Alga adalah seorang pria bekerja sebagai nelayan. Ia bekerja untuk mencari ikan setiap hari untuk kuliah istrinya dan makan sehari-hari. Pergi pagi pulang malam agar bisa mendapatkan tangkapan ikan yang banyak. Sayangnya saat istrinya sudah S2 dan menjadi sekretaris, istrinya malah selingkuh dengan CEO tempat ia bekerja dan meninggal Alga dan anaknya.
Istrinya malu mempunyai suami nelayan seperti Alga dan akhirnya meminta cerai lalu menikah dengan pria pilihannya itu.
Hancur hati Alga setelah bercerai dengan istri tercintanya, saat sedang menjaring ikan, Ia tak sengaja jatuhkan kelaut karena Ia masih dalam kesedihan, tapi siapa sangka jika ia mendapat sebuah sistem.
Sistem Nelayan, setiap ia menangkap ikan, menjual ikan, maka ia mendapat hadiah dan poin yang mengubah hidupnya menjadi orang sukses.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13~
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
...Happy reading...
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
"Benar juga? Nggak mungkin sembuh dalam waktu 1 malam, jangan-jangan tadi malam yang aku lihat itu bukan kamu, soalnya tadi malam kamu seperti enggan untuk menjawabnya," kata Aif.
"Atau jangan-jangan sebenarnya orang itu ingin mencuri sampanku, tapi dia salah curi, dan orang itu adalah... " Alga melihat ke arah Norman dan Jusuf dengan tatapan tajam.
"Hey hey, kenapa kau melihat ku? Kau menuduh ku mencuri sampanmu?" tanya Norman berkeringat dingin.
Alga melihat ke arah Norman dengan tatapan tajam, "Aku tidak menuduh mu, tapi yang tahu sampanku yang ku taruh di sana kau dan Jusuf selain Bang Yanto, dan kalian sempat berseteru denganku tadi sore sebelum aku pulang. Kemungkinan besar kalian ingin mencuri sampanku, tapi kalian tidak menduga jika sampanku di pindahkan oleh Bang Yanto, yang kebetulan saat itu tenda kami sama, makanya kalian salah mengambil," kata Alga menginterogasi Norman dan Jusuf.
Wajah Norman terlihat pucat. "Kau... kau... apa yang kau bicarakan? Se-sekalipun kita berseteru, tapi aku tidak ada niat sejahat itu!" kata Norman membela diri, ia di kelilingi oleh para nelayan yang curiga pada Norman dan Jusuf.
"Aku baru sadar jika tadi kau bertanya, tenda sampan Bang Yanto warna apa? Dan di mana Bang Yanto yang mengikat Sampannya, aku sadar jika kau ingin memastikan sampan siapa yang ada di ikat di sini, karena kalian tadi sangat yakin jika yang kalian curi adalah sampan ku, ayo ngaku kalian!" kata Alga dengan nada mengintimidasi dan tatapannya seolah-olah tembus ke jantung hati Norman.
Norman tak bisa menyembunyikan kejahatannya lagi, ia menatap Jusuf dan memberi kode.
"Kaburrrrrrrr!" teriak Norman. Para Nelayan yang yang membawa jalan itu, mereka langsung membuang jala di pelabuhan dan mengejar Norman dan Jusuf.
"Cepat kejarrrr!" teriak nelayan itu merasa kesal dengan Norman.
Alga berdiri diam, ia harus secepatnya menyelesaikan misi. Alga melihat ke arah Yanto.
"Bang Yanto, ini memang tidak baik karena aku pergi duluan sementara, itu adalah masalah kita berdua, tapi aku harus segera pergi menjala, karena ada beberpa urusan yang akan ku urus nanti. Tolong katakan pada mereka, jika nanti mereka tanya, katakan pada merek jika nanti aku akan memberi mereka hadiah untuk menenangkan mereka," kata Alga.
Yanto yang masih Syok itu hanya menatap kepergian Alga yang naik sampannya. Alga membuka ikatan tali lalu ia mendayung sampannya menjauhi pelabuhan.
Sampan Alga terombang ambing di tengah lautan, dan ia tidak melihat ada tanda-tanda ikan di sekitarnya. Apa lagi misinya kali ini mendapat 20 ekor ikan, kemaren aja mencari 10 ekor ikan saja ia kesulitan hingga malam hari, apa lagi nanti ia harus menjemput Grisha.
"Sistem, apa ada cara agar aku bisa menangkap ikan dengan mudah?" tanya Alga.
[Anda bisa mencarinya dengan menggunakan poin, tapi Anda membutuhkan poin yang cukup banyak]
"Baiklah kalau begitu, aku ingin menggunakannya," kata Alga.
[Gunakan poin untuk mencari keberadaan ikan]
[Poin di gunakan 500 poin]
[Sisa poin 500 poin]
Memuat...
Loading...
Mulai...
0%...
10%...
20%...
30%...
40%...
50%...
60%...
70%...
80%...
90%...
100%...
Selesai.
Alga melihat dari sistemnya, ia melihat ada perkumpulan ikan. "Ah, di sana ada 8 ekor ikan yang berukuran sama, aku harus ke sana sekarang," kata Alga dengan penuh semangat.
Alga secepat mungkin mendayung sampannya menuju lokasi tersebut. Saat sampai di lokasi tersebut, ia langsung menyebar jaringnya ke laut, dan benar saja, saat ia menarik jalanya ia mendapat 8 ekor ikan besar.
Alga cepat-cepat membawa jalanya ke dala sampan, dengan senyum lebar, Alga memasukkan ikan-ikan itu ke dalam sampannya, sementara ikan-ikan kecil ia lepaskan kembali ke laut, biar nanti ikan itu besar dan berkembang biak.
"Aku mendapatkan ikan mahal, jika ikan ini dijual 1 kgnya bisa mencapai 70 kg per-kilo, aku sangat beruntung," ucap Alga merasa senang.
"Hm... aku punya 500 poin lagi untuk mengetahui titik lokasi ikan, jika tidak bisa menangka sisanya, aku terpaksa harus mencari sendiri karena poin ku habis," gumam Alga.
Alga kembali melihat ke arah layar sistemnya.
"Gunakan poin untuk menentu lokasi ikan."
[Poin di potong 500 poin]
[Sisa Poin 0 poin]
Memuat...
Loading...
...
...
Selesai.
Alga kembali melihat lokasi tersebut, dan ia melihat ada 9 ekor ikan yang sedang berenang di sekitar pantai.
Alga kembali mendayung sampannya menuju ke arah pantai, setelah ia sampai di lokasi tersebut, ia menebar jala.
Saat di jaring, ia mendapatkan 9 ekor ikan yang sama besar dan anak-anaknya.
"Maaf ya, aku cuma ambil orang tuamu ya, kalo kamu qku kembalikan ke habitatmu," kata Alga sambil melepaskan ikan-ikan kecil itu.
Alga melihat ikan itu ada sekitar 17 ekor, itu artinya masih ada 3 ekor lagi yang ia tangkap, sementara ia tak punya poin lagi untuk mencari lokasinya dengan akurat.
"Sepertinya aku harus mencarinya secara manual," kata Alga tak putus semangat.
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
🌷🌸🌷🌸
🌸🌷🌸🌷🌸
Λ🌷🌸🌷🌸🌷
( ˘ ᵕ ˘🌷🌸🌷
ヽ つ\ /
UU / 🎀