Aruna Arabella, gadis cantik yang terlibat hubungan asmara dengan seseorang laki-laki tampan yang tak lain adalah kakak tirinya setelah sang mama memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang duda kaya, yang mempunyai seorang putra.
Aruna harus menelan pahitnya kehidupan di dalam keluarga nya, sang papa berselingkuh takala usia Aruna menginjak tujuh tahun, tak hanya itu, sang papa serta pelakor tersebut membawa kabur kakak laki-laki Aruna.
Setelah kejadian itu Aruna tingal bersama dengan mama nya, yang bekerja sebagai penjahit di sebuah butik kecil sederhana.
Karena kepintaran nya, Aruna di terima masuk di sebuah sekolah elite, ia mendapat beasiswa, di sanalah Aruna memulainya, kisah cinta dengan seorang laki-laki posesif yang ternyata adalah anak laki-laki dari pria yang menjadi papa sambung nya.
Dari sini lah kisah cinta terlarang itu di mulai ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
"Gue kasih Lo waktu tiga hari buat ganti kalung gue, kalau gak, Lo bakal gue lepaorin ke polisi," kata Aruna yang kemudian berjalan pergi meninggalkan pesta tersebut.
"Aruna tunggu!" kata Leo yang kemudian berjalan mengejar Aruna.
Vani terduduk di lantai sampai kolam renang tersebut, dia tidak menyangka kalau ini akan terjadi kepada nya, pesta ulang tahun nya rusak, dan dia harus membayar uang kalung yang begitu mahal itu.
Rasanya dia terjebak ke dalam rencana buruk nya sendiri.
"Aruna!" tak lama setelah Leo mengejar Aruna, Reyhan pun juga meninggalkan Vani dan mengejar Aruna.
"Aruna tunggu," Leo memegang pergelangan tangan Aruna, membuat gadis itu berhenti melangkah kan kaki nya.
"Kenapa kak?" tanya Aruna kebingungan.
"G-gue, gue cuma mau bilang, Lo cantik banget," kata Leo gugup.
"Makasih, kalau gitu Aruna pulang dulu," kata Aruna tak ingin lagi berlama-lama di tempat itu.
"Aruna gue mau ngomong," kata Reyhan yang kini menahan Aruna.
"Maaf gue gak punya waktu," jawab Aruna yang kemudian berjalan keluar dari gerbang dan bergegas masuk ke dalam mobil.
"Jalan pak," ucap Aruna kepada sopir pribadi nya itu.
"Baik nona," kata sang sopir yang kemudian melajukan mobilnya meninggalkan gedung itu.
"Kok kayaknya gue gak asing sama mobil ini? Apa mungkin cuma kesamaan?" batin Leo yang melihat mobil yang membawa pergi Aruna barusan.
"Aruna udah bener-bener gak mau ngomong sama gue lagi," ucap Reyhan sambil memandang mobil yang semakin jauh dari tempat itu.
"Sekarang Lo tau kan siapa yang jahat," sambungan Leo.
"Maksud Lo?" ucap Reyhan lagi.
"Lo masih gak ngerti? Cewek Lo itu, sebenarnya gak sepolos dan sebaik yang Lo bayangin, oh ya, Lo harus tau kejadian di anak tangga beberapa Minggu lalu, itu bukan ulah Aruna, gue lihat sendiri di rekaman cctv sekolah, kalau Vani sengaja jatuh sendiri dan nuduh Aruna, Lo terlalu bego bro, selamat menikmati," kata Leo tersenyum miring kepada Reyhan dan kemudian berjalan pergi meninggalkan gedung itu.
Reyhan kini hanya bisa diam seperti patung, dia tidak menyangka kalau ternyata Vani sebenarnya adalah ular yang berbisa, Vani meracuni pikiran dan juga hatinya, sehingga ia membeci Aruna dan sampai-sampai memutuskan persahabatan mereka.
Tak lama setelah itu, Vani pun menghampiri Reyhan dan memegang tangan nya, ia berharap kalau Reyhan akan memaafkan kesalahannya dan membela dirinya lagi.
"A-reyhan," kata nya sambil memegang tangan Reyhan.
Reyhan menoleh dan menatap Vani yang saat itu memegang pergelangan tangan nya.
Dengan cepat ia menarik tangan nya dan mendorong Vani menjauh dari dirinya.
"Gue gak nyangka ternyata Lo sejahat ini, mulai saat ini gue gak mau ada hubungan sama Lo lagi, kita putus!" ucap Reyhan yang kemudian berjalan menuju motor nya dan dalam waktu lima menit ia sudah menghilang dari pandangan Vani.
"Reyhan! Dengerin penjelasan gue! Reyhan!" Teriak Vani yang tak ada gunanya.
Ia terjatuh dan terduduk di depan gerbang gedung tersebut sambil menangis sejadi-jadinya.
"Ini semua gara-gara Aruna! Gue gak bakal biarin dia! Gue bakal balas dia!" jerit Vani yang kini kembali tantrum.
Sementara itu di sisi lain.
"Dengar-dengar Lo punya adik ya sekarang," kata seorang laki-laki dengan senyum tipis mengerikan menatap wajah Erlan.
