NovelToon NovelToon
Perjuangan Ahli Kungfu Terlemah?

Perjuangan Ahli Kungfu Terlemah?

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Epik Petualangan / Komedi
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: djase

Kisah dari seorang pemuda yang di hina karena gaya kungfunya yang unik. Apakah dia bisa menjadi legenda di masa depan, atau justru menjadi aib . Mari masuk ke novel ku yuk.😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon djase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8; "PETUALANGAN DI KLAN NAGA EMAS"

 

Perjalanan ke Klan Naga Emas memakan waktu tiga hari penuh. Kereta mereka melewati lereng bukit yang hijau, sungai yang jernih, dan hutan yang rimbun. Setiap hari mereka beristirahat di pos penginapan yang disediakan oleh berbagai klan, yang dengan senang hati menerima mereka setelah tahu bahwa Luan adalah juara turnamen akademi.

"Wah pemandangan di sini sangat indah ya!" teriak Lin Mei dengan senyum cerah saat melihat sawah terasering yang luas di bawah bukit. Dia langsung turun dari kereta untuk mengambil beberapa sampel tanah dan tumbuhan yang jarang ditemukan.

"Kamu selalu mencari tumbuhan obat saja ya kak Lin Mei?" tanya Luan dengan tersenyum sambil membantu dia mengumpulkan sampel.

"Tentu saja! Setiap daerah punya tumbuhan obat yang berbeda-beda. Ini bisa membantu aku membuat ramuan yang lebih baik lagi!" jawab Lin Mei dengan penuh semangat.

Pada hari ketiga, mereka akhirnya melihat gerbang besar Klan Naga Emas yang terbuat dari batu merah dengan ukiran naga emas yang sangat indah. Di depan gerbang sudah menunggu pemimpin klan beserta para ahli kungfu pentingnya.

"Selamat datang di Klan Naga Emas, juara turnamen Zhao Luan!" ujar Pemimpin Long Cheng dengan senyum hangat. "Kita sudah menunggu kedatanganmu dengan sabar."

Mereka diantar ke dalam kompleks klan yang sangat luas dan megah. Bangunan-bangunan utama dibuat dari kayu merah dengan atap berwarna emas yang bersinar di bawah sinar matahari. Di tengah kompleks ada sebuah kolam besar dengan patung naga yang memuntahkan air ke atas.

"Ini tempat latihan utama kita." ujar Long Fei yang datang menemani mereka berkeliling. "Kamu bisa belajar gaya kungfu naga di sini setiap hari bersama dengan siswa klan kita."

Pada hari berikutnya, Luan mulai belajar gaya kungfu naga bersama dengan siswa-siswa Klan Naga Emas. Gaya ini fokus pada kekuatan yang kuat dan gerakan yang lincah seperti naga yang sedang melata. Meskipun berbeda dengan gaya Wu Wei Shen Quan nya, Luan dengan cepat bisa menguasainya karena dia bisa menyatu dengan energi alam di sekitarnya.

"Bagaimana kamu bisa belajar dengan cepat sekali ya Luan?" tanya seorang siswa klan bernama Long Xi dengan kagum.

"Aku hanya mengikuti aliran energi saja. Setiap gaya kungfu punya prinsip yang sama kok – menghormati alam dan menggunakan kekuatan dengan bijak." jawab Luan dengan senyum ramah.

Sementara itu, Lin Mei belajar tentang tumbuhan obat yang hanya ada di sekitar wilayah Klan Naga Emas. Dia diajari oleh ahli obat klan tentang cara mengolah tumbuhan tersebut menjadi ramuan yang sangat ampuh untuk menyembuhkan berbagai penyakit.

"Ramuan ini bisa menyembuhkan luka dalam yang biasanya sulit disembuhkan lho." ujar ahli obat klan sambil menunjukkan ramuan berwarna keunguan yang sudah jadi.

"Bagus banget! Aku harus belajar cara membuatnya agar bisa membantu lebih banyak orang." jawab Lin Mei dengan penuh antusiasme.

Zhao Tian dan Chen Hao juga tidak mau ketinggalan. Mereka belajar teknik bertarung khusus dari Klan Naga Emas yang membuat kemampuan mereka semakin meningkat. Setiap sore mereka berlatih bersama dengan Luan, saling bertukang ilmu dan meningkatkan kemampuan masing-masing.

"Gaya kungfu naga ini benar-benar kuat! Aku merasa kekuatanku semakin meningkat setiap hari." ujar Zhao Tian setelah selesai berlatih.

"Ya dong! Kalau kita bertanding lagi sekarang, aku tidak tahu siapa yang akan menang." tambah Chen Hao dengan tersenyum sambil mengelus dada yang sedikit lelah.

