Ye Tianming, seorang pemuda biasa, secara tidak sengaja membangkitkan Jiwa Heavenly Demon yang tersembunyi dalam plakat kayu pengganjal pot bunga. 500 tahun yang lalu, Heavenly Demon pernah menjadi musuh terbesar umat manusia dan dihancurkan oleh Aliansi Beladiri, yang memaksa pengikutnya untuk meninggalkan seni beladiri yang ia wariskan. Kini, dengan kekuatan jiwa tersebut, Ye Tianming menjadi penerus Heavenly Demon dan memulai perjalanan yang mengguncang dunia seni beladiri. Namun, dengan kekuatan baru yang dimilikinya, apakah Ye Tianming akan mengulang tragedi kelam yang telah dihapus dari sejarah dunia tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Regar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemunculan Pendekar Misterius
Ye Tianming bergegas kembali ke Klan Ye, ia khawatir Ranah Yuan Yi yang berada di Paviliun Kelompok Pedagang Phoenix sudah turun tangan karena pihak mereka malah kewalahan menghadapi Klan Ye. Jika Pendekar sekuat itu turun tangan, maka Klan Ye pasti kalah.
Dia sendiri tak akan mampu mengalahkan Pendekar Ranah Yuan Yi tersebut, tetapi menurut leluhurnya jika leluhurnya meminjam tubuh Ye Tianming, dia bisa mengalahkan Pendekar Ranah Yuan tersebut. Namun, konsekuensinya adalah jiwanya akan terkikis dan waktu tersisanya di dunia ini berkurang Sepuluh tahun.
Leluhur Ye Xiu tidak mengatakan berapa lama waktu tersisanya berada di dunia ini, yang jelas jika Ye Tianming mati maka jiwanya juga ikut menghilang dari dunia ini.
Namun, Ye Tianming langsung tercengang melihat anggota Klan Ye sudah berhenti bertarung. Mereka sedang membersihkan puing-puing bangunan yang berada di jalanan, sementara yang lain mengevakuasi Pendekar yang terluka.
“Bos, akhirnya Kami menemukanmu!” seru Ye Sanlang datang bersama Xiao Xuan.
“Apa yang terjadi? Kenapa Pendekar dari Kelompok Pedagang Phoenix sudah tak terlihat lagi?” selidik Ye Tianming penasaran.
“Seorang Pendekar misterius tiba-tiba muncul di Paviliun Kelompok Pedagang Phoenix, kemudian manajer cabangnya langsung menyuruh pertempuran dihentikan. Yang paling mengejutkan adalah Kelompok Pedagang Phoenix akan meninggalkan Kota Bulan Angin saat ini juga, tanah yang mereka rampas secara otomatis kembali kepada pemilik lama,” sahut Ye Sanlang.
“Siapa Pendekar misterius itu, mungkinkah dia utusan dari Provinsi atau Kekaisaran?” Ye Tianming berspekulasi.
“Kami tidak tahu, tetapi dari auranya sepertinya dia adalah Ranah Yuan Yi,” sahut Xiao Xuan.
Ye Tianming yakin sosok itu pasti memiliki kedudukan tinggi, makanya Kelompok Pedagang Phoenix terpaksa menghentikan perang ini dan memilih pergi dari Kota Bulan Angin.
“Oh, ya, apakah ada anggota Kelompok Iblis Bayangan yang terluka?” Ye Tianming mengalihkan perbincangan mereka.
“Tidak ada yang terluka, mungkin karena Pendekar terkuat Kelompok Pedagang Phoenix terlalu fokus melawan Bos sehingga lawan kami hanya Pendekar lemah ha-ha-ha ....” Xiao Xuan tertawa terbahak-bahak.
Ye Tianming bernafas lega teman-temannya baik-baik saja.
“Oh, ya, Bos. Apa basis Kultivasimu naik ke Ranah Inti Emas Tingkat Delapan?” Ye Sanlang merasa aura Ye Tianming lebih kuat darinya.
Sudut bibir Ye Tianming memancarkan seringai tipis sebagai tanda mengiyakan perkataan Ye Sanlang.
“Sial, bos besar terlalu hebat. Dalam pertarungan saja Kultivasinya bisa naik, bakat beladiri yang sangat mengerikan. Jika Bos lahir di dataran tengah, mungkin Bos sudah jadi rebutan Sekte-Sekte besar,” kata Ye Sanlang.
“Bos, beritahu pada kami bagaimana caranya agar bisa naik level secara instan?” Xiao Xuan penasaran dengan metode Kultivasi yang digunakan oleh Ye Tianming.
“Tak ada metode Kultivasi yang instan, seperti yang dikatakan oleh nomor Tiga. Bakatku saja yang terlalu hebat, makanya basis Kultivasiku bisa naik saat sedang bertarung,” canda Ye Tianming.
Namun, senyuman di sudut bibirnya langsung memudar setelah Leluhurnya mengatakan ada sosok kuat yang sedang mendekati mereka.
“Kalian duluan lah ke markas, ada tamu yang ingin berjumpa denganku!” seru Ye Tianming menoleh ke arah Pohon Persik di sebelahnya.
Ye Sanlang dan Xiao Xuan langsung mengangguk setuju. Keduanya pergi tanpa bertanya siapa tamu yang ingin dijumpai oleh Ye Tianming.
