NovelToon NovelToon
DEWA PETIR EMAS

DEWA PETIR EMAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Slice of Life / Misteri / Cinta setelah menikah / Pusaka Ajaib / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:176
Nilai: 5
Nama Author: risn_16

kehidupan seorang pria bernama vion reynald mendadak berubah,kehidupan pria pengangguran itu berubah sangat tajam semenjak kilatan petir menyambar itu.vion harus merelakan jiwanya yg dipindahkan ke dalam tubuh lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon risn_16, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERUBAHAN BESAR PADA SANG PANGERAN

Ratu Isabelle menutup mulutnya sambil tertawa kecil, suara yang terdengar seperti denting lonceng namun terasa dingin di telinga vion.

"Aku memang belum sempat berkunjung langsung ke paviliun putra mahkota, Baginda. Namun, aku telah mengutus pelayan pribadiku untuk mengirimkannya semalam. Aku sangat bahagia, bahkan nyaris menangis, saat mendengar kabar bahwa Alaric akhirnya tersadar dari maut."

Raja Valerius mengangguk, wajahnya memancarkan senyum penuh kelegaan yang tulus. Ia menatap istrinya dengan kasih sayang.

"Terima kasih, Isabelle. Terima kasih karena kau selalu memperhatikan dan menyayangi Alaric seolah-olah dia adalah anak kandungmu sendiri."

Tangan lentik Ratu yang dihiasi cincin permata delima itu terulur, menyentuh lengan Raja Valerius dengan lembut.

"Baginda, aku telah melihat Alaric tumbuh sejak ia masih sangat kecil di koridor istana ini. Bagaimana mungkin aku tidak menyayanginya dengan sepenuh hati, sama seperti aku menyayangi putriku sendiri, Elianor?"

Vion yang berdiri di hadapan mereka hanya bisa terdiam membeku. Ia menatap tangan Ratu yang masih bertengger di lengan ayahnya.

Di balik kata-kata manis tentang kasih sayang itu, Vion menangkap sesuatu yang ganjil. Jika Ratu begitu menyayanginya, kenapa ingatan samar di kepala Alaric justru menunjukkan rasa takut setiap kali wanita ini mendekat?

Terlebih lagi, sebutan "anak kandung" itu mengingatkan vion pada satu fakta pahit: Ratu Isabelle adalah ibu tiri Alaric.

"Ayah,"

Vion menelan ludah dengan susah payah setelah mengucapkan kata itu. Ada rasa nyeri yang tiba-tiba menusuk dadanya hingga sesak.

Meskipun panggilan itu terdengar jauh lebih kaku dan formal dibandingkan bahasa sehari-harinya dengan Pak ahmad di Jakarta, namun getarannya tetap sama.

Rasa rindu pada ayahnya yang asli mendadak membuncah, membuat tangannya mengepal erat di balik jubah beludrunya yang mewah.

Raja Valerius menoleh, menatap putra mahkotanya dengan sorot mata yang sedikit melunak.

"Ada apa, Alaric?"

"Aku ingin kembali ke kamarku. Aku... aku masih merasa butuh istirahat," pinta vion, suaranya terdengar sedikit parau karena menahan emosi.

Raja Valerius mengangguk pelan, memberikan izin tanpa ragu. Tatapannya kemudian beralih tajam ke arah Meiden dan para pelayan lain yang berdiri tak jauh di belakang vion.

"Kalian para pelayan, jaga putraku dengan baik. Jika terjadi sesuatu padanya, kalianlah yang akan bertanggung jawab."

Seketika, Meiden dan lima pelayan lainnya segera merendahkan tubuh, melakukan curtsey—penghormatan khas pelayan Eropa dengan menekuk lutut dalam-dalam.

"Baik, Yang Mulia Baginda Raja. Perintah Anda adalah nyawa bagi kami," jawab mereka serempak.

"Ayah, apa boleh aku meminta salah satu ksatria bawahan Von Gardo untuk menjadi pengawal pribadiku dan menemani keseharianku?"

Seketika, suasana di balairung itu membeku. Raja Valerius, Ratu Isabelle, bahkan Lord Chamberlain yang biasanya bermuka datar, kini melotot dengan ekspresi terkejut yang luar biasa. Mata mereka seolah ingin keluar dari tempatnya.

Mereka sangat hafal dengan watak Pangeran Alaric yang asli. Sang Pangeran dikenal sangat membenci bau keringat prajurit dan denting pedang yang berisik. Semua orang tahu Alaric lebih suka bersembunyi di balik buku puisi, dikelilingi pelayan-pelayan cantik, dan menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang di pesta dansa atau taman bunga istana. Dunia militer dan ksatria adalah hal terakhir yang ingin ia sentuh.

