NovelToon NovelToon
Penyesalan Zenaya

Penyesalan Zenaya

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Kim O

Kehidupan Zenaya berubah menyenangkan saat Reagen, teman satu kelas yang disukainya sejak dulu, tiba-tiba meminta gadis itu untuk menjadi kekasihnya.

Ia pikir, Reagen adalah pria terbaik yang datang mengisi hidupnya. Namun, ternyata tidak demikian.

Bagi Reagen, perasaan Zenaya tak lebih dari seonggok sampah tak berarti. Dia dengan tega mempermainkan hati Zenaya dan menginjak-injak harga dirinya dalam sebuah pertaruhan konyol.

Luka yang diberikan Reagen membuat Zenaya berbalik membencinya. Rasa trauma yang diberikan pria itu membuat Zenaya bersumpah untuk tak pernah lagi membuka hatinya pada seorang pria mana pun.

Lalu, apa jadinya bila Zenaya tiba-tiba dipertemukan kembali dengan Reagen setelah 10 tahun berpisah? Terlebih, sebuah peristiwa pahit membuat dirinya terpaksa harus menerima pinangan pria itu, demi menjaga nama baik keluarga.

(REVISI BERTAHAP)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim O, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 : Sepenggal Kenangan.

New York, 8 tahun lalu.

Natalie berdiri dengan kedua tangan berkacak pinggang. Matanya menyala penuh amarah saat menatap dua pria yang masih terlelap tanpa rasa bersalah di dalam kamar apartemen sempit itu. Pandangannya lalu menyapu sekeliling ruangan yang penuh dengan kertas berserakan, buku-buku yang tercecer di lantai, bungkusan makanan ringan, dan kaleng minuman kosong yang dibiarkan begitu saja.

Meski Reagen dan Bryan berbeda angkatan serta jurusan, mereka sering kali mengerjakan tugas bersama. Natalie pun kerap ikut nimbrung, meski niatnya lebih untuk memanfaatkan kepintaran Reagen demi menyelesaikan pekerjaannya sendiri.

Dengan langkah perlahan, Natalie mendekati ranjang. Hanya dalam hitungan detik, lengkingan suaranya menggema, diikuti tendangan keras yang membuat Bryan jatuh terhempas dari ranjang, sementara tangannya menarik paksa Reagen hingga terduduk di tepi ranjang dengan wajah kebingungan.

Bryan terkejut. Teriakannya tak kalah lantang. Pria itu lalu bangkit dari lantai sembari mengusap bokongnya yang terasa nyeri. "Kamu selalu saja bersikap kasar kalau membangunkanku! Coba lakukan hal yang sama sekali-kali pada Rey!" makinya seraya menatap Natalie tajam.

Natalie tersenyum sinis. "Kamu pantas mendapatkannya karena sudah menguasai tempat tidur!" Bryan memang tidak pernah bisa diam saat tidur, berbanding terbalik dengan Reagen.

Natalie kemudian mengalihkan pandangannya pada Reagen. "Hari ini kamu ada ujian, bukan? Cepat bersiap, dan kau ...!" Tangannya menunjuk wajah Bryan yang sibuk mengaduh-aduh. "Wawancaramu dengan Mr. Gilbert akan dimulai satu jam lagi, tahu!"

Bryan kontan terkesiap, begitu pula dengan Reagen. Keduanya saling melempar tatapan bengis, sebelum beranjak dari ranjang untuk berebut masuk ke kamar mandi.

Natalie menggeleng-gelengkan kepalanya pening. Jika sudah begini ... "Sana, mandi di kamarku! Tidak perlu membuat drama pagi ini!" teriak gadis itu bak seorang ibu tiri yang murka pada kedua anak nakalnya.

Ketiganya pun berangkat ke kampus menggunakan bus umum. Mereka memang tidak memiliki kendaraan pribadi di sana.

Tepat di depan kampus, Reagen, Bryan, dan Natalie berpisah menuju gedung fakultas masing-masing. Biasanya mereka baru akan kembali bersama saat sore hari tiba, dan Natalie lah yang selalu paling awal menunggu kedua pria itu di taman kampus.

Rutinitas mereka memang hampir sama setiap hari. Hanya weekend saja yang sedikit berbeda karena libur dari aktifitas belajar.

