Sebuah insiden kecelakaan pesawat mengakibatkan Elara menjadi salah satu korbannya.
Gadis berusia 24 tahun itu tidak ditemukan dalam keadaan masih bernyawa, maupun jasad. Alhasil, Elara pun dinyatakan hilang.
Pada kenyataannya, Elara hidup, dia terdampar di sebuah hutan hingga mempertemukannya dengan sosok pria pendaki gunung, Shane Gladwin.
Shane merawat Elara dalam keadaan sulit dan mereka saling jatuh cinta satu sama lain.
Akan tetapi, saat kembali pada kehidupan awal, Elara menemukan fakta baru yang membuat Elara harus menyadari posisinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chyntia R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. Sebuah pertengkaran
Stevi bergerak gelisah, mondar-mandir di kamar yang ia tempati dikediaman keluarga Gladwin. Sesekali wanita itu juga menggigitt kukunya sendiri karena merasa gamang. Hal yang membuat Stevi sekalut ini adalah mengenai Shane yang sudah mulai memberontak.
Sejak awal, Stevi tau jika Shane tidak menyetujui tawaran pernikahan diantara mereka. Padahal, Stevi pikir Shane akan tertarik pada kecantikannya. Nyatanya, ia terlalu percaya diri. Kehamilannya pun tidak bisa membuat Shane berpikir dua kali akan tawaran itu.
Memang anak itu bukan darah daging Shane, bahkan mereka tidak pernah terlibat hubungan apapun selain hanya mengenal karena Stevi sempat berpacaran dengan Shawn--kakak Shane. Kendati demikian, Stevi tetap ingin Shane menikahinya. Ia juga sudah memberi tenggang waktu yang cukup lama agar Shane memikirkannya.
"Shane lebih memilih pergi, daripada menyetujui untuk menikahiku. Sialan!" desis Stevi. Ia sudah berpikir bahwa sebentar lagi ia akan menjadi nyonya yang resmi dirumah itu ketika Shane menikahinya, nyatanya harapan itu hanya tinggal angan-angan karena sampai saat ini Shane tidak pernah merubah keputusannya.
"Aku akan kembali mempengaruhi ibu," kata Stevi bermonolog. Bahkan ia sudah memanggil Emma--ibu Shane--sebagai ibu. "Sampai kapanpun aku tidak akan meninggalkan Mansion ini," lanjutnya bertekad dalam hati.
Sebuah sunggingan senyum licik terbit diujung bibir Stevi, mana mau ia meninggalkan semua ini begitu saja, dimana ia sudah terlanjur hidup enak dalam kediaman Gladwin, bahkan jika mungkin ia ingin mengatur semuanya disana.
"Shane, kau akan menjadi milikku!"
...***...
Pagi-pagi sekali, Shane sudah mengemudikan mobil ke gedung Apartmen Elara dari tempat tinggalnya sekarang yang juga berpindah ke sebuah Apartmen.
Shane tau, Elara pasti tidak akan setuju mengenai dirinya yang akan terus satu atap dengan Stevi, meskipun dalam Mansion besar itu ia jarang sekali berinteraksi dengan mantan pacar mendiang kakaknya itu.
Kedatangan Shane ke gedung Apartmen Elara, berniat untuk mengantarkan sang gadis ke tempatnya bekerja. Shane akan mulai bersikap protektif sekarang mengingat Elara adalah kekasihnya. Pun ia tidak mau jika Elara terlalu sering berinteraksi dengan Kyle meski yang Elara bilang jika mereka hanya berteman baik.
Saat Shane baru saja membuka seatbelt-nya di basement gedung, matanya tak sengaja menangkap sesosok gadis yang amat ia cintai. Elara tampak baru keluar dari area gedung bersama seorang wanita paruh baya, pun seorang pria yang Shane kenali jika itu adalah Kyle.
"Wanita itu pasti ibunya Kyle yang Elara ceritakan," batin Shane.
Awalnya, Shane diam dalam mobilnya, memperhatikan interaksi ketiganya. Mereka tampak berbincang akrab dan sesekali tertawa. Entah apa yang mereka bahas, rasanya Shane ingin menghampiri kesana, namun ia masih menahan diri agar Kyle tidak menganggapnya breng sek dikala pria itu tau jika ia adalah suami dari Stevi.
Meski kesalahpahaman ini merugikan Shane, dan ia ingin segera menjelaskan segalanya, tapi ia masih menghargai Elara yang belum siap untuk menjelaskan segalanya pada Kyle--termasuk mengenai hubungan keduanya.
"Sayang?"
Elara memegang dadanya sekilas saat mendapati Shane menyentuh pundaknya ketika mobil Kyle baru saja keluar dari area basement.
"Astaga, Shane. Kau mengejutkanku," ujar Elara terus terang.
"Maaf, aku tidak bermaksud begitu."
Shane mengambil jemari Elara dan membawa gadisnya untuk segera memasuki mobil.
"Kenapa kau tidak bilang mau kesini, untung saja aku tidak sekalian ikut mobil Kyle tadi," kata Elara sembari memasang seatbelt-nya. Ia berbicara tanpa melihat pada Shane, sementara pria itu menatapnya intens dari posisinya di balik kemudi.
"Apa ada yang salah?" tanya Elara sebab Shane hanya diam tanpa menggubris ucapannya.
"Aku ingin Kyle tau mengenai hubungan kita, Lara."
Elara terdiam. Entah apa yang ada dipikirannya sekarang.
"Untuk apa?" tanya Elara akhirnya.