"Kenapa? Apa ada yang salah dengan ucapanku?" tanya vion santai, menyadari perubahan drastis pada wajah orang-orang di sekelilingnya yang seolah baru saja melihat hantu.

Raja Valerius terlihat sedikit gelagapan, ia berdeham beberapa kali untuk menetralkan keterkejutannya sebelum akhirnya menggeleng cepat.

"Tidak, tidak ada yang salah. Lord Chamberlain! Segera perintahkan Von Gardo untuk mengatur ini. Lagipula, memang sudah seharusnya ada ksatria tangguh yang selalu berada di samping Putra Mahkota demi keselamatannya."

"Terima kasih, Ayah. Kalau begitu, aku permisi dulu," ucapnya singkat.

Tanpa menunggu balasan lebih lanjut, ia hanya memberikan senyum tipis—hampir menyerupai seringai—lalu melangkah turun dari panggung takhta yang tinggi.

Dengan langkah tegap dan jubah beludru yang berkibar di belakangnya, ia berjalan menyusuri karpet merah, meninggalkan aula pengadilan yang megah itu.

Suasana seketika menjadi hening, menyisakan banyak orang yang tertegun dan saling berpandangan dengan wajah pucat. Lord Chamberlain bahkan sampai menjatuhkan tongkat upacaranya karena terkejut dengan sikap vion yang begitu santai.

Di negeri ini, etiket adalah segalanya. Bukankah seharusnya seorang pangeran melakukan bow yang sempurna, menekuk satu kaki dan menundukkan kepala dengan khidmat kepada Raja dan Ratu sebelum meninggalkan ruangan?

Cckk, dia malah melenggang pergi begitu saja tanpa menoleh sedikit pun, seolah-olah Raja dan Ratu hanyalah teman sebaya yang baru saja ia ajak bicara di pinggir jalan.

"Lady Genevieve, kau sungguh mempesona. Mengingat ayahmu adalah seorang Count yang sangat berpengaruh di dewan kerajaan, aku yakin Pangeran Alaric tidak akan punya alasan untuk menolakmu," puji Ratu Isabelle kepada wanita pilihannya yang berniat ia jodohkan dengan putra mahkota.

Genevieve memang memiliki kecantikan yang luar biasa. Kulitnya seputih pualam, matanya biru jernih seperti langit musim panas, dan rambut pirangnya yang panjang tergerai dengan anggun.

Siapa pun pria yang menatapnya pasti akan terpesona. Selain cantik, ia juga dikenal sangat cerdas, mahir bermain piano, dan ahli dalam seni bordir khas bangsawan tinggi.

"Terima kasih atas pujian Anda yang teramat mulia, Ratu Isabelle," jawab Genevieve sambil merendahkan tubuhnya dengan gerakan curtsey yang sempurna.

Ratu Isabelle kemudian menoleh ke arah Raja Valerius yang duduk di sampingnya, lalu menepuk punggung tangan suaminya itu dengan lembut.

"Baginda, bagaimana menurutmu? Apakah kau pikir Alaric akan menyukai Genevieve untuk menjadi calon permaisurinya?"

"Coba saja." Hanya itu yang keluar dari mulut Raja Valerius, suaranya terdengar datar dan sulit ditebak.

Sang Raja mengulas senyum tipis yang sarat akan makna tersembunyi. Ia meraih cangkir porselen berisi teh herbal, lalu menyesapnya dengan sangat pelan. Tatapannya menerawang jauh ke arah jendela besar balairung.

Mungkin saja, jika pria yang tadi keluar dari ruangan ini benar-benar Alaric putranya yang dulu, dia pasti akan langsung bertekuk lutut melihat kecantikan Lady Genevieve.

Mamun, Raja menyadari sesuatu yang berbeda. Sekarang ini, yang menempati raga sang pangeran bukanlah Alaric yang lemah dan pemuja wanita, melainkan vion—jiwa asing yang datang dari dimensi lain dengan logika yang sama sekali berbeda.

"Yang Mulia Ratu, kenapa sepertinya... Baginda Raja tidak begitu setuju? Saya... saya jadi merasa kurang percaya diri," bisik Genevieve pelan. Wajahnya yang semula cerah penuh harapan kini berubah murung, jemarinya meremas gaun sutranya dengan gelisah.

Ratu Isabelle hanya terdiam, matanya menyipit menatap punggung suaminya.

Detik kemudian, pelayan pribadi Raja membantunya berdiri dari takhta. Tanpa kata tambahan, Raja Valerius melangkah meninggalkan paviliun tersebut dengan jubah kebesarannya yang terseret di lantai batu.

Semua pelayan, pengawal berbaju zirah, termasuk Lady Genevieve, segera merendahkan tubuh dalam penghormatan curtsey yang dalam, mengantar kepergian sang penguasa tertinggi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!