NovelToon NovelToon
Suamiku Mafia Kejam

Suamiku Mafia Kejam

Status: tamat
Genre:Tamat / Nikahmuda / CEO / Beda Usia / Roman-Angst Mafia
Popularitas:648.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Senja

"Lepaskan aku, dasar pemaksa!" Nayla.

"Seharusnya kau senang karena menikah dengan pria tampan, kaya dan mapan sepertiku!" Reinhard.

Nayla, gadis polos dari desa yang terpaksa menikah dengan seorang mafia kejam, psikopat dan menyebalkan demi membayar hutang kedua orangtuanya.

Namun siapa sangka di balik sikap kejam Reinhard, pria itu menyembunyikan banyak luka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

"Kenapa kau diam saja Mark! Cepat lakukan?!" lagi-lagi Rein membuat mark tidak bisa berkutik. haruskan ia melakukan itu dan menuruti kemauan majikannya yang tiba-tiba aneh begini?

"Saya masih normal, Tuan! Meski sampai sekarang saya jomblo dan belum memiliki kekasih. Saya juga mikir seribu kali buat suka sama Tuan!" ucapnya begidik ngeri. Lebih baik perjaka seumur hidup dari pada harus menyukai sesama jenis, pikir Mark.

Pletak!

Satu pukulan mendarat tepat di kepala Mark. Dan siapa lagi pelakunya kalau bukan Rein. Mendengar jawaban Mark membuatnya bertambah emosi.

"Aku hanya menyuruhmu untuk mencium tubuhku bodoh! Kenapa pembahasan mu sampai kemana-mana! Kau pikir aku juga mau berpacaran denganmu!" Rein mengeraskan rahangnya. Ia mengusap wajahnya frustasi karena karena tidak ada satu orangpun yang mau memberinya solusi.

"Tadi anda hanya bilang mencium, Tuan. Bukan mencium tubuh!" ketus Mark yang tak habis pikir. Tuan nya sebentar marah dan sebentar tidak.

"Kau tahu, Ay tidak mau dekat-dekat denganku. bahkan mengusirku keluar dari dalam kamarnya!"

"Hah? Ay? Ay siapa maksud anda?" tanya Mark. Lalu beberapa detik kemudian ia mengerti y yag dimaksud oleh Rein.

"Jadi Ay yang anda maksud itu nona Nayla?" Rein mengangguk cepat. Sedangkan Mark menahan tawa nya melihat wajah Rein yang menggemaskan, apalagi memanggil Nayla dengan panggilan Ay. Sudah macam anak ABG gaul saja.

"Jelas saja nona menolak dekat-dekat dengan anda, Tuan. Sudah jelas 'kan kalau nona memang tidak mencintai anda. Kalian menikah juga karena Tuan yang memaksanya dan--" tersadar kalau dirinya keceplosan. Mark langsung membungkam mulutnya sendiri dan memukulnya. "Dasar mulut sialan! Bisa-bisanya kau bicara jujur seperti itu!" batinnya dalam hati.

Raut wajah Rein semakin bertambah garang dan siap memberikan bogeman mentah pada Mark.

"Buat Ay mencintaiku dan takut kehilangan diriku!" perintah Rein pada Mark.

Sroot!

Sejak tadi Rein menahan untuk tidak menangis agar wibawanya tidak hancur di hadapan pada anak buahnya. Tapi kali ini, bersama Mark, ia mencurahkan semuanya.

"Astaga, Tuan! Jangan bilang kalau anda ingin menangis?!"

Rein mulai terisak, lalu dengan segera Mark menarik pria itu ke dalam pelukannya.

"Sini, buang dulu ingusnya, Tuan. Anda benar-benar jorok!" Mark menggunakan kemejanya untuk membersihkannya lalu menepuk punggung Rein agar pria itu sedikit tenang.

"Hentikan, kenapa kau malah memelukku!" Rein berusaha mendorong Mark agar menjauh darinya.

"Tuan tadi menyuruh saja mencium tubuh anda bukan? jadi saya akan melakukannya," ucap Mark seraya mengendus tubuh Rein seperti seekor anjing.

Rein pasrah. Karena hanya Mark satu-satunya orang yang bisa ia percaya untuk saat ini. "Bagaimana?!"

"Aman, Tuan. Anda bahkan sangat wangi. Saya suka--"

"Berhenti bercanda! Aku sedang serius!" Rein kembali duduk. "Lalu jika aku wangi, kenapa Ay langsung mual dan muntah saat dekat denganku?" ucapnya dengan wajah sendu.

Mark terdiam, ia berusaha mencari jalan keluar. Namun, malam ini sepertinya otaknya sedang tidak bisa berpikir dengan jernih.

"Kalau begitu, aku akan memanggil Grenda datang kemari untuk memeriksa keadaanya besok pagi." setelah mengatakan itu, Mark mengantar Rein agar pria itu beristirahat di kamar lain sementara waktu.

