NovelToon NovelToon
MAHKOTA YANG TERPASUNG

MAHKOTA YANG TERPASUNG

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Khaassyakira

Asiyah Musfiroh adalah fenomena di Pondok Pesantren Ar-Rahma. Kecerdasannya melampaui logika; mengkhatamkan 30 juz Al-Qur'an hanya dalam setahun hingga dijuluki sang "Permata". Namun, cahaya itu justru mengundang takdir yang tak pernah ia pilih.

​Ustadz Ahmad Zafran Al Varo, pengajar muda yang karismatik, terpikat pada kedalaman ilmu dan adab Asiyah. Tanpa menunggu lama, di depan wali santri, Zafran mengutarakan khitbahnya. Tanpa diskusi, apalagi restu sang putri, orang tua Asiyah langsung menerima lamaran sang Ustadz.

​Bagi semua orang, ini adalah pernikahan impian. Namun bagi Asiyah, ini adalah penjara. Ia terjepit di antara pengabdian kepada orang tua dan kejujuran hatinya yang menolak sosok Zafran yang dianggapnya terlalu "sempurna".

​"Bagaimana mungkin aku bisa menjaga wahyu Tuhan di dalam dadaku, jika hatiku dipenuhi kepura-puraan terhadap imam yang tidak pernah kupinta?"

​Saat ketaatan berbenturan dengan rasa, mampukah cinta tumbuh di sela-sela ayat suci...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khaassyakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

FITNAH YANG TERORGANISIR

​Angin siang di Kairo berhembus kencang, membawa debu padang pasir yang menyelinap di antara pilar-pilar megah Universitas Al-Azhar. Asiyah duduk di bangku taman yang sepi, menatap kosong ke arah deretan pohon kurma. Kalimat Fatimah pagi tadi terus berputar di kepalanya seperti kaset rusak. Ia merasa harga dirinya diinjak-injak, namun yang lebih menyakitkan adalah kenyataan bahwa ia tidak memiliki kekuatan untuk mengusir wanita itu dari sisi suaminya.

​Di saat yang sama, di sebuah sudut kafe kecil yang tersembunyi di kawasan Al-Husain, Fatimah sedang menyesap kopi Arabikanya dengan tenang. Di depannya, layar ponsel menyala menampilkan panggilan video dari seseorang di Indonesia. Sosok di layar itu mengenakan jilbab lebar dengan wajah yang penuh gurat kebencian.

​"Bagaimana progresnya di sana, Fatimah? Apakah mereka sudah mulai retak?" tanya suara di seberang telepon dengan nada tajam.

​Fatimah tersenyum licik. "Sesuai rencana, Ustadzah Salamah. Asiyah semakin menarik diri karena cemburu, dan Zafran mulai merasa lelah dengan sikap dingin istrinya. Tapi Zafran masih sangat protektif, kita butuh sesuatu yang lebih besar dari sekadar kehadiran saya."

​Ustadzah Salamah, mantan pengurus Ar-Rahma yang dipecat secara tidak hormat oleh Zafran, mengepalkan tangannya. "Aku kehilangan segalanya karena gadis itu. Zafran membuangku seperti sampah hanya demi membela Asiyah. Aku ingin dia merasakan bagaimana rasanya kehilangan sesuatu yang paling dia cintai. Hancurkan beasiswanya, maka dia akan pulang dengan rasa malu, dan saat itulah kau bisa mengambil alih posisi di samping Zafran."

​"Tenang saja, Ustadzah. Ayah saya punya koneksi di kantor administrasi beasiswa internasional. Saya akan memastikan dokumen evaluasi akademik Asiyah bermasalah. Dia akan dianggap tidak memenuhi kriteria dan dideportasi," jawab Fatimah dengan nada dingin.

​Salamah tertawa puas. "Bagus. Aku sudah mengirimkan dana tambahan ke rekeningmu untuk melicinkan urusan itu. Pastikan mereka hancur di negeri orang, agar saat kembali ke Indonesia, Ar-Rahma tidak lagi memiliki tempat bagi mereka."

