NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Muda Lumpuh: Istriku Ternyata Dokter Bedah Jenius

Dinikahi Tuan Muda Lumpuh: Istriku Ternyata Dokter Bedah Jenius

Status: tamat
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Pernikahan Kilat / CEO / Tamat
Popularitas:7M
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Kau pikir aku akan menyentuhmu? Aku lumpuh."

​Ucapan dingin Elzian Drystan di malam pertama mereka langsung dibalas senyum miring oleh istrinya.

​"Otot betis kencang, tidak ada atrofi, dan pupilmu melebar saat melihatku. Kau tidak lumpuh, Tuan. Kau hanya pembohong payah."

​Dalam detik itu, kedok Ziva Magdonia sebagai istri 'tumbal' runtuh. Dia adalah ahli bedah syaraf jenius yang mematikan. Rahasia Elzian terbongkar, dan kesepakatan pun dibuat: Elzian menghancurkan musuh yang mencoba membunuhnya, dan Ziva memastikan tidak ada racun medis yang bisa menyentuh suaminya.

​Namun, saat mantan kekasih Elzian datang menghina, Ziva tidak butuh bantuan.

​"Hidungmu miring dua mili, silikon dagumu kadaluarsa... mau kuperbaiki sekalian?"

​Bagi Ziva, membedah mental musuh jauh lebih mudah daripada membedah otak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Kembali ke Kandang Harimau

​​"Jangan lupa pasang senyum manismu. Kita sedang mengunjungi 'keluarga' tercintamu, bukan melayat."

​Ziva menoleh malas ke arah Elzian yang duduk santai di sebelahnya. Pria itu tampak sempurna dalam setelan jas abu-abu gelap yang harganya pasti cukup untuk membeli satu ruko di kawasan ini. Wajahnya tenang, tapi nada bicaranya penuh perintah.

​"Tenang saja. Aku aktris profesional kalau harganya cocok," balas Ziva tak kalah ketus. Dia membenarkan letak blazer putihnya. "Tapi ingat, ini di luar jam kerja kontrak kita. Kau harus bayar biaya lembur untuk setiap senyum palsu yang kuberikan pada mereka."

​"Perhitungan sekali," dengus Elzian, meski sudut bibirnya sedikit terangkat.

​Mobil mewah itu berhenti mulus di depan pagar besi berkarat milik rumah Paman Haryo. Perbedaan antara limosin hitam mengkilap milik Elzian dengan rumah bercat kusam itu sangat mencolok, seperti berlian yang jatuh di tumpukan jerami.

​Baru saja sopir membukakan pintu, Paman Haryo dan Bibi Rina sudah berdiri di teras. Mata mereka berbinar-binar, bukan menatap Ziva, melainkan menatap mobil dan kursi roda canggih Elzian yang harganya selangit.

​"Ya ampun, Ziva! Keponakan Om yang paling cantik sudah pulang!" Paman Haryo merentangkan tangan, memasang wajah haru yang sangat palsu.

​Ziva menahan rasa mual di perutnya. Dia membiarkan pamannya memeluknya sekilas, lalu mundur selangkah dengan elegan. "Halo, Om. Tante."

​"Silakan masuk, Nak Elzian. Aduh, maaf ya rumahnya berantakan. Kami tidak menyangka kalian akan datang secepat ini," Bibi Rina buru-buru menyingkirkan tumpukan majalah dari sofa, mempersilakan Elzian masuk. Matanya menyapu penampilan Elzian dari ujung kaki sampai kepala, seolah sedang menaksir harga barang dagangan.

​Mereka duduk di ruang tamu yang pengap. Bibi Rina menyuguhkan teh manis yang warnanya terlalu pekat dan sepiring pisang goreng dingin.

​"Jadi... bagaimana kehidupan pernikahan kalian? Elzian memperlakukanmu dengan baik, kan?" tanya Paman Haryo berbasa-basi. Matanya melirik jam tangan mahal di pergelangan tangan Elzian.

