perlu membantuku,"

Tangan Max yang lain merangkul pinggang Ana, menarik sampai tubuh mereka saling bersentuhan.

"Mhm..." Max menggigit bibir bawahnya sendiri, semakin menekan kuat, merasakan kehangatan yang menghimpit.

Bibir mereka nyaris bersentuhan. Max menelan saliva, sebelum melayangkan satu kecupan manis.

Tak kuasa menahan diri dari bibir ranum Ana yang tampak menggoda. Sekali lagi Max menerjang, memberi satu lumatan kuat,

"Dasar mesum!" batin Ana terbelalak, sempat mematung dibuatnya.

"Ng!" Ana menggertakkan gigi, kuku tajamnya menggaruk kasar dada bidang Max.

"Lepaskan saya." pintanya, setelah menorehkan luka cakar.

Ana bangkit, menekan tubuh Max guna menjauh. Tapi tanpa sengaja pahanya tersandung, membuat Max semakin kesetanan.

"Berhenti bergerak!"

"Aku mohon, bantu aku. Sebentar saja---tetaplah seperti ini." pinta Max memelas, menahan tubuh Ana.

"..." Ana terdiam patuh, menatap Max.

Binar matanya menunjukkan keteguhan yang meluluhkan.

Ana mulai percaya, merebahkan tubuhnya lagi. Kali ini dia lebih tenang menyandarkan kepala, mendengar debaran jantung yang begitu kencang.

"Hh!" Mata Ana terpejam rapat, menahan diri saat bokongnya diremas.

Perlahan dirasakan telunjuk itu meraba kulit, menarik rok Ana dan menerobos masuk.

Mengusap, memberi belaian lembut di sana. Anehnya tubuh Ana justru memberi respon, seakan menikmati sensasi geli yang dirasa.

"Sial! Berhenti menyentuhku." pekik Ana dalam hati,

Mengetahui jari yang mencari celah di sekitar celana ketat. Menggesek lipatan kelopak dibalik benda miliknya,

"Bapak, ini sudah berlebihan." sontak Ana mendongak,

Menemukan mata Max terpejam seakan menikmati aksinya.

"Dasar mesum. Apa dia selalu seperti ini? Meniduri semua gadis yang dia lihat?!"

"Hh!"

KRAUK!

Ana menancapkan gigi, memberi gigitan besar dan kuat. Berharap rasa sakit itu bisa menyadarkan Max,

"His! Hentikan."

"Berhenti menggigitku!" bentak Max mendorong jauh tubuh Ana hingga terangkat,

Matanya membulat, menatap kesal. "Apa kamu ini seekor anjing?!"

"Iya. Saya memang anjing," sahut Ana sambil melotot.

Langsung mencubit kuat perut Max. "Rasakan ini!"

"Aw! Sudah kubilang berhenti."

Max berbalik mehentakkan tubuh Ana ke samping. Siapa sangka kemarahan membuat kesadarannya kembali,

"Hm?" Ana mengintip cepat,

Bagian di bawah sana masih mengeras, tapi sepertinya Max mulai kembali normal.

"Saya cuma membela diri supaya ga diperkosa."

"Siapa yang mau memperkosamu?!" Max bangkit, menduduki tepi ranjang.

Langsung menunduk, mengancing cepat kemeja putihnya agar kembali tertutup. Max menekan kejantanannya yang meronta, masih berharap untuk dipuaskan.

Max tak berani menoleh, mengingat perlakuannya tadi. Saat memaksa bahkan nyaris meniduri Ana,

"Ya sudah. Kalau begitu, cepat keluar dari kamar saya!" tegas Ana berani mengusir,

"Tunggu, apa kamu bisa membantuku?"

"Bantu apa?"

"Aku mencurigai seseorang yang sudah menaruh obat ke dalam minumanku." ujar Max mengernyitkan alis,

"Ingatanku sedikit kabur. Tapi jelas sekali, kalau tadi aku mendorong wanita yang berusaha melecehkanku."

"Melecehkan? PD amat! Bapak yakin ada yang menjebak Bapak? Bisa aja kan, itu efek kebanyakan minum." cibir Ana menekuk bibir,

Sebenarnya dia juga mencurigai satu orang, namun tak mungkin diungkapkan.

Tak mungkin para direktur lain merencanakan hal semacam ini. Sebab tak ada untungnya menjatuhkan reputasi perusahaan kecil yang jauh di bawah mereka,

Satu-satunya orang yang diuntungkan dalam masalah ini hanyalah Syla. Wanita yang sudah menaruh rasa kepada Max,

1
gulali
cerita bagus, genre pindah tubuh yang kusukai, MC wanitanya top ga menye-menye/Drool/
mila
duh dijabanin nih sama om max😍
mila
apakah max memendam rasa ke ponakan tirinya?/Shy/
Limun
suka, cerita si mc berpindah tubuh untuk membalas dendam sama suami dan sahabtnya. Tapi ada kisah romantisnya dengan om max/Drool//Drool/
Limun
/Sob//Sob/
galksi
Bagus ceritanya, Ana pintar beraksi buat ngebalas lawannya/Drool/
biru
Kukira ulah syla ternyata si kadut ryan/Angry/
biru
andai punya keluarga sesuport ini/Sob/
biru
mankanya ada yang bilang jngan temenan bertiga, kebanyakan 1nya jd ular berbisa kyk Syla/Scream/
Giska
Mantap thor, alurnya tak terduga. Penuh plotwist, kukira mantan suaminya selingkuh sm sahabatnya sendiri, ternyata masalahnya tidak sesederhana itu/Drool//Drool/
sutimh
Ana ga suka Max kelihatan lemah dan Max gasuka Ana kesusahan👍😍
sutimh
Cerita yang ini ga kalah menarik. Good job thor/Angry//Drool/
mfi Pebrian
saya udah mampir yah....novel nya seru......
jangan lupa mampir juga di novel saya judul nya"Dialah sang pewaris" di tunggu yah kaka semua
Ruby
Cerita berpindah tubuh /Drool//Angry/
Lili
Untung cuma om tiri naa😍🤣
Ruby
Tuan Maxime😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!