​Sementara persekutuan gelap itu berlangsung, Zafran baru saja keluar dari kelas doktoralnya dengan perasaan gelisah. Ia segera mempercepat langkah menuju fakultas Asiyah. Ia tidak peduli dengan panggilan Fatimah yang mencoba mengejarnya di koridor. Pikirannya hanya tertuju pada satu nama: Asiyah.

​Ia menemukan Asiyah sedang berjalan sendirian menuju gerbang kampus. Zafran segera berlari kecil dan mensejajarkan langkahnya.

​"Asiyah, tunggu! Kenapa kau pulang lebih awal? Aku sudah bilang akan menjemputmu di kantin," ujar Zafran dengan napas yang sedikit memburu.

​Asiyah berhenti, namun ia tidak menoleh. "Saya tidak ingin mengganggu waktu diskusi Mas dengan Ustadzah Fatimah. Bukankah Mas terlihat sangat menikmati perdebatan dengannya?"

​"Kau bicara apa, Asiyah? Aku masuk kelas bersamanya karena terpaksa oleh jadwal, bukan karena keinginan pribadiku. Tolong, jangan biarkan fitnah dan asumsimu merusak apa yang sedang kita bangun di sini," pinta Zafran sembari mencoba memegang pundak Asiyah.

​Asiyah menghindar dengan gerakan halus. "Apa yang sedang kita bangun, Mas? Kita tidur di kamar yang berbeda. Kita bicara seperlunya. Mas di sini hanya karena rasa kasihan pada saya, bukan?"

​"Kasihan? Kau pikir aku meninggalkan Ar-Rahma dan mengambil gelar doktor hanya karena kasihan? Aku di sini karena aku mencintaimu, Asiyah! Meskipun kau sedingin es, aku tetap memilih untuk membeku di sampingmu daripada hangat di pelukan orang lain," suara Zafran meninggi karena rasa frustrasi yang memuncak.

​Asiyah tertegun. Ini adalah pertama kalinya Zafran membentaknya dengan nada penuh emosi namun penuh pengakuan. Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya jatuh juga.

​"Lalu kenapa Mas membiarkan dia mendekat? Kenapa Mas membiarkan dia merendahkan saya sebagai orang yang hanya tahu menghafal?" tanya Asiyah dengan suara parau.

​Zafran menarik napas panjang, ia mendekat dan kali ini Asiyah tidak menghindar saat Zafran menghapus air matanya dengan ibu jari. "Karena aku ingin menunjukkan padanya bahwa setinggi apa pun ilmunya, dia tidak akan pernah bisa menggoyahkan posisimu. Tapi aku salah, aku seharusnya lebih tegas sejak awal."

​Saat suasana mulai melunak, sebuah pemberitahuan masuk ke ponsel Asiyah. Wajah Asiyah mendadak pucat pasi saat membaca surel resmi dari kantor birokrasi universitas.

​"Ada apa, Asiyah? Kenapa wajahmu seperti itu?" tanya Zafran cemas.

​"Mas beasiswa saya. Mereka bilang ada laporan tentang ketidaksesuaian dokumen asli saat pendaftaran. Mereka meminta saya datang ke kantor pusat besok pagi untuk proses pencabutan status mahasiswa," ujar Asiyah dengan tangan yang gemetar hebat.

​Zafran mengambil ponsel itu dan membacanya dengan teliti. Matanya berkilat marah. "Ini tidak mungkin. Dokumenmu sudah diverifikasi secara sah di kementerian sebelum kita berangkat. Ini pasti ada tangan jahat yang bermain."

​"Apakah ini ulah Fatimah, Mas? Dia bilang ayahnya punya kuasa di sini," tanya Asiyah dengan rasa takut yang mulai menjalar.

​"Jika benar ini ulahnya, maka dia sudah melewati batas yang sangat berbahaya. Ayo kita pulang sekarang. Aku akan menghubungi Paman Mansur di Indonesia, aku curiga ada hubungannya dengan musuh-musuh kita di Ar-Rahma," tegas Zafran.

​Malam itu di apartemen, suasana mencekam. Zafran terus menelepon beberapa relasinya di Kairo untuk mencari tahu siapa yang memasukkan laporan palsu tersebut. Sementara itu, Asiyah duduk bersimpuh di atas sajadah, mengadu pada pemilik semesta. Ia merasa dunianya runtuh. Jika beasiswanya dicabut, ia harus pulang dengan kegagalan, dan itu akan menjadi noda besar bagi ayahnya, Kiai Hilman.

