NovelToon NovelToon
Satu Bunga Di Antara Dua Kerajaan

Satu Bunga Di Antara Dua Kerajaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Romansa / Fantasi Wanita / Aliansi Pernikahan / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Poporing

Serah Spencer adalah seorang Ratu yang terkhianati oleh tunangannya sendiri, Raja Louis dari kerajaan Mathilda.

Awalnya ia mengira dengan status pertunangannya akan membawa ketenangan juga kedamaian untuk rakyat dan kerajaannya di Regina yang sedang menjadi wilayah perebutan. Namun, setelah mengetahui rencana Louis yang licik, Serah memutuskan untuk tak tinggal diam.

Dia akan membalas Louis dan berdiri sendiri demi kerajaannya. Namun, sebelum itu ia harus lolos dari genggaman Louis.

Apakah Serah akan berhasil kembali ke kerajaannya sendiri yang sedang menjadi wilayah konflik antar Raja Louis dan Raja Grenseal? Sementara kedua Raja itu mulai jatuh cinta kepada Serah.

Apa yang akan dilakukannya nanti untuk melawan Louis sekaligus melindungi kekuasaannya sebagai Negeri yang bebas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poporing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 11 : Ratu dan pedang

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Serah sudah bangun dari tempat tidurnya bahkan sebelum Cristine mengetuk pintu ruangan kamarnya.

Serah berjalan keluar ruangan dengan sedikit menyelinap kecil sambil sesekali melihat sekeliling, memastikan jalannya aman. Sebenarnya mau kemana dia? Kenapa gelagatnya tampak mencurigakan?

Ah, sepertinya dia pergi menuju ke aula depan halaman istana.

Ternyata Serah ingin melihat kegiatan para knight yang memang rutin dilakukan setiap pagi di aula halaman istana. Mereka pasti akan baris-berbaris di bagian halaman depan yang ditumbuhi oleh tanaman mawar di sekitarnya.

Ia diam-diam memperhatikan dengan penuh rasa penasaran. Para ksatria kerajaan itu berjumlah puluhan yang ikut latihan baris-berbaris di aula, dan kebanyakan dari mereka masih ksatria usia muda.

Salah satu ksatria di sana memiliki wajah yang cukup familiar. Kalau tidak salah, dia adalah Glen. Pemuda itu tampak begitu serius mengikuti kegiatan tersebut, seakan loyalitasnya tertuang dalam kedisiplinan tiap gerak yang ia lakukan.

Kegiatan itu berlangsung sekitar 1 jam lebih hingga matahari naik semakin tinggi dan dari kejauhan tampak ada rombongan lain memasuki istana.

Dilihat dari penampilannya saja Serah tau mereka pasti tamu delegasi lain.

Setelah rombongan itu masuk, para ksatria yang baris-berbaris itu satu-persatu meninggalkan aula dengan cara yang teratur. Serah kemudian bergerak mendekati.

"Ho-hormat kami pada Yang mulia Serah!" Pria dengan pangkat knight tertinggi itu langsung kaget saat melihat keberadaan Serah yang tiba-tiba saja muncul.

Dengan sigap ia segera memberi komando ada yang lain untuk memberikan hormat kepada Serah.

Secara bersamaan mereka membungkuk 90 derajat semua untuk sesaat baru berdiri tegap kembali. Serah hanya tersenyum dan sedikit mengangguk.

"Yang mulia, ada keperluan apa anda di sini?" Tanya pria bernama Comwell itu dengan agak heran. Ini baru pertama kali ada wanita bangsawan apalagi seorang Putri yang mendatangi kegiatan para knight kerajaan. Perempuan biasanya menghindari kegiatan yang berbau kekerasan seperti ini.

"Aku hanya tertarik melihat kalian berlatih dan jujur aku penasaran bagaimana rasanya memegang pedang," ucapnya tanpa ragu. "Apa ada yang bersedia untuk mengajariku?" Tanyanya sambil mengedarkan pandang ke semua para knight yang berdiri tegak di sana.

Para ksatria itu akhirnya saling menoleh, beberapa ada berbisik-bisik bingung. Mereka tampaknya tak terbiasa menghadapi keinginan seorang wanita yang tiba-tiba ingin belajar menggunakan pedang.

"Yang mulia, pedang bukan untuk wanita," ujar Comwell kepada Serah, mencoba memberi nasehat halus. "Pedang hanya digunakan bagi mereka para ksatria dengan keberanian demi membela Kerajaan yang disumpah oleh Raja," lanjutnya kemudian.