​"Sangat baik, Om. Elzian suami yang... murah hati," jawab Ziva sambil tersenyum lebar, menepuk pelan tangan Elzian di atas sandaran kursi roda. Elzian hanya mengangguk singkat, memasang wajah dingin yang mengintimidasi.

​"Syukurlah kalau begitu," Paman Haryo berdehem, mengubah posisi duduknya menjadi lebih condong ke depan. Wajahnya berubah serius, mode 'meminta uang' diaktifkan. "Begini, Nak Elzian... Sebenarnya Om sedang ada sedikit masalah. Bisnis ekspedisi Om sedang macet karena kurang modal. Ziva kan tahu sendiri, Om merawat Ziva sejak kecil seperti anak sendiri. Biayanya tidak sedikit."

​Ziva mengangkat alisnya. "Oh? Jadi Om mau minta ganti rugi biaya makan saya selama ini?"

​"Bukan begitu," sela Bibi Rina cepat, tersenyum kaku. "Maksud Om kamu, sekarang kan Ziva sudah menikah dengan orang hebat. Masa tidak mau bantu keluarga sendiri? Kami butuh suntikan dana sekitar lima ratus juta saja untuk memutar roda bisnis. Kecil lah itu buat Keluarga Drystan."

​Hening sejenak. Elzian tidak menjawab, dia justru menoleh pada Ziva, menyerahkan panggung sepenuhnya pada istrinya.

​Ziva tertawa. Tawanya renyah, tapi terdengar dingin dan menusuk. Dia membuka tas tangannya, mengeluarkan selembar kertas yang sudah dilipat rapi.

​"Om Haryo, Tante Rina... sepertinya kalian mulai pikun," kata Ziva sambil meletakkan kertas itu di atas meja. Itu adalah fotokopi sertifikat rumah dan surat perjanjian pelunasan hutang.

​"Lihat ini baik-baik. Transaksi kita sudah lunas," ucap Ziva tegas. Jari telunjuknya mengetuk kertas itu. "Aku menjual diriku untuk menikah dengan Elzian demi melunasi hutang judi Om yang menggunung itu. Sertifikat rumah orang tuaku sudah kembali padaku. Itu kesepakatannya. Tidak ada klausul yang menyebutkan soal 'bonus modal usaha' atau 'dana pensiun' untuk paman yang serakah."

​Wajah Paman Haryo memerah padam. Senyum palsunya lenyap seketika. "Kau... Ziva! Berani sekali kau bicara begitu pada orang tua! Kau pikir kau siapa sekarang? Mentang-mentang sudah jadi istri orang kaya, kau lupa daratan?!"

​"Dasar anak tidak tahu diuntung!" sambar Bibi Rina dengan suara melengking. "Kami memberimu makan, menyekolahkanmu sampai jadi dokter, dan ini balasanmu? Kau pelit sekali pada bibi sendiri!"

​Ziva menatap tajam mata bibinya, tatapan yang biasa ia gunakan saat membedah tumor ganas. "Menyekolahkanku? Aku kuliah dengan beasiswa penuh dan kerja paruh waktu, Tante. Dan soal balas budi..."

​Ziva mendengus jijik. "Tante lupa kejadian di pemakaman Ibu sepuluh tahun lalu? Saat jenazah Ibu lagi terbujur, Tante pura-pura memeluk jenazah sambil menangis histeris. Padahal tangan Tante sibuk melepas cincin emas dan kalung dari leher mayat Ibu saya. Apa itu kelakuan keluarga yang harus saya bantu?"

​Wajah Bibi Rina pucat pasi, mulutnya ternganga tapi tidak ada suara yang keluar. Rahasia busuk yang ia simpan rapat-rapat tiba-tiba dibongkar di depan suami kaya Ziva.

​"Kau... kau..." Bibi Rina gagap, menunjuk wajah Ziva dengan tangan gemetar.

​"Jadi jangan pernah bicara soal hutang budi padaku. Kita impas," pungkas Ziva dingin. Dia menoleh pada Elzian. "Ayo pulang. Udaranya bau kemunafikan."