...***...

Reagen sejatinya ingin tetap tinggal di tanah air, tetapi Craig memintanya kuliah di New York sembari mengawasi kantor cabang Walker Group yang ada di sana. Setahun kemudian, Bryan menyusul dirinya diikuti Natalie yang keras kepala memaksa ikut dengan restu penuh perjuangan dari kedua orang tuanya.

Di sana, Reagen tinggal dalam sebuah apartemen sederhana tanpa kamar. Ia mengajak serta Bryan untuk tinggal bersamanya demi menghemat biaya, sedangkan Natalie tinggal tepat di seberang kamar apartemen mereka.

Bryan dan Natalie masuk ke kampus yang sama dengan Reagen sebagai anak baru, jadi Reagen merupakan senior mereka berdua dengan jurusan berbeda.

Hidup di negeri orang membuat gadis seperti Natalie yang biasanya manja dan tak pernah mengerjakan pekerjaan rumah, mau tidak mau harus mandiri. Apa lagi Reagen dengan tegas menerapkan hidup sederhana pada mereka.

Tak ada mobil mewah yang mereka kendarai. Ketiganya harus rela pergi ke mana-mana dengan menggunakan bus umum. Natalie juga mau tidak mau harus belajar memasak sendiri.

Wanita itu mendapatkan ilmu memasaknya dari Bryan. Ia memang pandai memasak sejak kecil karena sang ibu merupakan salah seorang koki terkenal pada masanya.

Jujur saja, kehadiran Bryan dan Natalie merupakan angin segar bagi Reagen. Sebab, selama setahun ini ia harus hidup menyendiri tanpa satu orang pun dikenalnya karena ia bukan tipe orang yang senang bergaul.

Memang, terkadang Craig juga mampir ke sana untuk melihat keadaannya sekaligus mengawasi perusahaan cabang di sana. Namun, tetap saja rasanya sangat berbeda.

Itulah mengapa, sejak kehadiran kedua teman baiknya, Reagen seperti menemukan kembali dunianya yang sempat hilang.

Bagai tiga sekawan, mereka selalu bersama ke manapun dan dalam keadaan apapun. Saat Natalie harus dilarikan ke rumah sakit karena hipotermia, Reagen dan Bryan akan setia menungguinya secara bergantian di rumah sakit.

Saat Bryan harus terpuruk dan bertingkah seperti orang gila karena kehilangan ibunya, Natalie dan Reagen tak pernah beranjak dari sisi pria itu. Begitu pula ketika Reagen dalam keadaan sedih karena mengingat Zenaya.

Pria itu memang masih belum bisa melepas rasa bersalahnya pada Zenaya barang sedikitpun. Reagen bahkan masih menyimpan baik selembar foto Zenaya yang ia ambil secara diam-diam saat di sekolah dulu.

Meski rasa cemburu tak bisa dihindari Natalie, tetapi bersama Bryan, ia tetap menemani hari-hari Reagen dan berusaha menguatkannya.

Natalie pikir, semua sikap baik yang ia tunjukkan selama ini akan mampu membuat perasaan Reagen luluh. Namun, ternyata tidak demikian. Perasaan Reagen ternyata lebih keras dari sebongkah batu. Sedetik pun pria itu tak pernah bisa menyingkirkan bayangan Zenaya dalam hatinya.

Hal itu membuat kebencian Natalie pada Zenaya tumbuh subur dan melambung tinggi.

Namun, Natalie tak pernah berniat menyakiti wanita itu lebih jauh. Ia bukan lagi seorang gadis labil yang gemar membuat onar hanya demi memperebutkan seorang pria.

Bryan menepuk pundak Natalie pelan, agar wanita itu tersadar dari lamunannya.

"Kamu menangis?" tanya Bryan khawatir. Sejak tadi ia hanya memperhatikan Natalie yang sibuk melamun sambil memainkan minumannya, sampai setetes air mata keluar dari pelupuk wanita itu.

Natalie terkesiap. "Mana? Tidak!" Ia meraba wajahnya sendiri, mencoba berkilah bahwa yang dilihat Bryan barusan bukanlah air mata.

Keduanya saat ini sedang berada di dalam cafe favorit mereka bertiga.