Pria tua berjanggut putih langsung keluar dari balik Pohon Persik sambil bertepuk tangan. “Anak muda yang sangat berbakat, jangan-jangan Kau adalah reinkarnasi dari Heavenly Demon.”
Ye Tianming terkejut mendengarnya dan tidak menyangka ada orang yang mengetahui tentang Leluhurnya. Namun, ia tetap mempertahankan ekspresi wajahnya dan berpura-pura tidak memahami maksud ucapan Pria tua itu.
“Hmm?” Pria tua itu memperhatikan raut wajah Ye Tianming. “Sepertinya ia tidak mengetahui tentang Heavenly Demon sama seperti Ketua Klan Ye. Berarti bakat beladirinya itu alami,” gumamnya.
“Ehemm.” Pria tua itu berpura-pura batuk. “Maaf membuatmu bingung, perkenalkan aku adalah Fang Lin, seorang pesuruh lemah yang kebetulan lewat.”
“Dari Klan Fang?” Mulut Ye Tianming menganga lebar, terkejut dan tidak menyangka seorang dari Klan besar di dataran tengah akan muncul di sini. Para Kaisar saja harus menundukkan kepala saat bertemu dengan utusan dari Klan Fang.
Pria tua itu tidak menyangka reaksi Ye Tianming sangat berlebihan saat mendengar namanya. “Aku hanya kebetulan lewat saja, tetapi aku tidak menyangka para pedagang itu berani ikut campur dalam konflik internal di Klan Ye. Karena tak ingin kejadian di Provinsi Laut Utara terjadi di sini, makanya aku turun tangan.”
“Pedagang licik itu juga membuat kekacauan di Provinsi Laut Utara?” Ye Tianming tidak menduga Kelompok Pedagang Phoenix ternyata membuat kekacauan di daerah lain juga.
“Kasusnya sedikit berbeda dengan kejadian di sini,” sahut Fang Lin.
Dia mulai menjelaskan kalau Kelompok Pedagang Phoenix berafiliasi dengan Aliansi Beladiri, walaupun sebenarnya pemilik aslinya adalah cucu Ketua Aliansi Beladiri. Karena mereka hanya kelompok pedagang, semua Kekaisaran yang berada dibawah naungan Klan Fang tidak bisa mengontrol gerak-gerik Kelompok Pedagang Phoenix.
Namun, fakta di lapangan, Kelompok Pedagang Phoenix menggunakan kekayaan mereka merekrut dukungan dari Klan-Klan di luar dataran tengah, dan melemahkan dukungan pada Klan Fang.
Walaupun Klan Fang mengetahui ada Klan yang menjadi kaki tangan Kelompok Pedagang Phoenix, Klan Fang tidak bisa menghukum mereka. Karena mereka tetap rutin membayar upeti dan berdalih hanya melakukan kerjasama bisnis saja.
Namun, setelah Klan-Klan tersebut menjadi mitra bisnis Kelompok Pedagang Phoenix, terjadi bersih-bersih di dalam Klan tersebut. Semua Tetua ataupun Ketua Klan yang tidak setia pada Kelompok Pedagang Phoenix akan disingkirkan atau dijebloskan ke penjara.
Klan Fang sebenarnya ingin ikut campur, tetapi kekuatan Klan Fang saat ini difokuskan dengan konflik yang terjadi di dataran tengah. Di mana pertarungan melawan kubu Sekte Kunlun dan Cucu Ketua Aliansi Beladiri semakin tinggi, sementara kekuatan berbagai Kekaisaran sedang sibuk menghadapi serangan orang-orang Barbar.
“Aku tidak menyangka dunia beladiri ternyata sangat kacau, padahal diluar terlihat baik-baik saja,” kata Ye Tianming setelah mendengar penjelasan Fang Lin. “Jadi, apa yang Tuan Lin inginkan dariku?”
Ye Tianming yakin Fang Lin menceritakan hal itu karena menginginkan sesuatu darinya. Dia penasaran apa itu atau jangan-jangan Klan Fang sudah mengetahui tentang Tehnik Menyerap Jiwa? Dia berharap semoga saja bukan itu yang diinginkan oleh Fang Lin.
“Anda sangat cerdas tuan muda Tianming, aku memang ingin meminta tolong padamu,” sahut Fang Lin. “Oh, ya, kalau minta tolong tanpa memberikan imbalan rasanya tidak baik. Bagaimana kalau aku meminta bantuan pada Kelompok Iblis Bayangan? Namun, misinya cukup sulit.”
“Hmm, misi seperti apa yang diberikan oleh Tuan Lin?” Ye Tianming penasaran, tetapi ia juga khawatir akan berbahaya. Namun, ia juga merasa tidak enak jika menolaknya, karena Fang Lin sudah menyelamatkan Klan Ye dari serangan Kelompok Pedagang Phoenix.
Fang Lin mengeluarkan kantong kulit dari sakunya alih-alih menjawab pertanyaan Ye Tianming. Dia mengeluarkan botol kaca berisi Ramuan Spritual kelas tinggi, sehingga air liur Ye Tianming langsung menetes dari mulutnya.
Ye Tianming menyeka air liurnya dan berkata, “Apakah itu hadiah dari misi tersebut?”
kupikir bante"