Pada malam hari keempat mereka berada di sana, Klan Naga Emas mengadakan upacara khusus untuk menyambut mereka. Ada pertunjukan kungfu tradisional, tarian naga yang meriah, dan makanan khas klan yang sangat lezat.

"Kita ingin memberikan sesuatu kepada kamu Luan sebagai tanda persahabatan antara Klan Qinglong dan Klan Naga Emas." ujar Pemimpin Long Cheng saat berdiri di atas panggung. Dia memberikan sebuah pedang dengan gagang berbentuk kepala naga emas. "Ini adalah Pedang Naga Emas – pedang pusaka klan kita yang hanya diberikan kepada orang yang sangat berharga bagi kita."

Luan menerima pedang dengan tangan gemetar. "Terima kasih banyak Tuan Pemimpin. Aku akan menjaganya dengan baik dan hanya menggunakannya untuk kebaikan."

Setelah acara selesai, Luan pergi ke tepi kolam besar untuk melihat bulan yang sedang bersinar terang. Tidak lama kemudian Lin Mei datang menemukannya dengan membawa dua gelas ramuan hangat.

"Kamu sudah capek ya Luan? Hari ini kamu belajar sangat keras." ujar Lin Mei sambil memberikan gelas ramuan kepada nya.

"Tidak terlalu kak. Aku merasa sangat senang bisa belajar banyak hal baru di sini." jawab Luan sambil memegang tangan Lin Mei. "Tapi aku juga merindukan akademi dan teman-teman kita di sana."

"Aku juga merindukan mereka. Tapi kita harus belajar sebanyak-banyaknya ya sebelum kita pergi ke Hutan Terlarang." ujar Lin Mei dengan suara serius. Dia tahu tentang surat yang diberikan Master Qing Long dan betapa pentingnya misi yang akan mereka lakukan.

"Kamu benar kak. Kita harus siap menghadapi segala sesuatu yang ada di sana." jawab Luan dengan penuh tekad. Dia melihat ke arah Pedang Naga Emas yang sedang bersinar di bawah cahaya bulan, merasa bahwa kekuatannya semakin besar tapi juga semakin banyak tanggung jawab yang harus dia pikul.

Di kejauhan, Long Fei dan beberapa siswa klan sedang menyaksikan mereka berdua. "Zhao Luan memang benar-benar spesial. Dia tidak hanya kuat tapi juga memiliki hati yang baik." ujar Long Fei dengan penuh hormat.

"Ya benar. Semoga dia bisa menyelesaikan misinya dan membawa kedamaian bagi dunia kungfu." jawab salah satu siswa klan dengan senyum puas.

 

..."PERJALANAN KE HUTAN TERLARANG"...

 

Setelah seminggu belajar dan berbagi ilmu dengan Klan Naga Emas, saatnya bagi Luan dan teman-temannya untuk melanjutkan perjalanan ke Hutan Terlarang. Seluruh klan berkumpul untuk mengantar mereka dengan doa dan harapan terbaik.

"Semoga kamu semua selamat dan menemukan apa yang kamu cari." ujar Pemimpin Long Cheng saat memberikan sebuah peta tua yang menunjukkan jalur aman menuju hutan. "Jalur ini jarang digunakan tapi lebih aman dari jalur utama yang penuh dengan bahaya."

"Terima kasih banyak untuk semua yang telah kamu berikan." jawab Luan dengan penuh rasa syukur. Dia kemudian mengucapkan selamat tinggal kepada semua teman baru yang telah dia kenal di sana, termasuk Long Fei yang sudah menjadi sahabat baiknya.

Mereka berangkat dengan kereta yang lebih kecil dan gesit agar bisa melewati jalan yang sulit. Lin Mei telah menyiapkan cukup banyak ramuan dan makanan untuk perjalanan yang diperkirakan memakan waktu lima hari.

"Saya sudah menyiapkan ramuan untuk segala kemungkinan – dari luka, sakit perut, sampai untuk menghadapi hewan buas." ujar Lin Mei sambil memeriksa tas obatnya yang rapi.

"Kamu selalu siap segala sesuatunya ya kak Lin Mei." ujar Luan dengan senyum hangat. Dia kemudian melihat ke arah peta yang diletakkan di depan kereta. "Hutan Terlarang terletak di antara tiga gunung besar. Katanya ada banyak makhluk ajaib dan rahasia tersembunyi di sana."

Pada hari kedua perjalanan, mereka memasuki wilayah yang lebih terpencil. Jalan semakin menyempit dan bergelombang, dengan pepohonan tinggi yang menutupi langit sehingga membuat suasana menjadi lebih gelap dan misterius.

"Hati-hati ya teman-teman. Kita sudah memasuki wilayah sekitar Hutan Terlarang." ujar Chen Hao dengan suara sedikit serius saat melihat beberapa jejak besar yang tidak dikenal di tanah.

