NovelToon NovelToon
Dibuang Istri Dilamar Janda Kembang Tajir

Dibuang Istri Dilamar Janda Kembang Tajir

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Moms TZ

Bagi Fahreza Amry, hinaan dan cemoohan ayah mertuanya, menjadi cambuk baginya untuk lebih semangat lagi membahagiakan keluarga kecilnya. Karena itulah ia rela pergi merantau, agar bisa memiliki penghasilan yang lebih baik lagi.

Namun, pengorbanan Reza justru tak menuai hasil membahagiakan sesuai angan-angan, karena Rinjani justru sengaja bermain api di belakangnya.

Rinjani dengan tega mengajukan gugatan perceraian tanpa alasan yang jelas.

Apakah Reza akan menerima keputusan Rinjani begitu saja?

Atau di tengah perjalanannya mencari nafkah, Reza justru bertemu dengan sosok wanita yang pernah ia idamkan saat remaja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Pengkhianat

Reza memindai satu persatu wajah orang-orang yang berada di sana. Dan pandangannya terhenti pada sosok yang selama ini selalu meremehkannya. Dia menatapnya dengan ekspresi dingin penuh kebencian dan kemarahan.

Reza mengambil napas panjang yang terasa berat, mencoba mengendalikan emosinya yang memuncak. Akan tetapi, pandangan dinginnya tetap tertuju pada sosok yang kini dia anggap sebagai musuhnya.

"Tidak aku sangka, kalian orang-orang yang aku percaya, tapi sangat tega menusukku dari belakang dengan begitu kejam," kata Reza dengan suara bergetar penuh kemarahan.

Reza merasa bahwa dia telah dikhianati oleh orang-orang terdekatnya sendiri dan disakiti oleh mereka yang sangat dia percayai. Dia juga merasa semua orang seolah telah bersekongkol untuk menjatuhkannya.

"Terus... kalau sudah tahu kami ini pengkhianat, kamu mau apa, Mas?" tanya Rinjani dengan dingin dan tidak menunjukkan rasa penyesalan.

Rinjani sepertinya tidak peduli dengan perasaan Reza dan tidak mau mengakui kesalahannya membuat Reza semakin terluka.

"Aku mau apa?" Reza mengulangi pertanyaan Rinjani.

Reza menatap wanita yang masih berstatus istrinya itu dengan pandangan nanar. "Apa tidak ada rasa bersalah atau penyesalan sedikitpun dalam hatimu karena telah mencurangiku, Rinjani?"

"Apa yang membuatmu berpaling dariku, setelah semua yang aku lakukan demi kebahagian kalian. Apa itu belum cukup?"

"Sudah aku bilang kan, aku tidak pernah memintamu untuk melakukan hal itu? Tapi kamu sendiri yang punya rencana. Lalu, kenapa aku harus merasa bersalah dan menyesal?"

"Dengar ya, Mas. Sekarang aku sudah menemukan seseorang yang pantas dan selalu ada untukku. Dia lebih bisa memahami aku dan menjagaku," imbuhnya seraya menggamit lengan Farhan, seolah ingin menunjukkan kepada Reza bahwa Farhan adalah orang yang tepat untuknya.

"Bahkan ketika Dhea sakit, dia yang selalu ada disisiku, menemaniku dan memberikan dukungan moril padaku," tambahnya, seolah Farhan adalah orang yang paling peduli dan perhatian terhadapnya.

"Aku sudah capek selalu kamu tinggal sendirian, Mas. Di saat aku kesulitan dan butuh kamu, Mas Farhan yang selalu membantu dan peduli padaku," tandas Rinjani.

"Sementara kamu--dengan alasan bekerja...tapi siapa yang tahu apa yang kamu lakukan di luar sana dan dengan siapa," tuduh Rinjani tanpa alasan seakan menyudutkan Reza.

Reza ternganga dengan dahi mengernyit, tak percaya mendengar kata-kata yang terlontar dari mulut Rinjani. "Aku...?" Reza menunjuk dirinya sendiri.

