Perasaan cinta nggak bisa di tafsirkan oleh keadaan. Kemaren gue benci sama lo, Sekarang gue falling in love sama lo. Kemaren lo baik sama gue, Sekarang lo malah nyakitin gue.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BadBaby_grils, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Zeva membersihkan meja makan lalu membawa piring-piring kotor bekas makan tadi ke westafel. Mamah Rena pun mengangkat alis melihat tingkah anak perempuannya itu. Baru kali ini ia melihat Zeva mencuci piring tanpa di suruh.
" Tumben kamu cuci pring, biasanya abis makan kamu langsung nyelonong ke kamar." sindir sang mamah dari meja makan.
Zeva hanya tersenyum tanpa mengatakan apa pun. Setelah menyelesaikan cuciannya, ia mengeringkan tangannya, lalu menyusul Mamah Rena di ruang TV.
" Ma. " Panggilnya sambil memijit lengan sang mamah.
" Mau apa?" Balas Mamah Rena seraya mengganti channel TV.
" Zeva mau beli novel dong." ucapnya sambil tersenyum manis depan sang mamah agar luluh.
" Novel lagi? Yang di kamar aja Mamah yakin belum kamu baca semua. " Balas Rena tanpa melihat wajah sang putri.
Zeva cemberut dan mulai menggoyangkan lengan sang mama seperti anak anjing. " Yaelah, ma yang ini beda lagi. Beliin ya ma, pleaseeeeeee........" ujar Zeva sambil memohon.
" Nggak!!!" jawab sang Mama tanpa ingin di protes.
Zeva mendengus. " Kaya doang, anak minta novel nggak di beliin, canda kaya. " ujarnya.
" Cantik doang, pinternya cuma masak mie instan, canda cantik." Balas Mamah Rena menyindir.
Zeva tersentak saat sang mama bisa membalas sindirannya dengan lancar. Ia pun bergumam dalam hati. " anjir, gini nih kalau punya orang tua main tiktok tanpa pengawasan ketat dari nanaknya. " Namun, Zeva belum menyerah. Ia mencoba sekali lagi.
" Beliin dong , ma. "
Mamah Rena menggeleng. " Beli sendiri." balasnya tanpa menoleh.
" Duitnya udah habis beli skin care kemarin." ucapnya dengan memasang wajah memelas.
" Oh. " respon mamah Rena.
Zeva mendengus, lalu beranjak dari sofa. Ia berjalan sambil mengentakkan kakinya menuju kamar. Di dalam kamar ia langsung merebahkan diri di ranjang empuknya. Sambil menatap langit-langit kamarnya, Zeva memikirkan strategi apa yang harus di gunakan agar sang mamah mau membelikannya Novel.
"Ancam loncat dari menara masjid gimana? Ah, nggak, nggak!!! Nanti yang ada malah jatuh beneran lagi .... Aha!!! Gua ada ide!!!" bisiknya dalam hati.
Ia langsung menyiapkan barang-barang dan memasukannya ke sebuah tas kecil, Zeva pun berkaca di depan cermin. Ia tengah membulatkan tekad. Setelah semua siap, Zeva keluar dari kamar dengan langkah penuh ketegasan.
" Mau kemana kamu? " Tanya Mamah Rena saat melihat Zeva keluar dari dalam kamar dengan menenteng tas kecilnya. Apalagi ketika Zeva menghampirinya dan langsung menyelami tangannya.
" Zeva mau ijin kabur, Assalamualaikum." ucapnya.
Mamah Rena mengangguk. " Walaikumsalam. Nanti kalau lapar pulang aja!!" pesanya.
" Nggak!!! Samapai dibeliin novel Zeva nggak mau pulang!!!" balas Zeva dengan tegas.
Mamah Rena mengedikkan bahunya dengan acuh tak acuh. " Terserah!!!!!" jawabnya tak kalah tegas.
Namun, Baru beberapa langkah dari beranjak tempatnya, gadis itu terdiam di depan pintu rumahnya di tatapnya Sang mamah dari jauh lalu melihat ke luar rumah lagi sambil mengambil nafas dalam-dalam, Zeva sudah masuk lagi ke dalam . Wajahnya masih sama masamnya, dan berjalan melewati Mamah Rena begitu saja.
" Loh.... Loh .... Kenapa masuk lagi? Bilangnya tadi au kabur??? Nggak jadi Zev?" ucap Mamah Rena yang bertana beruntun kepada Zeva yang melihat sang anak masuk ke arah dapur.
" Bentar, mau minum dulu Haus Zeva. " Jawab Zeva tanpa melihat dan mendengar respon dari sanga mama Rena dan melongo melihat tingkah anak gadisnya itu.
author makin byk an up episodenya bakal makin cakep loh😁