"Aku hanya ingin belajar untuk melindungi diriku sendiri, Tuan Comwell," balas Serah yang memiliki pendapat berbeda, "karena meskipun aku seorang Ratu, itu tidak menjamin posisiku akan selalu aman." Kemudian ia menatap ke arah pria itu sambil tetap tersenyum.

"Yang mulia." Seorang pemuda di antara para ksatria maju ke depan. Ia berdiri dengan tegap seolah menunjukkan kesiapan diri lalu kembali berkata, "kalau anda tidak keberatan, saya Glen Leonard siap membantu anda."

Sesuai prediksi Serah, pemuda itu pasti yang bakalan maju duluan menawarkan diri untuk membantu Serah.

"Tuan Comwell?" Serah melirik ke arah pria itu.

"Tentu, Yang mulia, anda bisa mencobanya dengan bantuan Glen," balas Comwell yang seperti setengah hati memberikan ijin, tapi dia tak ada hak melarang meskipun ini beresiko ada keselamatan Serah karena wanita itu sendiri yang menginginkannya.

"Baiklah Tuan Glen, kita akan memulainya sebelum jam makan siang nanti dan bertemu di ruangan pelatihan." Serah kembali menatap Glen dan membuat kesepakatan dengan pemuda itu.

"Saya mengerti Yang mulia," ujarnya dengan penuh hormat dengan kepala yang mengangguk.

.

.

Para tamu delegasi dari berbagai kerajaan mulai berdatangan ke Mathilda untuk memenuhi pertemuan yang diadakan oleh Louis. Mereka disambut oleh Louis dan para abdi negaranya dengan cukup baik.

Pria itu tidak langsung mengadakan rapat, tapi membawa para tamu itu untuk istirahat terlebih dahulu dan akan menjamu mereka dengan makan siang nanti.

Rombongan itu berjalan melintasi lorong istana yang langsung menjadi pusat perhatian para orang-orang di istana yang menyadari akan ada hal penting terjadi di istana Mathilda.

Usai urusannya selesai dan para tamu sudah berada di ruangan khusus para tamu, Louis pun baru pergi untuk menemui Serah. Ya, pria itu baru akan memberitahukan hal ini kepada Serah.

Dengan langkah tegap dan pandangan lurus ia berjalan dengan didampingi oleh beberapa orang pengawalnya. Namun, sayang dia tak mendapati siapapun ketika memasuki ruangan kamar sang Ratu. Kosong. Hening. Suasana di ruangan tampak begitu sunyi. Louis tampak kesal dengan ketiadaan Serah di tempatnya.

"Kalian, segera cari Putri Serah!" Ujarnya dengan nada tegas kepada para pengawal yang mendampinginya.

"Baik, Yang mulia Louis!" Ujar keempat pengawal itu secara serempak dan bergegas keluar ruangan untuk melaksanakan perintah.

"Kemana wanita itu? Aku harus menemukannya sebelum jamuan makan siang!" Louis pun juga tak tinggal diam. Ia beranjak pergi dari kamar itu.

.

.

Sementara itu Serah terlihat sedang bersama dengan Cristine untuk menemui Glen, sesuai dengan janji dari pemuda itu yang akan mengajarinya tentang cara mengangkat pedang.

Mereka bertemu di lorong asrama khusus para ksatria yang ada di istana. Keberadaan Serah sontak membuat para penghuni di sana terkejut dan langsung memberikan hormat.

"Yang mulia!" Ucap para ksatria istana itu dengan suara lantang.

"Tuan Glen, Bagaimana? Apa anda siap?" Ia melirik ke arah Glen yang berada di barisan depan.

"Dengan senang hati, Yang mulia! Sungguh, ini seperti suatu kehormatan bagi kami anda mau berkunjung kemari langsung!" Balas Glen dalam satu tarikan napas. Pemuda yang masih berusia 20 tahun itu membungkuk sangat dalam dengan perasaan berdebar karena merasa sangat senang.

"Jadi di mana kita akan mencobanya?" Tanya Serah sambil melihat ke sekeliling di area sekitar.

"Mari ikut saya." Glen akhirnya menunjukkan jalan bagi Serah untuk mengikutinya.

Para ksatria lain bergerak mundur ke belakang memberi ruang dan membungkuk dalam. Glen segera berjalan menelusuri barisan ksatria itu dengan Serah dan Cristine yang mengikutinya dari belakang menuju ke suatu ruangan khusus.

"Ini adalah tempat yang biasa kami gunakan untuk berlatih, silahkan masuk Yang mulia."

