Pernikahan berlangsung antara Elena Stephanie Putri dan Dava Gandhi Syahreza. Elena masih berstatus seorang siswa SMA kelas 2, sedangkan Gandhi adalah seorang guru di sekolahnya Elena. Pernikahan mereka ini adalah hasil perjodohan dari kakek mereka, kakek mereka adalah sahabat dekat dan berjanji akan menikahkan cucu mereka. Awalnya Elena menolak karena usianya masih sangat muda yakni 17 tahun, sedangkan Gandhi berusia 25 tahun. Berawal saling benci apakah lama-lama menjadi cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bel Bel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
“Kenapa bengong, jadi berangkat sekarang kan?” Tanya Kaira.
“Ya iya lah. Hari ini Loe yang nyetir mobil. Gue nggak mau, Gue kan tuan muda.”
Kata Raffa.
“Gue kan nggak bisa nyetir mobil. Yauda kita naik mobil di ojek online aja, Gue
pesenin dulu.” Kata Kaira.
“Baiklah. Kau secepatnya harus bisa nyetir mobil, Kau ikut kursus mengemudi saja kalau
begitu.” Kata Raffa.
“Iya iya. Ini uda dapat drivernya. Kita tunggu diluar aja yuk.” Kata Kaira sambil
menggandeng tangan Raffa dengan spontan.
**
Setibanya dirumah Pak Adinata,
“Hai kak, makasih ya uda datang di acaraku.” Kata Renata.
“Selamat malam, terimakasih sudah datang.” Kata Ardan kekasihnya Renata.
Dalam
hati Kaira, “Wah cantik banget sih si
Renata, aura tajirnya keliatan banget, calon suaminya juga ganteng, pantes dia
ngebet nikah ternyata calon suaminya seorang CEO restoran terkenal. Beruntung
sekali mereka berdua karena saling mencintai. Beda banget sama Aku dan Raffa
yang tidak saling mencintai namun malah dia sering menyakiti bahkan dia juga
tidak pernah menganggapku sebagai seorang istri apalagi menyentuhku. Iri banget
sama mereka berdua.”
Banyak sekali tamu yang datang, disana juga ada Rasya. Kaira akan menanyakan banyak
hal tentang Raffa kepada Rasya namun dia takut ketahuan oleh Raffa.
“Hai Rasya, uda lama ya?” Sapa Kaira kepada Rasya.
“Ya lumayan sih, uda 30 menitan disini.” Jawab Rasya.
“Oh ya ada yang ingin aku tanyakan kepadamu tentang Raffa tapi jangan sampai Raffa
tau soal ini.” Kata Kaira.
“Memangnya mau tanya tentang apa?” Tanya Rasya.
Tiba-tiba Raffa datang menghampiri mereka dan menarik tangan Kaira untuk mengajak ke
ruang tamu sembari menikmati hidangan yang tersedia.
“Jadi Kau disini, ayo kita kesana saja, acara mau dimulai.” Kata Raffa sambil menatap Rasya dengan
tatapan sinisnya pertanda bahwa Raffa tidak suka kalau mereka berdua sedang
mengobrol berdua. Wah wah ada aroma cemburu nih si Raffa hahaha.
**
Selesai acara tunangan tersebut, Kaira dan Raffa kembali pulang. Kaira sangat
menyayangkan sekali karena tidak ada kesempatan bertanya kepada Rasya. Namun
dalam hatinya ia tetap bersikeras untuk mencari tau apa yang terjadi dengan
masa lalu suaminya itu.
Setibanya dirumah,
“Kau tadi bicara apa saja dengan si Rasya sepertinya sangat serius?” Tanya Raffa.
“Dasar kepo, urusan pribadi dan Kau tidak perlu tau.” Jawab Kaira.
“Kau itu istriku jadi Aku berhak tau semuanya dong termasuk urusan pribadimu. Kau
sudah lupa ya meskipun Kau hanyalah istri pajangan saja tapi Aku telah
menafkahimu bahkan keluargamu, Aku memberimu uang banyak tapi Kau tidak pernah
melayaniku, dasar istri durhaka tidak tau diri.” Kata Raffa.
“Apa aku tidak salah dengar ya? Bukannya Kau yang tidak mencintaiku bahkan
membenciku dan Kau juga pernah bilang bahwa Aku tidak memiliki daya tarik dan
Kau tidak akan pernah mau untuk menyentuhku. Jangan memfitnahku sembarangan
ya.” Jawab Kaira.
“Waaah benar-benar Kau ini memang tidak punya rasa takut ya, sangat berani. Kalau
begitu sekarang juga malam ini Kau harus layani aku hahaha.” Kata Raffa.
“Tidak, Aku tidak mau. Aku
hanya melayani seseorang yang benar-benar mencintaiku dengan tulus tidak dengan
Kau yang sering tidur dengan wanita lain bahkan lebih dari satu. Aku tidak sudi
berbagi dengan mereka.” Jawab Kaira.