Natalie menatap kursi kosong yang biasanya Reagen duduki, tetapi kini kursi tersebut sedang kosong.

"Nat?" panggil Bryan.

"Sejak dulu sebenarnya aku menyadari, bahwa tak ada sedikit pun ruang yang tersisa di hati Rey." Wanita itu mulai membuka suaranya. "Perjuanganku selama ini sia-sia. Keegoisan untuk tetap bersikeras mencintai pria itu ternyata hanya membawa neraka tersendiri." Sambung Natalie seraya tersenyum sendu.

"Tak ada yang sia-sia. Kamu tahu cinta tak harus memiliki, Nat," sahut Bryan.

Natalie tertawa sumbang. "Siapa pun yang menciptakan kata-kata itu, aku membencinya!"

Ia kemudian menatap Bryan sendu. "Bisakah kita kembali pada masa-masa kuliah saja," ucap Natalie bersamaan dengan tetesan air mata yang kembali jatuh.

1
siti bambang
ceritanya bagus kk
Hiatus: terima kasih kk🤗😘❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Lili Inggrid
good
Salim
apakah othor ini seorang penulis yg Nyambi jadi dokter???
Hiatus: bukan kakak, cuma banyak2 cari tahu aja setiap sebelum menulis 😊
total 1 replies
Zizie Malek
kekalkan alur ceritamu sendiri Thor. mereka yg hanya tahu megkritik & mencemuh tanpa memberi idea yg lebih bagus hanyalah org2 yg ngomong kosong 💪💪💪
Hiatus: terima kasih banyak supportnya kk, berkesan bgt buat aku pribadi biar makin semangat🥹😍😘🤗❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Helen
suster ya,,
Anonymous
cerita bagus sekali👍👍👍😍😍😍😍
chezalianut
hmmm...
Raudahlina Lina
2016tahun kelahi ran saya😍😍
Erni Kusumawati
dr awal sampai akhir ceritanya sangat menarik, penuh emosi ah guys fix cerita ini harus masuk daftar Pustaka kalian karena sebagus itu.

untuk kk Author Terima kasih untk ceritanya, semoga sukses selalu di karya-karya berikutnya.. aamiin

ttp jaga kesehatan ya kk..
Erni Kusumawati: Sama-sama kk Author.. di tunggu next ceritanya ☺☺☺☺
total 2 replies
imoe nawar
👍👍👍
Nik momRiz&Ga
banyak part yg menurut ku tidak terselesaikan dg tuntas, jadi masih tanda tanya. seperti kelanjutan frans dg gadis nya, alex dg hukumannya, gender baby juga.
tapi dr semua itu ceritamu memang bagus n bahasa nya, pemulisannya, bahasa nya TOP bgettt...
sukses terus buat auothor n sehat selalu.
🙏🙏
Nik momRiz&Ga: sama2 thor,, 🙏🙏
total 2 replies
Frida Klau
siapa perempuan yang menangis histeris itu?
ayo lanjut
Nia nurhayati
mampirr thorr
Hiatus: terima kasih kk🤗❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Suherni 123
bener kata Bryan kamu terlalu lembek Regan,, walaupun dia sahabat harus ada batasan nya dong apa lagi Natali dari dulu suka sama kamu Yo wes di jadiin alasan buat gimic gimic
nobita
terimakasih thor.. utk karya yg luar biasa hebat ini.... alur ceritanya komplit banget... jadi campur aduk dehhh hatinya para readers mu thor... sukses selalu untuk mu...
Hiatus: terima kasih kembali ka udah berkenan mampir di sini😍🤗😘❤️❤️❤️
total 1 replies
nobita
orang baik bertemu dengan orang baik
nobita
cwek itu mungkin nanti jodohnya Frans
nobita
hadeh hadehhh dasar Lea ... cwek gatall
Sitichodijahse RCakra
terimakasih Thor... karya yg sangat luar biasa... bnyk nangis ada bahagia nya...
kereeeen🙏😍
Hiatus: terima kasih kembali ka udah mampir di sini😘🤗😍❤️❤️❤️
total 1 replies
nobita
kak author nya banyak pengalaman nihh... kan bisa sambil belajar
RatuElla11: halo kak mampir juga yuk kekaryaku, "Istri Simpanan Pemuas Tuan Eden."
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!