Perjalanan mendaki gunung sebuah rombongan, mengantarkan mereka untuk mengalami hal mistis. Niat ingin bersenang-senang, harus merasakan perasaan mencekam sepanjang perjalanan.
Namun, di akhir kisah mendaki. Salah satu dari rombongan, ternyata merupakan takdirnya salah satu anggota Zandra.
Penasaran?? yuk kita simak ceritanya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ajakan Hiking
Waktu berlalu, masalah Anggun telah selesai. Paman kedua dan ketiganya, mereka meninggal di tempat dukun yang mereka percayai. Sedangkan paman keduanya, Dahlia dan Anggun memberikan dia kesempatan. Bahkan istri paman keduanya, Darwin. Di nyatakan hamil, setelah sekian lama mereka menanti buah hati. Pernikahan mereka, yang sudah menginjak 11 tahun. Baru saja di karuniai janin, di perut sang istri.
Sedangkan kedua orang tua Dahlia, alias eyang Mahdi dan eyang Tami. Mereka meminta kedua anaknya, yang masih hidup. Untuk tinggal bersama mereka, keduanya memutuskan bila warisannya akan adil di bagi rata. Meski dalam agama, bagian anak lelaki lebih banyak. Namun Darwin menolaknya, ia merasa tak pantas. Karena selama bertahun-tahun, adik perempuannya sudah hidup susah. Dan dia juga, menjadi salah satu penyebabnya.
"Aku menolaknya ibu, biarkan semua harta warisan di berikan pada Lia. Itu sudah haknya, aku tak pantas mendapatkannya walau hanya sepeser. Selama ini, aku sudah hidup enak. Tetapi tidak dengan Lia dan keponakanku, gara-gara aku yang terlalu takut. Mereka harus hidup susah dan terlantar, entah bagaimana kehidupan mereka selama ini." ucap Darwin, Dahlia dan Anggun menggelengkan kepala mereka serentak
"TIDAK IBU/ EYANG" jawab mereka
"Kak, kalau kakak tidak mau mengikuti sesuai syariat agama. Sebaiknya kita bagi rata saja, ya? Lagipula kita tinggal bersama, menjaga ibu dan ayah sama-sama. Masalah harta, suamiku juga bertanggung jawab. Iya kan mas?" Azkara mengangguk
"Kalian tak perlu khawatir, selama ini Dahlia hidup dengan sangat baik. Dan... Anggun, maafkan om yang terlambat mengetahui tentang keberadaan kamu. Seandainya om tau kamu masih hidup, tentu om akan membawamu tinggal bersama ibu dan om." ucap Azkara, Anggun menggelengkan kepalanya
"Ini bukan salah ibu atau pun pm Azkara, saat itu kondisi ibu amnesia. Jadi semua ini, sudah menjadi takdir Allah." jawab Anggun, Dahlia langsung memeluk putri semata wayangnya. Dia sangat merindukan putrinya, meski sudah 2 minggu mereka tinggal bersama. Namun rasa rindu itu, tak pernah hilang.
"Tapi, kami juga memiliki usaha. Untuk sekarang, sebaiknya tidak usah membicarakan masalah pembagian harta. Lagipula ibu dan ayah kan masih hidup, kita jalani saja semuanya sesuai alur." ucap Anastasia, akhirnya semua setuju
Beruntung Darwin mendapatkan wanita, yang begitu baik dan juga mau menerima orang tua Darwin. Saat suaminya tak pernah mengajaknya lagi, untuk bertemu dengan kedua mertuanya. Anastasia merasa aneh, tetapi dia tak ingin membahasnya. Karena takut membuat sang suami marah, itulah bodohnya dia. Seandainya tau sejak dulu, sudah pasti dia yang akan merawat kedua mertuanya itu.
Padahal sudah berkali-kali, dia mengingatkan suaminya. Bila kedua saudaranya tak baik, tetapi Darwin hanya mengatakan ia di depannya. Namun lain, saat dia sudah bersama keduanya. Anastasia tak ingin lagi ikut campur, dengan masalah keluarga suaminya. Apalagi dengan kedua istri dari iparnya itu, dia memang tidak sepaham dan sering cek cok.
Selama sebelas tahun menikah, ia tak tau menau masalah Dahlia. Darwin pun tak pernah membahasnya sama sekali, jadi yang ia tau suaminya hanya tiga bersaudara. Begitu tau ada adik bungsu, Anastasia sempat marah dan tak ingin bicara dengan Darwin, bahkan ia pulang ke kampung halamannya. Dan baru kemarin ini, Darwin bisa menjemputnya. Anastasia benar-benar tak habis pikir, bisa-bisanya sang suami bersekongkol dengan kedua saudaranya. Untuk menghabisi adik kandung dan merebut harta, yang sudah di putuskan untuk adiknya.