​Baru saja Elzian hendak memutar kursi rodanya, pintu ruang tengah terbuka lebar.

​Seorang gadis muda melangkah masuk dengan gaya yang dibuat-buat. Dia memakai dress merah super ketat yang nyaris tidak menutupi pahanya, dengan belahan dada yang sangat rendah untuk ukuran menerima tamu di siang bolong. Aroma parfum murahan langsung menyengat memenuhi ruangan, menabrak aroma teh basi di meja.

​Itu Bella, sepupu Ziva.

​Bella tidak melihat ke arah Ziva sama sekali. Matanya langsung terkunci pada sosok tampan di kursi roda. Dia mengibas rambut panjangnya, berjalan melenggak-lenggok mendekati Elzian sambil membawa nampan berisi sirup dingin yang es batunya berdenting genit.

​"Halo..." sapa Bella dengan suara yang dibuat manja dan mendayu-dayu. Dia membungkuk sedikit di depan Elzian, sengaja memamerkan asetnya. "Kak Elzian, ya? Kenalkan, aku Bella. Tadi Mama sibuk marah-marah, jadi Bella inisiatif buatkan minum yang segar-segar buat Kakak. Biar Bella yang layani, ya?"

1
reza indrayana
lama g baca lagi karena kesibukan...


Keren & Mantaapp Zifa... 🥰🥰👍🏻👍👍🏻💙💛💙😘😘😘
Nana Niez
suka aq kl FL tangguh gini,, seru
say't
perfect thor ☕️
say't
mana rita n the genk paman2x el mksdq 🤣
say't
nah skrng nunggu ratih rusdi herman n satunya tuk balas dendam nih cz adrian n siena sdh dihempaskn 🤣
say't
wow berdua takutnya mereka brbuat asusila di gudang tuh biar saling menghangatkn 🤣✌️
say't
hrsnya sm ratih biar sekalian tuh 🤣 seru kali ye nyayat2 tubuh org dlm keadaan hidup tp g impas dngn penderitaan yg dialami sm zian n ziva
say't
like mother like a son otakx pd ditaruh didengkul y..kalo aq jd zian n ziva aq sayat2 kulitx aq potong2 kecil2 dagingx scr hidup² trakhir aq kasihkan ke hewan liar deh 🤣 krng kejam kykx
say't
aq kalo jd ziva n zain aq suntik mati n mayatx dimakan singa hidup2 tanpa brbekas 🤣
say't
la dia mau uji nyali lagi pdhl ziva lbh kaya dr ratih lo itupn hasil keringat sndiri..awas lo ratih balasan lbh kejam drpd ulahmu..org bodoh kyk loe pst kalah..otak kok ditaruh didengkul jd ingin tau ending loe kyk pa ratih mati bunuh diri or dibakar org hidup2
say't
nah kan dan terjadi lagi ,emang deh ni 2 org sukax bikin pembacax darah tinggi n meso2 kok 🤣
say't
kemana pengawal zian y 🤣 aq jd zian aq bunuh para preman ni cz sdh liat dia brjalan 🤣 kan cctv rusak
say't
heran kenapa zian g ngelaporin ibu tirix y pdhl sdh bnyk bukti n saksi lo 🤣 itu paman2x jg kok g ngelaporin jg y
say't
kenapa zian g memeriksa keuangan perusahaanx y. y barang kali aja para orgil ni melakukan penyelewangan dana perusahaqn 🤣
say't
zian tegas tp g tegas sm ibu tirinya 🤣 tolol or dungu y ni critanya
say't
awas lo El trisno soko jalaran nggelibet lo bisa2 loe bucin akut 😭
say't
kenapa di cerita2 seoramg jalang yg profesional benget tuh sll berprofesi model y 🤣
say't
inilah jdnya kalo dikasih makan uang haram anak ceweknya jd seorang jalang yg profesional 🤣
Intania Naj_Va
KEREN BANGET 👏👏👏👍👍
Fera Nuraini
hahaha ada apa tadi el😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!