Seorang Jenderal perang yang gagah perkasa, seorang wanita yang berhasil di takuti banyak musuhnya itu harus menerima kenyataan pahit saat dirinya mati dalam menjalankan tugasnya.
Namun, kehidupan baru justru datang kepadanya dia kembali namun dengan tubuh yang tidak dia kenali. Dia hidup kembali dalam tubuh seorang wanita yang cantik namun penuh dengan misteri.
Banyak kejadian yang hampir merenggut dirinya dalam kematian, namun berkat kemampuannya yang mempuni dia berhasil melewatinya dan menemukan banyak informasi.
Bagaimana kisah selanjutnya dari sang Jenderal perang tangguh ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13. Identitas Keluarga
Cahaya layar komputer masih berkedip-kedip, menampilkan barisan kode dan folder rahasia yang berhasil diretas oleh Kaelus. Tangannya bergerak lincah di atas keyboard, membuka satu per satu file yang selama ini terkunci dalam sistem pertahanan CAI.
"Identitas agen telah dikonfirmasi. Akses penuh diberikan."
Mata Kaelus menajam. Ini adalah hasil dari berminggu-minggu bekerja tanpa henti, menembus lapisan demi lapisan sistem keamanan. Sekarang, dia hanya tinggal mencari satu hal yang paling penting: Siapa sebenarnya Ziad Rashid?
Mengapa Ayahnya Pergi?
Selama ini, Kaelus hanya tahu bahwa ayahnya meninggalkan mereka sejak ia masih kecil. Tidak ada pesan perpisahan, tidak ada penjelasan, hanya keheningan dan tanda tanya besar yang selalu menghantui pikirannya.
Namun, file yang baru saja ia buka mengungkapkan sesuatu yang berbeda.
"Agen Ziad Rashid menerima misi infiltrasi terhadap Ratu Mafia Alessia. Misi ini bertujuan untuk mengawasi pergerakannya dan menunggu saat yang tepat untuk menetralisir ancaman yang ditimbulkannya."
Kaelus mengepalkan tangannya.
Jadi, awalnya ayahnya memang ditugaskan untuk mengawasi ibunya. Tapi kenapa ia justru tetap tinggal? Kenapa ia malah membangun keluarga bersama ibunya?
Ia menggulir layar lebih jauh, menemukan bagian lain dari laporan yang mengejutkan.
"Agen Rashid melaporkan bahwa target tidak seperti yang diduga. Meski memiliki reputasi sebagai penguasa kejam, Alessia tampaknya menyimpan sesuatu yang lebih dalam. Agen Rashid melaporkan bahwa target memiliki motivasi pribadi dalam perangnya, dan misi untuk menetralisir target diubah menjadi misi observasi jangka panjang."
Kaelus menghela napas berat. Jadi ayahnya mulai ragu sejak awal.
Tapi bagian selanjutnya dari laporan itu lebih mengejutkan lagi.
"Agen Rashid memutuskan untuk melindungi target dan anaknya dengan cara menghilang dari radar. Ia membuat laporan palsu ke CAI, menyatakan bahwa target telah dieliminasi, sementara ia sendiri mengubah identitas dan menghilang untuk menghindari eksekusi balasan dari agensi."
Matanya melebar.
Ayahnya tidak meninggalkan mereka karena ingin. Ayahnya meninggalkan mereka karena ia harus melindungi mereka.
Namun, satu pertanyaan masih belum terjawab.
Siapa sebenarnya Ziad Rashid?
Dari semua yang Kaelus tahu, nama itu mungkin hanya salah satu dari banyak identitas yang digunakan pria itu selama bertahun-tahun sebagai agen rahasia. Jika ia benar-benar ingin menemukan ayahnya, ia harus menggali lebih dalam.
Kaelus kembali menelusuri data.
"Daftar Identitas yang Diketahui"
Ziad Rashid – Agen CAI (Status: Menghilang)
Elias Morano – Pebisnis di Spanyol
Daniel Reeve – Profesor di London
Marco Alençon – Pilot komersial di Prancis
…
Daftarnya terus berlanjut. Kaelus menyadari bahwa ayahnya telah menjalani banyak kehidupan, menyamar sebagai berbagai sosok di berbagai negara. Namun, ada satu hal yang aneh—tidak ada satu pun dari identitas ini yang bisa dikonfirmasi sebagai identitas asli.