"Kamu bertanya--apa yang aku lakukan di luar sana dan kenapa aku tidak bisa selalu ada di sisimu?" tanyanya dengan sinis. Lalu mendekat ke arah Rinjani dan menoyor bahu istrinya itu.

"Ck...sudahlah, Mas. Jangan banyak drama. Intinya Rinjani sudah tidak mencintai kamu lagi dan dia sudah menemukan sosok yang pantas untuk dirinya," celetuk Farhan dengan songongnya.

Ucapan Farhan berhasil memantik emosi Reza. Dia menoleh ke arah adiknya itu dengan sorot mata tajam penuh amarah yang membara. "Kamu...! Apa kamu sadar dengan apa yang kau ucapkan padaku, hahhh?" Reza mengambil langkah maju.

"Kamu yang telah merusak rumah tanggaku, dan mencuri hati istriku. Ba**ngan...!!!" ucapnya dengan keras sambil menunjuk wajah Farhan penuh amarah.

Sayangnya Farhan seolah tidak merasa bersalah, dia justru semakin bersemangat memprovokasi emosi Reza-kakaknya.

"Aku tidak mencuri hatinya-- kami saling mencintai. Bukankah kamu sendiri yang telah menitipkan dia padaku untuk menjaganya," ucap Farhan dengan tersenyum mengejek.

"Jadi, wajar saja jika aku mengambilnya darimu dan jangan salahkan aku yang telah berhasil membuatnya jatuh cinta kepadaku," lanjutnya seraya mengangkat bahunya cuek.

Reza merasa darahnya mendidih mendengar kata-kata Farhan yang sangat tidak berempati itu. "Kamu tidak tahu apa-apa tentang cinta dan kebahagiaan," kata Reza dengan nada yang dingin.

"Siapa bilang aku tidak tahu? Aku pria dewasa, aku tahu apa yang kuinginkan, dan aku akan melakukan apa pun untuk mendapatkannya," katanya dengan rasa percaya diri yang tinggi.

"Dan sekarang, aku sudah mendapatkan apa yang kuinginkan, yaitu Rinjani. Karena itu, aku minta kamu melepaskan dia untukku," tekan Farhan.

"Tidak akan aku lepaskan dengan semudah itu, be**bah!!!"

Lalu dengan tiba-tiba Reza menghantam wajah Farhan dengan bogemnya. Perkelahian pun terjadi. Dua saudara itu tidak ada yang mau mengalah. Saling melayangkan pukulan sambil beradu mulut.

Perkelahian berlanjut, tanpa ada yang berani melerai. Suasana di teras rumah itu menjadi kacau, dan memanas. Rinjani yang berusaha melerai, untuk memisahkan kedua saudara yang sedang berkelahi tersebut, tetapi ia malah terdorong oleh Reza yang marah membuat wanita itu terhuyung dan hampir jatuh.

Sampai akhirnya suara teriakan Pak Bondan yang menggelegar menghentikan keduanya. "Berhentiii...!!!"

"Apa kalian tidak malu jadi tontonan orang, hahhh!!! Apa kalian tidak bisa menyelesaikan masalah ini baik-baik tanpa harus berkelahi seperti anak kecil?"

Tiba-tiba datang dua orang pria memisahkan perkelahian Reza dan Farhan agar menghentikan aksi mereka. Rinjani membantu Farhan dan membawanya duduk di kursi teras.

Sedangkan Reza mengusap bibirnya yang berdarah. Wajahnya memar dan bengkak. Namun, matanya berkilat dengan amarah yang bergolak menyaksikan istrinya justru memilih menolong selingkuhannya dari pada dirinya.

Semua mata tertuju pada Reza dengan pandangan yang rumit. Antara merasa kasihan juga khawatir, tetapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka tidak ingin ikut campur ke dalam masalah internal rumah tangga kedua saudara mereka itu. Bahkan untuk sekedar berkomentar pun rasanya suara mereka seolah terhenti di kerongkongan.

