Keharmonisan hubungan saudara kembar antara Cahaya dan Bulan menuai beragam masalah asrama setelah ibunya memperkenalkan mereka ke salah satu anak dari sahabatnya, Farid.
Segala upaya Ulan lakukan untuk merebut semua kebahagiaan dari kakak kembar nya.
Mulai dari merebut Lingga di zaman SMA, hingga saat Aya sudah berpacaran dengan Farid saat ini.
Ulan lakukan itu semua hanya karena ingin sang kakak keluar dari cangkang nya yang terlalu menyia-nyiakan seseorang.
Apakah Aya terus membiarkan Ulan melakukan itu? Atau akan membangkang sampai rahasia tersembunyi dari Ulan terbongkar?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QUEENS RIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27.
Ulan langsung mencepol rambut nya asal-asalan ketika melihat balasan dari kakak nya. "MAH!" Teriak nya sambil berlari.
Sedangkan Bu Venera yang masih masak indomie rebus untuk makan sahur langsung menoleh balik badan "Kenapa Ul?"
"Kak ay tadi balas whatsapp Ulan mah" Jawab Ulan.
"Serius?!"
"Iya mah barusan banget."
"Coba-coba, telpon kakak kamu" Pinta Bu Venera.
"Iya mah" Ulan langsung menghubungi kakak nya. Sial nya ponsel Aya sudah tidak di aktif kan lagi.
"Udah gak aktip mah" Kata Ulan.
Bu Venera melangkah menuju tempat duduk sambil memijat kepala nya sendiri "tolong kamu yang lanjutin masak mie nya, mama pusing banget mikirin kakak kamu sampe gak bisa tidur"
"Iya mah" Jawab Ulan sambil melangkah menuju ke arah dapur.
Bu Venera sampai saat ini emang terbilang sama rasa setelah anak sulung nya lari dari rumah. Beliau sampai menghubungi seluruh teman-teman dekat di sekolah Aya, mantan suami nya bahkan ke kedua orang tua nya. Dari semua itu tidak ada satu pun yang tau.
Keadaan Aya sekarang juga lagi libur sekolah selama satu minggu untuk menyambut bulan suci ramadhan. Itu lah kenapa Aya sangat berani untuk lari ke kos-kosan.
Balik ke Pov Aya dan Farid.
"Kamu mainin hp gak takut ibu venera sama Ulan hubungin kamu Ay?" Tanya Farid.
"Engga sayang, aku lagi lanjutin bercocok tanam, game nya bagus soalnya." Jawab Aya.
"Eh iya aku minjem dulu ponsel kamu dong"
"Buat apa?"
"Mau download emulator joystick playstation satu"
Aya mengerut kening "Apa itu?"
"Iya makanya minjem dulu, pokok nya nanti kamu mainin harvest moon game bercocok tanam paling legendaris di kalangan anak dua ribuan"
"Serius" Aya membelalak mata "Eh mau dong biar gak bosen aku"
"Tapi mode pesawat nya aku matikan dulu"
"Engga apa-apa sayang"
"Ok"
Berselang setelah data seluler pada ponsel Aya sudah dinyalakan, Farid melihat isi pesan dari Ulan yang membuat Farid langsung terdiam tanpa sebab.
'Kamu gak akan ngerti kalau Farid melihat ku bukan sebagai perempuan kak Ay, aku bahkan mempertimbangkan putus dengan Farid lebih awal setelah lihat Kak Ay terus menghindar'
'Terserah lah, aku emang bodoh karena terus menjaga kakak yang aku sayangi, jika Kak Ay benci punya adik kembar seperti aku, semua omong kosong soal saudara kembar akan ku hentikan sekarang'
Dua pesan whatsapp sekaligus dari Ulan.
Farid menatap Aya yang sedang rebahan sambil menutup wajah dengan lengan nya.
"Sayang apa kamu mau pulang?" Tanya Farid.
"Enggak, biarkan saya disini sampai Ulan meminta maaf sama saya" Jawab Aya.
"Kamu gak salah, saya yang salah yang dari dulu tidak pernah peka kalau kamu mencintai saya diam-diam" Kata Farid.
Aya menoleh ke Farid "Kenapa kamu tiba-tiba ngomong begituan?"
Farid menyerahkan ponsel Aya. "Ada pesan whatsapp dari Ulan"
"Gak jadi download game nya?" Tanya Aya sambil mengambil ponsel dari tangan Farid.
"Enggak" Jawab Farid dengan senyuman.
"Omong kosong? Kamu lah yang lagi omong kosong ulan" Gumam Aya setelah melihat isi pesan.
"Setelah dipikir-pikir, kamu gak seharusnya pisah dari saudara kembar kamu, kasihan juga sama ibu kamu" Kata Farid.
"Kamu baca pesan dari mamah aku juga ya?"
"Gak sengaja aja, pesan dari lingga sama anya juga saya baca"
"Biarkan saya menetap di kosan ini dulu, sebentar lagi imsak, kamu nanti sholat subuh dulu sebelum tidur."
"Iya sayang"
**
Hari pun sudah siang.
Di jam 14.00 lebih waktu tertentu.
Aya ngeluh karena ke kosan tidak membawa baju. "Lihat lah pakaian saya sekarang seperti mau pergi ke club malam"
"Jangan ngeluh terus dong sayang, saya juga ikut bingung, coba lah masa saya harus ke rumah kamu" Kata Farid.
"Pokok nya ambil semua baju saya di rumah, saya masa pakai tanktop keluar kos, ya malu lah apa lagi sekarang bulan suci ramadhan"
"Nanti saya ditahan sama orang tua kamu gimana?"
"Ya udah belikan saya tujuh pakaian, buat saya salin-salin seminggu ini"
Sedangkan uang yang ada di dompet Farid sisa empat ratusan ribu. "Ah ini nanti makan kita disini bagaimana?" Kata Farid, ia merasa takut kalau sampai aya akan kelaparan.
"Kita bisa berburu takjil nanti"
Farid menepuk kening berkata dalam hari 'Nih anak mikirnya sampai sono'
"Kenapa?" Tanya Aya.
"Iya nanti kita beli baju di grosir terdekat ya sayang" Jawab Farid
"Nanti tuh kapan?"
"Saat kita sekalian ngabuburit"
"Maunya sekarang" Aya mengerucut bibir singkat, sebelum ia berkata lagi "Nih badan aku bener-bener bau banget, sabun mandi juga belum kamu beli"
"Kamu belum mandi?"
"Udah tadi, kalau gak ada sabun saat mandi, sudah seperti makan bubur lauknya nasi, hambar"
"Yaudah ayo, kita beli baju sekalian beli sabun" Farid langsung bergerak mengambil kunci motor dan jaketnya.
Sisi lainnya.
Ulan sedang bersama lingga untuk mencari kakak nya berada.
"Kita mau carinya dimana sayang?" Tanya Lingga.
"Pokoknya ngubek-ngubek jakarta selatan dulu kalau bisa, saya yakin Aya masih berada di kota ini" Jawab Ulan.