"Agar dia tau batasan dan mengingat bahwa kau adalah kekasihku."
"Shane, ku pikir itu tidak terlalu penting."
Shane mulai menyalakan mobilnya. "Itu penting bagiku, aku tidak menyukai hubungan pertemanan antara dua orang lawan jenis," tukasnya.
Baiklah, Elara menangkap jika Shane kembali cemburu pada Kyle disini.
"Kau cemburu? Kyle hanya temanku dan---"
"Tentu saja, ku harap kau mau memikirkan perasaanku yang tidak menyukai kedekatan kalian."
Elara berdecak lidah. "Aku tidak mungkin menjauhi sahabatku hanya karena aku sudah memilki kekasih. Jika kau mau aku menghargai hubungan kita, maka kau juga harus menghargai hubungan persahabatan antara aku dan Kyle," paparnya.
Mobil yang dikendarai Shane mulai keluar dari basement saat Elara selesai dengan kalimatnya tersebut.
Shane menarik nafas dalam, kemudian melirik Elara sekilas yang tampak kurang senang karena pernyataannya sebelumnya.
"Aku tidak bilang kau harus menjauhi Kyle, Lara," sahut pria itu tenang.
Tapi tampaknya, Elara sudah kesal karena pembicaraan ini. "Sama saja. Dari kalimatmu tadi mengartikan begitu, kan?" pungkasnya.
"Hanya menjaga jarak saja. Apa tidak bisa?" Shane masih berusaha bernegosiasi.
"Aku tidak suka dibatasi, Shane."
Shane meneguk ludah kasar. "Aku tidak membatasimu, Sayang," katanya setengah kesal. "Aku hanya mau kau menghargai ku," tukasnya kemudian.
"Aku kehilangan mood." Elara membuang pandangan ke arah jalanan lewat jendela mobil.
Shane mengerangg frustrasi sekarang.
"Baiklah, aku cuma mau mengatakan pada Kyle bahwa kita memiliki hubungan. Aku akan bilang bahwa aku bukan suami Stevi. Dan aku tidak akan membatasi pertemanan kalian, Sayang."
Elara yang keras kepala dan Shane yang sulit menahan rasa cemburunya.
Bagi Elara, ia tak mungkin menjauhi Kyle hanya karena Shane, tapi bagi Shane hubungan mereka berdua sangat dekat dan ia juga tak menyukainya.
"Terserah kau saja," ujar Elara malas.
Entah kenapa mereka harus berdebat sepagi ini. Padahal Shane tidak mau pertemuan mereka menjadi sebuah pertengkaran.
...***...
Kepulangan Emma ke Mansion nya, disambut Stevi dengan semringah. Ia bahkan memasak khusus untuk menyambut wanita baya itu. Stevi memang memiliki skill di bidang masak, ia adalah lulusan tata boga yang cukup andal dan pernah menempati posisi sebagai salah satu chef yang patut diperhitungkan namanya. Stevi mulai vakum dari pekerjaannya karena kehamilannya yang semakin membesar.
"Ibu, akhirnya kau pulang juga." Stevi mencium pipi Emma kiri-kanan dan menampilkan senyum terbaiknya. Ia sudah tidak sabar untuk mempengaruhi Emma terkait keputusan Shane.
"Iya, apa kau merindukan ibu?" tanya Emma yang sudah menyayangi Stevi layaknya putri sendiri.
"Tentu saja, Ibu. Aku bahkan memasak untukmu. Ayo!" Stevi sedikit menarik tangan Emma untuk menuju meja makan besar yang ada di ruang makan.
"Wah, kau memang calon istri yang andal. Shane tidak akan menyesal jika menikahimu," kata Emma memuji sikap Stevi yang rajin dan cekatan dalam mengurus rumah tangga berikut isi meja makan.
"Ibu berlebihan," kata Stevi terkekeh.
"Kau masak banyak sekali? Bahkan kau sedang hamil besar, apa ini tidak merepotkan mu?"
"Tidak, Ibu. Ini semua khusus untuk ibu."
"Ah, thank you." Emma sedikit membelai wajah Stevi dengan hangat, sampai akhirnya, ia menyadari jika Shane belum menyambut kepulangannya. "Mana Shane? Apa dia tidak mau menyambut ibunya pulang?" tanyanya kemudian.
Seketika Stevi terdiam, ia buru-buru memasang wajah sendu dihadapan Emma.
"Ibu, Shane sudah dua hari tidak pulang. Sepertinya ini bentuk protes darinya soal pernikahan itu."
Emma menggeram rendah, padahal ia segera pulang juga karena permintaan dari putranya itu.
"Bagaimana aku mau mendapatkan hati Shane jika ada jarak diantara kami," keluh Stevi seperti bicara pada dirinya sendiri namun ia sengaja melakukan itu agar didengar oleh Emma.
"Tenanglah, Stevi! Nanti Ibu akan bicara pada Shane biar dia tidak seperti anak remaja yang suka pergi dari rumah," ujar Emma berusaha menenangkan Stevi.
...Bersambung ......
Kirimin vote Senin kesini yuk💚🙏✅❤️
mksud dari gk pernah bisada hamil anak Shane itu gmna??jgn bilang klo rahimnya jg diambil Thor?? please jgn sampek..kasian Elara.nya..
dan sebagai wanita baik2 penting punya harga diri,agar tak sembaranfan membuka paha utk laki2 yg bukan suami..error semua tokohnya
yg baca juga sewot
hahaja🤣🤣🤣