Nella sudah jadi istri, ini ajaib.
Tidak terima dan kecewa adalah kesan pertama tapi, karena ini keputusan keluarganya ia harus terima dengan terpaksa dan siapa suaminya sekarang Nella sama sekali tak kenal.
Kehidupannya berubah drastis saat memilih menerima suaminya menjadi sah untuk dirinya bersamaan dengan rasa kecewa itu.
Selama waktu berjalan Nella akhirnya tahu suami yang menikahi dirinya bahkan seluruh kekurangannya adalah orang yang sama sekali tak pernah Nella bayangkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terpaksa terima
Baru saja sampai dirumah halaman rumah orangtuanya sudah terparkir mobil asing yang tidak di kenal, ya siapa perduli, Nella hanya tau hidupnya berjalan ke sisi mana.
Langkah kaki yang nyaring membuat dirinya aneh dan ada rasa ragu memeluk dirinya dari belakang, saat bersamaan sesuatu memutuskan matanya tak percaya dengan apa yang ia lihat.
Mereka semua menatap penuh kearahnya.
Raka berdiri mendekat dan rasa tak nyaman membuat kepalanya langsung membuat sinyal bahaya. Nella mengangkat tangannya isyarat untuk Raka, pria dewasa lebih tua enam tahun darinya, ia kakak laki-laki yang Nella percaya sayang bahkan Nella menyimpan semua rahasia kecil dan besar padanya.
"Siapa orang itu?" Bertanya penuh rasa penasaran dan air matanya tak ada izin untuk muncul dan belum jatuh.
"Tenang Nella, Kakak jelaskan pelan... Dia Javier teman Kakak dia suami kamu."
"What!" Teriaknya membuat satu ruangan nyaring suaranya, wanita dewasa yang sudah siap dengan kemungkinan atau kegaduhan luar biasa yang putrinya buat akan mengambil start sekarang.
"Suami?... Hah, Hahahah ini bercanda, bajingan!" Menatap Raka musuh sampai mati, Raka kebingungan dengan wajah menyeramkan dan penuh air mata yang tidak tahu sejak kapan sudah banjir deras di wajah adik cantiknya.
"Aku tak kenal dirimu, pernikahan ini tidak sah aku yang pengantinnya saja tidak tahu dan kau mau menikah dengan cara seperti ini, kau Gila ya, atau Bodoh hah!"
"Nella... Sebentar dulu..." Raka berusaha menahan Nella yang emosi meluap tidak tertahankan, agar bukan mamanya yang maju menamparnya nanti.
"Diam!" Teriakan yang kali ini lebih keras dan Raka sudah pasrah ia tidak bisa menahan emosinya jika ia lebih jauh menahannya ia juga bukan lawan Nella untuk sekarang.
Nella mendekat ke sofa kosong menghadap laki-laki yang di kenalkan sebagai suaminya ini menunjukkannya dengan berani dan wajahnya jelas terlihat kecewa dengan semuanya.
"Keluar!" Teriakannya lagi. Bersamaan itu seper kian detik tamparan keras di wajahnya membuat sudut bibir nya robek berdarah, ini adalah tamparan paling hebat yang Nella terima seumur hidupnya dan si penampar nya merasakan rasa bersalah luar biasa di telapak tangan yang sudah menampar pipi putrinya.
"Jangan melawan dan berkata apapun lagi." Suara tegas mamanya tanpa meninggikan nada bicara.
"Mama, ini semua bukan mau aku, papa kenapa papa gampang nyerahin aku ke laki-laki lain, papa bilang akan sulit terima aku nikah sama laki-laki lain karena papa sayang dan liat aku sebagai anak kecil dan putri kesayangan papa."
Pria dewasa dengan beberapa uban di wajah dan berewok kumisnya mengalihkan wajahnya. Nella melihat wajah penuh penyesalan dan malu, bahkan rasa bersalah itu membuat bahu papanya turun.
"Mah, mama kenapa gak bilang aku mama biasanya tanya apapun itu ke aku, kenapa mah... KENAPA KALIAN SEMUA TEGA!"
Mama maju memegang lembut bahu Nella menatap dalam kedua mata yang masih basah karena air mata itu.
"Mau gak mau kamu harus terima ini semua baik, enggak jahat setelah semua selesai kamu akan aman..."
Menepis tangan mama menatap semua mata, berteriak keras meledak semua emosinya semua melihat betapa histeris dan gilanya Nella murka.
"Jangan berlebihan Nella kamu bukan anak kecil lagi kamu sudah dewasa dan ini pilihan terbaik." Perkataan mama setelah Nella menangis sesegukan tanpa suara.
Tatapan Nella langsung terangkat mendengar ucapan mamanya, Nella berdiri tegak dari berlutut dan duduk nya diatas lantai.
Mengusap kasar air matanya dan memperhatikan semua mata yang menatapnya dan yang merunduk karena salah.
"Okay, Nella terima walaupun masih gak percaya ini terjadi nyata, Nella juga punya syarat mutlak..."
"Nella."Panggil Mama dan Raka bersamaan.
"Pernikahan ini gak akan lama, Nella pastiin akan cepat berakhir, Nella gak akan pulang kerumah ini jadi setelah Nella keluar rumah ini bersama dia, suamiku... Yang kalian semua pilihkan... Anggap tidak pernah ada Nella atau apapun tentangku, aku minta hapus aku dari rumah ini dan dari kenangan kalian."
"Nak..." Suara Papa membuat ruangan yang tegang dan penuh drama semakin parah.
"Cih... Nak, anak yang mana, anak anda hanya satu Tuan Roman.. Nyonya Eddies terimakasih kejutannya maafkan saya penuh drama sebelum ini, dan kau suamikukan ayo aku akan ikut dirimu."
Semuanya menatap Javier.
Berdiri tegak dan orang didekatnya juga papa dan Raka berdiri mengikuti Javier.
"Kami pamit pergi, Pah mah, Kak." Semu mengangguk dengan ucapan pamitan Javier.
Nella memberikan tangannya untuk Javier gandeng, santai sekali. Semua juga merasa bingung karena sikapnya berubah drastis seperti tadi bukan apa-apa.
"Kau harus patuh dan jangan melawan, Mama tidak akan menjengukmu atau bertanya apapun karena kau pasti aman.."
Nella berbalik setelah berjalan menarik tangan Javier.
"Terimakasih perhatian rasa khawatir anda Nyonya Eddies, terimakasih juga sudah menjual ku."
Kata menjual itu, membuat mama merasakan desakan dada yang keras dan membuat sesak di bagian dalam. Papa juga semakin malu tertunduk dengan ucapan menjual itu.
Raka dengan kedua tangannya terkepal ia sebenarnya tidak mau tapi, jika tidak di lakukannya ini tidak akan membuat keluarganya hancur dan semua nasib karyawan tidak bisa menerima gaji dari perusahaan papanya.