Kaelus menyipitkan mata dan mulai mencari pola.
Setelah menyaring semua data, hanya satu identitas yang tampaknya tidak pernah diubah sejak awal kariernya sebagai agen. Itu adalah identitas yang tidak pernah muncul dalam laporan misi atau catatan resmi.
Dan akhirnya, ia menemukannya.
"Zaydan Al-Faris."
Tidak ada data agen yang melekat pada nama ini. Tidak ada misi, tidak ada laporan aktivitas di lapangan. Nama ini bukan identitas samaran, melainkan identitas asli yang tersembunyi di bawah semua kebohongan lainnya.
Kaelus menelusuri lebih dalam.
"Zaydan Al-Faris, lahir di Damaskus, Suriah. Dinyatakan hilang dalam insiden 20 tahun lalu. Diduga direkrut secara rahasia oleh CAI."
Jantungnya berdegup kencang.
Jadi, sebelum menjadi agen, sebelum semua penyamaran dan kebohongan, ayahnya adalah seseorang yang pernah memiliki kehidupan normal.
Tapi kenapa dia direkrut oleh CAI? Apa yang membuatnya terlibat dalam dunia mata-mata?
Kaelus terus menggali, tetapi sepertinya semua data lain tentang Zaydan Al-Faris telah dihapus atau dikaburkan dengan sengaja. Tidak ada yang tahu pasti apa yang terjadi padanya sebelum ia menjadi agen.
Namun, satu hal yang jelas—pria itu masih hidup. Dan Kaelus bertekad untuk menemukannya.
Malam ini, ia tidak hanya menemukan alasan kepergian ayahnya, tetapi juga identitas asli pria itu. Dan jika ayahnya benar-benar masih hidup di suatu tempat di luar sana, maka tidak ada lagi yang bisa menghentikan Kaelus untuk menemukannya. Dengan tekad membara, ia menyadari satu hal.
Kaelus menatap layar laptopnya dengan rahang mengeras. Keringat dingin membasahi punggungnya saat ia membaca data yang berhasil diretas dari sistem pertahanan CAI.
Malam ini, ia bukan hanya menemukan identitas asli ayahnya.
Ia juga menemukan kebenaran kelam yang mengubah ibunya menjadi sosok yang ia kenal sekarang—Ratu Mafia Alessia.
Di layar, sebuah laporan rahasia berisi dokumen dan rekaman video muncul. Ada foto-foto lama yang buram, artikel berita yang disensor, dan catatan internal tentang salah satu tragedi terbesar dalam dunia kriminal Eropa: pembantaian keluarga Moretti.
Kaelus menggulir layar dan mulai membaca.
"Pada malam tanggal 17 April, keluarga Moretti menjadi sasaran eksekusi brutal yang dilakukan oleh kelompok mafia Russo. Seluruh anggota keluarga yang hadir di rumah utama terbunuh tanpa sisa."
Matanya terpaku pada sebuah foto yang diambil setelah kejadian itu.
Darah membanjiri lantai marmer putih, bercampur dengan pecahan kaca dan tubuh-tubuh yang tak bernyawa. Semua orang di ruangan itu—pria, wanita, bahkan anak-anak—terbunuh dengan cara yang keji.
Dan di tengah-tengah tumpukan mayat itu, hanya satu orang yang selamat.
"Satu-satunya penyintas adalah seorang gadis muda bernama Alexa Moretti, yang saat itu berusia 12 tahun. Dia ditemukan bersembunyi di dalam lemari dengan tubuh berlumuran darah. Diperkirakan bahwa ia terjebak di sana selama lebih dari 10 jam sebelum akhirnya ditemukan oleh pihak berwenang."
Kaelus menghirup napas dalam.
Alexa Moretti—nama asli ibunya sebelum ia menjadi Alessia, sang ratu mafia.
Kaelus membuka file rekaman yang terlampir di dalam dokumen. Sebuah video hitam-putih dari kamera keamanan menampilkan detik-detik mengerikan itu.