Tiba-tiba, suara dering yang keras terdengar dari atas pepohonan. Beberapa ekor harimau putih besar dengan bulu yang bersinar seperti salju muncul dari balik pohon dan mulai mengelilingi kereta mereka.

"Harimau Salju Hutan Terlarang! Mereka sangat jarang muncul dan dikenal sebagai penjaga alam di sini." cerita Zhao Tian dengan mata membulat lebar.

Luan turun dari kereta dengan tenang dan mengangkat kedua tangannya untuk menunjukkan bahwa dia tidak memiliki niat jahat. Dia mulai menggunakan gaya Wu Wei Shen Quan nya untuk menyampaikan rasa damai kepada para harimau. Setelah beberapa saat, harimau terbesar di antara mereka mendekatinya dengan hati-hati dan menjilati tangannya sebagai tanda penerimaan.

"Mereka mengizinkan kita untuk lewat!" teriak Luan dengan senyum cerah. Para harimau kemudian bergerak ke sisi jalan dan memberi jalan bagi mereka untuk melanjutkan perjalanan.

Pada hari keempat, mereka akhirnya melihat gerbang kayu tua yang tertutup oleh rerumputan tinggi – ini adalah gerbang masuk ke Hutan Terlarang. Di atas gerbang ada tulisan kuno yang berbunyi: "Hanya mereka dengan hati yang murni yang boleh memasuki tempat ini."

Mereka turun dari kereta dan memasuki hutan dengan berjalan kaki. Udara di dalam hutan terasa sangat segar dan penuh dengan energi alam yang kuat. Pohon-pohonnya sangat tinggi dan tua, dengan akar yang melintang seperti sungai yang sedang mengalir.

"Saya merasakan energi yang sangat kuat di sini." ujar Luan dengan mata tertutup, merasakan aliran energi yang menyebar ke seluruh tubuhnya. "Tempat yang kita cari tidak jauh dari sini."

Mereka berjalan lebih dalam ke hutan dan menemukan sebuah clearing yang indah dengan kolam air kristal yang jernih. Di tengah clearing ada sebuah batu besar dengan ukiran naga dan tulisan kuno yang sama dengan yang ada di buku kuno yang diberikan Master Qing Long.

"Ini dia tempatnya!" teriak Luan dengan penuh semangat. Dia mendekati batu besar dan menyentuhnya dengan tangan. Saat dia menyentuh batu, cahaya keemasan menyala dari dalam batu dan sebuah lorong tersembunyi terbuka di belakangnya.

"Kita harus masuk bersama-sama." ujar Luan kepada teman-temannya. Mereka semua mengangguk dan memasuki lorong yang gelap tapi terasa aman. Di dalam lorong ada tangga yang mengarah ke bawah, menerangi diri sendiri dengan cahaya dari batu-batu berkilau di dindingnya.

Setelah turun cukup jauh, mereka sampai di sebuah ruangan bawah tanah yang sangat luas dengan langit-langit tinggi yang dihiasi dengan lukisan tentang sejarah dunia kungfu. Di tengah ruangan ada sebuah meja batu dengan sebuah kotak kayu tua di atasnya dan sebuah buku besar yang terbuka.

"Ini adalah buku sejarah gaya Wu Wei Shen Quan." ujar Luan dengan kagum saat membaca halaman pertamanya. "Kata-katanya mengatakan bahwa gaya ini diciptakan untuk menjaga kedamaian dunia kungfu dan melawan kekuatan gelap yang mungkin muncul."

Lin Mei mendekati kotak kayu dan membukanya dengan hati-hati. Di dalamnya ada sebuah kalung dengan batu permata berwarna putih keemasan yang bersinar lembut. "Ini pasti adalah benda pusaka yang disebutkan dalam surat." ujarnya dengan suara penuh kagum.

Saat Luan mengambil kalung itu dan mengenakannya, seluruh ruangan menyala dengan cahaya terang. Dia merasakan kekuatan besar mengalir ke dalam tubuhnya – bukan kekuatan untuk menyerang, tapi kekuatan untuk menyembuhkan dan melindungi.

"Saya mengerti sekarang." bisik Luan dengan suara penuh pemahaman. "Kekuatan sejati bukanlah tentang menguasai orang lain, tapi tentang membantu mereka dan menjaga kedamaian."

Mereka semua duduk bersama di ruangan itu, membaca buku sejarah dan memahami rahasia yang telah tersembunyi selama bertahun-tahun. Mereka tahu bahwa perjalanan mereka belum selesai – ada banyak hal yang harus mereka lakukan untuk menjaga kedamaian dunia kungfu.

1
pinguin
semangat kk💪🤗
djase: maacih kak💪
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!