 Glen berhenti di depan suatu ruangan aula yang cukup luas yang di dalamnya terdapat begitu banyak hiasan seperti senjata pedang, perisai, bendera kerajaan juga beberapa kepala hewan terpajang pada bagian dindingnya.

Ruangan itu cukup bersih dan lebih sederhana dari yang Serah bayangkan sebelumnya.

"Ada berapa ruangan latihan kalian?" Tanyanya Serah kemudian setelah mengamati sepertinya ruangan itu masih belum cukup besar bila dibandingkan dengan jumlah prajurit dan ksatria yang saat ini dimiliki oleh kerajaan Mathilda.

"Untuk sementara kami memiliki tiga ruangan latihan yang masing-masing mampu menampung 30 sampai 40 orang di dalam, Yang mulia." Jawab Glen penuh penjelasan dan detail. Serah mengangguk puas mendengarnya.

"Baiklah kalau begitu, apa kita bisa memulainya?"

"Tentu, silahkan masuk, yang mulia."

Serah dan Cristine memasuki ruangan latihan tersebut tanpa ragu dan keduanya berhenti di tengah ruangan bersamaan dengan Glen yang berdiri di tengah-tengah lalu berbalik menghadap Serah dengan wajah seriusnya sekarang.

1
Kustri
pdkt🤭
Kustri
klu melewati laut jgn lupa tenggelamkan helena🤭
ato lewat hutan, tinggalkan sj dia😁
Panda: celupin juga tenggelam sama bajunya sendiri deh 🤣

bajunya pada berat, Helena paling cetar
total 1 replies
Peri Cecilia
engga, dia terganggu banget wkwk, mending pergi aja dirimu
Panda: cekek onlen kak🤣
total 1 replies
Kustri
bocil kegatelan, jgn mimpi bersaing sm serah, bukan level
serah akan sukarela menyerahkan louis pdmu
☕︎⃝❥Haikal Mengare
Aku kira fantasi beneran, ternyata Romance kerajaan toh
☕︎⃝❥Haikal Mengare: iya, aku juga pernah dengar
total 3 replies
Jing_Jing22
Ketakutan William sampai kepalanya terasa terancam hanya karena masalah buku benar-benar menggambarkan betapa absolutnya kekuasaan sang Raja. Atmosfer di dalam ruangannya yang berantakan dengan tumpukan buku juga sangat deskriptif. Keren banget pembawaan nya.
Panda: ya bisa penggal sesuka hati dia tinggal bikin konspirasi, dituduh, kelar hidup

termasuk posisi Ratu juga enggak aman

aku masih belajar deskripsi dan digabung sama alur dan konflik

kalau ada masukan lebih silahkan kak, makasih 😊
total 1 replies
Panda
halu dia kak
Tulisan_nic
Persembahan khusus? Dan Helena menerima itu seperti sebagai kemenangan, aduh teka teki ini perlu di sibak lebih dalam.
Kustri
boleh gk 👊buat louis, egois bgt
jgn ampe louis jd sm serah, gk rela qu
Kustri: apa grendsel
total 2 replies
Kustri
simalakama
Nyonya Gunawan
Lanjut thor..
Panda: diusahakan terus kak

😊
total 1 replies
Panda
ide bagus kak 🤣

jadi tumbal Louis buat muja kerang ajaib
Stanalise (Deep)🖌️
persembahan /Whimper/ persembahan apa ini thor? ga bakal jadi tumbal kan dia
Panda: persembahan tumbal maha raja Louis buat kerang ajaib 🤣
total 1 replies
Stanalise (Deep)🖌️
Mau gimana lagi, udah terlanjur. Kalau emang ga cocok, Sekaran d pindah bagian juga bisa,.kan💆
Kustri
salahmu sendiri gk menghargai pemberian rakyatmu, jgn salah klu nanti rakyatmu membencimu
Panda: hajar rame rame ntar satuju
total 1 replies
DANA SUPRIYA
siap siaplah karena semuanya jangan bersiap
Kustri
oowh...sayang serah baru belajar pedang
Kustri
apa serah bs beladiri, pastilah yaa
Tulisan_nic
ya kan dia bukan sok, tapi beneran🤭
Panda: jangan segan kasih aku masukan atau kontruksi kekurangan tulisanku ya kak 🙏

buat belajar di tulisan ke depannya

terimakasih 😊
total 1 replies
Tulisan_nic
kira-kira berapa gram ya?
Panda: emas semuaaa kak hahahaha abis sabotase ladang NEGARA sebelah kayak nya Louis 🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!