​Sekitar pukul sepuluh malam, Zafran mendapatkan informasi krusial. Seorang rekannya di bagian administrasi membocorkan bahwa ada aliran dana masuk dari Indonesia yang ditujukan untuk membiayai "riset" keluarga Fatimah, yang ternyata adalah bayaran untuk menghancurkan Asiyah.

​"Ustadzah Salamah," gumam Zafran dengan nada dingin yang mematikan.

​Asiyah menoleh. "Apa hubungannya dengan Ustadzah Salamah, Mas?"

​"Dia yang mendanai semua ini, Asiyah. Fatimah hanya eksekutor di sini. Salamah dendam karena aku memecatnya demi membelamu waktu itu. Dia ingin membalas dendam dengan caramu dihancurkan di sini," jelas Zafran sembari mengepalkan tangan hingga buku jarinya memutih.

​Asiyah terduduk lemas di lantai. "Hanya karena dendam, dia tega menghancurkan masa depan saya? Ya Allah, kenapa manusia bisa sekejam itu?"

​Zafran berlutut di hadapan istrinya, ia memegang kedua tangan Asiyah dengan erat. "Dengarkan aku, Asiyah. Selama aku masih bernapas, Ar-Rahma dan istrimu tidak akan pernah kalah oleh cara-cara kotor seperti ini. Besok, aku yang akan menghadapi dewan birokrasi. Aku akan membawa bukti transfer dan rekaman percakapan yang baru saja kudapatkan."

​"Tapi Mas, mereka akan membenci Mas jika Mas melawan keluarga Fatimah yang berpengaruh di sini," ujar Asiyah cemas.

​"Aku tidak takut dibenci seluruh dunia asalkan aku tetap berdiri di jalan yang benar untuk melindungimu. Sekarang, tidurlah di kamar utama. Biar aku yang menjagamu di depan pintu. Aku ingin kau merasa aman malam ini," ucap Zafran dengan nada yang sangat protektif.

​Asiyah menatap suaminya dengan tatapan yang berbeda. Untuk pertama kalinya, ia merasa bahwa tembok es di hatinya tidak hanya retak, tapi mulai runtuh. Ia melihat seorang ksatria yang rela mempertaruhkan nyawa dan reputasinya demi dirinya.

​"Mas tidurlah di dalam juga. Udara di luar sangat dingin," bisik Asiyah pelan.

​Zafran tertegun, sebuah harapan muncul di matanya. "Kau serius, Asiyah?"

​"Hanya untuk malam ini, karena saya takut," jawab Asiyah sembari menunduk, namun kali ini ia tidak menarik tangannya dari genggaman Zafran.

​Di kegelapan malam Kairo, sebuah perang besar baru saja dimulai. Di satu sisi ada kebencian dan dendam dari Salamah serta ambisi buta Fatimah, namun di sisi lain ada cinta yang mulai tumbuh di tengah badai fitnah. Zafran tahu besok akan menjadi hari yang berat, tapi melihat Asiyah yang mulai bersandar padanya, ia merasa memiliki kekuatan untuk menghadapi seribu Fatimah.

1
Enny Suhartini
semangat kakak ditunggu lanjutannya
Enny Suhartini
semangat
Enny Suhartini
cerita nya menambah ilmu tentang agama
bagus
Sulfia Nuriawati
d negri Mesir berani bertindak brutal, sp Salamah??? obsesinya mengalahkan akal sehat, Fatimah jg oon, hdup d Mesir tp gila sp laki org mau jd pelKor?? duan org gila lg beraksi yg kuat aisyah nya jgn cm bs nangis
Lisna Wati
lanjut
Muhammad Syafi'i
masyaallah 😍 jodoh ny anak kiyai
Muhammad Syafi'i
Bagus alur ceritanya
Muhammad Syafi'i
kisah ny sangat bagus 👍
Irni Yusnita
ceritanya sangat bagus dan bagi pemula sangat baik memberikan pengetahuan bagi yg membacanya👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!