"Gue saranin jangan macam-macam, Lo boleh berurusan sama gue, tapi gak perlu bawa-bawa orang lain, Lo pengecut kalau sampai itu terjadi," ucap Erlan sambil menekan bahu lawan bicaranya saat ini dengan jari telunjuk nya.
"Waw, emosi Lo langsung terlihat ya, setelah gue bahas soal dia, kayak nya menarik, dia juga cantik, gimana kalau kita jadiin dia bahan taruhan?" Lagi-lagi lelaki itu memancing amarah Erlan.
Mendengar itu, Erlan tak bisa menahan dirinya untuk melayangkan satu pukulan ke wajah sang lawan bicara.
Bukh ...
Sebuah pukulan keras dari Erlan mendarat tepat di pipi kiri laki-laki tersebut, membuat nya terhuyung sedikit ke belakang.
Namun lelaki itu tetap tersenyum sambil menyeka darah segar yang keluar dari sudut bibirnya akibat pukulan Erlan.
"Denger baik-baik Veren, Lo boleh berurusan sama gue, tapi kalau sampai Lo gangguin dia, gue pastiin Lo gak bakal bisa gunain kaki sama tangan Lo buat balapan lagi," kata Erlan dengan rahang yang mengeras ia berusaha menahan diri untuk tidak memukul lagi.
"Cih! Sampah kayak Lo juga berusaha ngelindungin perempuan? Lo lupa Maura mati karena siapa!? Lupa hah!" ucap laki-laki yang dipanggil Varen oleh Erlan barusan.
Seketika Erlan terdiam, mendengar ucapan Varen barusan ia tidak menyangka kalau Varen akan membahas masa lalu yang sangat buram itu yang di mana ia berusaha keras melupakan peristiwa tersebut serta meyakinkan dirinya kalau ia tak bersalah atas meninggal nya Maura.
"Lihat aja, gue gak bakal biarin Lo bahagia! Gue bakal ambil apapun yang Lo punya!" Kata Varen yang kemudian berjalan pergi meninggalkan Erlan.
Erlan terduduk di depan mobil nya, dia menatap Varen yang pergi dengan motor nya bersama dua orang temannya yang lain.
"Gua gak salah apa-apa," ucap Erlan sambil menatap langit-langit malam yang kelam.
Author tau hal ini bikin kalian penasaran, makanya jangan skip baca, author mau cerita.
Beberapa tahun yang lalu, Erlan, Leo, Maura dan Varen, mereka adalah sahabat baik sejak SMP, Leo adalah sepupunya Erlan, sedangkan Maura adalah sepupu nya Varen, mereka berteman baik sejak kelas satu SMP sampai di mana hari kelulusan itu tiba.
Di mana Maura yang diketahui oleh Leo dan Varen kalau dia sangat menyukai Erlan memutuskan untuk mengungkapkan perasaan kepada Erlan.
Hal ini juga didukung oleh sahabat dan sepupu nya Leo dan Varen, hal ini membuktikan Maura semakin yakin kalau Erlan juga pasti akan sangat menyukai dirinya.
Flashback on.
Setelah selesai acara perpisahan, Leo dan Varen mengatur pertemuan untuk Maura dan Erlan di taman belakang sekolah, di mana Maura sudah menunggu untuk menyatakan perasaannya.
"Lo berdua ngapain sih? Mau bawa gue ke mana coba?" kata Erlan yang digeret paksa dia sahabat nya menuju taman belakang sekolah.
"Udah sih nurut aja," jawab Varen.
Tak butuh waktu lama, mereka pun akhirnya tiba di tempat itu, di mana Maura sudah tak sabar ingin menyatakan perasaannya kepada Erlan.
"Surprise!" kata Maura keluar dari persembunyian nya sambil memegang sesuatu di tangan nya.
"Maura, Lo ngapain ngumpet-ngumpet di sini?" tanya Erlan kebingungan.
Sedangkan Leo dan Varen hanya tersenyum-senyum sendiri.
"Erlan, gue mau ngomong sesuatu sama Lo, ini serius," ucap Maura dengan segenap keberanian nya.
"Apaan? Itu yang Lo pegang apaan?" tanya Erlan.
"Ini, oh ini hadiah buat Lo," kata Maura yang kemudian memberikan kotak kecil segi empat tersebut kepada Erlan.
Erlan pun menerima nya dan membuka benda tersebut yang ternyata adalah sebuah jam tangan.
****
sama aja kek Vani ,gak jelas apa mau nya.dulu Aruna dihina karena dekat ma dia,sekarang udah jauh Deket ma Erlan juga salah.mau nya kalian apa sih...
Aruna udah jauh dari Reyhan pun Lo gak puas...
Aruna Deket cowo lain Lo pun sewot...
gak jelas juga itu otak lho 🤣🤣🤣
jiaaah nih bocah cowo kudu di jitak kepalanya...
buat anak gadis orang cenat cenut aja
🤣🤣🤣🤣
jangan Ngadi Ngadi ya bocil 🤣🤣🤣
jagain Baek Baek tuh adek ketemu gede
kk dan adik udah biasa berantem ajaa,saling jahil.abg ku aja yang paling besar suka nyelipin kepala ku di keteknya ,kayak miting gtu.padahal aku udah punya anak.auto ngamuk aku,dianya malah lari keliling rumah