Pukul 23:45—keluarga Moretti sedang menikmati makan malam.
Pukul 23:50—lampu tiba-tiba padam.
Pukul 23:52—pintu utama didobrak, dan sekelompok pria bersenjata masuk.
Teriakan memenuhi ruangan. Suara tembakan bergema, satu per satu anggota keluarga Moretti tumbang. Para pria berusaha melawan, tetapi mereka kalah jumlah. Para wanita dan anak-anak mencoba lari, tetapi tidak ada tempat untuk bersembunyi.
Dan kemudian, kamera menangkap sosok seorang gadis kecil—Alexa—berlari ke arah lemari besar di sudut ruangan.
Ia menutup pintunya rapat-rapat. Bersembunyi dalam kegelapan.
Dari rekaman audio, suara tembakan terus terdengar selama beberapa menit berikutnya. Diikuti oleh suara langkah kaki mendekat.
“Periksa semua sudut. Jangan ada yang dibiarkan hidup.”
Seorang pria dengan jas hitam menyalakan korek api dan membakar tirai di dekatnya. Api mulai menjalar, sementara suara Alexa yang terisak nyaris tak terdengar di tengah gemuruh kehancuran.
Namun, para pembunuh itu tidak pernah menemukan tempat persembunyiannya.
Dan begitulah—Alexa bertahan, tetapi dengan harga yang mahal. Ia kehilangan segalanya.
Kaelus menggulir lebih jauh dan menemukan catatan yang ditulis oleh seorang agen yang mengawasi pergerakan ibunya bertahun-tahun setelah kejadian itu.
"Alexa Moretti menghilang dari radar setelah pembantaian tersebut. Tidak ada catatan resmi tentang keberadaannya selama beberapa tahun. Namun, setelah kemunculannya kembali, ia telah menjadi seseorang yang berbeda."
"Dengan nama baru—Alessia—ia membangun reputasinya sebagai salah satu pemimpin mafia paling ditakuti di dunia. Setiap langkah yang ia ambil tampaknya bertujuan untuk satu hal: membalaskan dendam kepada mereka yang telah menghancurkan keluarganya."
Kaelus mengepalkan tangannya.
Ia akhirnya memahami segalanya.
Ibunya bukan terlahir sebagai monster. Dunia yang membuatnya seperti itu.
Dunia yang merampas masa kecilnya, menghancurkan keluarganya, dan meninggalkannya dalam kegelapan tanpa siapa pun untuk menolong.
Dan karena itu, ibunya memilih untuk menjadi seseorang yang tidak akan pernah bisa dihancurkan lagi. Kaelus menutup matanya.
Seumur hidupnya, ia selalu bertanya-tanya mengapa ibunya begitu dingin, begitu keras, dan begitu kejam.
Sekarang, ia tahu jawabannya.
Ibunya pernah menjadi seorang gadis biasa. Ia pernah punya keluarga yang penuh kasih sayang. Pernah memiliki rumah yang hangat.
Tapi semua itu direbut darinya—dengan cara yang paling brutal.
Dan kini, ia hanya bisa bertahan dengan menjadi sesuatu yang lebih menakutkan dari monster yang pernah menghancurkannya.
Kaelus membuka matanya kembali dan menatap layar.
Sekarang ia dihadapkan pada sebuah pilihan:
Apakah ia akan mengikuti jejak ibunya, mewarisi dendam yang telah mengalir dalam darah mereka?
Atau apakah ia akan mencari jalan lain—jalan yang berbeda dari lingkaran kekerasan yang telah membentuk keluarganya?
Satu hal yang pasti:
Ia tidak akan lagi memandang ibunya dengan cara yang sama.
Karena sekarang, ia tahu luka terdalam yang ibunya sembunyikan di balik wajah tanpa ekspresinya.
Dan mungkin, hanya dirinya yang bisa mengubah masa depan mereka.
semoga, arwahnya diterima disisi Allah SWT yang sebaik-baiknya, dan segala amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT, dan keluarga,kerabat,sahabat yang ditinggalkan, diberi kesehatan dan ketabahan, Amiiin 🙏🙏🙏
tapi happy🥰🥰🥰
makasih banyak Thor 🥰🥰🥰
sehat selalu💙💙💙