******

Keesokan harinya, Grenda datang dan langsung masuk menuju kamar Nayla. Di Sana sudah ada Mark dan juga Rein.

"Pagi Rein, Mark. Bagaimana kabar kalian, hum? Sudah lama ya kita tidak bertemu," sapa Grenda. Wanita itu mendekati Mark dan mengecup pipi kanan kirinya. Lalu saat ia menghampiri Rein, pria itu menjauh.

"Ayolah Rein, kita sahabat lama. Jangan seperti ini padaku." Grenda duduk di sisi ranjang tepat di samping Nayla yang saat ini sedang meliriknya tajam. "Cih! Kau masih saja jual mahal, Rein. Tenang saja, aku sudah tidak mencintaimu lagi," kekehnya.

"Cinta?! Jadi selama ini kalian saling mencintai?!" seru Nayla. Entah kenapa ia merasa kesal saat Grenda membahas tentang cinta pada Rein.

"Ay, itu tidak benar! Dia yang terus mengejar cintaku sedangkan aku tidak--"

"Selera mu benar-benar rendahan sekali! Kau menyukai wanita tua macam dia?!" sindir Nayla. Membuat Rein melotot ke arahnya dan Mark menahan tawanya.

Sedangkan Grenda yang tidak terima langsung berdiri dan berkacak pinggang. "Hei, bocah! Jaga bicaramu itu! Aku hanya bertambah sedikit tua. Tapi yang sebenarnya aku masih kuat di atas ranjang!" Grenda mengedipkan matanya. Ia tidak jadi marah, karena Nayla memang mengatakan yang sebenarnya.

Usia Grenda dan Rein hampir sama, tentu saja wajahnya juga bertambah tua.

"Dasar gatel!" ketus Nayla.

Wanita itu memilik dia, daripada menanggapi ucapan Nayla yang nantinya malah akan membuat dirinya terlibat adu mulut dengannya.

Ia mulai memeriksa keadaan Nayla dan tiba-tiba menyunggingkan senyuman manisnya.

"Oh God! Kenapa bisa secepat ini, bukankah kalian baru menikah? Benih super mu benar-benar oke!" ucap wanita berambut pirang tersebut.

"Maksud mu apa? Katakan jangan bertele-tele!" bentak Rein. Jujur saja ia bingung, kenapa Grenda mengatakan itu padanya.

"Kau terlihat seperti om pe-do yang menghamili keponakanmu sendiri, Rein." Grenda membereskan peralatannya lalu bersiap pergi dari sana.

"Apa kau bilang? Hamil?!" Rein langsung terdiam. Entah apa yang sedang pria itu lakukan. Raut wajahnya berubah menjadi dingin dan sulit di tebak.

"Yes! Nona hamil Tuan." Mark mengguncang-guncangkan tubuh Rein. "Sebentar lagi, mansion kita akan ramai dengan tangisan bayi."

Asisten pribadi Rein tersebut terlihat sangat bahagia. Kediaman Rein terasa sepi semenjak Rein mendapat kabar kalau ibunya tewas. Tidak ada senyuman dan kehangatan di sana.

"A-aku hamil?" tanya Nayla seraya mengusap perut ratanya. Ia tidak menyangka di usianya yang masih mudah, sudah diberikan kepercayaan yang begitu besar.

Grenda mengangguk.

Seketika, ruangan tersebut menjadi hening dan sunyi. Rein yang masih terdiam, Mark yang langsung berlari keluar, hendak memberitahukan kabar gembira itu pada anak buahnya. Namun, langkah kakinya harus terhenti mendengar kalimat yang keluar dari bibir Rein.

"Gugurkan!" ucapnya dengan wajah dingin dan datar berjalan keluar. Membuat mereka yang berada di dalam sana tercengang.

1
susumelown
Kecewa
susumelown
Buruk
Anadinasti Hakim
Lumayan
Yundari Gayosa
Luar biasa
Dyah Oktina
😂😂😂😂😂😂😂😂🤭
Dyah Oktina
iya maklum...luna.. yg damian tahu kamu sdh.mati saat kecil & organ tubuhmu sdh d berikan k nayla
Dyah Oktina
lah pantes aja calon anakmu cacat.. bapaknya sadis kla menghukum orang.. ngak kira2..
Dyah Oktina
ih....emang pintu kamarnya ngak d tutup.. bikin malu.. is kalian bercumbu d tonton orang lain ...malu dong walaupun suami istri
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
aduh...mark.. 🤭
Dyah Oktina
kan lagi d gedong model karung jd kepalanya ada d belakang...mana bisa lihat senyum rain..🤭
Luh Putu Sariani
Buruk
Nania Nia
Luar biasa
Rika Baril
kisah kakek neneknya nathan
zena
thor apanya yg cacat? anu nya kah?🫢
Mahanie Mutalib
Luar biasa
ØÝ
kebalik morning kiss bukan kiss morning
kyo
Luar biasa
Hari Saktiawan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Violet_violeta
mama Clara anakmu menderita😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!