Belum lagi tentang kedua mertuanya, suaminya ini benar-benar bodoh. Sudah tau salah, dia malah ikut-ikutan. Alasannya hanya karena takut, bila kedua saudaranya marah dan juga membunuh dirinya.
Padahal Dahlia tak mempermasalahkan sama sekali, di antara ketiga saudaranya. Darwin memang paling baik padanya, hanya saja dia terlalu penakut dan pengecut. Dahlia tetap menjadi istri Azkara, namun tidak dengan putri adopsinya. Azkara meminta Zandita, untuk tetap tinggal di kediamannya.
Apa Zandita menerima keputusan begitu saja? Tentu tidak, ia sempat marah. Tetapi Dahlia tak peduli, apalagi setelah ia tau. Bila anak yang ia ambil dari jalanan itu, mempunyai pikiran untuk merebut tunangan putri kandungnya.
.
.
"Bang.... main yuk" ajak Anggun
"Kemana?" tanya Kenan, seraya menyeruput kopinya
"Kita naik gunung lagi, udah lama banget aku ga muncak. huft... kangen banget rasanya." jawab Anggun, seraya mengingat terakhir kali naik gunung dengan ketiga saudaranya.
"Hayu aja, mau ajak siapa aja? Biar rame.." balas Kenan, membuat senyuman di bibir Anggun melebar.
"Beneran? Abang serius?" tanya Anggun tak percaya, karena beberapa hari ini tunangannya ini sangat posesif. Kenan mengangguk, bahkan wajahnya terlihat begitu serius.
"Anggun ajak bang Doni ma bang Bara ya, terus ajak juga kak Inaya ma kak Ilmi." ucap Anggun
"Kalo kak Ilmi ma kak Inaya kayanya ga bisa, mereka harus jaga kafe. Ajak kak Hazley sama kak Haiba aja." balas Kenan
"Boleh, kapan kita pergi?" tanya Anggun
"Dua minggu ke depan ya, sekalian kita juga persiapan fisik. Kak Hazley dan kak Haiba, mereka memang kuat buat perjalanan jauh. Tapi mereka ga pernah naik gunung, medannya beda. Takutnya fisik mereka ga kuat, gimana?" Anggun terdiam sebentar, lalu ia mengangguk paham
"Bang Kaif ga di ajak?" tanya Anggun
"Harus genap, kalo bang Kaif ikut. Kita juga harus ajak satu orang lagi... mmm..." Anggun pun ikut berpikir, tak lama ia tersenyum.
"Anggun ajak Gauri aja, dia pasti mau." ucap Anggun, Kenan mengangguk setuju
Karena adik kembarnya ini, banyak melamun setelah kasus Anggun. Kemungkinan terbesar, yang membuatnya berubah adalah perempuan. Dan kalau tebakannya ga salah, itu pasti ada hubungannya dengan Gauri. Gadis yang di angkat cucu, oleh eyang Tami. Ditambah Ilmi dan Haiba, yang bercerita bila adiknya itu sering curi pandang pada Gauri.
"OKE, AJAK DIA" jawab Kenan, malah melunturkan senyuman Anggun
"Kenapa?" tanya Kenan
"Abang semangat banget ajak Gauri, abang ada rasa sama dia?" tanya Anggun, yang belum sadar bila dirinya tengah cemburu. Kenan tersenyum, ia menggenggam tangan sang pujaan hatinya.
"Abang nunggu kamu sampe taunan, masa harus punya rasa sama perempuan. Yang bahkan, abang belum pernah ketemu sama dia. Murahan banget perasaan abang, bisa berpindah hati." jawab Kenan, Anggun menunduk. Ia menggigit bibir bawahnya, ada apa dengannya? Kenapa dia tak suka, saat melihat Kenan seperti tadi?
"Yang... kamu cemburu?" tanya Kenan tersenyum senang
DEG
"Hah? C-cemburu? M-mana mungkin" ucap Anggun salah tingkah
Dia memang sudah merasa nyaman dengan Kenan, tetapi ia sendiri belum mengerti dengan hatinya. Apa itu cinta? Seperti apa rasanya jatuh cinta, ia tak tau. Karena selama ini, ia hanya menjalani hidup cukup keras.
Kenan terkekeh, ia yakin lambat laun Anggun akan sadar dengan perasaannya.
"Ehh... ada Anggun ternyata, boleh gabung ga?"
...****************...
Jangan lupakan like, komen, gift sama vote nyaaa🥰
lgi serius matelengin ini😊
votenya emak😘
eh ternyata ada penguasa nya di rumah sakit
gasss kasus baru d mulai cussss beraksi