Rinjani pergi ke kamar, tak lama kemudian dia keluar dengan membawa map berwarna coklat lalu membukanya. Ia menyodorkan secarik kertas yang diambilnya dari dalam amplop tersebut kepada Reza.

"Tandatangani berkas itu dan lepaskan Rinjani. Sekarang, aku menginginkan Rinjani, aku mau kamu mengalah dan memberikan dia dengan suka rela padaku," tekan Farhan sekali lagi

"Bukankah selama ini kamu selalu memberikan apapun yang aku inginkan?" lanjutnya dengan sangat percaya diri.

Reza tergelak sesaat. Lalu menatap ke arah Rinjani dengan ekspresi yang campur aduk di antara ketidakberdayaan dirinya. Dia masih berusaha memproses apa yang baru saja diterimanya.

Reza kemudian menatap kembali ke arah Farhan dengan ekspresi yang lebih serius. "Apa kamu pikir, aku akan menuruti keinginanmu kali ini? Jangan mimpi...!!!"

Reza sudah bertekad bahwa dia tidak akan mudah menyerah dan terintimidasi oleh tekanan Farhan. Dia sedang mempertimbangkan langkah selanjutnya, dan tidak ingin membuat keputusan yang salah.

Sementara itu wajah Farhan terlihat merah padam karena kesal dan frustrasi. Dia mencoba menekan Reza supaya lekas menandatangani berkas tersebut, tetapi sepertinya tidak akan semudah yang bayangkan sebelumnya.

1
Jamayah Tambi
Klu tau kenapa kau nk nikah dgn Farhan.Lebih baik jd janda.
Ani
duh kukira anteknya mandor Sobri
Jamayah Tambi
Suka nak buat orang ketar ketir
Ani
/Puke//Puke//Puke//Puke/ kayak gak ada perempuan lain aja..
Jamayah Tambi
Dhea ni tak dihantar ke sekolah.Dah 5 tahun kok
Jamayah Tambi
Tunggu kucing bertanduk
Jamayah Tambi
Kenapa bodo amat percaya pada orang irg yg tak dikenali dtg ke kampung2 utk main saham.
Jamayah Tambi
Bagaimana mungkin.Dah sering kau jolok mau tak mengandung
Jamayah Tambi
Ni musuh dalam selimut ke
Jamayah Tambi
Siapa yg sundal.Kau yg sudah isteri orang tp masih selingkuh dgn adik ipar sendiri.Sampai sekarang merayu utk dinikahi.Kesian kamu.
Lebih baik jd perawan tua,dari jd perempuan murahan Jani
Jamayah Tambi
Mulut Farhan tu kena bubuh 1 kg cili.Barubdia tau rasa.Klubtak lepaskan kepitig dlm seluarnya biar kena jepit.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😜😜😜😜😜
total 1 replies
Jamayah Tambi
Dimas kok
Jamayah Tambi
Kesian kamu Rinjani,utu namanya habis manis sepah dibuang.
Ani
duasar emak durhaka. hasilnya dinikmati tapi ikutan berkhianat /Puke//Puke//Puke/ amit amit jabang bayik
Ani
dasar pecundang/mokondo kamu Farhan.. otakmu wes kuwalek...
Ani
nggak /Curse//Curse//Curse//Curse/
Ani
dua judul lagu jadi satu ya bu 🤣🤣🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Ani
lah terus dirimu berprikemanusiaan gitu dengan berselingkuh dengan adik dari suamimu kalau sekarang mantan lah ya dasar wedoan edan..
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😜😜😜😜😜
total 1 replies
Ani
🤣🤣🤣🤣🤣 bagus Reza jangan biarkan mereka masih menikmati hasil jerih payahmu..
Jamayah Tambi
Kenapa ya wanita suka pada Farhan.Bukan gajinya besar kok.Pegawai biasa2 saja.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!