Diva Anastasia, adalah seorang wanita culun dengan perawakan yang sangat jelek dan gemuk.
Karena perasaan cintanya kepada Sagala serta penampilan nya yang buruk rupa, Diva Sering kali di hina dan rendahkan oleh semua orang di tempatnya bekerja.
Diva akhirnya bertekad untuk mengubah penampilan nya dan membungkam mulut orang-orang yang sudah menghinanya.
Akankah Diva akan berhasil?
Simak terus cerita ini ya hingga selesai!
Dan jangan lupa untuk memberikan dukungan untuk karya author dengan like, komen dan vota ya!🥰
IG: @rafizqi0202
FB: Lusiani
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
"Pria ini terlihat begitu sopan dan baik" Batin Diva memuji.
"Bagaimana Diva? Apa kamu setuju dengan lamaran Derly?"
Pertanyaan ayahnya membuyarkan lamunan Diva, "A-aku belum tau pa. Beri aku waktu untuk menjawab semuanya. Ini terlalu mendadak untuk ku. Dan aku belum mengenal lebih jauh calon suamiku, kenapa tidak memberi waktu untuk saling mengenal dulu" Jawab Diva.
Ayahnya terlihat menghela nafas panjang, "Bagaimana Derly? Apa kamu bersedia menunggu?" Tanya pak Abraham.
Derly tersenyum, "Tidak apa Om. Lagipula benar kata Diva. Kita harus saling mengenal dulu, saya bersedia menunggu jawaban Diva, dan apapun keputusannya, saya akan menghargainya" Jawab Derly mantap.
Pak Abraham tersenyum senang, Derly bukan hanya pengusaha kaya, namun Derly memiliki sikap yang bisa dan bisa menjadi tauladan untuk Diva. Begitulah pikir Pak Abraham tentang Derly.
******
Di taman.
Derly dan Diva terlihat berjalan dengan santai seraya berbincang tentang banyak hal. Terutama Derly yang begitu antusias menanyakan tentang keseharian Yang Diva lakukan.
"Oh ya Diva! Kamu gak sedang punya pacar kan?"
Pertanyaan Derly berhasil membuat mulut Diva menganga dengan wajah yang bingung. Entah apa sebutan yang tepat untuk dirinya dan Sagala. Apalagi di perutnya kini sudah tumbuh sebuah benih dari seorang pria yang sempat ia cintai dahulu.
"Diva! Kamu baik-baik saja?" Tanya Derly lagi, kali ini ia terlihat khawatir. Seketika lamunan Diva terbuyar. Segera ia tersenyum kepada Derly, berusaha menyembunyikan perasaannya yang sedang rapuh.
"Aku baik-baik saja. Oh ya Derly, kamu mengenalku dari mana? Bahkan aku saja tidak mengenalmu sebelumnya?" Tanya Diva balik. Rasa penasarannya seketika muncul, ketika ia mengingat bahwa dirinya memang tidak mengenali lelaki itu sebelumnya.
"Hmmmm" Derly terlihat menghembus nafas panjang.
"Aku melihatmu di TV waktu itu. Dan aku langsung menyukaimu setelah aku melihat wajahmu. Kebetulan juga, kamu juga bekerja sama dengan ayahku jadi aku juga melihatmu sewaktu kamu ada pertemuan di kantor ayahku" Jawab Derly.
"Oh ya?" Ucap Diva terkejut.
"Siapa ayahmu?" Tanya Diva lagi.
"Dia adalah Pengusaha Minyak di Indonesia. Namanya Wirasta" Jawab Derly.
"Ohhh, jadi kamu anaknya pak Wirasta? Pantas saja wajahmu sangat mirip seseorang yang familiar untukku. Aku salut banget sama ayahmu itu, pengusaha yang terkenal dengan kebaikan hatinya" Puji Diva.
Derly terkekeh malu, dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Terimakasih, ayah memang sangat baik kepada siapapun" Jawab Derly.
******
"Kamu pergi ke ruang cctv, dan aku akan pergi ke ruang manager hotel ini. Aku akan meminta tanda tangan manager sebagai perjanjian persetujuan untuk melihat prosedur keamanan hotel ini, termasuk rekaman cctv" Jelas Rio kepada Sagala dengan terus berjalan memasuki gedung Hotel.
"Baik" Jawab Sagala menyetujui.
Setelah sampai di persimpangan, Rio dan Sagala berpisah. Rio menuju ruangan Manager Hotel, sementara Sagala menuju ruangan cctv yang berada di lantai atas.
Terlihat Sagala sedang mengotak atik sebuah komputer yang menghubungkan semua rekaman cctv kepadanya. Ada seorang pria berbaju khas seorang petugas disana dengan siap menemani serta mengarahkannya.
Tidak lama, Rio dan manager Hotel itu pun datang. Sagala langsung berdiri setelah menyadari kedatangan Manager hotel itu.
"Selamat siang Pak. Maaf karena telah lancang mendahului untuk datang kesini" Ujar Sagala.
Manager itu tersenyum, "Tidak apa tuan Sagala. Kami siap membantu kesulitan Anda" Jawabnya dengan ramah.
Sagala pun menyunggingkan senyumnya manisnya, "Terimakasih pak" Jawab Sagala.
Sagala dan Rio pun kembali mencari rekaman cctv itu. Setelah lama mencari, akhirnya Sagala menemukan rekaman yang ia cari.
Namun rasa penasaran begitu mencuat, ketika mengingat kembali kalau Diva diberi obat perangsang di pertemuan waktu itu. Hingga ia berpindah haluan untuk mencari dalang perencanaan penjebakan ini.
Sagala pun memutar ulang rekaman cctv sebelum acara pertemuan di mulai waktu itu.
Tepat di jam 20.00 dimana acara pertemuan dimulai. Terlihat di rekaman cctv itu beberapa orang sudah datang. Namun, mata Sagala menangkap dua orang yang begitu mencurigakan yang berdiri saling berhadapan tidak jauh dari ruangan pertemuan.
.
.
.
.
.
Bersambung
Mohon untuk memberikan like dan komen kalian ya setelah membaca
sehat terus yaa kk thor